Showing posts with label Trekking. Show all posts
Showing posts with label Trekking. Show all posts

Sunday, April 24, 2016

Surga di Nusa Lembongan Bali Indonesia


Introduksi

Nusa Lembongan adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah tenggara Pulau Bali. Pulau ini terletak di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Jaraknya hanya sekitar 30 menit dari Bali. Pulau ini terbagi menjadi dua desa yakni Desa Lembongan dan Desa Jungutbatu.

Pulau ini memang kecil, namun jangan salah, di sini banyak sekali dijumpai obyek wisata yang menarik. Pantai-pantai di sini mempunyai hamparan pasir yang berwarna putih. Air lautnya pun berwarna biru jernih. Diantaranya adalah Pantai Dream Beach, Pantai Tamarind, Pantai Tanjung Sanghyang, Pantai Selegimpak dan beberapa pantai lainnya. Selain itu suasana pantainya juga masih sepi dari pengunjung.

Kebanyakan wisatawan yang datang ke pulau ini adalah wisatawan mancanegara. Bisa dibilang masih sangat sedikit wisatawan domestik yang berkunjung ke pulau ini. Wisatawan mancanegara yang datang ke pulau ini sebagian besar melakukan kegiatan surfing serta diving. Beberapa spot untuk surfing serta diving memang banyak terdapat di kawasan pulau ini. Tentunya tak hanya surfing dan diving saja, di pulau ini wisatawan bisa pula melakukan kegiatan trekking, memancing maupun snorkeling. Untuk keliling pulau tersedia jasa penyewaan motor karena tak banyak terdapat mobil di sini.

Saat air surut, pinggiran pantai di kawasan ini juga bisa digunakan untuk berenang. Air lautnya yang jernih juga terasa segar. Selain pantai, pulau ini juga memiliki obyek wisata lainnya seperti Rumah Bawah Tanah Gala-Gala, Gua Sarang Walet dan beberapa obyek wisata lainnya.

Puas berkeliling di Nusa Lembongan, Anda bisa langsung menuju ke Nusa Ceningan, yakni sebuah pulau kecil di sebelah Pulau Nusa Lembongan. Kedua pulau ini dihubungkan oleh sebuah jembatan kecil yang berwarna kuning. Ada banyak obyek wisata menarik di Nusa Ceningan. Salah satunya adalah Cliff Jumping (sebuah tempat dimana Anda bisa terjun bebas ke laut dari atas tebing) serta Secret Beach.

Fasilitas 

Ada dua pemberhentian di pulau ini yakni Jungut Batu dan Mushroom Bay. Di kedua pemberhentian tersebut banyak terdapat penginapan. Harganya pun bervariasi.

Di Jungut Batu, Anda bisa mendapatkan penginapan dengan harga mulai dari Rp 200.000 per malam dan sudah termasuk sarapan pagi. Sedangkan di Mushroom Bay, untuk penginapan yang lokasinya berada di pinggir pantai, harga sewanya sekitar Rp 500.000 per malam dan sudah termasuk sarapan pagi.

Selain itu, di pulau ini banyak tersedia jasa penyewaan motor serta jasa penyewaan perlengkapan untuk diving maupun surfing. Harga sewa motor untuk berkeliling ke pulau ini adalah sekitar Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per hari. Jangan kaget karena sebagian besar motor di sini tidak menggunakan plat nomor. Anda pun tidak perlu menggunakan helm karena di pulau ini sama sekali tidak ada polisi.

Beberapa warung makan sederhana hingga restoran juga banyak terdapat di kawasan pulau ini. Menu makanan yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari Nasi Jenggo khas Bali hingga menu seafood. Beberapa toko souvenir juga tersedia di kawasan ini.

Akses ke Nusa Lembongan

Pulau ini dapat diakses melalui Pantai Sanur dengan menggunakan speed boat atau slow boat.

