Showing posts with label passport. Show all posts
Showing posts with label passport. Show all posts

Thursday, September 12, 2013

Tips Backpakeran


Hanya ada satu pertanyaan yang perlu dijawab kalau kamu pengen jalan-jalan: mau jalan-jalan pakai paket wisata, pesan sana sini dan direncanakan dulu atau pengen backpakeran. Kita di Utiket paling suka backpakeran karena rasanya seru sekali ketika perjalanan itu berakhir diatas kendaraan tumpangan kita yang berjalan ajut-ajutan terus kita diturunkan di sebuah desa yang benar-benar di negeri antah berantah dan kita tidak paham bahasanya sama sekali....

Kalau kata Paul Theroux: "Wisatawan tidak tahu dia kemarin dari mana, yang backpakeran tidak tahu kemana dia mau pergi". Dan itu hal yang penting: jangan merencanakan perjalananmu sampai benar-benar detil tapi putuskan rencanamu saat itu juga. Tidak tahu kamu mau kemana atau mau tidur dimana besok dalam sebuah perjalanan merupakan akhir rasa sebuah kebebasan yang benar-benar seru untuk dinikmati dan kalau kamu sependapat, hal semacam itu merupakan gaya hidup yang paling nyantai.

Apa yang perlu dibawa?

Hal yang pasti dan harus dibawa seperti passport, kartu ATM internasional dan sikat gigi yang bisa sangat berguna. Menyembunyikan beberapa uang tunai ditempat tersembunyi di dalam tasmu bisa menjadi pilihan yang bagus untuk cadangan kalau misalnya kartu ATM-mu dicuri atau rusak. Di setiap negara ada Western Union kalau kamu mau minta dikirimi uang sama orang tuamu, jadi bekal uangmu yang seratus dollar atau yang setara dengannya bisa cukup untuk menembus kota besar dan membayar hotel beberapa malam sebelum orang tuamu kirim uang. Beberapa perlengkapan mandi wajib dibawa tentunya, pilih tas kecil yang bisa memuatnya dan pertimbangkan kalau kamu benar-benar membutuhkannya.

Tapi hal terpenting kalau mau jalan-jalan backpakeran adalah apa yang tidak usah dibawa: kamu tidak mau kan kalau harus jalan jauh cuma untuk mencari hotel di teriknya matahari yang menyengat di siang bolong dengan beban 25 kilo di punggung dan 10 kilo lainnya di dada mu. Jadi apa ya yang tidak usah dibawa?

Apa yang tidak perlu dibawa?

Barang-barang yang bisa kamu beli dimanapun tapi tidak sering dipakai adalah barang-barang yang biarkan saja tinggal di rumah. Payung bisa berguna, tapi kenapa bawa payung kalau kamu bisa beli dimana saja hanya dengan beberapa dolar? Hal terbaik adalah saat kamu sudah selesai pakai suatu barang dan kamu bisa memberikannya ke orang lain dan bisa berkawan. Sama seperti buku, bawa satu atau dua saja karena di setiap tujuan backpakeran kamu bisa barter buku di toko-toko atau dengan teman yang baru ketemu.

Kecuali kamu punya kondisi kesehatan tertentu, tidak usah bawa obat-obatan yang kamu bisa beli dimana saja disaat kamu membutuhkannya. Persediaan obat untuk mabuk perjalanan bisa kamu bawa siapa tahu perutmu tiba-tiba tidak bersahabat dan kamu sedang dalam bis...

Pakaian biasanya menjadi barang yang memenuhi tas dan pastikan kamu menyeleksi barang bawaanmu. Ingat, kamu bisa mencuci pakaian dimana saja baik itu kamu cuci sendiri ataupun dilaundrykan. Bawa beberapa pakaian dalam, kaos, sweater atau jaket untuk dipakai kalau pas naik bis yang AC nya super dingin, celana pendek dan celana panjang yang terbuat dari bahan yang ringan. Cobalah untuk mengkombinasikan: bawa celana pendek yang biasa kamu pakai tapi juga bisa dipakai sebagai celana renang. Sepasang sepatu untuk jalan-jalan juga penting tapi jangan menaruhnya di dalam tas melainkan pakai saja saat jalan-jalan dan cobalah bawa sandal di tasmu.

