Showing posts with label Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Show all posts
Showing posts with label Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Show all posts

Tuesday, November 4, 2014

Air Terjun Madakaripura Surabaya Indonesia



Tentang Air Terjun Madakaripura

Satu lagi, air terjun cantik yang ada di Indonesia, Air Terjun Madakaripura. Air terjun ini masih berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Air terjun Madakaripura berada di tebing-tebing hijau yang menjulang tinggi. Air terjun ini seakan-akan menyerupai tirai di seluruh bidang tebingnya, cantik sekali.

Suasana kawasan air terjun dilengkapi dengan pemandangan hijau khas pegunungan, serta udara yang masih bersih dan segar. Air terjun ini mempunyai ketinggian sekitar 200 meter. Menjadikannya sebagai air terjun tertinggi di Pulau Jawa dan tertinggi kedua di Indonesia setelah Air Terjun Sigura-gura yang ada di Kabupaten Toba Samosir, Parapat, Provinsi Sumatera Utara.

Air Terjun Madakaripura juga dijuluki sebagai air terjun abadi, karena aliran air pada air terjun ini tidak pernah berhenti, bahkan di saat musim kemarau. Oh iya, sebaiknya Anda mebawa baju ganti atau jas hujan jika ingin berkunjung ke sini, karena bisa dipastikan baju akan basah oleh percikan air terjun.

Menurut Kitab Jawa Kuno, Negarakertagama, Madakaripura dahulunya merupakan sebidang tanah yang diberikan oleh Raja Majapahit yakni Hayam Wuruk kepada Patih Gajah Mada. Di tempat ini pula konon Sang Patih moksa dari muka bumi (menghilang secara fisik dan spiritual). Maka tak heran bila di dekat kawasan air terjun ini terdapat patung Sang Patih Gajah Mada. Air terjun ini masih dianggap sebagai Tirta Sewana (Air Suci) bagi umat Hindu. Sehingga setiap tahunnya, masyarakat Tengger yang ada di sekitar kawasan Gunung Bromo menggunakan air dari air terjun ini sebagai air suci untuk prosesi Mendhak Tirta.

Fasilitas

Tiket masuk ke kawasan wisata air terjun ini dikenakan biaya sekitar Rp 3.000 per orang (di luar parkir kendaraan). Sedangkan bila ingin menggunakan jasa pemandu, bisa mendapatkannya dengan biaya sekitar Rp 50.000 sekali jalan. Beberapa fasilitas seperti warung makan, kamar mandi umum, masjid serta jasa penyewaan payung juga tersedia di kawasan ini.

Akses ke Air Terjun Madakaripura

Cara termudah untuk menuju air terjun ini yaitu dengan kendaraan pribadi atau menyewa mobil dari Surabaya atau Malang. Dari Surabaya pejalanan menuju Air Terjun kurang lebih makan sekitar tiga jam perjalanan. Rutenya dari Surabaya-Sidoarjo-Porong-Pasuruan-Probolinggo. Setelah sampai di Kecamatan Tongas, Probolinggo, akan ada sebuah pertigaan dengan papan petunjuk arah yang menginformasikan arah ke Gunung Bromo dan Air Terjun Madakaripura, ikuti petunjuk itu.

Setelah perjalanan kurang lebih sekitar 20-30 menit Anda akan melihat tanda arah lagi untuk menuju ke Air Terjun Madakaripura ini. Ikuti tanda ini maka Anda akan sampai di depan pintu masuk Air Terjun Madakaripura. Sesampainya di area parkir, Anda diharuskan berjalan kaki kurang lebih sekitar satu kilometer melewati jalan setapak serta menyeberangi sungai sebelum akhirnya sampai di lokasi air terjun. Medan untuk menuju ke lokasi air terjun ini memang agak berat. Apalagi di kawasan ini sering terjadi banjir dan longsor. Ada baiknya bila Anda menggunakan jasa pemandu wisata yang umumnya berasal dari warga setempat. Karena mereka pastinya lebih menguasai suasana dan keadaan kawasan ini.

Sumber : utiket.com

Wednesday, July 2, 2014

Ranu Kumbolo Malang Indonesia




Tentang Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau yang terletak di Pegunungan Tengger, kaki Gunung Semeru, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Danau ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan berada di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Danau ini cukup cantik dengan pemandangan alamnya yang begitu mempesona. Danau ini juga berfungsi sebagai tempat transit, baik bagi para pendaki yang ingin menuju Mahameru, Puncak Semeru maupun bagi para pendaki yang turun dari Mahameru karena pada dasarnya danau ini sangat cocok sebagai tempat melepas penat sembari melihat indahnya pemandangan matahari terbit maupun matahari terbenam dari sudut danau.