Bila menggunakan speed boat tarifnya sekitar Rp 75.000 (wisatawan domestik) dan Rp 175.000 (wisatwan mancanegara) untuk sekali jalan, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan. Untuk slow boat tarifnya sekitar Rp 50.000 (wisatwan domestik) dan Rp 100.000 (wisatawan mancanegara) untuk sekali jalan, dengan waktu tempuh sekitar 90 menit perjalanan.

Untuk slow boat, jadwal keberangkatan dari Pantai Sanur hanya tersedia pada pukul 10.30 WITA saja. Sedangkan keberangkatan dari Nusa Lembongan yakni dari Jungut Batu hanya tersedia di pagi hari yakni pukul 08.00 WITA.

Sedangkan untuk speed boat, ada banyak pilihan jadwal keberangkatan dari Pantai Sanur. Paling pagi keberangkatan pukul 08.00 WITA dan paling akhir keberangkatan pukul 16.30 WITA.

Biaya tiket masuk

Tidak dikenakan biaya untuk masuk ke pantai-pantai yang ada di pulau ini.

Sumber : utiket.com

Thursday, February 11, 2016

Taman Nasional Meru Betiri Banyuwangi Indonesia



Introduksi 

Taman nasional ini luas wilayahnya sekitar 58.000 hektar dan diresmikan pertama kali pada tahun 1982. Namanya adalah Taman Nasional Meru Betiri. Nama tersebut berasal dari nama gunung tertinggi yang ada di kawasan ini yaitu Gunung Betiri.

Taman Nasional Meru Betiri terletak di wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Di taman ini banyak terdapat berbagai tanaman langka seperti bunga raflesia, rengas, bakau hingga berbagai jenis tanaman obat-obatan. Selain itu berbagai satwa liar seperti kera ekor panjang, penyu belimbing, kumbang hitam dan lain-lain bisa ditemukan di taman ini.

Tak hanya itu, kawasan taman nasional ini juga mempunyai banyak pilihan obyek wisata seperti pantai (Pantai Rajagwesi serta Pantai Sukamade), padang rumput (Sumbersari) hingga teluk (Teluk Hijau). Di Pantai Rajagwesi, pengunjung bisa berenang maupun melakukan aktivitas lainnya seperti mengunjungi desa nelayan di kawasan tersebut. Sedangkan di Pantai Sukamede merupakan sebuah lokasi dimana pengunjung bisa menyaksikan penyu yang sedang bertelur.

Untuk Sumbersari merupakan kawasan padang rumput dimana pengunjung bisa menyaksikan berbagai hewan liar seperti rusa atau kijang. Begitu pula untuk kawasan Teluk Hijau, pengunjung bisa menjelajah hutan hingga berenang. Tak hanya itu berbagai kegiatan wisata lainnya seperti berkemah, trekking/climbing, penelusuran goa, menyelam, selancar, memancing hingga menyewa kano bisa Anda lakukan di sini.

Fasilitas 

Terdapat penginapan dengan daya tampung sekitar 40 orang yang terletak di kawasan Pantai Sukamade atau pondok wisata dengan daya tampung sekitar 24 orang yang juga terletak di kawasan Pantai Sukamade. Atau bila mau Anda bisa mendirikan tenda di kawasan ini, jangan khawatir karena terdapat bumi perkemahan di sekitar kawasan pantai. Untuk makanan, sebaiknya Anda membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Tersedia juga fasilitas MCK di sekitar kawasan ini.

Akses ke Taman Nasional Meru Betiri Banyuwangi

Akses menuju ke kawasan taman nasional ini dapat ditempuh melalui kota Banyuwangi atau Jember.

Dari Banyuwangi rutenya :

Banyuwangi – Jajag – Pesanggaran – Sungai Lembu – Sarongan – Kandangan – Pantai Rajagwesi (pintu gerbang taman nasional) – Sumbersuko – Pantai Sukamade. Waktu tempuhnya sekitar empat hingga lima jam perjalanan.

