Rabu, 12 Maret 2014

Museum Asi Mbojo Bima Indonesia


Tentang Museum Asi Mbojo

Museum Asi Mbojo merupakan salah satu obyek wisata sejarah dan budaya yang dapat kita kunjungi di kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Museum ini dibangun di atas lahan seluas 30.728 meter persegi. Dalam bahasa Bima, “Asi” memiliki arti “istana”. Bangunan museum ini dahulunya memang merupakan istana Kesultanan Bima yang megah. Namun pada tahun 1952, Kesultanan Bima mengalami akhir masa kejayaannya. Artsitektur bangunan asli istana ini merupakan perpaduan antara arsitektur Mbojo dengan Belanda. Namun pada tahun 1980, istana ini hampir runtuh sehingga diperbaiki dan dipugar. Hingga akhirnya ditetapkan sebagai benda cagar budaya, yaitu sebagai Museum Daerah Kabupaten Bima pada tanggal 10 Agustus 1989. Namun pada bulan Maret 2008, dirubah menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Asi Mbojo.

Kawasan di sekitar museum ini memiliki pemandangan yang indah, hijau dan sejuk karena banyak ditumbuhi oleh pepohonan terutama pohon palem. Selain itu, terdapat masjid tua di sebelah bangunan utama yang bernama Masjid Muhammad Salahuddin Bima yang dibangun pada tahun 1872. Terdapat pula meriam tua peninggalan Belanda.

Museum ini menyimpan sebagian koleksi Kesultanan Bima saja karena sebagian koleksi lainnya disimpan oleh keluarga Sultan. Koleksi kesultanan tersebut antara lain berupa mahkota, senjata, perhiasan, alat-alat upacara dan peralatan makan yang terbuat dari emas dan perak. Benda koleksi lainnya berupa flora dan fauna, benda-benda geologi dan berbagai peralatan untuk upacara kehamilan, kelahiran, pernikahan dan kematian. Di antara keseluruhan benda sejarah tersebut, mahkota sultan yang terbuat dari emas dan sebuah parang tua yang diukir pada masa Kerajaan Majapahit yang disebut dengan nama Gunti Rante merupakan benda koleksi yang paling populer dan banyak diminati untuk disaksikan oleh para pengunjung museum ini.

Museum Asi Mbojo terdiri dari beberapa ruangan, seperti ruang pameran tetap, ruang pameran temporer, ruang auditorium, ruang penyimpanan koleksi dan ruang administrasi. Di lantai dua dari museum ini terdapat sejumlah kamar yang dahulunya pernah digunakan oleh keluarga sultan untuk beristirahat. Fasilitas berupa toilet pun tersedia di museum ini.

Jam buka

Museum ini buka dari hari Selasa hingga Sabtu mulai pukul 07.30 WITA hingga pukul 14.30 WITA. Untuk hari Senin dan Minggu, museum tutup.

Tiket Masuk

Dewasa: Rp. 3.000, Anak-anak: Rp. 1.000, Pelajar / Mahasiswa: Rp. 2.000, Turis Asing: Rp. 5.000. Meski begitu harga bisa berubah sewaktu-waktu.

Akses ke Museum Asi Mbojo

Museum Asi Mbojo berjarak sekitar 25 km dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin yang ada di Bima. Untuk menuju ke lokasi ini dapat dicapai dengan menggunakan taksi dari bandara dengan lama perjalanan sekitar satu jam.

Maskapai terbang ke Bima



Sumber : utiket.com