Rabu, 28 Januari 2015

Rumah Adat Betang



Betang merupakan sebutan untuk rumah adat masyarakat Suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah, Indonesia. Rumah adat Suku Dayak sendiri bisa ditemukan hampir di seluruh penjuru Pulau Kalimantan. Bedanya terletak pada bentuk bangunan dan nama. Seperti Rumah Adat Balay Mayo untuk Suku Dayak Tidung yang ada di Tarakan. Balai Adat untuk Suku Dayak Maratus yang ada di Kalimantan Selatan serta Lamin untuk Suku Dayak yang ada di Kalimantan Timur. Sedangkan di Kalimantan Tengah, rumah adat Suku Dayak disebut dengan nama Betang.

Rumah Adat Betang umumnya berbentuk rumah panggung dengan tinggi tiang sekitar dua hingga tiga meter dari permukaan tanah. Sedangkan ukuran dan lebarnya bervariasi. Hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan jumlah penghuninya. Rumah adat ini umumnya berukuran cukup besar dengan bentuk yang memanjang. Fungsinya adalah sebagai tempat tinggal bersama untuk beberapa kepala keluarga yang dipimpin oleh seorang kepala adat.

Bahan konstruksi yang digunakan biasanya menggunakan kayu ulin. Uniknya Rumah Adat Betang biasanya dibangun dengan mengikuti arah mata angin atau membentang dari timur ke barat. Yakni bagian hulu selalu menghadap ke arah matahari terbit dan bagian hilir selalu menghadap ke arah matahari tenggelam. Hal tersebut merupakan simbol dari siklus waktu yang dijalani oleh masyarakat Suku Dayak.

Sumber : utiket.com