Showing posts with label airasia. Show all posts
Showing posts with label airasia. Show all posts

Friday, May 22, 2015

Boarding Pass Elektronik AirAsia



Maskapai Indonesia AirAsia telah meluncurkan layanan baru yang disebut dengan Boarding Pass Elektronik atau E-Boarding Pass. Peluncuran tersebut dilakukan di Jakarta. Layanan ini efektif berlaku mulai tanggal 5 Mei 2015, khusus untuk penerbangan domestik yakni dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

E-Boarding Pass dapat diperoleh oleh pelanggan Indonesia AirAsia, baik yang sudah terdaftar menjadi anggota atau non anggota yakni saat pelanggan melakukan check in online melalui aplikasi AirAsia Mobile. AirAsia Mobile sendiri sudah tersedia baik untuk Android maupun IOS. AirAsia Mobile sendiri dapat diunduh melalui website resmi AirAsia, Apple Appstore maupun Google PlayStore.

Salah satu keuntungan bagi para pelanggan yang sudah memiliki E-Boarding Pass ini adalah, pelanggan dapat langsung menuju ke boarding gate. Sedangkan bagi pelanggan yang membawa bagasi, dapat menyerahkan bagasinya terlebih dahulu ke bagian baggage drop baru kemudian menuju ke boarding gate.

Proses selanjutnya, petugas yang ada di boarding gate akan mencocokkan data pelanggan dengan data yang ada di kartu identitas dan memindai E-Boarding Pass. Setelah itu barulah pelanggan dapat langsung menuju ke pesawat dengan menunjukkan E-Boarding Pass kepada awak kabin.

Layanan baru ini merupakan salah satu usaha bagi maskapai Indonesia AirAsia untuk memberikan pengalaman terbang yang lebih baik kepada para pelanggan. Meski saat ini masih terbatas untuk penerbangan domestik dari Bandara Soekarno-Hatta saja, namun ke depannya, layanan ini diusahakan dapat segera dinikmati di seluruh bandara yang ada di Indonesia, baik untuk penerbangan domestik maupun penerbangan internasional.

Sumber : utiket.com

Tuesday, April 1, 2014

Tari Kecak Khas Bali


Mungkin Anda pernah melihat pertunjukan tari yang satu ini, tidak seperti tarian lainnya, tarian ini dimainkan oleh puluhan hingga ratusan orang penari. Penari yang sebagian besar pria ini kemudian akan duduk bersila membentuk sebuah lingkaran. Para penari menggunakan sarung dan kain kotak-kotak hitam putih yang melingkar di pinggang. Gerakannya pun unik, tangan para penari naik turun ke atas sambil bersuara cak, cak, cak diselingi lagu khas daerah sambil bersahutan secara bersamaan dan berirama. Iyappp, nama tarian ini adalah Tari Kecak Bali

Pertunjukan tari kecak di Bali menjadi salah satu tujuan wisataPertunjukan ini sangat digemari oleh wisatawan. Bukan hanya wisatawan lokal saja tapi juga wisatawan mancanegara. Bahkan pada tanggal 29 September 2006 rekor tari kecak berhasil dipecahkan di daerah Tabanan. Pemerintah Tabanan berhasil menyelenggarakan Kecak kolosal dengan 5000 penari di Tanah Lot, Tabanan, Bali. 

Pertunjukan tari Kecak yang terkenal di Bali ada di Pura UluwatuJaraknya sekitar 30 kilometer dari Bandara Ngurah Rai BaliPertunjukan Tari Kecak biasanya dilakukan di panggung terbuka pada sore hingga malam hari. Tempat duduk penonton akan melingkari panggung sehingga akan lebih leluasa menikmati pertunjukan ini. Jika Anda ingin melihat pertunjukan tari Kecak ini sebaiknya memesan tiket jauh hari sebelumnya agar tidak kehabisan. 