Dari Jember rutenya :

Jember – Ambulu – Tempurejo – Curahnongko – Andongrejo (pintu gerbang taman nasional) – Pantai Bandealit. Waktu tempuhnya sekitar satu hingga satu setengah jam perjalanan.

Biaya tiket masuk 

Hari biasa : Pengunjung domestik sekitar Rp 5.000/orang dan pengunjung mancanegara Rp 150.000/orang. Hari Libur : Pengunjung domestik sekitar Rp 7.500/orang dan pengunjung mancanegara Rp 225.000/orang. Untuk rombongan pelajar/mahasiswa (minimal 10 orang) : Hari biasa : Pengunjung domestik sekitar Rp 3.000/orang dan pengunjung mancanegara Rp 100.000/orang. Hari Libur : Pengunjung domestik sekitar Rp 4.500/orang dan pengunjung mancanegara Rp 150.000/orang.

Sumber : utiket.com

Thursday, March 5, 2015

Lima Ngarai Terindah di Dunia



Ngarai merupakan sebuah bentang alam yang menyerupai lembah. Biasanya terdapat tebing yang bentuknya hampir tegak lurus dengan tanah. Ngarai kebanyakan terbentuk dari proses erosi yang lama dari aliran sungai dengan arus yang cepat. Nah, berikut ini lima ngarai yang memiliki pemandangan terindah di dunia.

Gorges du Vedon

Ngarai ini terletak di Provinsi Alpes de Haute, Prancis. Ngarai ini memiliki sungai yang juga dikenal dengan nama Sungai Gorges du Verdon. Panjang sungainya sekitar 25 km dengan bagian terdalamnya bisa mencapai hingga 700 meter. Sungai di ngarai ini merupakan salah satu sungai tercantik yang ada di kawasan Eropa. Wisatawan yang datang ke sini, biasanya melakukan kegiatan trekking atau hiking di tepi sungai, berenang maupun melakukan kegiatan panjat tebing.

Blyde River Canyon

Ngarai ini terletak di Mpumalanga, Afrika Selatan. Bentangan alam dengan pepohonan nan hijau dapat kita saksikan dari puncak Blyde River Canyon. Ngarai ini mempunyai kedalaman hingga sekitar 762 meter serta memiliki sungai sepanjang 26 km yang ditumbuhi dengan vegetasi hijau. Sehingga suasana di sini sangat sejuk.

Tara River Canyon

Ngarai ini terletak di Taman Nasional Durmitor, sekitar kawasan Montenegro. Kedalaman ngarai ini mencapai 1.300 meter di atas permukaan laut dan memiliki aliran sungai yang membentang sekitar 82 km dengan 42 air terjun di sepanjang aliran sungainya. Bentangan alam nan hijau juga bisa kita saksikan dari sini.

Copper Canyon

Ngarai ini terletak di bagian barat daya Negara Bagian Chihuahua, Meksiko. Ngarai ini terdiri dari enam ngarai yang berbeda dan terbentuk oleh enam aliran sungai yang mengalir di sisi barat Sierra Tarahumara. Bagian terdalam ngarai ini mencapai sekitar 1.879 meter.

Grand Canyon

Ngarai ini terletak di sebelah utara Arizona dan merupakan salah satu tujuan wisata yang populer di Amerika Serikat. Ngarai Grand Canyon ini terbentuk oleh Sungai Colorado beberapa juta tahun yang lalu. Yang membuatnya cantik adalah dominasi antara warna oranye dan merah yang ada di ngarai ini. Kedalaman ngarai ini mencapai lebih dari satu koma enam kilometer dengan panjang sekitar 446 kilometer.

