Showing posts with label Garuda Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Garuda Indonesia. Show all posts

Thursday, November 5, 2015

Hanggar Pesawat Terbesar di Dunia



Belum lama ini, Indonesia membuat kejutan dengan meresmikan hanggar pesawat terbesar di dunia. Ya, hanggar pesawat tersebut milik anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yakni PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.

Hanggar pesawat tersebut diresmikan pada tanggal 28 September lalu oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Hanggar pesawat terbesar di dunia ini merupakan hanggar keempat milik GMF yang berada di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Hanggar pesawat keempat ini dibangun dengan konsep ramah lingkungan dan berstandar internasional. Fungsinya sebagai tempat untuk perawatan pesawat berbadan kecil (narrow body aircrafts) yang dapat menampung hingga 16 pesawat.

Emirsyah Satar adalah seorang mantan Dirut Garuda yang menggagas dan menyetujui proyek hanggar pesawat tersebut. Menurut Emirsyah Satar, hanggar pesawat tersebut perlu dibangun karena Indonesia mempunyai potensi pasar yang besar untuk bisnis perawatan pesawat. Karena selama ini beberapa maskapai di Indonesia masih merawat pesawatnya di luar negeri.

Selain itu, para mekanik di GMF menurut Emir juga telah berpengalaman dan mempunyai sertifikasi dunia untuk perawatan pesawat dari European Aviation Safety Agency (EASA) serta Federal Aviation Administration (FAA). Sehingga Indonesia memiliki keunggulan sendiri di bidang bengkel pesawat. Selain itu dengan dibangunnya hanggar pesawat milik GMF ini, diharapkan juga dapat menghemat devisa.

Sumber : utiket.com

Friday, June 26, 2015

Garuda Indonesia Tawarkan Ekstra Bagasi



Maskapai Garuda Indonesia menawarkan ekstra bagasi bagi para pelanggannya. Ekstra bagasi tersebut dapat diperoleh tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan atau gratis.

Ekstra bagasi tersebut meliputi gratis ekstra bagasi 23 kg untuk alat olahraga, gratis ekstra bagasi 10 kg untuk penerbangan internasional serta gratis ekstra bagasi hingga 20 kg untuk anggota GarudaMiles (untuk yang satu ini syarat dan ketentuan berlaku).

Dengan adanya ekstra bagasi sebanyak 10 kg untuk penerbangan internasional, sehingga total bagasi yang diperoleh adalah 50 kg (untuk First Class), 40 kg (untuk Bussiness Class) dan 30 kg (untuk Economy Class).

Sumber : utiket.com

Saturday, August 16, 2014

Prestasi Maskapai Garuda Indonesia



World Airline Awards adalah sebuah ajang penghargaan paling bergengsi di dunia penerbangan yang kembali digelar. Tahun 2014 ini maskapai nasional Garuda Indonesia berhasil meraih beberapa penghargaan yang sangat membanggakan. Apa saja prestasi Garuda di ajang tersebut pada tahun 2014 ini?

Kategori Airline of The Year

Dalam kategori ini, Garuda Indonesia berhasil masuk ke dalam daftar sepuluh besar yakni berada di posisi ketujuh. Sedangkan posisi pertama ditempati oleh maskapai Cathay Pacific Airways.

Kategori World’s Best Airline Business Class

Garuda Indonesia berhasil menempati posisi kedelapan dalam kategori ini. Ini jauh lebih baik karena di tahun lalu Garuda Indonesia belum bisa masuk dalam kategori ini, dan pada tahun ini Garuda berada di posisi yang jauh lebih tinggi di bandingkan dengan Emirates dan Hainan. Selamat!!

Kategori World’s Best Airline First Class

Dalam kategori ini Garuda berada di posisi yang masih bontot yaitu posisi kesembilan. Namun hal ini cukup membanggakan dan lebih baik dari tahun lalu. Tahun lalu Garuda Indonesia bahkan belum berhasil masuk dalam daftar sepuluh besar dunia.

Kategori World’s Best Economy Class Airline Seats

Dalam kategori ini Garuda Indonesia berhasil masuk ke dalam posisi lima besar terbaik yakni berada di posisi ketiga setelah maskapai Saudi Arabian Airlines dan Korean Air yang ada di posisi pertama dan kedua. Garuda Indonesia berada di posisi lebih tinggi dibandingkan dengan Singapore Airlines dan Cathaya Pasific Airways yang berada di posisi keenam dan  kedelapan.

