Wednesday, November 13, 2013

Pulau Komodo Labuanbajo Indonesia


Tentang Pulau Komodo

Terletak di ujung barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya diantara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Pulau ini dikembangkan oleh pemerintah pusat sebagai Taman Nasional Komodo.

Lebih tepatnya pulau ini sebagai habitat asli dari komodo, di pulau ini terdapat 2500 ekor komodo, selain komodo pulau ini juga memiliki kekayaan flora yang beraneka ragam seperti kayu sepang yang digunakan oleh warga sekitar sebagai pewarna pakaian ataupun pohon nitak yang dipercaya bisa sebagai obat yang bijinya gurih dan enak seperti kacang polong. Tahun 2009, Taman Nasional Komodo dinobatkan menjadi finalis "New Seven Wonders of Nature".

Dan Pulau ini juga memiliki kekhasan tersendiri dengan savana dan keindahan alam bawah lautnya, di pulau ini banyak hal yang bisa kamu nikmati antara lain, jika kamu hobi hiking di sini tempat yang paling tepat untuk hobi kamu, kamu juga bisa camping atau hanya sekedar mengamati satwa yang ada di sana.

Sedangkan untuk wisata airnya banyak hal yang bisa kamu lakukan seperti memancing, diving, snorkeling, kano atau hanya berkeliling dengan menggunakan sampan. Pulau Komodo sangat tepat bagi kamu yang menyukai wisata alam.

Selain itu masih banyak daya tarik untuk pulau ini yang wajib dikunjungi, antara lain:
  • Satu-satunya pulau di dunia yang memiliki kadal terbesar yaitu komodo
  • Pada perairan di pulau ini terdapat perairan bawah air
  • Dasar laut perairan komodo merupakan dasar laut terbaik di dunia
  • Di permukaan laut banyak terdapat dataran kering yang berbentuk karang
Akses ke Pulau Komodo

Untuk dapat pergi ke pulau ini sangatlah mudah dan dapat menggunakan kapal feri dari Sape, Sumbawa dan dilanjutkan dengan speedboat atau kamu juga bisa langsung dari Bali menuju Labuan Bajo dan dapat menggunakan kapal ke pulau Komodo. Dan untuk ke Pulau Komodo Anda dapat menggunakan pesawat dengan mencari
tiket pesawat promo dan mengunjungi :


Sumber : utiket.com

Tuesday, November 12, 2013

Sekilas Tentang Tari Sajojo, Papua


Tari Sajojo merupakan tarian khas yang berasal dari Papua, pulau terluas yang terletak di paling timur wilayah Indonesia.  Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan rakyat atau dapat juga bermakna sebagai tarian selamat datang untuk menyambut tamu. Tarian ini cukup unik karena mengutamakan gerakan tangan serta kaki dan dapat dibawakan oleh beberapa puluh orang sekaligus. Setiap penari dapat meloncat, bergerak ke depan, ke belakang, ke kiri maupun ke kanan dengan ritme dan ketegasan gerak yang tentunya setiap penari mengupayakan kesamaan gerak dengan penari lainnya.

Tari Sajojo dapat dilakukan oleh siapa saja, baik tua, muda, pria maupun perempuan secara beramai-ramai. Meski begitu, tidak ada penari utama dalam tarian ini. Keserasian gerak dengan ritme yang dinamis pada penari secara keseluruhan yang membuat istimewa tarian ini. Tarian ini membuat para penarinya merasa menjadi bagian dari kelompok sehingga setiap penari akan selalu menjaga gerakannya agar tetap menyatu dalam gerakan yang sama.

Awalnya tarian ini mulai dikenal pada tahun 1990an di kalangan para militer yang bertugas di Timor Timur, Maluku dan Irian. Tarian ini biasanya dimulai dari kaki kiri dengan iringan musik berirama khas, menghentak dan bernuansa gembira. Adapun lirik lagu dalam tarian ini mengisahkan tentang seorang gadis nan cantik yang diidolakan oleh para pemuda di kampungnya. Tarian ini menjadi semakin terkenal hingga ada kelompok masyarakat yang menyelenggarakan lomba untuk tarian ini. Bahkan saat ini Tari Sajojo telah dimodifikasi menjadi senam tanpa meninggalkan unsur-unsur aslinya.

