Minggu, 26 Januari 2014

Danau Rana Ambon Indonesia


Tentang Danau Rana

Danau Rana merupakan wisata alam danau terbesar di Propinsi Maluku yang berada di pedalaman Pulau Buru, pulau terbesar kedua di Propinsi Maluku. Terletak di Kecamatan Air Buaya sekitar 63 km dari pusat kota dan berada pada ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Oleh penduduk Pulau Buru, danau ini dianggap suci.

Danau ini mempunyai air yang tenang dan jernih serta dipenuhi dengan teratai di atasnya. Kamu bisa menikmati pemandangan sekitar Danau Rana menggunakan perahu yang disewakan oleh masyarakat setempat. Untuk menyewa perahu mengelilingi Dana Rana, kamu dikenakan biaya sekitar Rp. 100.000,- dan bisa berkeliling sepuasnya dengan dipandu seorang warga setempat. Selain berkeliling danau, kamu pun bisa mengunjungi perkampungan warga sekitar danau di Dusun Wamamboli, Kaktuan, Erdafa, Waimite, Wagrahi dan Waireman.

Akses ke Danau Rana

Dari Kota Namlea menggunakan speedboat menuju Desa Tifu, Kecamatan Leksula dengan waktu tempuh sekitar 5 jam. Kemudian dari Desa Tifu kamu bisa menggunakan truk menuju Desa Waelo yang berjakarak sekitar 40 km. Dari sini kamu akan memulai petualanganmu menuju Danau Rana yang hanya bisa kamu capai dengan berjalan kaki selama kurang lebih 6 jam. Sepanjang jalur perjalanan ini kamu akan melewati perkampungan masyarakat asli Pulau Buru.

Jalur kedua : menggunakan mobil menuju Desa Wamlana, Kecamatan Air Buaya yang berjarak sekitar 80 km dari Kota Namlea. Sesampainya di Desa Wamlana, kamu bisa menumpang mobil perusahaan kayu PT. Gema Hutan Lestari untuk menuju Danau Rana. Selama perjalanan sepanjang 43 km kamu bisa menikmati indahnya pemandangan alam jalur perjalanan, melewati kawasan hutan lindung, menikmati keindahan desa-desa di pesisir barat Pulau Buru dari atas gunung. Kamu bisa mampir sebentar di Cam Waldea di km 21 sebelum kamu melanjutkan perjalananmu mencapai km 40. Di sini lah petualanganmu dimulai untuk mencapai pusat Danau Rana dengan berjalan kaki yang berjarak sekitar 23 km. Sepanjang perjalanan kamu akan melewati beberapa desa masyarakat asli Pulau Buru dan akan disuguhi tarian Sawat sebagai bentuk ucapan selamat datang bagi tamu yang berkunjung.

Makan di Danau

Berbagai jenis ubi-ubian dengan ikan bakar dan colo-colo makanan khas Maluku.

Maskapai terbang ke Ambon



Sumber : utiket.com