Kamis, 28 Januari 2016

Rafting Bambu di Sungai Amandit Banjarmasin Indonesia



Introduksi 

Salah satu wisata sungai yang menarik yaitu rafting. Rafting memang seru, kita dapat menyusuri arus sungai serta menguji adrenalin. Rafting pada umumnya menggunakan perahu karet, tapi Anda akan menemukan sensasi rafting yang berbeda jika berkunjung ke kawasan wisata Laksodo tepatnya di Sungai Amandit, Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Rafting di sini memang lain, karena menggunakan bambu yang disusun rapi memanjang.

Rafting bambu ini sebenarnya terinspirasi oleh Suku Dayak Meratus yang menggunakan rakit bambu sebagai sarana transportasi. Seperti yang telah kita tahu Suku Dayak Meratus ini memang banyak tinggal di kawasan Kalimantan Selatan. Satu rakit bambu biasanya terbuat dari 10-20 batang bambu yang dirakit menjadi satu. Setiap rakit hanya boleh dinaiki maksimal 3-4 orang saja, ini sudah termasuk joki. Joki inilah yang akan mengendalikan rakit kita menyusuri arus sungai. Joki akan membawa bambu panjang untuk mengendalikan rakit. Jika kita beruntung kita akan mendapatkan Joki asli penduduk Suku Dayak Meratus. Sekitar dua jam kita akan diajak berkeliling Laksado dengan mengarungi Sungai Amandit.

Perjalanan rafting akan berakhir hingga Desa Tanuhi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Sepanjang perjalanan kita akan menemukan berbagai tantangan mulai dari arus deras hingga batu besar. Benar-benar uji adrenalin. Tapi tak perlu khawatir, meskipun terbuat dari rakitan bambu, perahu rakit ini dijamin aman. Bagaimana tertarik untuk mencoba?

Tiket

Rafting bambu ini dikenakan biaya sekitar Rp 250.000 untuk sekali jalan.

Akses ke Rafting Bambu di Sungai Amandit Banjarmasin

Untuk mencapai Loksado Anda harus menempuh pejalanan kurang lebih selama enam jam dari pusat kota Banjarmasin. Perjalanan bisa menggunakan bus atau kendaraan pribadi. Memang cukup jauh, tapi semuanya akan terbayar jika sudah sampai Loksado nanti.

Sumber : utiket.com