Sumber : utiket.com


Monday, November 11, 2013

Taman Nasional Bali Barat, Indonesia



Tentang Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat (TNBB) berada di ujung barat Bali, dekat ke pulau Jawa, dengan luas area sekitar 19,003 hektar dengan sekitar 3200 hektar mencakup area perairan, pesisir dan terumbu karang. Tidak seperti kebanyakan dari Taman Nasional lainnya di Indonesia, karena kurangnya curah hujan di daerah ini maka tidak banyak tumbuhan tropis namun di sini di dominasi dengan tumbuhan pesisir. Terdapat curah hujan yang cukup di bagian selatan hutan sehingga banyak di tumbuhi dengan tumbuhan tropis dan bakau. Terdapat beberapa karang di dalam laut yang luas tanahnya di tandai dengan sisa letusan dari empat gunung berapi yang terdapat di pulau ini, seperti Gunung Pleistosen dan Gunung Patas dengan ketinggian 1.412.

Terdapat sekitar 200 spesies tanaman, 300 jenis burung dan jenis-jenis satwa liar lainnya, termasuk beberapa spesies kera (monyet daun dan monyet hitam), rusa, babi, iguana dan beberapa jenis ular berada di Taman Nasional Bali Barat.

Kamu bisa mendapatkan panduan dan izin di kantor pusat dari Taman Nasional yang berada di Cekik tepat di pintu masuk. Jika kamu ingin mendaki di taman, diwajibkan menggunakan panduan yang bersertifikat dan untuk itu kamu harus membayar mahal. Dengan tarif sekitar Rp.400.000 untuk seorang pemandu per harinya tergantung dengan jumlah kelompok dan luas pendakian.

Ada yang mengatur jalur pendakian di Taman dan kamu akan dapat melihat satwa liar serta menikmati alam dengan berjalan kaki. Di sini kamu akan mendapatkan ketenangan karena di Taman ini hanya terdapat suara gemeresik pohon dan suara burung.

Akses ke Taman Nasional Bali Barat

Untuk melakukan pendakian yang terbaik adalah tiba di pagi hari atau hari sebelumnya. Pintu masuk Taman Nasional Bali Barat dekat dengan pelabuhan Gilimanuk. Semua bis dan bemo menuju Gilimanuk dapat menurunkan kamu di pintu masuk taman.

Sumber : utiket.com

Sunday, November 10, 2013

Taman Safari Bali Indonesia



Tentang Taman Safari Bali

Taman Safari Bali (Bali Safari and Marine Park) adalah lokasi wisata yang berisi aneka satwa dari berbagai penjuru Dunia yang habitatnya di buat semirip mungkin dengan aslinya. Bali Safari & Marine Park berada di Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra tepatnya berada di tiga desa di Gianyar, yaitu Desa Lebih, Desa Serongga, dan Desa Medahan. Kawasan ini merupakan objek wisata nasional yang dibangun diatas lahan seluas 40 hektar.

Terdiri dari 80 spesies dan 400 ekor satwa yang berasal dari tiga wilayah, yaitu Indonesia, India, dan Afrika. Taman Safari Bali juga di lengkapi dengan berbagai arena bermain seperti roller coaster, twister dan lainnya selain itu terdapat beberapa pertunjukan yang ditampilkan di Taman Safari Bali, antara lain:
  1. Animal Education show di Hannuman Stage adalah Taman Hanuman dengan sebuah panggung yang terdapat pertunjukan satwa yang juga memberikan pengetahuan tentang satwa langka.
  2. Elephant Conservation & Education Show di Kampung Gajah. Ini merupakan area dengan museum gajah, kandang gajah, tunggang gajah, souvenir, dan, warung gajah.
  3. Elephant Bathing di Ganesha. Taman Ganesha ini memiliki sebuah patung Ganesha setinggi 9 m yang merupakan pintu masuk menuju Bali Theater. Di sini juga dapat dilihat replika relief yang berada di Gunung Kawi. Di Taman Ganesha kamu bisa berinteraksi secara dekat dengan gajah-gajah yang sedang mandi.
  4. Balinese Holy Water Procession di Tirta Sulasih. Tirta Sulasih adalah tempat pemandian suci dengan nuansa kebudayaan Bali. Kamu dapat menyaksikan kegiatan sehari-hari masyarakat Bali dengan budayanya. Selain itu kamu juga dapat membeli berbagai Kerajinan seni maupun souvenir.
  5. Balinese Bamboo Music di Terminal Bali.
  6. Balinese Dancing Class di Bale Banjar.
  7. Tigers of Ranthambore merupakan tiruan dari benteng kuno yang berada di India. Benteng ini menjadi tempat berdiamnya harimau putih yang sangat langka.
Taman Safari Bali dilengkapi dengan beberapa fasilitas antara lain, Kawasan Fun Zone yang disediakan khusus untuk anak-anak berusia maksimal 10 tahun. Terdapat berbagai permainan dengan tarif Rp.10.000 untuk setiap permainannya seperti, Mery Go Round, Clumbing Car dan Go Go Bouncer. Di sini juga terdapat kuda poni maupun onta tunggangan dengan tarif Rp.20.000 per orang sedangkan untuk berkeliling dengan menunggang gajah selama 30 menit dikenai tarif Rp.100 ribu. Seperti di taman safari lainnya juga, kamu bisa berfoto dengan beberapa binatang dengan tarif Rp.20.000.

