Selasa, 17 Juni 2014

Pantai Tangsi Lombok Indonesia


Tentang Pantai Tangsi

Mendengar kata pantai berpasir pink atau pink beach bagi kebanyakan traveller akan langsung tertuju ke salah satu obyek wisata di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Namun ternyata pink beach tidak hanya terdapat di Pulau Komodo saja, tetapi terdapat juga di Lombok, tepatnya di Desa Pemongkong Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pantai ini bernama Pantai Tangsi.

Sarana dan prasarana di Pantai Tangsi bisa dikatakan sangat kurang. Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung sangat dianjurkan telah membawa bekal makanan dan minuman secukupnya karena di Pantai Tangsi jarang terdapat warung yang menjajakan makanan. Meskipun sarana dan prasarananya sangat kurang, namun sesampainya di pantai ini semua rasa lelah itu pasti segera terbayarkan. Pantai ini juga memiliki keunikan tersendiri terutama pasirnya. Pasir Pantai Tangsi serupa dengan pantai yang terletak di Pulau Komodo, yaitu berwarna pink atau kemerahan. Pasir pantai yang berwarna pink ini terbentuk akibat adanya campuran antara pasir putih dengan pasir merah hasil dari pecahan karang berwarna merah. Terumbu karang yang berwarna merah tersebut tumbuh banyak di perairan dangkal dan terbawa ombak ke tepian pantai sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan di Pantai Tangsi ini.

Di pantai ini para wisatawan juga dapat menikmati keindahan alam bawah lautnya. Dengan ombak yang relatif tenang, salah satu kegiatan yang patut untuk dicoba ketika berkunjung ke Pantai Tangsi ini yaitu snorkeling. Di dasar pantai ini para pengunjung akan mendapati keindahan hard dan soft coral yang sangat mempesona. Ditambah lagi ikan-ikan kecil berwarna-warni hilir mudik seolah-olah menyambut kedatangan para pengunjung. Namun sangat disayangkan, karena kegiatan para nelayan banyak terumbu karang yang rusak.

Keindahan pantai ini tidak hanya terletak pada keindahan baharinya saja. Keindahan alamnya pun sungguh mempesona. Terdapat hamparan bukit di sekeliling Pantai Tangsi. Bagi pengunjung yang senang dengan kegiatan menantang bisa menaiki salah satu bukit yang terletak di sebelah kiri pantai. Dari atas bukit dengan padang rumput yang luas ini, para pengunjung akan dapat menyaksikan pemandangan Pantai Tangsi yang sangat indah. Selain itu, di sebelah kanan pantai terdapat tanjung. Di tanjung ini terdapat beberapa gazebo yang memang disediakan untuk para wisatawan.

Wisatawan juga dapat menyewa perahu nelayan untuk dapat digunakan berkeliling di gugusan pulau-pulau yang berjarak kurang lebih 2 kilometer dari bibir Pantai Tangsi. Tarif sewanya sekitar Rp 10.000,- per orang. Kapasitas perahunya sendiri dapat menampung hingga 12 penumpang. Di sekitar Pantai Tangsi terdapat gua peninggalan masa penjajahan Jepang. Menurut cerita masyarakat sekitar, gua tersebut digunakan untuk tempat persembunyian tentara Jepang saat terjadi Perang Dunia II. Namun sangat disayangkan, kondisi gua tersebut kurang terawat dan ditumbuhi semak belukar.

Akses ke Pantai Tangsi

Jalan menuju Pantai Tangsi sudah beraspal, namun sayang sudah sangat tidak terawat sehingga banyak jalan yang sudah berlubang-lubang. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan sewa karena tidak ada angkutan umum yang melayani rute sampai ke Pantai Tangsi. Disarankan untuk menggunakan kendaraan mobil 4WD karena kondisi jalannya yang rusak. Atau dapat juga menggunakan sepeda motor. Jarak tempuh dari pusat Desa Pemongkong menuju lokasi pantai berjarak kurang lebih 10 km atau sekitar 1 jam perjalanan.

Sumber : utiket.com