Showing posts with label Sungai Kahayan. Show all posts
Showing posts with label Sungai Kahayan. Show all posts

Friday, August 8, 2014

Taman Wisata Kumkum Palangkaraya Indonesia




Tentang Taman Wisata Kumkum

Taman Wisata Kumkum merupakan salah satu obyek wisata Kota Palangkaraya yang ramai dikunjungi setiap harinya. Obyek wisata ini berada tak jauh dari Jembatan Kahayan yang menjadi icon Kota Palangkaraya, di atas Sungai Kahayan. Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Palangkaraya, obyek wisata yang satu ini menjadi tempat yang paling sering dikunjungi baik saat musim liburan ataupun pada hari-hari biasa.

Banyak orang menyebut Taman Wisata Kumkum ini sebagai kebun binatang kecil karena terdapat beberapa binatang yang menghuni tempat ini, seperti: buaya, beruang madu, burung rangkong dan monyet. Tersedia gubug-gubug menyerupai rumah panggung yang dikelilingi rindangnya pohon karet sebagai tempat dimana kamu bisa menikmati aliran air Sungai Kahayan sambil menyantap makanan dan minuman yang kamu pesan ataupun hanya sekedar duduk-duduk di atas gubug ini sambil berselancar ke dunia maya menggunakan fasilitas free wifi. Untuk menggunakan gubug tersebut kamu bisa menyewanya dengan harga Rp. 10.000,-/jam pada hari biasa dan Rp. 20.000,-/jam pada hari Minggu atau hari libur.

Jalan yang menghubungkan tempat satu dengan yang lainnya dibangun di atas Sungai Kahayan menggunakan papan Kayu. Di pinggir jalan papan kayu ini juga tersedia tempat duduk yang bebas untuk kamu gunakan. Para pengunjung di obyek wisata ini pun akan dihibur oleh live music yang berada di Panggung Flexiholic. Taman Wisata Kumkum buka mulai dari jam 08:00-17:30 WIT. Untuk dapat menikmati semuanya itu kamu cukup merogoh kocek untuk membeli tiketnya seharga Rp. 2.500,-

Akses ke Taman Wisata Kumkum

Dari pusat Kota Palangkaraya kamu bisa naik kendaraan umum yang menuju Taman Wisata Kumkum yang hanya berjarak sekitar 5 km.

Jam buka

Taman Wisata Kumkum dibuka setiap hari pukul 08:00 - 17:30 WIT

Biaya tiket masuk

Tiket masuk hanya Rp. 2.500 per orang.

Sumber : utiket.com

Thursday, August 7, 2014

Danau Tahai Palangkaraya Indonesia



Tentang Danau Tahai

Danau Tahai terletak di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kotamadya Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Danau ini terletak kurang lebih 30 km dari Kota Palangkaraya menuju ke daerah Sampit. Kata Tahai sendiri berasal dari bahasa Dayak yang berarti danau.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat sekitar ada 2 versi yang berkembang mengenai asal-muasalnya danau ini. Versi pertama menyatakan bahwa Danau Tahai ini terbentuk karena akumulasi genangan air di lokasi penambangan pasir. Sedangkan versi kedua adalah karena adanya perubahan aliran Sungai Kahayan, sehingga mengakibatkan genangan air yang tidak mengikuti aliran sungai tersebut. Namun, dari kedua versi tersebut sampai saat ini belum ada data resmi mengenai terbentuknya Danau Tahai ini.

Memang di daerah Kalimantan banyak sekali terdapat danau. Namun kebanyakan masyarakat lebih memilih Danau Tahai sebagai salah satu tujuan wisatanya. Hal ini dikarenakan di danau ini memiliki beberapa keistimewaan tersendiri dari pada danau-danau lainnya di daerah Kalimantan. Keistimewaan tersebut adalah danau ini memiliki warna air yang berbeda yakni berwarna merah. Berdasarkan hasil penelitian, warna merah tersebut terbentuk karena airnya berasal dari air tanah gambut dan akar-akar pohon di lahan gambut tersebut. Keistimewaan lainnya adalah pemandangan di sekitar danau yang sangat memukau karena para wisatawan dapat menyaksikan pemandangan yang unik, yakni pemandangan rumah-rumah terapung yang oleh masyarakat sekitar disebut dengan rumah lanting.