Kategori World’s Best Business Class Airline Seats

Garuda Indonesia masuk ke dalam daftar sepuluh besar dalam kategori ini. Cukup membanggakan mengingat ratusan maskapai lain bahkan tidak berhasil masuk dalam kategori ini. Tahun ini Garuda Indonesia berhasil masuk ke dalam posisi kesembilan. Disusul oleh maskapai Lufthansa yang berada di posisi kesepuluh. Sedangkan posisi terbaik dalam kategori ini diraih oleh maskapai Singapore airlines dan Japan airlines di posisi kedua.

Kategori World’s Best First Class Airline Seats

Dalam kategori ini Garuda Indonesia berhasil meraih posisi keenam. Posisi tersebut berhasil mengalahkan maskapai Japan Airlines, Asiana Airlines, Lutfhansa dan Korean Air. Sementara untuk posisi pertama ditempati oleh maskapai Emirates dan disusul oleh maskapai Singapore Airlines yang berada di posisi kedua.

Kategori World’s Best Airport Services

Pelayanan yang memuaskan selama di bandara juga menjadi alasan penumpang dalam memilih suatu maskapai. Dalam kategori ini Garuda Indonesia berhasil meraih posisi ketujuh. Posisi tersebut berada lebih tinggi daripada maskapai KLM, Qantas dan Dragon Fly. Sementara posisi pertama dalam kategori ini diraih oleh ANA All Nippon dan disusul dengan Eva Air dan Thai Airways.

Kategori Best Economy Class Airline Catering

Urusan rasa makanan juga menjadi hal yang penting untuk membuat penerbangan menjadi lebih berkesan. Dalam kategori ini Indonesia berhasil mendapatkan posisi kesepuluh dalam kategori Best Economy Class Airline Catering. Sementara untuk posisi pertama ditempati oleh maskapai Thai Airways.

Sumber : utiket.com

Saturday, June 21, 2014

Garuda Luncurkan Tiga Rute Baru dari Makassar pada 2 Juli 2014


Garuda Indonesia terus mengembangkan bisnisnya dengan membuka rute-rute penerbangan baru. Mulai 2 Juli 2014, maskapai penerbangan nasional Indonesia ini akan membuka tiga rute penerbangan baru dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Sales and Marketing Garuda Indonesia Branch Office Makassar Tubagus Irfan Farhandi menuturkan, tiga rute penerbangan yang akan diluncurkan oleh Garuda Indonesia antara lain Makassar-Mamuju, Makassar-Luwuk, dan Makassar-Bima. Dia mengatakan bahwa penumpang yang ingin terbang pada rute tersebut bisa segera memesan tiket karena tersedia harga promo yang menarik.

“Bagi penumpang yang ingin mengetahui informasi secara lengkap ataupun melakukan pembelian tiket bisa langsung menghubungi kantor penjualan Garuda Indonesia atau agen perjalanan terdekat,” kata Tubagus Irfan Farhandi seperti dilansir Tribunnews.com, Kamis, 19 Juni 2014.

Sumber : Foto: Tri Setyo Wijanarko/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Wednesday, June 11, 2014

Garuda Indonesia Resmikan Rute Baru Jakarta-Pinangsori


Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada hari ini, Senin, 9 Juni 2014, meresmikan pembukaan rute penerbangan baru yang menghubungkan antara Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dengan Bandara FL Tobing Pinangsori Sibolga, Tapanuli Tengah. Peresmian dilakukan langsung oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Penerbangan ini akan dioperasikan oleh sub-brand Explore Jet dengan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen sebanyak satu kali setiap harinya. Pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen ini bisa menampung hingga 96 kursi yang terbagi dalam dua kelas, yakni 12 kursi kelas bisnis dan 84 kursi kelas ekonomi.

Garuda Indonesia mulai membuka penerbangan ke Tapanuli Tengah karena melihat potensi wisata di wilayah ini yang begitu besar, berupa pantai-pantai yang indah. Bahkan Bupati Tapanuli Tengah Raja Bongaran Situmeang mengatakan bahwa wilayah yang dipimpinnya merupakan negeri wisata sejuta pesona. Selain di bidang pariwisata, terdapat potensi lain di Tapanuli Tengah, di antaranya perkebunan sawit, pertambangan emas, dan perikanan.

Dengan adanya pembukaan rute Jakarta-Pinangsori dan sebaliknya ini tentuk akan memberikan akses langsung bagi masyarakat Tapanuli Tengah ke Jakarta, sehingga bisa menghemat cukup banyak waktu. Selain itu, Pinangsori juga akan dihubungkan dengan Bandara Kuala Namu Medan, sehingga masyarakat akan lebih mudah saat pergi ke ibu kota Sumatera Utara.