Tari Kecak sendiri merupakan tarian sakral dalam kebudayaan Bali. Tari Kecak ini berasal dari ritual Sanghyang yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, Tarian ini diciptakan pada tahun 1930 oleh seniman Bali Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman, Walter Spies. Tari Kecak menceritakan bagian dari kisah Ramayana. Sebelum tarian dimulai akan ada seorang pemangku (pendet Hindu) yang akan memimpin doa dan persembahyangan untuk keselamatan bersama. Tak ada salahnya untuk mampir dan menonton pertunjukan tarian khas ini saat Anda berada di Bali.

Maskapai terbang ke Bali

AirAsia AirAsia
Lion Lion
Citilink Citilink
Sriwijaya Sriwijaya
JetStar JetStar
Garuda Garuda
Cebu Cebu
Malindo Malindo


Sumber : utiket.com

Rumah Gadang Khas Minangkabau


Rumah Gadang merupakan rumah adat masyarakat Minangkabau. Rumah adat ini banyak dijumpai di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Selain itu, rumah adat ini disebut juga dengan nama Rumah Bagonjong atau Rumah Baanjung. Bangunan rumah adat ini memiliki gaya arsitektur yang cukup unik. Puncak atap rumahnya berbentuk runcing hampir menyerupai tanduk kerbau. Dulunya atap rumah dibuat dari bahan ijuk yang mampu tahan hingga puluhan tahun lamanya, namun saat ini atap rumah sudah banyak yang menggunakan seng. Pada dasarnya rumah ini berbentuk empat persegi panjang yang terbagi menjadi dua bagian yakni depan dan belakang. 

Bagian depan rumah biasanya akan dihiasi dengan berbagai ukiran ornamen dengan motif bunga, akar maupun daun serta bentuk persegi empat lainnya. Sementara untuk bagian belakang akan dilapisi dengan belahan bambu. Begitu pula dengan dindingnya, untuk bagian depan, dinding akan menggunakan papan. Sedangkan untuk bagian belakang, dinding masih menggunakan bahan dari bambu. 

Selain berfungsi sebagai tempat tinggal bersama keluarga, berbagai kegiatan adat seperti kematian, kelahiran maupun pernikahan juga dilakukan di rumah ini. Jumlah kamar di rumah ini pun tergantung dengan jumlah perempuan yang tinggal. Biasanya perempuan yang sudah bersuami akan memperoleh satu kamar. Untuk perempuan tua dan anak-anak akan mendapatkan kamar yang berada tidak jauh dari dapur. Pada dasarnya perbandingan ruang tempat tidur dengan ruang untuk umum adalah satu banding tiga. Hal ini mempunyai makna bahwa kepentingan umum lebih diutamakan dari pada kepentingan pribadi. 

Sedangkan halaman depan rumah ini biasanya terdapat Rangkiang yang berfungsi untuk menyimpan padi. Sedangkan bagian pada kedua sayap bangunan disebut Ruang Anjung yang berfungsi sebagai tempat pengantin pria bersanding maupun tempat penobatan kepala adat.

Maskapai terbang ke Padang



Sumber : utiket.com

Thursday, March 27, 2014

Perayaan Sekaten Yogyakarta


Yogyakarta atau yang sering disebut Jogja merupakan salah satu kota menarik di Indonesia. Tak salah jika kota ini mendapat gelar Daerah Istimewa. Kebudayaan dan tradisi yang masih kental dipertahankan oleh masyarakatnya, membuat Jogja selalu menarik untuk di kunjungi bukan hanya wisatawan lokal saja bahkan wisatawan asing betah tinggal berlama-lama di kota ini. Sebagai kota budaya tentu Jogja mempunya bermacam kebudayaan, salah satunya yaitu tradisi Sekaten

Upacara Sekaten ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Demak atau sekitar abad ke 16. Perayaan Sekaten diadakan satu tahun sekali pada Bulan Maulud yang merupakan bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Upacara sekaten ini diawali dengan Pasar malam yang diadakan selama 39 hari di alun-alun Utara. Pasar malam menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Jogja. Aneka macam permainan, pedagang pakaian dan makanan tumpah ruah di sini. Banyak makanan khas Sekaten yang bisa kita temukan disini, seperti nasi gurih, sate gajih, brondong jagung, cambuk rambak dan lain-lain. Selain makanan, banyak juga pedagang yang menjual sirih serta pecut atau cambuk, banyak yang percaya jika memakan sirih di acara ini akan membuat awet muda, sedangkan cambuk dibawa pulang agar hasil panen melimpah. 