Sumber : utiket.com

Saturday, December 20, 2014

Taman Nasional Kepulauan Togean Palu Indonesia



Introduksi

Taman Nasional Kepulauan Togean merupakan taman nasional yang diresmikan pada tanggal 19 Oktober 2004. Taman nasional ini terletak di Teluk Tomini, Provinsi Sulawesi Tengah atau tepatnya berada di Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Taman Nasional Kepulauan Togean terdiri dari sekitar 66 pulau besar dan kecil. Enam pulau besar yang berada di kawasan kepulauan ini adalah Pulau Una-Una, Pulau Batudaka, Pulau Togean, Talatakoh, Pulau Waleakodi dan Pulau Waleabahi. 

Keindahan alam yang dimiliki oleh taman nasional ini sudah tidak diragukan lagi. Berbagai keaneka ragaman hayati terdapat di sini. Ekosistem baharinya menakjubkan. Begitu pula dengan ekosistem hutan dan pesisirnya. Di kawasan ini, Anda bisa menemukan kawasan hutan mangrove yang cantik. Beberapa penyu hijau dan penyu sisik yang langka serta berbagai jenis terumbu karang yang masih sehat dan alami juga ada di kawasan ini.

Berbagai kegiatan bisa Anda lakukan di kawasan ini. Bila mau trekking, Anda bisa mengunjungi Pulau Togean. Sedangkan Pulau Batudaka yang merupakan pulau terbesar dan paling mudah dicapai di kepulauan ini, memiliki beberapa spot snorkeling serta diving yang bisa Anda kunjungi. Dan beberapa kecantikan dan keindahan luar biasa lainnya bisa Anda dapatkan di kepulauan ini.

Fasilitas

Di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean ini sudah tersedia beberapa penginapan yang bisa Anda sewa. Begitu juga untuk rumah makan. Banyak rumah makan yang menawarkan aneka olahan seafood.

Akses ke Taman Nasional Kepulauan Togean Palu

Lokasi taman nasional ini berada di Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Anda bisa menuju ke sini melalui melalui Palu atau Gorontalo.

Bila dari Palu, rutenya adalah Palu – Ampana – Togean.

Dari Palu, Anda bisa langsung menuju ke Ampana melalui kendaraan darat. Dari Ampana, perjalanan dilanjutkan menuju ke Togean dengan menyewa kapal atau speedboat yang mampu menampung hingga 10 orang penumpang.

Bila dari Gorontalo, rutenya adalah Gorontalo – Ampana – Togean.

Dari Gorontalo, Anda bisa langsung menuju ke Ampana dengan menggunakan perahu. Perahu dari Gorontalo ke Ampana hanya berlayar setiap hari Rabu. Sedangkan dari Ampana ke Gorontalo perahu berlayar setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Minggu.

Dari Ampana, perjalanan bisa dilanjutkan menuju ke Togean atau datang ke Kantor Balai Taman Nasional Kepulauan Togean yang beralamat di Jl. Poros Uemalingku Atas, Kecamatan Ampana Kota.

Sumber : utiket.com

Thursday, November 6, 2014

Pantai Temboko Lehi Manado Indonesia



Pantai Temboko Lehi

Introduksi

Pantai Temboko Lehi atau dikenal juga dengan nama Pantai Lehi merupakan salah satu pantai unik yang dimiliki oleh Indonesia. Pantai ini terletak di Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara. Jaraknya sekitar 137 km dari pusat kota Manado.

Pantai ini memiliki air laut yang berwarna biru dan panorama yang cukup indah di sekelilingnya. Yang membuatnya unik adalah air lautnya yang tidak dingin tetapi panas. Yup, pantai ini berada di kaki Gunung Api Karengetang yang masih aktif. Sehingga di sepanjang garis pantainya, air lautnya terasa panas. Bahkan air lautnya pun tidak asin seperti air laut pada umumnya.

