Jumat, 04 April 2014

Kerak Telor Betawi


Makanan khas Betawi memang beragam, salah satunya adalah makanan yang bentuknya mirip martabak ini, namanya Kerak Telor. Kerak telor sudah ada sejak dahulu. Bahkan sejak Jakarta masih bernama Batavia. Makanan ini konon ditemukan oleh sekelompok masyarakat Betawi Menteng yang ingin meracik sebuah makanan berbahan dasar ketan dan kelapa parut. Nah, pada saat itu pohon kelapa di Batavia memang masih tumbuh subur. Ternyata resep makanan ciptaan mereka itu disukai oleh masyarakat. Mereka lantas mencoba berjualan di sekitar Monas pada tahun 1970an dan laku keras. Bahkan makanan ini kemudian menjadi salah satu ikon makanan khas Betawi

Sedangkan menurut pakar Budaya Betawi, Indra Sutrisna, makanan kerak telor ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Orang Belanda menginginkan makanan pembuka yang mirip dengan omlet mie tapi dikombinasikan dengan racikan masakan ala Betawi. Akhirnya oleh masyarakat Betawi bahan mie diganti menjadi ketan agar lebih sehat. 

Kerak Telor ini terbuat dari ketan, parutan kelapa, udang kering, merica, garam dan telor. Biasanya telor yang digunakan adalah telor bebek atau telor ayam. Kerak telor ini dimasak diatas bara api. Cara memasaknya cukup unik yakni saat memasak penjual kerak telor biasanya langsung membalik wajan hingga adonan menghadap ke bara api. Nah, setelah kering dan matang, kerak telor siap untuk disajikan. Diatasnya biasanya ditaburi dengan bawang goreng serta serundeng. Kerak telor ini enak sekali dinikmati saat panas. Rasanya gurih dan sedikit manis. 

Saat ini makanan khas ini cukup sulit ditemukan. Kecuali saat ada event khusus seperti Pekan Raya Jakarta atau di tempat-tempat wisata. Saat ini penjual Kerak Telor sebagian besar juga bukan orang Betawi Asli. Hanya beberapa saja penjual yang memang asli orang Betawi dan biasanya orang tersebut sudah tua. Saat ini penjual Kerak Telor kebanyakan berasal dari daerah lain yang sudah mahir memasak dan berjualan Kerak Telor. Semoga saja Kerak Telor khas Betawi ini selalu bisa bertahan di tengah persaingan dan gempuran makanan cepat saji lainnya.

Sumber : utiket.com