Ada beberapa pendapat yang berbeda tentang asal-usul tradisi Sekaten ini. Antara lain pendapat yang mengatakan bahwa kata Sekaten berasal dari kata “Syahadatain” yaitu dua kalimat syahadat dalam ajaran Islam. Ada juga yang mengatakan bahwa kata sekaten berasal dari kata “Sekati” yaitu nama dari dua perangkat pustaka Kraton yang berupa gamelan dan disebut dengan nama Kanjeng Kyai Sekati. Gamelan tersebut biasanya akan ditabuh pada acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.

Sementara pendapat lain mengatakan kata sekaten berasal dari kata “suka dan senang hati” karena menyambut hari Maulud serta perasaan syukur dan bahagia dalam perayaan pasar malam yang diselenggarakan di alun-alun utara. 

Puncak acara peringatan Sekaten diadakan pada tanggal 12 Maulud persis di hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara ini biasanya dimulai pada jam delapan pagi dan ditandai dengan “Grebeg Muludan”. Dalam acara ini ada sebuah Gunungan yang terbuat dari beras ketan, aneka makanan tradisional, sayuran dan buah-buahan yang melambangkan kesejahteraan Kerajaan Mataram. “Gunungan” ini akan diarak serta dikawal oleh sepuluh macam prajurit Kraton dari istana Kemandungan lalu melewati Sitihinggil dan baru kemudian menuju Masjid Agung. Setelah didoakan, gunungan ini akan dibagikan kepada masyarakat. 

Biasanya dalam acara ini masyarakat sudah penuh sesak dan saling berebut untuk mendapatkan Gunungan. Mereka percaya bahwa bagian dari Gunungan akan membawa berkah, terutama bagi para petani. Bagian gunungan ini biasanya akan dibawa pulang oleh masyarakat dan ditanam di sawah agar menjadi subur dan terhindar dari malapetaka.

Maskapai terbang ke Yogyakarta

AirAsia AirAsia
Lion Lion
Xpress Xpress
Sriwijaya Sriwijaya
Silkair Silkair
Garuda Garuda
Citilink Citilink
Malaysia Malaysia


Sumber : utiket.com

Monday, March 17, 2014

Wisata Bus Tingkat Jakarta


Untuk para wisatawan ada yang baru nih di Jakarta. Sekarang keliling Jakarta tidak harus menggunakan Trans Jakarta, taksi atau mobil pribadi. Silahkan coba yang satu ini, bus tingkat wisata atau Double Decker Jakarta. Bus ini akan melayani wisatawan lokal maupun wisatawan asing keliling Jakarta. Bus tingkat atau Bus “City Tour Jakarta” diresmikan pada tanggal 16 Januari 2014 oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Namun pengoperasiannya secara resmi untuk umum baru dilakukan pada tanggal tanggal 24 Februari 2014 setelah melakukan uji coba selama satu pekan.

Pemerintah Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI saat ini menyediakan lima bus tingkat wisata. Bus tingkat memang bukan hal asing bagi Jakarta, karena dulunya bus tingkat ini pernah eksis di ibukota namun lama-kelamaan bus ini menghilang, dan akhirnya pemerintah membuat konsep wisata “City Tour Jakarta” dengan menggunakan bus tingkat.