Air lautnya cukup panas, sehingga Anda tidak akan menemukan ikan yang berkeliaran di sekitar pantai. Bahkan bila Anda menggali pasir pantainya, Anda bisa melihat uap air laut panas tersebut menyembul ke udara. Jadi sebaiknya jangan langsung berenang ke pantainya. Bila mau merasakan hangatnya air laut Pantai Lehi ini, Anda bisa menuju ke sebuah kolam kecil yang ada di sekitar pantai. Kolam tersebut merupakan bak pemandian yang telah lama digunakan oleh warga setempat untuk keperluan mandi. Jangan khawatir, karena air di kolam tersebut tidak terlalu panas namun cukup hangat.

Selain di kolam pemandian tersebut, Anda juga bisa menikmati hangatnya air laut Pantai Lehi di bagian pantai yang bertebing dan berbatu. Letaknya memang sedikit tersembunyi. Anda harus berjalan beberapa meter dari lokasi pantai berpasir, dan trekking menyusuri batu-batu besar hingga menemukan lekukan bebatuan. Di lokasi bebatuan inilah, Anda akan merasakan sensasi hangat dari uap air panas yang keluar dari bebatuan.

Fasilitas

Kawasan pantai ini masih minim fasilitas, namun Pemkab Sitaro telah memperbaiki beberapa fasilitas yang ada di kawasan pantai ini. Diantaranya seperti membangun dan memperbaiki tempat-tempat santai untuk pengunjung, toilet umum, serta memperbaiki kolam pemandian untuk pengunjung. Anda juga bisa mendapatkan beberapa penginapan dan tempat makan di sekitar Kabupaten Sitaro.

Akses ke Pantai Temboko Lehi

Kota terdekat untuk menuju ke lokasi pantai ini adalah melalui kota Manado. Jaraknya sekitar 137 km dari pusat kota Manado. Dari pusat kota Manado, Anda bisa langsung menuju ke Pelabuhan Manado dengan menggunakan kendaraan darat.

Dari Pelabuhan Manado, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kapal laut menuju ke Pelabuhan Pehe yang ada di Pulau Siau. Waktu tempuhnya sekitar empat jam perjalanan. Dari Pelabuhan Pehe, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menyewa ojek untuk menuju ke lokasi Pantai Lehi. Waktu tempuhnya sekitar 20 menit perjalanan.

Sumber : utiket.com

Thursday, September 25, 2014

Kampung Adat Wae Rebo Ruteng Indonesia



Tentang Kampung Adat Wae Rebo

Satu lagi perkampungan unik yang ada di Indonesia, yaitu Kampung Adat Wae Rebo. Perkampungan ini ada di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kampung ini berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut dan jauh dari keramaian. Tak heran perkampungan ini mendapat julukan "Negeri di atas Awan".

Penduduk di kampung ini sangat ramah. Tak heran banyak wisatawan yang ingin kembali lagi ke sini. Sebagian besar penduduknya menjadi petani kopi. Kopi yang dihasilkan cukup terkenal dan mempunyai kualitas yang bagus. Sangat beruntung jika Anda berkunjung saat musim panen datang. Pada saat itu Anda bisa melihat kegiatan warga saat panen kopi. Mulai dari memetik, menjemur hingga menggiling biji kopi.

Di kampung ini terdapat rumah adat khas yang disebut dengan Mbaru Niang. Desain arsitekturnya sangat khas. Berbentuk kerucut dan mempunyai lima tingkatan. Mbaru Niang sendiri merupakan rumah adat utama yang berjumlah tujuh. Jumlah rumah adat utama ini tidak boleh dikurangi maupun ditambahi. Warga boleh membangun rumah di sekitar kampung namun tidak boleh sama dengan Mbaru Niang. Menariknya semua rumah adat utama tersebut mempunyai diameter dan ketinggian yang sama.

