Rabu, 02 April 2014

Tradisi Potong Jari Suku Dani


Apa ungkapan kesedihan yang paling umum dilakukan saat seseorang kehilangan anggota keluarganya? Jawaban terbanyak mungkin menangis. Hal ini berbeda dengan ungkapan berkabung Suku Dani yang mendiami wilayah Lembah Baliem, Pegunungan Tengah, Papua. Dahulu Suku Dani mempunyai tradisi mengungkapkan rasa berkabung karena di tinggal keluarga yang telah meninggal dengan cara potong jari. Terdengar sangat menyakitkan dan menyeramkan yaa, tapi itulah tradisi unik yang dimiliki suku ini. Mereka menganggap potong jari adalah simbol dari rasa sakit dan pedih kehilangan keluarga yang mereka sayangi. 

Jari tangan bagi Suku Dani merupakan simbol kerukunan, kebersatuan dan kekuatan dalam diri manusia dan keluarga. Meskipun setiap jari tangan manusia mempunyai bentuk dan nama yang berbeda namun kebersamaan membuat tangan manusia berfungsi lebih sempurna untuk meringankan beban pekerjaan, seperti sebuah keluarga. Filosofi itulah yang membuat Suku Dani memotong jari mereka saat anggota keluarga meninggal. Alasan lainnya yaitu “Wene opakima dapilik welaikarek mekehasik” yaitu pedoman dasar hidup bersama dalam satu keluarga, satu marga, satu honai (rumah), satu suku, satu bahasa, satu leluhur, satu sejarah dan sebagainya. 

Bagi suku Dani kebersamaan sangat penting, luka ditinggal anggota keluarga, baru akan sembuh saat rasa sakit dan luka di jari sudah sembuh. Tradisi potong jari biasanya dilakukan oleh kaum ibu, namun kaum laki-laki juga banyak juga yang melakukannya. 

Pemotongan jari biasanya dilakukan dengan berbagai cara, menggunakan benda tajam, digigit hingga putus atau mengikatnya dengan seutas tali hingga jari mati dan setelahnya dipotong. Selain tradisi potong jari, masyarakat Suku Dani juga mempunyai tradisi lain saat berkabung yaitu tradisi mandi lumpur. Mandi lumpur mempunyai arti bahwa setiap manusia yang meninggal kembali ke alam, manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah. 

Dengan masuknya pengaruh perkembangan budaya dan agama, tradisi potong jari ini sudah tidak banyak lagi yang melakukan. Namun kita masih bisa banyak menjumpai sisa lelaki dan wanita yang tidak lagi mempunyai jari.

Sumber : utiket.com