Foto: Tri Setyo Wijanarko/PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Tuesday, June 10, 2014

Garuda Indonesia Resmi Terbang Nonstop ke Eropa



TEMPO.CO, Jakarta - Garuda Indonesia resmi membuka rute penerbangan nonstop Jakarta-Amsterdam per Jumat dinihari, 30 Mei 2014. Peresmian dilakukan Presiden dan CEO PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar pada Jumat dinihari, beberapa menit sebelum pesawat penerbangan perdana lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Hadir dalam peresmian dan pengguntingan pita di antaranya Duta Besar Indonesia untuk Belanda Retno L.P. Marsudi dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia Tjeerd F. de Zwaan. "Dengan penerbangan ini, kami sediakan jalan tercepat antara Jakarta-Amsterdam,” kata Emirsyah dalam sambutannya.

Dengan dibukanya rute penerbangan ini, Garuda Indonesia menjadi maskapai pertama yang melayani penerbangan langsung atau nonstop dari Indonesia ke Eropa. Selama ini Garuda Indonesia telah melayani penerbangan rute Jakarta–Amsterdam tapi dengan satu persinggahan di Abu Dhabi dengan menggunakan pesawat Airbus A330-200.

Untuk penerbangan langsung selama 14 jam dan menempuh jarak 14.490 km tanpa henti ini, Garuda Indonesia mengandalkan tunggangannya yang terbaru, yakni Boeing 777-300ER. Pesawat berbadan lebar yang mulai dibeli pada 2013 ini—sudah ada lima unit dan akan menjadi enam pada tahun ini dari sepuluh unit pemesanan seluruhnya—berkapasitas 314 penumpang.

Emir dalam keterangan tertulis sebelumnya mengatakan pengoperasian layanan penerbangan langsung Jakarta-Amsterdam merupakan bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk menghadirkan konektivitas tanpa batas (seamless connectivity). Selain itu, penumpang juga akan lebih banyak diuntungkan dengan ketersediaan penerbangan sambungan ke destinasi lain dari Amsterdam yang dilayani oleh anggota SkyTeam, aliansi maskapai-maskapai internasional yang diikuti Garuda Indonesia.

Penerbangan perdana ini mengangkut 225 penumpang. Merel Schulller, seorang mahasiswa asal Belanda, senang dengan adanya penerbangan langsung ini. »Sebelumnya kan harus transit di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Itu bisa makan waktu 1,5 jam sendiri,” katanya. 

Retno, yang juga ikut dalam penerbangan perdana tersebut, berharap pembukaan penerbangan langsung ini semakin mendekatkan Indonesia dengan Belanda dalam hal kerja sama di segala bidang. »Selamat buat Garuda,” katanya.

Ketika mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam, pesawat Garuda Indonesia mendapat sambutan cukup meriah. Di antaranya selebrasi berupa penyemprotan air ke badan pesawat.

Sumber : https://id.berita.yahoo.com

Thursday, February 6, 2014

Pantai Gapang Banda Aceh Indonesia


Tentang Pantai Gapang

Pantai Gapang merupakan salah satu obyek wisata bahari yang berada di Kota Sabang, Pulau Weh, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Pantai ini bisa dikatakan merupakan salah satu tujuan para backpackers. Di Pantai Gapang, wisatawan akan disuguhi pemandangan pantai pasir putih yang sangat mempesona. Disebut Pantai Gapang karena di pantai ini terdapat banyak pohon-pohon besar yang berdiri tepat di bibir pantai, yakni pohon Gapang. Pohon yang menciptakan nuansa teduh ini merupakan salah satu keistimewaan yang berada di Pantai Gapang ini.

Pohon-pohon Gapang tersebut menimbulkan kesan teduh bagi para wisatawan. Nuansa inilah yang banyak menarik perhatian wisatawan untuk berlama-lama di bawah pohon tersebut. Selain dapat menikmati semilir angin dari pantai dan teduhnya pohon Gapang tersebut, para wisatawan juga dapat merasakan kesegaran dan keindahan panorama bawah laut Pantai Gapang ini dengan berenang, snorkeling, diving, jet ski, ski air, power boat, selancar angin dan memancing di laut dalam.

Di dasar laut, para wisatwan akan dapat dengan mudah melihat berbagai macam biota laut seperti ikan dan bintang laut. Untuk kegiatan yang satu ini, tidak perlu repot-repot membawa peralatan menyelam karena di Pantai Gapang dan resor sekitar pantai terdapat penyewaan peralatan menyelam. Bahkan bagi para penyelam, di lokasi Pantai Gapang ini juga telah didirikan pusat olah raga selam atau dive center yang sudah banyak beroperasi di Pantai Gapang ini.

