Sabtu, 19 Oktober 2013

Maskapai di Indonesia Yang On Time dan Sering Delay



Keterlambatan jadwal pesawat dari waktu yang sudah ditentukan tak jarang sering membuat kesal para penumpang. Namun tidak semua maskapai di Indonesia ini memiliki ketepatan waktu yang buruk. Belum lama ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merilis data yang berkaitan dengan ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) dari sembilan maskapai yang ada di Indonesia untuk periode Januari-Juni 2013 atau Semester I.

Terdapat tiga indikator yang digunakan Kemenhub untuk menentukan baik atau buruknya OTP maskapai yang ada di Indonesia, yakni faktor teknis operasional (TO), faktor non teknis (NTO) dan faktor cuaca (CUA). Untuk Semester I tahun 2013 ini, nilai rata-rata OTP dari sembilan maskapai yang ada di Indonesia di atas 70%. Nilai OTP dari suatu maskapai terbilang baik jika nilainya di atas 80%, jika nilainya di atas 70% maka OTP dari maskapai tersebut terbilang biasa, sedangkan jika nilai OTP maskapai berada di bawah 70% maka terbilang buruk.

Posisi paling bawah atau paling terlambat ditempati oleh maskapai Merpati dengan nilai rata-rata OTP sebanyak 70,46% pada Semester I tahun 2013 ini. Posisi kedelapan ditempati oleh Indonesia AirAsia dengan nilai rata-rata OTP sebesar 74,78%. Posisi ketujuh ditempati oleh Lion Air dengan nilai rata-rata OTP sebesar 75,8%. Posisi keenam ditempati oleh maskapai Citilink dengan nilai rata-rata OTP  sebesar 77,78%. Sementara untuk posisi kelima ditempati oleh maskapai Wings Air yang banyak melayani rute penerbangan daerah dengan nilai rata-rata OTP sebesar 79,38%.

Untuk posisi keempat ditempati oleh maskapai Sriwijaya Air dengan nilai rata-rata OTP sebesar 80,34%. Nilai rata-rata OTP maskapai ini naik dari tahun 2012 lalu yang hanya sebesar 79,77%. Posisi tiga besar ditempati oleh maskapai Tigerair Mandala dengan nilai rata-rata OTP sebesar 81,76%. Nilai OTP pada maskapai ini menurun karena pada tahun 2012 lalu, Tigerair Mandala berhasil menembus nilai rata-rata OTP sebesar 91,18%.

Untuk posisi kedua ditempati oleh maskapai Batik Air dengan nilai rata-rata OTP sebesar 83%. Maskapai yang baru beroperasi beberapa bulan ini ternyata mampu menduduki posisi dua terbaik mengalahkan Lion Air yang notabene masih satu induk perusahaan. Sedangkan peringkat pertama ditempati oleh maskapai Garuda Indonesia dengan nilai rata-rata OTP sebesar 87,24%. Nilai rata-rata OTP pada maskapai ini terbilang naik karena pada tahun 2012 lalu nilai rata-ratanya hanya sebesar 84,96%.

Sumber : utiket.com