Kamis, 26 November 2015

Tips Menggunakan Mesin CTM Kereta Api



Mesin Cetak Tiket Mandiri (CTM) merupakan sebuah mesin yang berfungsi untuk memudahkan para penumpang kereta api agar bisa mencetak tiket secara mandiri, bilamana penumpang tersebut membeli tiket secara online. Memang, Anda bisa mencetak tiket kereta api melalui loket customer yang ada di stasiun. Namun dengan mesin CTM ini, Anda bisa menghemat waktu Anda.

Mesin CTM ini sudah tersedia di beberapa stasiun, meski begitu sebagian besar penumpang masih ada yang bingung atau tidak bisa menggunakan mesin ini. Nah, berikut kami informasikan cara penggunaannya.

Pertama
Masukkan kode booking yang sudah Anda dapatkan sebelumnya di kolom Kode Pemesanan.

Kedua
Masukkan nomor HP atau nomor ID yang tertera pada struk pembayaran di kolom Nomor Telepon / Identitas.

Ketiga
Masukkan nama stasiun keberangkatan di kolom Stasiun Keberangkatan.

Keempat
Tekan tombol Cari. Maka akan muncul tampilan info data penumpang.

Kelima
Periksa apakah info data penumpang tersebut sudah benar atau belum. Jika sudah tekan tombol Cetak.

Keenam
Segera ambil tiket yang sudah tercetak. Cukup mudah bukan.

Sumber : utiket.com

Jumat, 20 November 2015

Beberapa Persoalan Saat Mengurus Pasport



Sekarang ini membuat pasport memang bisa dilakukan secara online. Namun tak jarang sebagian orang lebih suka memilih untuk datang langsung ke kantor imigrasi. Nah tahukah Anda ada beberapa persoalan yang sering dialami saat mengurus pasport, baik itu saat membuat ataupun perpanjang pasport. Berikut beberapa persoalan tersebut.

Dokumen tidak lengkap

Umumnya ada empat dokumen penting yang wajib dilengkapi untuk membuat paspor yakni Akte Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), KTP serta ijazah. Namun bila Anda sudah menikah, sebaiknya juga menyiapkan buku nikah serta Surat Keterangan Kerja, bila sudah bekerja.

Bila Anda tidak mempunyai Akte Kelahiran, sebaiknya Anda mengurus pembuatan Akte terlebih dahulu. Namun bagaimana bila KTP Anda merupakan KTP dari daerah lain? Untuk masalah tersebut, Anda bisa menggunakan Surat Keterangan Kerja yang menjelaskan bahwa Anda memang bekerja di daerah tersebut. 

Adanya perbedaan antara satu dokumen dengan dokumen yang lain

Persoalan lainnya yang sering dialami oleh calon pembuat paspor adalah adanya perbedaan antara satu dokumen dengan dokumen yang lain. Seperti penulisan NIK, Nama, Tanggal Lahir, Tahun Lahir, Tempat Tinggal atau yang lainnya.

Contoh, misal nama yang tertera di KTP Anda adalah Raditya Saputra, sedangkan di Akte tertera nama Raditia Saputra. Hal tersebut bisa dianggap suatu masalah karena Anda dinilai memiliki perbedaan data. Solusinya adalah Anda harus membuat Surat Keterangan di kelurahan yang menerangkan bahwa data di dokumen Akte, KTP atau lainnya adalah orang yang sama.

Paspor lama menggunakan data orang lain

Untuk persoalan ini, biasanya terjadi pada para TKI. Hal tersebut biasanya terjadi saat pemegang pasport ingin melakukan perpanjangan dengan menggunakan data yang sebenarnya. Pemalsuan data pasport memang melanggar hukum, namun hal tersebut tetap bisa diperbaiki dengan cara pembatalan pasport lama. 

Caranya adalah dengan datang ke kantor imigrasi bagian Wasdakim, lalu konsultasikan masalah perubahan data tersebut. Anda nantinya akan mendapatkan beberapa pertanyaan seputar pasport pertama Anda dengan data yang ada didalamnya. Di Wasdakim Anda akan dibuatkan BAP. Lalu pihak Wasdakim akan menyuruh Anda ke pengadilan untuk mendapatkan penetapan nama Anda. Prosesnya sekitar dua minggu. Anda diharuskan membayar sejumlah biaya. Setelah itu, Anda bisa membawa kembali penetapan dari pengadilan tersebut ke Wasdakim beserta pasport lama, Kartu Keluarga, KTP serta ijazah.

Tidak membawa dokumen asli

Salah satu persoalan yang juga sering terjadi saat membuat pasport yakni dokumen aslinya tidak dibawa. Untuk itu siapkan baik-baik dokumen asli Anda beserta foto copynya.

Sumber : utiket.com

Kamis, 05 November 2015

Hanggar Pesawat Terbesar di Dunia



Belum lama ini, Indonesia membuat kejutan dengan meresmikan hanggar pesawat terbesar di dunia. Ya, hanggar pesawat tersebut milik anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yakni PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.

Hanggar pesawat tersebut diresmikan pada tanggal 28 September lalu oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Hanggar pesawat terbesar di dunia ini merupakan hanggar keempat milik GMF yang berada di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Hanggar pesawat keempat ini dibangun dengan konsep ramah lingkungan dan berstandar internasional. Fungsinya sebagai tempat untuk perawatan pesawat berbadan kecil (narrow body aircrafts) yang dapat menampung hingga 16 pesawat.

Emirsyah Satar adalah seorang mantan Dirut Garuda yang menggagas dan menyetujui proyek hanggar pesawat tersebut. Menurut Emirsyah Satar, hanggar pesawat tersebut perlu dibangun karena Indonesia mempunyai potensi pasar yang besar untuk bisnis perawatan pesawat. Karena selama ini beberapa maskapai di Indonesia masih merawat pesawatnya di luar negeri.

Selain itu, para mekanik di GMF menurut Emir juga telah berpengalaman dan mempunyai sertifikasi dunia untuk perawatan pesawat dari European Aviation Safety Agency (EASA) serta Federal Aviation Administration (FAA). Sehingga Indonesia memiliki keunggulan sendiri di bidang bengkel pesawat. Selain itu dengan dibangunnya hanggar pesawat milik GMF ini, diharapkan juga dapat menghemat devisa.

Sumber : utiket.com