Satu tip bagus agar tasmu tetap kecil bentuknya (tapi bukan enteng) yaitu jangan lipat pakaianmu tapi cobalah untuk menggulung pakaianmu. Gulung yang kencang, taruh dalam kantong plastik dan tekan supaya tidak ada udara di dalam kantong plastik. Tapi hal ini tidak begitu praktis kalau kamu banyak aktivitas gerak kesana kemari.

Yang terakhir, barang elektronik canggih. Membawa handphone merupakan pilihan yang bagus. Di kebanyakan negara kamu bisa beli sim-card lokal secara mudah sehingga kamu tetap bisa berkomunikasi dengan murah. Kalau kamu mau bawa laptopmu yang beratnya 3 kilo itu, coba pikirkan lagi apa kamu mau melihat-lihat negara yang kamu kunjungi atau kamu mau menghabiskan waktumu untuk berinternetan. Dalam kata lain: bergunakah membawa barang berat kemanapun? Kalau kamu ingin menulis tentang perjalananmu dalam blogmu atau kamu ingin tetap mengerjakan pekerjaanmu selama perjalanan ada baiknya kalau kamu membawa netbook atau komputer tablet yang kecil dan ringan.

Sumber : utiket.com

Friday, August 16, 2013

Berkeliling Eropa Dengan Visa Schengen

Sumber gambar : Kejda.net

Eropa merupakan salah satu tujuan wisata favorit para traveler. Sayangnya untuk berkunjung ke negara-negara di benua ini seringkali terkendala oleh pengurusan visa yang lumayan susah. Namun ada visa sakti yang akan memudahkan Anda berkunjung ke negara-negara di Eropa tanpa perlu bolak-balik mengurus visa lagi. Namanya Visa Schengen. Visa Schengen merupakan visa dengan sistem gabungan dari 25 negara di Eropa yaitu Belgia, Austria, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembrug, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Swiss. Jadi dengan satu visa itu Anda bebas keluar masuk ke 25 negara di Eropa tersebut. Asyik kan? Seperti yang kita tahu, Eropa mempunyai tempat wisata yang indah di setiap negaranya. Banyak tempat wisata yang bisa kita kunjungi di berbagai negara tersebut.

Visa Schengen ini sendiri mempunyai jangka waktu enam bulan namun Anda hanya boleh menetap di sana per tiga bulan saja. Untuk mengurus Visa Schengen sendiri gampang-gampang mudah. Pengurusan visa bisa diurus sendiri atau dengan jasa travel agent. Jika Anda menggunakan jasa travel agent tentu akan jauh lebih mahal daripada mengurus sendiri. Untuk mengurus Visa Schengen sendiri, Anda bisa datang ke kedutaan besar negara-negara Eropa yang ada di Indonesia.

Negara di Eropa yang terkenal paling ramah untuk orang Indonesia adalah Belanda,. Jadi Anda bisa memilih kedutaan Belanda utuk menerbitkan Visa Schengen Anda. Sebelum itu tentu Anda harus menyiapkan beberapa dokumen yang diperlukan seperti formulir pendaftaran, passport untuk masa berlaku kurang lebih tiga bulan setelah keberangkatan, pas foto, asuransi perjalanan dan bukti rekening tabungan. Untuk informasi selengkapnya tentang syarat dan ketentuan yang berlaku sebaiknya Anda terlebih dahulu melihat website kedutaan Belanda. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk memproses Visa Schengen maksimal limabelas hari. Anda juga harus lebih detail pada dokumen-dokumen Anda agar nantinya Visa Schengen Anda lebih mudah prosesnya. Bukan mimpi lagi kan jalan-jalan ke Eropa?

Sumber : utiket.com