Pembangunan rumah adat Mbaru Niang dilakukan secara tradisional. Atapnya terbuat dari ijuk dan ada semacam perapian di tengah ruangan. Satu rumah biasanya dihuni oleh enam hingga delapan keluarga yang berasal dari nenek monyang yang sama. Karena keunikan inilah pada Tahun 2012 lalu UNESCO memberikan penghargaan kepada Wae Rebo sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Saat berkunjung ke Wae Rebo Anda akan dikenakan biaya administratif, dimana pengelolaan uangnya akan digunakan untuk biaya bahan makanan, memasak serta pemeliharaan infrastruktur kampung. Untuk menginap di perkampungan ini dikenakan biaya sekitar Rp 225.000 per orang (sudah termasuk tiga kali makan). Bila tidak menginap akan dikenakan biaya sekitar Rp 100.000 per orang. Bila Anda menginap, Para Tetua Adat akan memberi fasilitas tambahan seperti pemandu lokal serta beberapa operator tour untuk mengatur jadwal trekking Anda. Namun, sebelumnya para pengunjung yang datang ke kampung ini harus melalui upacara adat Waelu terlebih dahulu. Upacara adat Waelu merupakan upacara adat untuk memohon izin kepada para leluhur agar tamu yang berkunjung diberikan keselamatan dan perlindungan selama di Wae Rebo hingga kembali ke tempat tinggalnya.

Akses ke Kampung Adat Wae Rebo

Kota terdekat untuk menuju ke lokasi adalah melalui Ruteng. Wae Rebo berada di sebelah barat daya kota Ruteng. Dari Ruteng dapat menggunakan kendaraan pribadi atau sewa hingga sampai ke Desa Dintor. Dari sini, dilanjutkan dengan berjalan kaki hingga sampai ke Denge. Dari Denge, perjalanan dilanjutkan dengan melalui hutan kecil dan Sungai Wae Lomba menuju ke Ponto Nao. Nah, dari sini sudah terlihat pusat perkampungan Wae Rebo.

Sumber : utiket.com

Monday, September 15, 2014

Air Terjun 12 Tingkat Poso Indonesia



Tentang Air Terjun 12 Tingkat

Air Terjun 12 Tingkat atau yang dikenal dengan nama Air Terjun Saluopa atau Air Luncur Saluopa merupakan air terjun yang terletak di Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Lokasinya berjarak sekitar 12 kilometer sebelah barat kota Tentena, ibukota Kecamatan Pamona Utara atau sekitar 54 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Poso.

Air terjun ini mempunyai ketinggian sekitar 25 meter dan airnya mengalir diantara 12 bebatuan kapur yang tersusun bertingkat. Setiap tingkatannya pun tidak licin dan dapat didaki hingga tingkat paling atas. Jangan ragu untuk naik dari satu tingkat ke tingkat lainnya, namun tetap jaga keseimbangan.

Air yang mengalir di Air Terjun Saluopa sangat jernih, saking jernihnya pahatan batu yang dilaluinya terlihat cukup jelas. Air Terjun Saluopa juga merupakan obyek wisata yang cantik untuk diabadikan oleh lensa kamera. Pengunjung yang hobi mengambil foto bisa mengambil gambar dari berbagai macam sudut. Segarnya air dari air terjun ditambah dengan suasana hijau di sekitarnya akan membuat perasaan terasa damai dan nyaman.

Jika mengunjungi Air Terjun Saluopa sempatkan juga untuk jalan-jalan menyusuri hujan tropis yang masih asri sambil menghirup udara yang segar. Walaupun di dalam hutan, jangan khawatir karena sudah ada jalur trekking yang telah disiapkan. Cobalah untuk menyusuri hingga atas, walaupun terasa melelahkan tapi semua akan terbayar dengan pemandangan cantik dari atas. Jika Anda beruntung Anda bisa melihat pelangi yang muncul diantara air terjun. Di sekitar kawasan obyek wisata ini belum tersedia penginapan, namun Anda bisa mendapatkan penginapan di pusat kota Tentena.