Di kawasan obyek wisata Danau Tahai ini terdapat jembatan kayu yang mengelilingi kawasan danau dan juga menghubunggkan danau ke kawasan hutan, sehingga para wisatawan dapat berjalan-jalan ke tengah danau sambil menikmati pemandangan alam yang sangat mempesona. Bagi para wisatawan yang memiliki hobi berpetualang, bisa menyusuri kawasan hutan di dekat danau dengan trekking yang lumayan menantang karena di samping kanan dan kiri banyak ditumbuhi pohon-pohon yang masih alami dan terjaga kelestariannya. Namun para pengunjung tidak perlu khawatir karena di dalam hutan tersebut telah dibuat trek dari kayu yang dapat dilalui oleh para wisatawan.

Memasuki kawasan hutan, para wisatawan akan disuguhi pemandangan yang sangat indah, udara yang sejuk dan dilengkapi dengan suara-suara merdu dari kicauan burung. Jika beruntung, wisatawan dapat bertemu dengan Uwak-Uwak, yaitu salah satu jenis kera yang hanya terdapat di kawasan hutan tersebut dan dilindungi oleh pemerintah karena populasinya yang hampir punah. Nah, bagi pengunjung yang lelah setelah trekking di dalam hutan, di kawasan obyek wisata ini juga telah disediakan beberapa gazebo di area jembatan tersebut yang dapat digunakan untuk duduk-duduk sekedar melepas lelah.

Di danau ini juga disediakan berbagai fasilitas yang dapat digunakan atau disewa, seperti sepeda angsa, perahu dayung, tempat karaoke, rumah makan, musholla, lahan parkir yang memadai dilengkapi pos keamanan dan bagi para pengunjung yang ingin menginap. Di lokasi obyek wisata ini juga terdapat penginapan berupa rumah dengan kisaran harga mulai dari Rp 75.000,- hingga Rp 200.000,- per malam.

Berjarak sekitar 1 km dari Danau Tahai ini juga terdapat penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng. Penangkaran ini milik Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival). Namun sayangnya penangkaran ini dibuka untuk umum hanya pada hari Minggu atau hari libur. Jadi bagi yang ingin melengkapi liburan di Danau Tahai ini bisa berkunjung di hari libur.

Akses ke Danau Tahai 

Lokasi danau ini memang sedikit agak masuk ke dalam, tepatnya sekitar 3 km dari pinggir jalan raya. Namun wisatawan tidak perlu cemas, karena untuk menuju ke lokasi bisa aksesnya sudah cukup mudah. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan umum berupa bis jurusan Palangkaraya tujuan Sampit turun di Desa Tahai kemudian berjalan kaki menuju lokasi Danau Tahai. Selain angkutan umum, pengunjung juga dapat menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Aksesnya memang sangat mudah karena jalan menuju obyek wisata ini sudah beraspal dan cukup bagus.

Sumber : utiket.com

Wednesday, August 6, 2014

Susur Sungai Kahayan Palangkaraya Indonesia



Tentang Susur Sungai Kahayan

Salah satu obyek wisata yang menjadi andalan di Palangkaraya adalah Sungai Kahayan. Sungai ini adalah salah satu sungai terbesar yang ada di Pulau Borneo. Panjangnya sekitar 250 km dan banyak penduduk yang tinggal di sepanjang sungai ini. Salah satu wisata unik yang tergolong baru khas Palangkaraya yang sedang di gemari saat ini yaitu susur Sungai Kahayan. Anda bisa berwisata susur Sungai Kahayan ini berombongan.

