Sabtu, 06 September 2014

Lima Penginapan Unik Khas Indonesia



Indonesia memang kaya akan budaya dan tradisi. Nah, salah satu kekayaannya adalah banyaknya rumah adat khas yang ada di Indonesia. Beberapa rumah adat ini bukan hanya bisa dikunjungi, tapi juga bisa dijadikan tempat untuk menginap.

Rumah Honai, Papua

Rumah Honai merupakan rumah adat khas Papua. Bentuk rumah adat ini mirip jamur dengan atap bulat dan tembok melingkar. Rumah ini terbuat dari kayu. Dari luar memang terlihat sempit tapi ketika masuk akan terasa luasnya. Rumah Honai ini biasanya bertingkat dua dan bisa menampung hingga 10 orang. Biaya untuk menginap di Rumah Honai sendiri sekitar Rp 200.000 per malam. Bila ingin merasakan sensai menginap di rumah Honai, bisa pergi ke desa-desa di Wamena. Sebaiknya sedia sleeping bag dan senter karena fasilitas menginap disini hanya bed cover tipis serta tak ada lampu penerangan.

Rumah Betang, Kalimantan Barat

Seperti namanya Rumah Betang memang membentang kurang lebih sekitar 180 meter dengan belasan pintu dan jendela. Karena keunikannya ini, banyak wisatawan yang tertarik merasakan pengalaman menginap di sini. Rumah Betang biasanya dihuni oleh puluhan keluarga atau ratusan jiwa. Semua bagian rumah terbuat dari kayu belian (keunikan kayu ini yaitu akan semakin kuat jika terkena air). Anda bisa pergi ke Desa Saham, Kecamatan Sengah Tamila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat untuk mencoba pengalaman menginap di Rumah Betang ini. Biayanya sekitar 100.000 per malam.

Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara, Flores

Nama rumah adat yang satu ini memang panjang, tapi bentuk rumahnya sangat simple dan sederhana. Rumah adat ini berbentuk segi empat dan bergaya panggung dengan pondasi-pondasi batu di bawahnya. Rumah adat khas Flores ini terbuat dari kayu untuk dindingnya serta daun rumbia untuk atapnya. Beberapa rumah mempunyai fungsi yang berbeda. Rumah yang digunakan untuk menginap dan tidur biasanya ditandai dengan kepala kerbau di bagian atas rumah.

Rumah Bale, Lombok

Di beberapa desa adat di Lombok penduduk setempat masih tinggal di rumah adat khasnya yang disebut dengan Rumah Bale. Keunikan rumah adat Bale ini yakni atapnya terbuat dari jerami, dindingnya pun masih terbuat dari anyaman bambu. Sedangkan lantainya terbuat dari lapisan tanah liat dan kotoran sapi. Meski begitu, rumah Bale ini sangat bersih, bahkan lantainya pun mulus dan tidak bau dan tidak berdebu meskipun sering dipel menggunakan kotoran sapi. Anda bisa menginap di sini namun khusus untuk pria tidurnya di teras, sedangkan wanita boleh di dalam rumah.

Wae Rebo, Flores

Satu lagi rumah tradisional khas yang menjadi favorit bagi para wisatawan yakni Rumah Adat Mbaru Niang yang ada di Kampung Adat Wae Rebo, Flores. Rumah adat ini disebut juga rumah bundar. Lokasinya berada di tengah-tengah pegunungan dengan pemandangan yang mengagumkan. Rumah ini berbentuk rumah panggung dan terbuat dari kayu tanpa semen dan paku sama sekali. Sudah berdiri ratusan tahun dan rutin dipugar. Ingin mencoba menginap di sini? Siapkan dana untuk menginap kurang lebih sekitar Rp 300.000 per malam, lengkap dengan fasilitas makan tiga kali sehari.

Sumber : utiket.com