Seperti telah diketahui sebelumnya bahwa danau ini merupakan bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan memiliki kekayaan hayati yang cukup besar baik flora maupun fauna. Sehingga untuk menjaga keasliannya agar tidak rusak, ada beberapa peraturan yang harus ditaati oleh para pendaki atau siapapun yang berkunjung ke danau ini, diantaranya adalah larangan berupa aktivitas yang memiliki potensi membuat kotor danau dan sekitarnya, termasuk mandi maupun berenang di danau ini bahkan penebaran ikan ke danau juga dilarang. Hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga keaslian ekosistem setempat.

Akses ke Ranu Kumbolo

Untuk dapat ke lokasi ini, Anda harus menempuh waktu sekitar tiga hingga lima jam perjalanan dengan berjalan kaki dari pintu masuk pendakian Gunung Semeru yang terletak di Ranu Pani. Dan bila Anda ingin melanjutkan perjalanan ke Puncak Semeru, yakni Mahameru ada beberapa jalur pendakian yang bisa Anda lalui yakni dari Ranu Pani menuju ke Ranu Kumbolo lalu ke Oro-Oro Ombo, Cemoro Kandang, Kalimati hingga akhirnya sampai ke Mahameru.

Sumber : utiket.com

Monday, June 30, 2014

Gunung Semeru Malang Indonesia




Tentang Gunung Semeru

Gunung Semeru adalah Gunung tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru 3,676 meter. Kawah gunung ini disebut Joggring Saloko. Gunung ini juga memiliki kawasan hutan seperti Puncak Trikora di Pegunungan Jayawijaya yaitu: Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, Hutan ericaceous atau Hutan Gunung.

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk pulang-pergi mendaki gunung ini, untuk mendaki gunung ini dapat melalui Kota Malang dan Lumajang, dari terminal Kota Malang dengan menggunakan angkutan umum menuju desa Tumpang, setelah itu dapat di lanjutkan dengan menggunakan jip ataupun truk sayuran dengan biaya Rp 20.000 per orang. Sebelum sampai di desa terakhir di kaki semeru yaitu Ranu Pani, kita harus mendapatkan ijin mendaki di Gubuklakah dengan rincian biaya Rp 6.000 (maksimal 10 orang), Rp 2.000 untuk Karcis masuk taman, dan Rp 2.000 untuk Asuransi. Di Ranu Pani juga terdapat Pos Pemeriksaan, Penginapan dan Warung.

Akan dikenakan biaya Rp 20.000 untuk pendaki yang membawa tenda, dan Rp 5000 untuk pendaki yang membawa kamera. Di Pos ini juga kita dapat mencari pemandu yang kebanyakan warga lokal yang membantu kita untuk menunjukkan arah atau rute pendakian, membawakan barang sampai memasak yang disebut dengan Porter. Di Pos ini juga terdapat dua buah Danau yang bisa kamu kunjungi antara lain Danau Ranu Pani dan Danau Ranu Regulo terletak di ketinggian 2,200 meter.

Sesampainya di Gapura Selamat Datang akan ada dua jalur alternatif bagi para pendaki, selain jalur yang biasa dilalui para pendaki ada pula jalur pintas namun di jalur ini jalanya sangat terjal dan curam sangat berbahaya untuk para pemula. Setelah berjalan sekitar 5 km kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah dengan hamparan bunga edelwais selain itu banyaknya pohon pinus dan cemara yang menjadikan udara di sini jauh dari polusi masih sangat alami, segar dan sejuk. Untuk menuju Ranu kumbolo masih harus berjalan 4,5 km, di sini terdapat pos penginapan bagi para pendaki atau bisa juga mendirikan tenda sendiri, Di Ranu Kumbolo terdapat danau yang airnya sangat jernih. Pemandangan terbaik di sini bisa di nikmati pagi hari karena bisa melihat matahari terbit dari sela-sela bukit.

Gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional ini terdiri dari Pegunungan dan Lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa Gunung dan Danau di kaldera Tengger yaitu:

- Gunung Bromo dengan ketinggian 2.392 meter
- Gunung Batok dengan ketinggian 2.470 meter
- Gunung Kursi dengan ketinggian 2,581 meter
- Gunung Watangan dengan ketinggian 2,662 meter
- Gunung Wididaren dengan ketinggian 2,650 meter
- Danau Ranu Pani
- Danau Ranu Kumbolo
- Danuau Regulo dan
- Danau Darungan

Di karenakan luasnya kawasan Taman Nasional ini dan masih sangat alami, di sini juga dapat ditemukan aneka flora dan fauna antara lain: Cemara, Akasia, Pinus, Jenis Jamuju, Kirinyuh, Alang-alang, Harendong, Anggrek Endemik dan tentu saja Edelwais. Untuk Faunanya sendiri antara lain: Macan kumbang, Budeng, Luwak, Kijang, Kancil, Belibis dan lain-lain.

Untuk itu meskipun menempuh jalan terjal dan curam, pastinya akan terbayar dengan keindahan alam sekitar.

Sumber : utiket.com