Rabu, 08 Oktober 2014

Alat Musik Tradisional Sasando



Sasando merupakan alat musik tradisional khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Alat musik ini dikenal juga dengan nama Sasandu oleh masyarakat setempat, yang berarti alat musik yang bergetar / berbunyi. Cara memainkan alat musik ini yaitu dengan dipetik. Hampir sama dengan gitar atau harpa memang, hanya saja Sasando mempunyai bunyi yang merdu, khas dan unik.

Sasando konon sudah digunakan oleh masyarakat Rote sejak abad ketujuh. Bahan untuk membuat alat musik tradisional ini terbuat dari anyaman daun lontar dan bambu yang berbentuk tabung panjang. Untuk dawainya terbuat dari bahan halus seperti senar string. Sasando harus dirawat secara rutin. Karena mudah berjamur, setiap lima tahun sekali, anyaman daun lontar harus diganti.

Memainkan alat musik ini memang tidaklah mudah. Selain harus mempunyai teknik dan keterampilan jari jemari untuk memetik dawai, Sasando juga dimainkan menggunakan dua tangan dengan arah yang berlawanan. Tangan kanan berfungsi untuk memainkan akord, sedangkan tangan kiri berfungsi sebagai pengatur melodi dan bass.

Di kawasan Nusa Tenggara Timur, alat musik tradisional ini sering dimainkan untuk beberapa keperluan seperti untuk menyambut tamu penting, menghibur orang yang sedang berduka cita hingga sebagai pengiring untuk tarian serta upacara adat. Sasando pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis yakni Sasando Gong dan Sasando Biola. Sasando Gong awalnya hanya mempunyai tujuh dawai / tujuh nada namun kini telah berkembang menjadi sebelas dawai. Sedangkan Sasando Biola mempunyai diameter bambu yang lebih besar. Awalnya hanya mempunyai 30 dawai / nada, namun kini telah berkembang menjadi 32 dan 36 dawai.

Meski begitu, Sasando semakin berkembang yang ditandai dengan banyaknya variasi serta jumlah dawai yang semakin beragam. Salah satu pengembangan dari Sasando tradisional adalah Sasando Elektrik (umumnya memiliki 30 dawai). Sasando jenis ini telah diberi sentuhan teknologi. Sehingga bunyi dari Sasando Elektrik ini dapat diperbesar melalui alat pengeras suara. Memang sudah seharusnya kita harus melestarikan dan menjaga alat musik tradisional ini.

Sumber : utiket.com