Jumat, 21 Maret 2014

Lima Maskapai di Indonesia yang Bangkrut


Persaingan industri penerbangan di Indonesia memang sangat ketat. Beberapa cara telah dilakukan oleh maskapai agar tetap eksis di industri penerbangan ini. Sebagian ada yang tetap bertahan, berhasil melebarkan sayapnya dan terbang tinggi. Namun sebagian ada pula yang akhirnya jatuh karena tak mampu bersaing. Nah, berikut lima maskapai di Indonesia yang akhirnya jatuh dan tak mampu melebarkan sayap bisnisnya. 

Adam Air

Maskapai ini didirikan oleh Sandra Ang dan Agung Laksono yang dioperasikan oleh PT Adam SkyConnection Airlines. Pertama kali beroperasi pada tanggal 19 Desember 2003 dengan penerbangan perdananya yakni ke Balikpapan. Maskapai ini sempat meraih penghargaan Award of Merit dalam The Category Low Cost Airline of The Year tahun 2006 di Singapura. Namun setelah beberapa insiden kecelakaan yang sering terjadi pada maskapai ini, akhirnya pada tanggal 17 Maret 2008 kegiatan operasional Adam Air dibekukan. Sehari setelahnya ijin terbang Operation Specification Adam Air juga dicabut oleh Departemen Perhubungan. Hingga akhirnya Aircraft Operator Certificate (AOC) dicabut pada tanggal 19 Juni 2008. 

Batavia Air

Maskapai ini didirikan oleh Yudiawan Tansari pada tahun 2001 dengan nama perusahaan PT Metro Batavia. Awalnya maskapai ini membidik penerbangan domestik dengan pasar kelas menengah dan layanan standar. Hingga bulan Agustus 2003, Batavia Air akhirnya berhasil membuka rute penerbangan internasional dan berhasil mengantongi izin penerbangan di Uni Eropa yang tergolong eksklusif. Namun sayang, tanggal 31 Januari 2013, maskapai ini mengalami pailit dan akhirnya berhenti beroperasi. 

Bouraq Airlines

Maskapai ini didirikan oleh Jarry Albert Sumendap pada tahun 1970. Maskapai ini sempat mengoperasikan pesawat jenis Douglas DC-3. Hingga tahun 1973, pesawat jenis turbo propeller Hawker Siddeley HS 748 telah dioperasikan oleh maskapai ini. Namun karena masalah keuangan yang berkepanjangan, akhirnya maskapai ini ditutup pada tahun 2005. Lisensi penerbangannya pun telah dicabut pada tahun 2007. 

Indonesia Airlines

Maskapai ini didirikan oleh Rudy Setyopurnomo pada tahun 1999. Izin penerbangan dari pemerintah baru diperoleh di bulan September 1999 dan mulai beroperasi pada bulan Maret 2001. Namun sayang di tahun 2003, maskapai ini menghentikan operasi penerbangannya. 

Sempati Air

Maskapai ini milik sahabat dan keluarga mantan Presiden Soeharto. Didirikan pada bulan Desember 1968 dengan nama PT Sempati Air Transport dan mulai penerbangan perdananya pada bulan Maret 1969. Awalnya, maskapai ini hanya digunakan sebagai sarana transportasi karyawan perusahaan minyak. Namun di akhir tahun 1980an perusahaan semakin berkembang dan akhirnya berganti nama menjadi Sempati Air di tahun 1996. Setelah mengalami krisis di tahun 1998, akhirnya maskapai ini berhenti beroperasi, tepatnya pada tanggal 5 Juni 1998.

Sumber : utiket.com