Selain itu, wisawatan juga dapat menikmati keindahan Pantai gapang ini dengan menggunakan perahu mengitari kawasan pulau. Kawasan pulau ini sendiri masih sangat alami karena pulau ini belum terjamah tangan-tangan jahil. Tak jauh dari Pantai Gapang, wisatawan dapat mengunjungi beberapa lokasi wisata menarik, seperti Tugu Kilometer Nol, hutan Lindung yang terdapat banyak satwa liar di dalamnya dan Air Terjun Pria Laot.

Bagi yang ingin bermalam di Pantai Gapang, tersedia bungalow dengan dinding kayu yang sangat eksotik dengan biaya Rp 80.000,- permalam. Tersedia pula resort dengan pelayanan khusus bagi para penyelam dengan tarif sewa mulai dari Rp 250.000,- per malam.

Untuk urusan kuliner, di lokasi wisata ini telah banyak berdiri tempat makan yang tentunya sesuai kantong dan selera wisatawan. Bahkan di lokasi ini juga menjual minuman khas dari Aceh yakni kopi Aceh, yang tentunya dengan kualitas terjamin. Sepertinya sudah sangat komplit obyek wisata Pantai Gapang ini. Jadi tunggu apa lagi, cantumkan obyek wisata Pantai Gapang ini ke dalam daftar perjalanan Anda berikutnya.

Akses ke Pantai Gapang

Untuk dapat ke lokasi wisata ini, Anda dapat berangkat dari Pelabuhan Balohan atau Sabang yang berjarak sekitar 17 Km dengan kendaraan sewaan atau angkutan umum. Perjalanan menuju Pantai Gapang sendiri memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan biaya sekitar Rp. 50.000. Lama perjalanan ini tidak akan terasa, karena di sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan yang sangat indah.

Maskapai terbang ke Banda Aceh



Sumber : utiket.com

Monday, January 20, 2014

Air Terjun Aek Martua Pekanbaru, Indonesia


Tentang Air Terjun Aek Martua

Rokan Hulu adalah sebuah daerah di Provinsi Riau yang menyimpan banyak obyek wisata alam yang masih belum banyak diketahui. Terdapat beberapa lokasi wisata alam yang menarik untuk kita kunjungi pada kabupaten yang memiliki luas kurang lebih 7.449 km persegi tersebut. Diantara wisata alam yang dapat pengunjung temui di daerah Rokan Hulu ini adalah Air Terjun Aek Martua. Air terjun ini memang menjadi salah satu obyek wisata unggulan di daerah Riau.

Aek Martua sendiri adalah sebuah sungai di wilayah Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Hulu Rokan, Provinsi Riau. Nama Aek Martua sendiri diambil dari bahasa daerah salah satu suku di Riau, yakni suku Batak Mandailing, yang berarti air bertuah. Memang sedikit aneh, karena bahasa yang digunakan bukanlah bahasa dari suku mayoritas di Riau yakni suku Melayu. Namun semua itu tidak mengherankan, karena memang warga yang bermukim di dekat air terjun tersebut mayoritas dari suku Batak Mandailing. Jadi tidak mengheran apabila nama Aek Martua diambil menggunakan bahasa suku Batak Mandailing.

Air terjun ini memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri, yakni memiliki tiga tingkatan. Setiap tingkatan memiliki ukuran dan ketinggian yang berbeda-beda. Ketinggian tersebut berkisar antara 15 meter sampai dengan yang tertinggi mencapai 40 meter. Dengan adanya keunikan dan keistimewaan tersebut, menjadikan banyak wisatawan menyebut Air Terjun Aek Martua dengan sebutan Air Terjun Tangga Seribu.

Selain itu, pemandangan yang disuguhkan di obyek wisata ini sungguh sangat mengagumkan dan menyegarkan. Airnya begitu jernih dan mengalir deras, pemandangan hutan yang sangat menawan yang menjadikan udara disekitar air terjun tersebut sangat segar dan menyejukkan, ditambah lagi adanya perpaduan dari bebatuan cadas dengan tekstur yang unik dan alami. Jadi tidak salah apabila air terjun Aek Martua menjadi salah satu obyek wisata favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Akses ke Air Terjun Aek Martua

Bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan air terjun ini dapat mencapai lokasi dengan menggunakan angkutan umum seperti L300 atau Superban tujuan Pekanbaru-Pengaraian dengan biaya Rp 35.000. Pengunjung bisa turun di Simpang Tangun, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Tangun menggunakan oplet atau omprengan dengan biaya Rp 5.000,-. Sesampainya di lokasi pun, para pengunjung tidak serta merta langsung dapat menikmati keindahan air terjun ini. Karena setiba di pintu masuk obyek wisata ini pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati jembatan gantung dan jalan setapak sejauh kurang lebih 3,5 km.