Bus tingkat sendiri merupakan salah satu transportasi yang unik. Bus ini terdiri dari dua lantai yaitu lantai atas dan lantai bawah dan memiliki kapasitas sebanyak 60 tempat duduk. Bus tingkat ini akan beroperasi mengelilingi Jakarta dengan rute dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) – Sarinah - Museum Nasional - Halte Santa Maria - Pasar Baru - Gedung Kesenian Jakarta - Masjid Istiqlal - Istana Merdeka – Monas – Balaikota – Sarinah dan kembali lagi ke Bundaran HI. 

Sebelumnya kota Solo juga sudah terlebih dahulu mempunyai bus tingkat untuk wisatawan yang diberi nama bus tingkat Werkudara, dengan biaya tiket yang dikenakan yaitu Rp 20.000 per orang. Bagaimana denga bus tingkat wisata Jakarta? Selama tiga bulan pertama, penumpang tidak dikenakan biaya alias gratis. Bahkan biaya tiket bisa selamanya gratis jika penumpangnya bisa bekerja sama. 

Bus tingkat wisata ini beroperasi setiap hari, untuk hari Senin-Sabtu mulai pukul 09.00-19.00 WIB. Sementara untuk hari Minggu mulai beroperasi pada pukul 12.00 WIB. Bus sendiri mempunyai kapasitas 60 tempat duduk dan dua diantaranya diperuntukan bagi penyandang disabilitas. Deck dan pintu bus sengaja dibuat pendek agar memudahkan orang tua dan penyandang disabilitas. Bus dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara, pengeras suara, CCTV serta lengkap dengan video wisata. Jika Anda ingin mencoba bus tingkat ini, Anda harus naik dan turun di halte dengan rambu “City Tour”.

Maskapai terbang ke Jakarta

AirAsia AirAsia
Lion Lion
Xpress Xpress
Citilink Citilink
Sriwijaya Sriwijaya
JetStar JetStar
Malindo Malindo
Cebu Cebu


Sumber : utiket.com

Saturday, March 15, 2014

Indonesia Air Asia: Domestic Airline of the Year 2013


Bukan hanya Citilink saja yang mengantongi penghargaan untuk maskapai terbaik tahun 2013, namun Indonesia AirAsia pun juga memiliki peruntungan yang sama. Berbeda dengan Citilink yang dinobatkan sebagai Maskapai Domestik Terbaik 2013 oleh Bandara Juanda dalam rangka ulang tahun Angkasa Pura ke-50, Indonesia AirAsia dinobatkan sebagai Domestic Airline of the Year 2013 oleh Roy Morgan Research. 

Roy Morgan Research sendiri merupakan lembaga riset independen dalam bidang kepuasan pelanggan yang berbasis di Melbourne, Australia. Lembaga ini melakukan melakukan penilaian dengan cara mewawancarai sekitar 26.000 responden yang ada di berbagai kota besar di Indonesia. Penilaian tersebut didasarkan pada pengalaman terbang, pelayanan dan inovasi dari setiap maskapai. Hasilnya, Indonesia AirAsia memiliki nilai yang lebih unggul dibandingkan dengan maskapai lainnya. 

Hal tersebut tentunya juga tak lepas dari kerjasama dan kerja keras para staff dan karyawan Indonesia Air Asia. Apalagi saat ini sarana transportasi udara sudah menjadi pilihan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Sehingga menjadi sebuah tantangan tentunya bagi Indonesia Air Asia untuk memberikan pelayanan terbaik. Penghargaan semacam ini diharapkan mampu memotivasi seluruh maskapai untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap para penumpang. Congratulation Indonesia Air Asia!