Selama menyusuri sungai, Anda akan disuguhi dengan pemandangan khas hutan-hutan Kalimantan. Di sepanjang perjalanan Anda bisa melihat fauna khas Kalimantan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain diantaranya orang utan, uwa-uwa, kera abu-abu dan bekantan. Selain itu, Anda juga bisa mampir ke tempat pemancingan atau situs sejarah dan habitat orang utan di Pulau Kaja. Rute wisata bisa dipilih sendiri sesuai dengan keinginan Anda.

Untuk menikmati wisata eksotis ini, Anda tidak perlu merogoh kocek dalam karena biayanya sangat terjangkau. Satu paket wisata untuk minimal 10 orang dibrandol dengan harga mulai dari Rp 750.000,- . Harga tersebut sudah termasuk makanan ringan dan fasilitas kapal wisata yang digunakan untuk menyusuri sungai. Kapal ini terbuat dari kayu besi, memiliki kamar tidur, AC, live music dan tempat bersantai.

Akses ke Susur Sungai Kahayan 

Bagi Anda wisatawan jauh yang ingin menikmati alam khas Kalimantan ini tidak perlu bingung karena Pemerintah Palangkaraya telah berinisiatif membuat buku panduan wisata untuk para wisatawan. Anda bisa menghubungi Dinas Pariwisata setempat untuk konfirmasi wisata susur Sungai Kahayan. Untuk menuju dermaga tempat perahu milik Dinas Pariwisata saat Anda sudah tiba di Palangkaraya, Anda bisa naik bis umum atau mobil sewa menuju Kantor DPRD Provinsi Kalteng, letaknya tak jauh dari situ.

Sumber : utiket.com

Tuesday, August 5, 2014

Batu Suli Palangkaraya Indonesia



Tentang Batu Suli

Masyarakat Gunung Mas pasti sudah tidak asing lagi dengan obyek wisata yang satu ini, namanya Batu Suli. Tempat wisata ini tepatnya berada di antara Desa Tumbang Manange dan Desa Upon Batu, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. Tempat ini berada di tepi Sungai Kahayan, sehingga jika dilihat dari jauh panoramanya sangat indah. Letaknya yang menjorok ke Sungai Kahayan seakan-akan batu ini jatuh ke sungai.

Panorama akan lebih indah jika Anda mendaki ke atas Batu Suli. Perjalanan pendakian memakan waktu antara 20-30 menit. Namun Anda tak perlu khawatir karena di puncak batu nanti telah disediakan tempat untuk beristirahat. Salah satu daya tarik Batu Suli adalah Batu Antang. Batu Antang ini juga sering disebut dengan nama Batu Tingkes yang memiliki arti lorong yang sempit. Batu Antang ini tersusun dari dua batu. Di antara kedua batu tersebut terdapat celah kecil. Uniknya, meskipun celahnya kecil namun tetap bisa dilewati oleh manusia dengan cara merayap. Namun bagi Anda yang ciut nyali jangan sekali-sekali untuk mencobanya karena di sini ada mitos yang berkembang jika ingin melewati celah tersebut harus dengan keyakinan penuh. Jika tidak, Anda bisa tersangkut diantara dua batu itu.

Menurut legenda lainnya, dahulu juga terdapat beberapa batu-batu yang menjadi pecahan dari Batu Suli yang terseret arus dan terdampar di berbagai tempat tertentu. Oleh masyarakat setempat, nama batu-batu tersebut diabadikan menjadi nama desa hingga sekarang, seperti Batu Ampar, Batu Mahasur, Batu Badinding, Batu Nyapau, Batu Ampang dan Batu Nyiwuh.

Akses ke Batu Suli 

Obyek wisata Batu Suli berjarak sekitar 200 km dari kota Palangkaraya. Anda dapat menggunakan transportasi darat menuju ke Desa Tumbang Manange yang memerlukan waktu sekitar lima jam perjalanan. Atau bisa juga menggunakan perahu kelotok menyusuri Sungai Kahayan dari Pelabuhan Tewah dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Sesampainya di Desa Tumbang Manange, Anda bisa beristirahat terlebih dahulu untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan cara mendaki.

Sumber : utiket.com