Harga tiket

Harga tiket masuk Taman Safari Bali Rp. 135.000 untuk orang Indonesia dan Rp. 350.000 untuk orang asing.

Akses ke Taman Safari Bali 

Menuju Taman Safari, Dari Denpasar sekitar 17 km sedangkan jarak dari Kuta sekitar 30 km, bisa ditempuh dalam waktu 40 menit dari pusat kota Denpasar. 

Sumber : utiket.com

Saturday, November 9, 2013

Tanah Lot Bali, Indonesia


Tentang Tanah Lot

Wisata Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan, Bali. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan.

Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam. Konon Pura Tanah Lot dibangun oleh seorang pendeta asal Jawa Timur yang bernama Dang Hyang Nirartha yang sedang melakukan perjalan ke timur untuk menyebarkan agama Hindhu. Pura Tanah Lot mempunyai konsep Triangga (penggambaran tubuh manusia dari kepala, badan hingga kaki), sehingga terkait dengan 2 tempat suci lainnya di Tabanan, yaitu Pura Luhur Batukaru (hilu) dan Pura Puser Tasik (madya) sedangkan Pura Tanah Lot sebagai hilirnya.

Di sebelah utara Pura, tepatnya di dalam gua bawah tebing, terdapat ular pipih beracun berwarna kuning hitam yang dikeramatkan. Konon ular tersebut dipercaya sebagai selendang Dang Hyang Nirartha yang terlepas saat sedang bertapa dan dipercaya sebagai penjaga pura. Di tempat ini pula terdapat sumber air tawar bernama Tirta Pabersihan yang biasa digunakan sebagai sarana memohon kesucian.

Di sekitar Tanah Lot banyak ditemukan bermacam-macam art shop serta berbagai resort mahal seperti Le Meredien dengan fasilitas lapangan golfnya. Juga akan ditemukan banyak penjual cinderamata khas Bali yang cukup unik di sepanjang area parkir.

Sumber : utiket.com

Friday, November 8, 2013

Desa Trunyan Denpasar Bali, Indonesia


Tentang Desa Trunyan

Desa Terunyan atau yang lebih dikenal dengan nama Desa Trunyan merupakan salah satu desa tertua yang ada di Bali. Desa ini berada di sebelah timur tepi Danau Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Konon asal kata Desa Trunyan berkaitan dengan adanya pohon Taru Menyan yang ada di desa ini. Pohon ini cukup unik karena dapat mengeluarkan bau yang cukup wangi. Hawa di desa ini juga sangat sejuk. Masyarakat di Desa Trunyan masih memegang teguh nilai-nilai adat setempat, termasuk salah satunya adalah tata adat pemakaman.

Umumnya di Bali, bila ada penduduk yang meninggal maka jenazahnya akan dibakar. Pembakaran mayat di Bali merupakan sebuah tradisi ini biasa disebut dengan nama Ngaben. Namun hal tersebut tidak berlaku di Desa Trunyan. Masyarakat di desa ini mempunyai tata cara pemakaman sendiri bagi warganya. Terdapat tiga makam atau Sema yang terbagi untuk tiga jenis kematian yang berbeda. Lokasi pemakaman yang pertama disebut dengan Sema Wayah, yakni sebuah lokasi pemakaman yang dikhususkan bagi warganya yang meninggal secara wajar, jenazahnya akan ditutup dengan kain kafan putih dan sebuah prosesi upacara adat, lalu jenazah akan diletakkan di atas tanah tanpa dikubur di bawah pohon besar Taru Menyan dan dikelilingi oleh anyaman dari pohon bambu yang disebut dengan Ancak Saji. Cara pemakaman seperti ini biasa disebut dengan cara Mepasah.

