Showing posts with label Teluk Gurita. Show all posts
Showing posts with label Teluk Gurita. Show all posts

Thursday, April 2, 2015

Kolam Susuk



Desa Junelu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Indonesia 

Introduksi 

"Bukan lautan, hanya kolam susu. Kail dan jala cukup menghidupimu". Penggalan lirik lagu dari grup musik legendaris di era 70-an, Koes Plus pasti sudah tak asing lagi di telinga Anda. Tahukan Anda bahwa kolam susu yang ada di lagu tersebut benar-benar ada?

Kolam susu yang ada di lagu tersebut terinspirasi oleh salah satu obyek wisata yang ada di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Obyek wisata ini aslinya bernama Kolam Susuk. Kolam Susuk sendiri berarti kolam nyamuk. Asal muasal nama Kolam Susuk sendiri berdasarkan legenda yang sudah dikenal oleh masyarakat setempat.

Menurut legenda, pada jaman dahulu ada tujuh bidadari yang singgah untuk membersihkan diri di Kolam Susuk ini. Bidadari tersebut merupakan utusan Raja Lifao dari Oecusse. Raja Lifao sengaja mengirim nyamuk untuk menganggu mereka saat tertidur. Karena gangguan nyamuk tersebut, para bidadari tetap terjaga sehingga tidak dimangsa oleh para pembantu raja. Berdasarkan legenda tersebut akhirnya masyarakat setempat menyebut kolam tersebut dengan nama Kolam Susuk yang artinya sarang nyamuk.

Kolam Susuk mempunyai pemandangan alam yang cantik. Bukan hanya Koes Plus saja yang jatuh cinta pada kolam itu tapi wisatawan pun banyak mengunjungi Kolam Susuk terutama pada hari libur. Bahkan pada saat even internasional yang diadakan oleh pemerintah setempat, yaitu Sail Komodo 2013, Kolam Susuk menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan internasional. Seperti yang tergambar di lagu Koes Plus tersebut, Kolam Susuk kaya akan ikan terutama ikan bandeng.

Bahkan masyarakat setempat dan pemerintah terus mengembangkan Kolam Susuk sebagai obyek wisata serta memanfaatkan Kolam Susuk sebagai pusat budidaya bandeng dan udang sehingga lingkungan di sekitar Kolam Susuk bisa terus terawat dengan baik. Kolam Susuk bukan satu-satunya tempat wisata alternatif di Atambua. Di dekat Kolam Susuk terdapat obyek wisata lain yaitu Teluk Gurita, salah satu dermaga penyeberangan di Kabupaten Belu. Jarak antara Kolam Susuk dan Teluk Gurita tidak begitu jauh, hanya sekitar 3 kilometer.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia masih sangat minim karena kurangnya perhatian dari pemerintah setempat. Namun bisa dibilang juga fasilitas di sini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Fasilitas air bersih, toilet, jalan yang bagus, pondok-pondok istirahat, rumah-rumah payung, pos penjagaan.

Akses ke Kolam Susuk

Kolam Susuk berjarak kurang lebih sekitar 20 km dari Atambua, tepatnya berada di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena sulitnya transportasi dari Atambua, Anda bisa menyewa kendaraan. Jarak tempuh dari Atambua menuju Kolam Susuk sekitar 40 menit menggunakan kendaraan roda empat.

Makan di Kolam Susuk

Terdapat warung-warung dan kios-kios milik masyarakat setempat disekitar obyek wisata ini.

Sumber : utiket.com

Monday, March 30, 2015

Teluk Gurita



Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. NTT Indonesia 

Introduksi 

Di Teluk Gurita ini kita bisa menemui pemandangan alam yang cantik yang dipadu dengan perairan teluk yang tenang dan jernih. Di balik keindahan alamnya yang cantik, Teluk Gurita juga menyimpan sejarah. Dahulu tempat ini bernama Kuit Namon dan merupakan pelabuhan alam yang digunakan untuk berdagang. Kebanyakan para pedagang tersebut berasal dari Asia dan Eropa yang bertujuan untuk mencari cendana dan lilin. 

Suatu hari kapal pedagang dari Spanyol datang di pelabuhan ini untuk berdagang. Saat sedang bertransaksi tiba-tiba kapal tersebut dililit oleh gurita raksasa hingga akhirnya kapal tersebut tenggelam. Sejak saat itu tempat ini diganti namanya menjadi Teluk Gurita. Bangkai kapal yang tenggelam tersebut hingga saat ini masih berada di dasar teluk ini.

Selain menikmati keindahan alamnya, kita juga dapat memancing di teluk ini. Bisa juga berkeliling menggunakan perahu hingga ke Danau Konkas yang berhubungan langsung dengan Teluk Gurita. Namun sayangnya belum terdapat fasilitas wisata yang memadai di Teluk Gurita ini. Di sekitar teluk ini juga tidak terdapat penginapan. Penginapan hanya bisa ditemukan di kota Atambua.

Jika mengunjungi Teluk Gurita jangan lupa untuk mencicipi jagung bakar dan akar bilan yang dijual oleh penduduk yang tinggal di sekitar teluk. Dari sini perjalanan wisata Anda dapat di lanjutkan ke obyek wisata selanjutnya, yang tidak jauh dari Teluk Gurita adalah Kolam Susuk.

Akses ke Teluk Gurita 

Teluk Gurita berjarak sekitar 20 kilometer arah barat laut dari pusat kota Atambua. Untuk menuju ke teluk ini dapat menggunakan angkutan umum dengan tarif sekitar Rp 15.000 per orang, ojek sekitar Rp 25.000 per orang sekali jalan, atau dengan menyewa kendaraan yang bisa digunakan secara rombongan dengan biaya sekitar Rp 250.000 per kendaraan. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 30 menit.

Makan di Teluk Gurita

terdapat beberapa kios-kios yang menjual cinderamata seperti kain tenun khas Belu, patung-patung yang terbuat dari cendana hingga madu asli.

Sumber : utiket.com