Setelah melewati jalan setapak tersebut, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan sejauh 3 km melewati hutan lindung. Di perjalan ini memang sangat menguras tenaga karena harus melalui jalanan tanjakan dan turunan yang lumayan curam. Jadi selain fisik yang harus dipersiapkan, kehati-hatian dan kewaspadaan pun tetap harus dijaga agar tidak terpeleset atau tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun perjalanan tersebut akan sedikit ringan karena selama perjalanan menuju lokasi wisata tersebut para pengunjung akan ditemani dengan pemandangan alam yang sangat indah dan menyejukkan. Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit, maka para pengunjung akan tiba di lokasi Air Terjun Aek Martua.

Maskapai terbang ke Pekanbaru

    Lion Lion
    Sriwijaya Sriwijaya
    FireFly FireFly
    Garuda Garuda
    AirAsia AirAsia
    Sky Sky
    Mandala Mandala
    Citilink Citilink


      Sumber : utiket.com

      Friday, January 10, 2014

      Mie Kocok Bandung


      Bisa dibilang Bandung adalah Kota Kuliner, mulai dari jajanan seperti batagor, seblak basah, colenak, piscok, cilok serta makanan lain yang bikin kenyang seperti nasi tutug oncom, nasi timbel dan surabi semua ada di Bandung. Satu lagi makanan khas Bandung yang seger dan gurih, apalagi kalau bukan mie kocok.  Meskipun makanan pokok orang Indonesia itu nasi, tapi banyak juga yang suka makan mie. Jadi tak heran jika hampir di setiap kota terdapat banyak penjual mie. Namun untuk mie kocok ini beda dengan mie yang sering kita jumpai. Mie kocok menggunakan jenis mie yang sedikit berbeda, karena ukuran mie yang digunakan lebih tebal dan lebar dibanding mie pada umumnya. Mie kocok juga menggunakan kuah kaldu sapi yang cukup kental. Untuk pelengkap biasanya menggunakan tambahan bakso, tahu, tauge dan potongan kikil sapi yang empuk. Disajikan panas dengan taburan bawang goreng dan sledri, sangat cocok dimakan saat musim hujan. 

      Kuliner ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun hingga kini masih banyak penikmatnya. Di Bandung sendiri masih banyak pedagang mie kocok yang bisa kita jumpai, mulai dari pedagang gerobak keliling hingga restaurant.

      Ada beberapa tempat untuk menikmati mie kocok yang sudah terkenal di Bandung, diantaranya : 

      Mie Kocok Mang Dedeng

      Jl. Kh Ahmad Dahlan (Jl. Banteng) No. 67 Bandung atau di dekat Hotel Horizon Bandung

      Mie Kocok Persib

      Letaknya di area parkiran Stasion Persib dulu yang ada di Jalan Ahmad Yani 

      Mie Kocok Pak Enco

      Terletak di depan Toko Kartika Sari Kawung 

      Mie Kocok SKM

      Sudah ada sejak tahun 1970, nama SKM sendiri diambil dari singkatan nama pendirinya yaitu Pak Sukiman. Lokasinya berada di Jalan Sunda No. 38 Bandung. Saat ini dikelola oleh generasi penerusnya.

      Maskapai terbang ke Bandung

      AirAsia AirAsia
      Lion Lion
      Xpress Xpress
      Merpati Merpati
      Sriwijaya Sriwijaya
      Susi Susi
      Garuda Garuda
      Sky Sky



      Cari Tiket murah ke Bandung

      Sumber : utiket.com

      Thursday, January 9, 2014

      Angkringan Kopi Joss


      Menikmati kota Jogjakarta memang tak ada habisnya, mulai dari wisata hingga kulinernya. Di sudut kota ada salah satu tempat yang menjadi favorit banyak orang, baik traveler, mahasiswa maupun warga lokal. Tempat ini menjadi sudut yang menyenangkan diantara ramainya kota Jogjakarta. Tempat yang cocok untuk sekedar bersantai dan saling bertukar pikiran dengan teman. Namanya Angkringan Lik Man, angkringan ini berada di dekat Malioboro dan Stasiun Tugu atau terletak di Jalan Wongsodirjan, Jogjakarta. Angkringan Lik Man merupakan salah satu angkringan legendaris di Jogjakarta. Konon angkringan ini merupakan angkringan generasi awal di Jogjakarta yang telah berjualan dari tahun 1950an. Dahulu warung dengan konsep angkringan disebut dengan “Ting-ting Hik”. Nama asli Lik Man sendiri adalah Siswo Raharjo dan merupakan putra dari Mbah Pairo, seorang pedagang angkringan pertama di Jogjakarta. Baru pada tahun 1969 angkringan ini diwariskan kepada Lik Man dan masih dikelola hingga saat ini. Angkringan ini buka mulai dari jam enam sore hingga dini hari. 