Lokasi pemakaman yang kedua disebut dengan Sema Bantas. Lokasi pemakaman ini dikhususkan bagi jenazah yang kematiannya tidak wajar seperti kecelakaan, bunuh diri maupun dibunuh oleh orang lain. Jenazah yang ada di pemakaman ini biasanya akan dikebumikan di dalam tanah. Sedangkan lokasi pemakaman yang ketiga disebut dengan Sema Nguda. Lokasi pemakaman ini dikhususkan untuk kedua jenis pemakaman baik Mepasah maupun dikebumikan dengan syarat jenazah yang akan diletakkan di lokasi ini belum mencapai akil balig atau dewasa, termasuk juga sudah dewasa namun belum menikah juga bisa dimakamkan di lokasi ini.

Uniknya setiap jenazah yang diletakkan di bawah pohon besar Taru Menyan ini tidak akan menimbulkan bau karena pohon Taru Menyan di lokasi pemakaman mampu mengeluarkan bau wangi yang semerbak dan menetralisir bau busuk yang ada. Menurut masyarakat Desa Trunyan, setiap jenazah orang yang sudah meninggal harus dikembalikan ke bumi dan menurut keyakinan mereka dengan cara seperti itulah jenazah tersebut dapat dikembalikan ke bumi.

Akses ke Desa Trunyan

Untuk menuju ke Desa Trunyan bila Anda datang dari kota Denpasar maka dapat langsung menuju ke Gunung Batur di Kintamani menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa. Waktu yang dibutuhkan dari kota Denpasar ke Gunung Batur sekitar dua jam perjalanan. Dari Gunung Batur, Anda dapat turun menuju ke tepi Danau Batur. Di tepi Danau Batur ini Anda bisa menyewa perahu untuk menyeberang ke Desa Trunyan. Jangan khawatir karena di sini Anda akan banyak menemukan pemandu wisata yang siap memandu Anda ke Desa Trunyan.

Sumber : utiket.com
 

Thursday, November 7, 2013

Goa Gajah Bali, Indonesia


Tentang Goa Gajah

Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar yang berjarak sekitar 26 km dari Kota Denpasar. Goa Gajah adalah sebuah goa yang di dalamnya terdapat peninggalan sejarah Bali di masa lampau. Banyak artefak-artefak kuno yang bernilai sejarah yang dapat Anda temukan di sini. Selain itu Anda juga dapat menikmati indahnya suasana alam dengan persawahan dan sungai di sekitarnya.

Goa Gajah terdiri dari 4 kompleks dengan relief Ganesha, Trilingga, Petirtaan (tempat mandi) dan Lembah Tukad Pangkung, dimana di dalamnya terdapat relief stupa bercabang tiga, relief payung bersusun 13 serta arca Sang Budha. Sebelum masuk ke tempat ini Anda diharuskan membayar tiket masuk sekitar Rp 15.000 per orang. Disediakan juga Kamen (sarung khas Bali) yang bisa dipakai untuk Anda yang bercelana pendek karena memang di tempat ini Anda diharuskan berpakaian rapi dan sopan. Sedangkan untuk perempuan yang sedang datang bulan dilarang memasuki tempat ini.

Ketika anda memasuki goa yang berbentuk huruf “T” ini, anda akan mencium bau yang khas. Di depan pintu masuk goa ini terdapat Arca Ganesha, sedangkan di pintu keluar goa ini terdapat pura Goa Gajah. Memasuki kawasan inti goa ini, Anda akan menuruni jalan setapak yang dipaving dan berundak sehingga Anda dapat melihat hampir seluruh bagian goa. Memasuki pelataran goa Anda akan mendapati petirtaan yang airnya dipercaya masyarakat sekitar sebagai air suci. Di depan petirtaan ini, anda dapat melihat kumpulan artefak kuno. Di pelataran goa ini terdapat bale yang digunakan saat ada upacara adat di sini.

Jam buka

Sebelum masuk ke tempat ini Anda diharuskan membayar tiket masuk sekitar Rp 15.000 per orang.

Sumber : utiket.com