Sabtu, 08 Agustus 2015

Bahaya Abu Vulkanik Bagi Pesawat



Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang memiliki banyak gunung api yang masih aktif. Saat salah satu gunung meletus dan mengeluarkan abu vulkanik, tentunya bandara yang ada di wilayah sekitar letusan gunung harus ditutup. Mengapa demikian? 

Bandara harus ditutup karena dampak abu vulkanik letusan gunung berapi sangat berbahaya dan bisa mematikan mesin pesawat. Abu tersebut bisa merusak fungsi baling-baling pada pesawat turboprop atau mesin jet. Kejadian tersebut pernah dialami oleh pesawat Boeing 747-200 milik maskapai British Airways pada tanggal 24 Juni 1982 dengan rute penerbangan Kuala Lumpur – Perth. Beruntung pesawat tersebut bisa terbebas dari kepungan abu vulkanik dan mendarat di bandara terdekat.

Debu abu vulkanik ukurannya sangat kecil  dan ringan, sehingga bisa terbawa angin dengan sangat mudah. Bila menempel di badan atau komponen pesawat maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkannya. Debu yang menempel dalam waktu lama bisa menyebabkan retakan halus di badan pesawat.

Selain itu debu abu vulkanik yang menempel dalam jumlah banyak di pesawat juga bisa merusak aliran udara di sekitar badan pesawat dan akan membuatnya menjadi penghambat laju. Bahkan abu tersebut bisa membuat mesin pesawat mati.

Sehingga tindakan penutupan bandara saat terjadi letusan gunung berapi, memang merupakan tindakan yang tepat. Karena keamanan merupakan hal yang sangat penting bagi penerbangan.

Sumber : utiket.com