      Menu di angkringan Lik Man mungkin relatif sama dengan puluhan bahkan ratusan angkringan yang ada di daerah ini yaitu nasi kucing, aneka gorengan, baceman serta sate-satean seperti sate usus, sate ati, sate kerang dan lain-lain. Tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mencicipi semua menu di sini. Bisa dipastikan setiap menu harganya di bawah  sepuluh ribu rupiah. Ada juga aneka minuman, namun ada satu minuman unik di angkringan ini. Namanya Kopi Joss. Kopi Joss adalah kopi panas hitam dan kental yang ditambah dengan arang panas, sehingga terdengar bunyi joss pada kopi saat arang panas dicelupkan. Bukan hanya rasanya yang mantap, namun kopi ini juga dipercaya berkhasiat menghilangkan penyakit lambung seperti mulas dan kembung. 

      Kopi Joss menjadi menu favorit di angkringan ini. Banyak orang penasaran dan ingin mencobanya. Apalagi untuk para penggemar kopi. Beberapa tokoh terkenal juga pernah mampir dan menikmati Kopi Joss Lik Man ini seperti seniman Butet Kertasajasa, Emha Ainun Nadjib, Djaduk Ferianto, Marwoto, serta pakar kuliner Bondan Winarno. Menikmati segelas Kopi Joss panas sembari menikmati suasana kota Jogjakarta di malam hari tentu akan menjadi salah satu pengalaman wisata yang berkesan bagi Anda.

      Untuk menuju ke tempat ini bila Anda datang dari arah utara atau dari Tugu Jogjakarta, langsung saja menuju ke arah selatan. Sebelum sampai di Stasiun Tugu, belok ke arah barat. Nah letak Angkringan Lik Man tidak jauh dari belokan.

      Maskapai terbang ke Jogjakarta


      Sumber : utiket.com

      Wednesday, January 8, 2014

      Gudeg Khas Yogyakarta


      Yogyakarta selain dikenal sebagai kota budaya, kota pelajar juga dikenal dengan berbagai makanan khasnya. Berkunjung ke kota ini tak lengkap bila Anda belum mencicipi sajian berselera kota ini yakni gudeg. Gudeg sebenarnya adalah makanan khas dari Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Gudeg umumnya berwarna coklat yang dihasilkan dari daun jati yang dimasak secara bersamaan. Biasanya disajikan dengan areh, telur, tahu, tempe, ayam kampung serta krecek. Pada umumnya gudeg mempunyai tiga jenis yakni gudeg kering, gudeg basah dan gudeg solo. 

      Gudeg kering umumnya disajikan dengan areh yang kental, berbeda dengan gudeg basah yang penyajiannya menggunakan areh encer. Sedangkan untuk gudeg solo, areh yang digunakan biasanya berwarna putih. Makanan ini cukup banyak diminati baik oleh wisatawan lokal maupun wisawatan mancanegara. Di Yogyakarta sendiri daerah Wijilan yang terletak di sebelah timur Alun-Alun Utara dikenal sebagai pusat gudeg. Salah satu penjual gudeg legendaris di daerah sini adalah Gudeg Yu Djum. Gudeg Yu Djum merupakan gudeg kering dan biasanya disajikan dengan menggunakan alas daun pisang di atas piring rotan. Selain di Jalan Wijilan No.167, Gudeg Yu Djum juga mempunyai cabang di Jalan Kaliurang Km. 4,5 serta di Jalan Adicusipto. Uniknya bagi para wisatawan yang berminat, bisa melihat langsung proses pembuatannya. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Jadi selamat mencoba...

      Maskapai terbang ke Yogyakarta

      Silkair

      Cari Tiket murah ke Yogyakarta

      Sumber : utiket.com

      Tuesday, January 7, 2014

      Nasi Liwet Khas Solo


      Jalan-jalan ke Solo rasanya kurang afdol jika tidak mencoba salah satu kuliner andalan kota ini. Yups, salah satu kuliner khas Solo yang wajib dicoba adalah nasi liwet. Nasi liwet Solo sebenarnya makanan sederhana yang berupa nasi, sayur dan lauk pauk. Namun soal rasa tak sesederhana kelihatannya.

      Rasanya gurih dan mantap sehingga dijamin semua orang pasti akan ketagihan setelah mencobanya. Nasi liwet rasanya memang lebih gurih daripada nasi putih pada umumnya, karena dimasak dengan menggunakan santan. Nasi liwet disajikan bersama dengan sayur labu siam, aneka lauk pauk yang bisa dipilih seperti ayam, telor, uritan serta dilengkapi dengan kumut atau santal kental yang gurih. Nasi liwet biasanya disajikan menggunakan daun pisang yang dibentuk segitiga atau dipincuk. 