Sumber : utiket.com

Thursday, February 13, 2014

Tangkuban Perahu Bandung Indonesia



Tentang Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu terletak sekitar 30 kilometer di utara kota Bandung, lebih tepatnya di daerah Lembang, sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Tangkuban Perahu memiliki udara yang sejuk dan sumber air panas di kaki gunungnya dengan ketinggian 2.084 meter. Udara yang sejuk, hamparan kebun teh, lembah dan tingginya pohon pinus akan menemani perjalananmu menuju gerbang Tangkuban Perahu, dengan tiket sebesar Rp. 13.000 per orang dan di tambah biaya parkir kendaraan, kamu sudah dapat menikmati keindahan dan kesejukan dari Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu merupakan gunung terbesar di daratan Parahyangan. Gunung ini di beri nama Tangkuban Perahu karena Bentuknya yang menyerupai Perahu terbalik.

Tangkuban perahu terkenal dengan kawahnya, ada dua jalan yang dapat dilalui untuk menuju kawah-kawah tersebut: Jalan pertama atau jalan lama dengan kondisi jalan yang lebih sulit dan biasanya di tutup setelah turun hujan karena di anggap membahayakan untuk dilalui dan jalan kedua adalah jalan baru yang sudah beraspal yang memudahkan kamu untuk sampai di kawah-kawah tersebut, pada sisi jalan yang berkelok-kelok di tumbuhi banyak bunga terompet dan pohon lainnya.



Ada tiga kawah terkenal di kawasan Tangkuban Perahu yang menarik untuk di kunjungi, yaitu:

1. Kawah Ratu:

Merupakan Kawah terbesar yang terdapat di kawasan Tangkuban Perahu, terdapat area parkir khusus bus sebelum sampai di Kawah Ratu. Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan ELF jika kamu datang dengan menggunakan bus, namun jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa langsung memarkirnya di seberang Kawah ini. Kawah Ratu terlihat dari atas dengan pembatas pagar di tepi-tepi kawahnya. Tanah di sekitar kawah umumnya berwarna putih dengan batu-batu belerang yang berwarna kuning, kamu juga bisa melihat secara menyeluruh Kawah Ratu jika mendaki ke daerah lebih tinggi.

Di kawasan ini juga terdapat toko-toko yang menawarkan berbagai souvenir dan aksesoris, ada pula warung kecil yang menyajikan makanan dan minuman hangat seperti bandrek dan kamu juga bisa berkuda untuk mengelilingi kawasan ini.

2. Kawah Upas:

Terletak di sebelah Kawah Ratu, bentuk Kawah upas lebih dangkal dan mendatar. Jalan untuk menuju Kawah Upas cukup berbahaya, kamu harus melewati jalan berpasir.

3. Kawah Domas:

Terletak di bawah Kawah Ratu, jika kamu datang melewati jalan baru maka kamu akan menemukan gerbang menuju Kawah Domas terlebih dahulu sebelum Kawah Ratu. Di Kawah Domas kamu bisa melihat lebih dekat area kawah, bahkan kamu juga bisa mencoba untuk merebus telur ke dalam kawah. Jika kamu ingin melihat Kawah Domas melewati jam 16.00, kamu harus menggunakan jasa pemandu.

Legenda Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu memiliki cerita yang melegenda, inti dari cerita Tangkuban Perahu adalah adanya seorang pemuda bernama Sangkuriang yang jatuh cinta dan ingin menikahi seorang wanita yang bernama Dayang Sumbi. Merekapun saling jatuh cinta, namun tak di sangka oleh Dayang Sumbi bahwa Sangkuriang adalah anak kandungnya yang dahulu pergi karena Dayang Sumbi marah, Sangkuriang membunuh anjing kesayangan mereka ketika gagal berburu rusa.

Mengetahui Sangkuriang adalah anak kandungnya Dayang Sumbi tidak mau menikah dengan Sangkuriang dan untk menolak lamaran dari Sangkuriang, Dayang Sumbi minta dibuatkan perahu beserta danaunya dalam waktu satu malam. Dengan dibantu para jin Sangkuriang pun mulai membuat Perahu tersebut, melihat Sangkuriang hampir menyelesaikan perahu tersebut Dayang Sumbi berniat untuk menggagalkannya.

