Selasa, 14 Oktober 2014

Museum Kayu Sampit Indonesia



Tentang Museum Kayu

Museum Kayu di kota Sampit merupakan salah satu obyek wisata yang menyimpan berbagai benda bersejarah khususnya yang terbuat dari kayu. Museum ini terletak di Jalan S. Parman No. 1, Sampit, Kalimantan Tengah. Museum yang dibangun pada tahun 2003 di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dan diresmikan pada tanggal 6 Oktober 2004 oleh Bupati Kotawaringin Timur yang saat itu dijabat oleh H.M. Wahyudi K. Anwar. Pembangunan Museum Kayu ini tak lepas dari sejarah perkayuan yang pernah berjaya di kota Sampit.

Bangunan Museum Kayu terbuat dari beton yang dipadukan dengan arsitektur tradisional dan modern yang terdiri dari dua lantai. Bangunan museum ini terdiri dari ruang pamer tetap, ruang penyimpanan koleksi dan ruang administrasi. Terdapat sebuah kapal besi tua di sebelah kiri bangunan museum ini. Bangunan Museum Kayu ini dikelilingi oleh halaman yang luas dimana pada bagian halaman sebelah kanan dan kiri tedapat Sandung, yaitu rumah-rumah kecil yang digunakan oleh Suku Dayak Kaharingan untuk menyimpan tulang kerangka nenek moyang yang sudah meninggal.

Walaupun bernama Museum Kayu, namun koleksi yang dimiliki oleh museum ini tidak semuanya merupakan benda-benda yang terbuat dari kayu. Untuk koleksi dari kayu ada yang sudah dibuat menjadi furnitur namun ada pula yang hanya berupa potongan kayu saja. Koleksi kayu terdiri dari kayu ulin, meranti kuning, lanan, kemfa, dowel, bangas, ramin, pilam, alau, panting, benuas dan sungkui. Selain berbagai jenis kayu juga terdapat koleksi berupa alat pengolahan kayu, alat transportasi, alat komunikasi, alat penangkap ikan serta alat dapur.

Salah satu koleksi yang menarik di museum ini adalah fosil tulang ikan paus dengan panjang mencapai 20 meter. Fosil ini berasal dari ikan paus yang terdampar di Pantai Ujung Pandaran. Namun kita tidak akan melihat fosil ini secara utuh karena bagian kepala dari fosil ini disimpan di lantai dasar, sedangkan bagian badannya disimpan di lantai dua sehingga membuat penasaran bagi siapa saja yang berkunjung ke museum ini. Tak hanya bisa melihat berbagai benda koleksinya saja, jika sedang beruntung kita juga bisa menyaksikan pameran dan festival yang sering diadakan di museum ini.

Tiket Masuk

Untuk bisa melihat berbagai jenis benda koleksi di dalam Museum Kayu di Sampit ini tidak dikenakan biaya masuk. Namun pengunjung disarankan untuk memberikan uang secara sukarela yang akan digunakan untuk keperluan perawatan museum.

Jam Buka

Museum ini buka setiap hari kecuali pada hari Minggu dan hari libur nasional. Untuk hari Senin-Kamis, museum buka pada pukul 08.00-14.00 WIB. Sedangkan pada hari Jumat museum hanya buka dari pukul 08.00-11.00 WIB dan pada hari Sabtu buka mulai pukul 08.00-13.00 WIB.

Fasilitas

Fasilitas museum ini berupa tempat parkir dan toilet. Untuk warung makan dan penginapan bisa didapatkan di kota Sampit.

Akses ke Museum Kayu

Terdapat tiga jalur yang bisa Anda gunakan untuk menuju tempat ini. Bila Anda menggunakan jalur udara, maka Anda bias menggunakan penerbangan dengan tujuan Bandara H. Asan, Sampit. Dari bandara perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan sewa atau taksi untuk menuju ke Museum Kayu yang berjarak sekitar sembilan kilometer. Namun bila Anda menggunakan jalur laut, di kota Sampit terdapat Pelabuhan Habaring Hurung yang bisa diakses dari Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Museum Kayu hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Habaring Hurung.

Sedangkan untuk jalur darat, Museum Kayu bisa diakses dengan mudah dari kota Palangkaraya. Dari Palangkaraya Anda bisa menggunakan bus yang menuju ke arah terminal bus Patih Rumbih, Sampit dan membutuhkan waktu sekitar empat jam perjalanan. Dari terminal Patih Rumbih Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus, ojek atau taksi yang menuju ke arah Museum Kayu yang berjarak sekitar dua kilometer.

Sumber : utiket.com