      Pedagang nasi liwet umumnya adalah wanita yang berpenampilan tradisional menggunakan kebaya khas. Di Solo sendiri banyak pedagang nasi liwet yang bisa ditemui, tepatnya di daerah Jalan Teuku Umar, Keprabon Keraton Mangkunegaran atau timur Ngarsopuro. Namun, ada satu warung nasi liwet yang sudah sangat terkenal dan sudah ada sejak tahun 1950 namanya Nasi Liwet Bu Wongso Lemu. Warung ini disebut-sebut sebagai generasi pertama pelopor nasi liwet khas Solo. Konsep warungnya lesehan sehingga suasana jadi terasa lebih akrab. Uniknya sembari menikmati gurihnya nasi liwet kita bisa mendengarkan nyanyian jawa yang merdu. Usai makan, Anda pun bisa mencoba menikmati enaknya wedang ronde. Nasi liwet Bu Wongso biasanya buka pada jam enam sore hingga jam dua belas malam. Harga seporsi nasi liwet yang ditawarkan tidaklah mahal, cukup  Rp 10.000,- hinggga Rp 17.000,-. Gurihnya nasi liwet pun sudah bisa Anda rasakan.

      Maskapai terbang ke Solo

      Silkair


      Sumber : utiket.com

      Monday, January 6, 2014

      Bandara Juanda Kembali Meraih Penghargaan


      Bandara Internasional Juanda yang berada di Surabaya kembali meraih penghargaan di tahun ini. Bandara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I ini menerima penghargaan Bandara Award 2013 “Airport of The Year 2013” yang diadakan oleh Majalah Bandara dan bekerja sama dengan Kementrian BUMN, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Penghargaan ini merupakan penghargaan ketiga secara berturut-turut yang berhasil diraih Bandara Juanda sejak tahun 2011.

      Penghargaan ini diikuti oleh 41 bandara yang ada di seluruh Indonesia yang terdiri dari tiga belas bandara dari PT. Angkasa Pura I, empat belas bandara dari PT. Angkasa Pura II dan empat belas UPT Kementerian Perhubungan. Tim juri memberikan penilaian yang berlangsung sejak bulan Agustus hingga November 2013. Penilaian tersebut meliputi 45 aspek, seperti layanan bandara, sarana dan prasarana, kenyamanan terminal, fasilitas dan lain-lain. Dan hasilnya Bandara Juanda berhasil meraih penghargaan tersebut dan telah diterima pada tanggal 17 Desember 2013 malam di Hotel Borobudur, Jakarta.

      Bukan suatu hal yang mudah untuk mendapatkan penghargaan tersebut, apalagi mempertahankannya. Namun Bandara Juanda berhasil meraihnya. Tentunya hal tersebut tidak lepas dari berbagai usaha yang dilakukan oleh PT. Angkasa Pura I sebagai pihak pengelola Bandara Juanda. Diharapkan penghargaan ini dapat mendorong bandara-bandara lain di Indonesia untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap publik.

      Selain itu, bandara tersibuk kedua di Indonesia ini juga berhasil menyabet penghargaan sebagai Best Performing Indonesian Airport of The Year dalam kompetisi Frost & Sullivan Aerospace Award 2013 dan ASEAN Airport of The Year dalam kompetisi ASEAN Commercial Aviation Awards Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibiton (LIMA) 2013. Congratulation!

       Maskapai terbang ke Surabaya

      Sumber : utiket.com

      Sunday, January 5, 2014

      Bakso Bakar Malang Pak Man


      Malang memang terkenal dengan baksonya, tidak heran banyak sekali penjual bakso di kota ini. Uniknya kuliner bakso di Malang bukan hanya jenis bakso kuah seperti yang biasa kita nikmati. Namun bakso dengan varian lain seperti bakso bakar juga bisa kita nikmati. Bakso bakar ini pertama kali diciptakan oleh Soeparman atau sering dipanggil Pak Man. Seorang penjual bakso asal Malang yang telah berjualan bakso sejak tahun 1965. Mulanya Pak Man hanya berjualan bakso kuah biasa, namun pada tahun 1997 Pak Man mulai berjualan bakso bakar. Ide awal pembuatan bakso bakar yaitu saat Pak Man mencium bau bakso yang tidak sengaja terbakar bersama sampah. Dari situ, kemudian Pak Man mempraktikan membakar bakso dan dijual di warungnya. Ternyata bakso bakarnya ini sangat disukai oleh pelanggan. 