Berkat doanya, ayam-ayam berkokok dan jin-jin yang tadinya membantu Sangkuriang pun berlarian ketakutan karena mereka pikir hari telah pagi, akibatnya syarat yang di minta Dayang Sumbi tidak berhasil di selesaikan oleh Sangkuriang. Sangkuriang pun marah besar dan menendang perahu buatannya, perahu tersebut jatuh tertelungkup dan terjadilah Gunung Tangkuban Perahu.

Maskapai terbang ke Bandung



Sumber : utiket.com

Wednesday, February 12, 2014

Situ Patenggang Bandung Indonesia



Tentang Situ Patenggang

Danau Patenggang atau juga dikenal dengan nama Situ Patenggang (situ yang berarti danau dalam Bahasa Sunda) berada diketinggian sekitar 1600 meter dari permukaan laut. Danau Patenggang terletak di Ciwidey sekitar 47 kilometer arah selatan dari pusat kota dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan dari kota Bandung, Jawa Barat. Sepanjang Perjalanan menuju Situ Patenggang, masih sangat alami dengan warna hijau yang dominan karena adanya pohon-pohon rindang di sisi jalan dan hamparan kebun teh. Meski harus melalui jalanan berkelok, namun akan terasa menyenangkan karena kamu akan di sugguhi pemandangan alam yang menyegarkan dengan udara bersih dan jauh dari polusi. Selain itu perkebunan strawberry akan menambah daya tarik tersendiri di sepanjang jalan menuju Situ Patenggang.

Sesampainya di Situ Patenggang, kamu akan di sambut dengan danau luas yang berair tenang, dengan pegunungan menjulang mengelilingi Situ patenggang. Di tepi danau terdapat banyak perahu dengan warna-warna cerah nan cantik, yang siap mengantar kamu untuk berkeliling danau dengan tarif Rp. 15.000 per orang atau jika kamu tidak ingin berkeliling terlalu jauh kamu juga bisa menyewa sepeda air yang menarik untuk dicoba. Kamu juga bisa sekedar duduk di tepi danau dan menikmati ketenangan air dan keindahan alam yang disajikan.

Batu Cinta

Tidak hanya menawarkan pesona alam, Situ Patengan juga menawarkan sebuah tempat yang cukup terkenal dengan historisnya yaitu Pulau Asmara dan Batu Cinta. Pulau Asmara dan Batu Cinta merupakan sebuah lokasi di tengah danau dengan batu besar sebagai penandanya. Batu inilah yang disebut Batu Cinta dengan ceritanya yang melegenda. Cerita ini bermula dari kisah cinta sepasang kekasih yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis yang terpisah dan akhirnya bertemu kembali di tempat ini. Masyarakat setempat percaya air yang mengisi danau ini adalah air mata dari Ki Santang dan Dewi Rengganis, itu sebabnya sebagian orang menyebut danau ini Situ Penganten. Biasanya wisatawan yang berkunjung ke Situ Patenggang menyempatkan diri untuk mengunjungi Batu Cinta. Batu Cinta di percaya, bagi siapapun yang singgah bersama pasangan ke Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Asmara, maka hubungannya akan awet dan langgeng.

Selain menikmati keindahan alamnya, di sekitar danau juga terdapat toko-toko yang menawarkan berbagai souvenir ataupun buah-buahan segar yang tentunya bisa kamu bawa pulang sebagai oleh-oleh untuk kerabat, tidak hanya itu jika kamu ingin menginap di sekitar Ciwidey juga terdapat beberapa hotel dan bungalow dengan fasilitas yang memadai.

Akses ke Situ Patenggang

Dengan menggunakan kendaraan umum Bus atau Elf dari terminal Leuwi Panjang (Bandung) menuju terminal Ciwidey dengan tarif sekitar Rp. 6.000 dan dilanjutkan menggunakan angkot yang langsung menuju pintu masuk Situ Patenggang dengan tarif sekitar Rp. 10.000.

Maskapai terbang ke Bandung



Sumber : utiket.com