Rabu, 24 Desember 2014

Taman Nasional Manupeu Tambolaka Indonesia



Introduksi

Secara administratif Taman Nasional Manupeu Tanah Daru (TNMT) terletak di wilayah tiga wilayah kabupaten : Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Tengah dan Kabupaten Sumba Timur. TNMT ditunjuk menjadi taman nasional oleh Menteri Kehutanan pada tahun 1998. Sebagian besar topografi di kawasan taman nasional ini berupa tebing-tebing terjal dan berada di ketinggian 0-600 mdpl.

Kawasan taman nasional ini memiliki luas sekitar 87.984,04 hektar dan merupakan gabungan dari beberapa kawasan hutan seperti:
  • Hutan Lindung Manupeu (9.500 hektar)
  • Hutan Lindung Tanadaru-Praimamongutidas (43.750 hektar)
  • Hutan Produksi Terbatas Praingpalindi-Tanadaru (10.534 hektar)
  • Cagar Alam Langgaliru (24.750 hektar)

Dari seluruh gabungan beberapa kawasan hutan tersebut, TNMT mempunyai tipe-tipe vegetasi diantaranya hutan primer, hutan sekunder yang umumnya merupakan hutan musim, padang ilalang dan semak serta padang rumput dan bekas lahan pertanian yang ditinggalkan masyarakat. Ada pula tipe habitat hutan seperti hutan pantai dan hutan mangrove di sebagian pantai dan muara sungai.

Taman Nasional Manupeu Tambolaka Indonesia juga mempunyai flora dan fauna yang beragam, seperti :
  • 118 jenis tumbuhan, diantaranya: sure, taduk, kesambi, pulai, asam, kemiri, jambu hutan, cemara gunung dan lantana.
  • 87 jenis burung termasuk 7 jenis burung endemik Pulau Sumba, yaitu: kakatua cempaka dan julang Sumba yang merupakan burung paling langka dan terancam punah di Pulau Sumba, punai Sumba, sikatan Sumba, kepodang-sungu Sumba, dan madu Sumba.
  • 57 jenis kupu-kupu termasuk 7 jenis kupu-kupu endemik Pulau Sumba, yaitu: Papilio neumoegenii, Ideopsis oberthurii, Delias fasciata, Junonia adulatrix, Athyma karita, Sumalia chilo dan Elimnia amoena.

Selain memiliki kekayaan flora dan fauna yang beragam, TNMT juga mempunyai ikon tersendiri yaitu Air Terjun Lapopu. Untuk menuju Air Terjun Lapopu, wisatawan dapat berjalan kaki melewati jalan setapak yang baru saja dibuka pada tahun 2011 sepanjang 600 m.

Akses ke Taman Nasional Manupeu Tambolaka

Wisatawan dapat memilih penerbangan yang menuju Bandara Tambolaka, Waikabubak. Dari Bandara Tambolaka perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan darat menuju lokasi kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru yang berada di Desa Langgaliru, Desa Katiku Loku dan Desa Watumbelar.

Sumber : utiket.com