      Bakso bakar sendiri terbuat bakso rebus, jenis baksonya ada bakso kasar dan bakso halus. Bakso ini ditusuk lalu dibakar. Sebelum dibakar bakso yang sudak ditusuk diberi bumbu berupa kecap, saos dan bumbu rahasia lainnya sehingga rasanya sangat khas. Bakso bakar terdiri dari bakso bakar biasa dan bakso bakar pedas. Bakso bakar pedas merupakan favorit para pelanggan. Bukan hanya warga Malang saja bahkan wisatawan asing juga menyukainya.

      Bakso bakar dijual dengan berbagai paket. Paket pertama yaitu bakso dengan isi 10 biji harganya sekitar Rp 15.000, level kedua bakso dengan isi 15 biji harganya Rp 22.500 dan paket ketiga isi 25 biji seharga Rp 37.500. Bakso bakar Pak Man sendiri ada di Jalan Diponegoro No 19A Kota Malang. Warung ini buka dari jam 09.00 sampai jam 21.00 WIB. Selain bakso bakar juga tersedia bakso rebus. Jadi saat Anda berwisata ke Malang pastikan untuk mencicipi kuliner ini.

      Maskapai terbang ke Malang

      Maskapai ini terbang langsung ke Malang. Mohon mengeklik salah satu kota di bawah ini untuk dapat informasi rute dan harga tiket.

      Citilink Airlines

      Bengkulu, Batam, Jakarta, Pekanbaru, Tanjung Pandan

      Garuda Indonesia

      Banjarmasin, Balikpapan, Batam, Jakarta, Jambi, Denpasar Bali, Yogyakarta, Medan, Kuala Lumpur, Lombok, Manado, Padang, Perth, Pekanbaru, Palangkaraya, Palembang, Pontianak, Singapore, Solo, Semarang, Surabaya, Bandar Lampung, Makassar

      Lion air



      Sriwijaya Air

      Jakarta

      Sumber : utiket.com

      Sunday, November 24, 2013

      Sejarah Tugu Yogyakarta


      Banyak yang percaya bahwa bila datang ke Yogyakarta belum lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Tugu Yogyakarta. Tugu ini merupakan sebuah bangunan monumen bersejarah yang terletak  tepat di tengah perempatan antara Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan A.M. Sangaji serta Jalan Diponegoro dan sudah berusia hampir tiga abad. Selain sebagai simbol dari kota Yogyakarta, tugu ini juga mempunyai satu poros imajiner antara Laut Selatan, Kraton Yogyakarta dan Gunung Merapi. Hal ini juga berkaitan dengan ikatan magis antara ketiga tempat tersebut.

      Tugu Yogyakarta dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Pada awalnya, tugu ini berbentuk Golong-Gilig dan mempunyai tinggi mencapai 25 meter, dimana tiang dari tugu ini berbentuk Gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk Golong (bulat), sehingga pada masa itu tugu ini disebut dengan nama Tugu Golong-Gilig. Pada awal dibangunnya tugu ini mempunyai makna Manunggaling Kawula Gusti yang menggambarkan semangat persatuan antara rakyat dan penguasa dalam melawan penjajah. Namun di sisi lain juga bisa bermakna sebagai hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta.

      Pada tanggal 10 Juni 1867, gempa hebat mengguncang kota Yogyakarta dan mengakibatkan runtuhnya bangunan tugu. Dan baru pada tahun 1889, tugu ini mulai diperbaiki oleh pemerintah Belanda yang dilakukan oleh Opzichter van Waterstaat atau Kepala Dinas Pekerjaan Umum, JWS van Brussel di bawah pengawasan Pepatih Dalem Kanjeng Raden Adipati Danurejo V dengan melakukan sedikit renovasi pada bangunan tugu ini. Tugu ini lalu dibangun dengan bentuk persegi dimana puncaknya tidak lagi bulat melainkan berbentuk kerucut runcing. Tiap sisi bangunan tugu juga dihiasi semacam prasasti yang menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam proses renovasi tersebut. Tidak hanya itu saja, tinggi bangunan yang awalnya mencapai 25 meter pun dibuat hanya setinggi limabelas meter. Tugu ini kemudian diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII pada tanggal 3 Oktober 1889. Semenjak itu, tugu ini disebut dengan nama De Witt Paal atau Tugu Putih.

      Kini Tugu Yogyakarta semakin bertambah cantik dengan taman kecil yang menghiasi sekitar area tugu. Selain menambah kecantikannya, taman ini juga dimaksudkan untuk menjaga agar pengunjung tidak semena-mena naik ke atas tugu dan mengotori bangunan bersejarah ini.

      Maskapai terbang ke Yogyakarta

      * Malaysia Airlines


      Sumber : utiket.com