Senin, 30 Maret 2015

Teluk Gurita



Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. NTT Indonesia 

Introduksi 

Di Teluk Gurita ini kita bisa menemui pemandangan alam yang cantik yang dipadu dengan perairan teluk yang tenang dan jernih. Di balik keindahan alamnya yang cantik, Teluk Gurita juga menyimpan sejarah. Dahulu tempat ini bernama Kuit Namon dan merupakan pelabuhan alam yang digunakan untuk berdagang. Kebanyakan para pedagang tersebut berasal dari Asia dan Eropa yang bertujuan untuk mencari cendana dan lilin. 

Suatu hari kapal pedagang dari Spanyol datang di pelabuhan ini untuk berdagang. Saat sedang bertransaksi tiba-tiba kapal tersebut dililit oleh gurita raksasa hingga akhirnya kapal tersebut tenggelam. Sejak saat itu tempat ini diganti namanya menjadi Teluk Gurita. Bangkai kapal yang tenggelam tersebut hingga saat ini masih berada di dasar teluk ini.

Selain menikmati keindahan alamnya, kita juga dapat memancing di teluk ini. Bisa juga berkeliling menggunakan perahu hingga ke Danau Konkas yang berhubungan langsung dengan Teluk Gurita. Namun sayangnya belum terdapat fasilitas wisata yang memadai di Teluk Gurita ini. Di sekitar teluk ini juga tidak terdapat penginapan. Penginapan hanya bisa ditemukan di kota Atambua.

Jika mengunjungi Teluk Gurita jangan lupa untuk mencicipi jagung bakar dan akar bilan yang dijual oleh penduduk yang tinggal di sekitar teluk. Dari sini perjalanan wisata Anda dapat di lanjutkan ke obyek wisata selanjutnya, yang tidak jauh dari Teluk Gurita adalah Kolam Susuk.

Akses ke Teluk Gurita 

Teluk Gurita berjarak sekitar 20 kilometer arah barat laut dari pusat kota Atambua. Untuk menuju ke teluk ini dapat menggunakan angkutan umum dengan tarif sekitar Rp 15.000 per orang, ojek sekitar Rp 25.000 per orang sekali jalan, atau dengan menyewa kendaraan yang bisa digunakan secara rombongan dengan biaya sekitar Rp 250.000 per kendaraan. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 30 menit.

Makan di Teluk Gurita

terdapat beberapa kios-kios yang menjual cinderamata seperti kain tenun khas Belu, patung-patung yang terbuat dari cendana hingga madu asli.

Sumber : utiket.com