Akses ke Air Terjun 12 Tingkat

Anda bisa mengunjungi Air Terjun Saluopa dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa. Dari pusat kota Poso, Anda bisa langsung menuju ke ibukota Kecamatan Pamona Utara yakni kota Tentena. Dari Tentena perjalanan dilanjutkan ke arah barat menuju ke lokasi. Jaraknya sekitar 12 kilometer. Setelah itu perjalanan bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 500 meter menuju lokasi air terjun.

Sumber : utiket.com

Thursday, August 7, 2014

Danau Tahai Palangkaraya Indonesia



Tentang Danau Tahai

Danau Tahai terletak di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kotamadya Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Danau ini terletak kurang lebih 30 km dari Kota Palangkaraya menuju ke daerah Sampit. Kata Tahai sendiri berasal dari bahasa Dayak yang berarti danau.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat sekitar ada 2 versi yang berkembang mengenai asal-muasalnya danau ini. Versi pertama menyatakan bahwa Danau Tahai ini terbentuk karena akumulasi genangan air di lokasi penambangan pasir. Sedangkan versi kedua adalah karena adanya perubahan aliran Sungai Kahayan, sehingga mengakibatkan genangan air yang tidak mengikuti aliran sungai tersebut. Namun, dari kedua versi tersebut sampai saat ini belum ada data resmi mengenai terbentuknya Danau Tahai ini.

Memang di daerah Kalimantan banyak sekali terdapat danau. Namun kebanyakan masyarakat lebih memilih Danau Tahai sebagai salah satu tujuan wisatanya. Hal ini dikarenakan di danau ini memiliki beberapa keistimewaan tersendiri dari pada danau-danau lainnya di daerah Kalimantan. Keistimewaan tersebut adalah danau ini memiliki warna air yang berbeda yakni berwarna merah. Berdasarkan hasil penelitian, warna merah tersebut terbentuk karena airnya berasal dari air tanah gambut dan akar-akar pohon di lahan gambut tersebut. Keistimewaan lainnya adalah pemandangan di sekitar danau yang sangat memukau karena para wisatawan dapat menyaksikan pemandangan yang unik, yakni pemandangan rumah-rumah terapung yang oleh masyarakat sekitar disebut dengan rumah lanting.

Di kawasan obyek wisata Danau Tahai ini terdapat jembatan kayu yang mengelilingi kawasan danau dan juga menghubunggkan danau ke kawasan hutan, sehingga para wisatawan dapat berjalan-jalan ke tengah danau sambil menikmati pemandangan alam yang sangat mempesona. Bagi para wisatawan yang memiliki hobi berpetualang, bisa menyusuri kawasan hutan di dekat danau dengan trekking yang lumayan menantang karena di samping kanan dan kiri banyak ditumbuhi pohon-pohon yang masih alami dan terjaga kelestariannya. Namun para pengunjung tidak perlu khawatir karena di dalam hutan tersebut telah dibuat trek dari kayu yang dapat dilalui oleh para wisatawan.

Memasuki kawasan hutan, para wisatawan akan disuguhi pemandangan yang sangat indah, udara yang sejuk dan dilengkapi dengan suara-suara merdu dari kicauan burung. Jika beruntung, wisatawan dapat bertemu dengan Uwak-Uwak, yaitu salah satu jenis kera yang hanya terdapat di kawasan hutan tersebut dan dilindungi oleh pemerintah karena populasinya yang hampir punah. Nah, bagi pengunjung yang lelah setelah trekking di dalam hutan, di kawasan obyek wisata ini juga telah disediakan beberapa gazebo di area jembatan tersebut yang dapat digunakan untuk duduk-duduk sekedar melepas lelah.

Di danau ini juga disediakan berbagai fasilitas yang dapat digunakan atau disewa, seperti sepeda angsa, perahu dayung, tempat karaoke, rumah makan, musholla, lahan parkir yang memadai dilengkapi pos keamanan dan bagi para pengunjung yang ingin menginap. Di lokasi obyek wisata ini juga terdapat penginapan berupa rumah dengan kisaran harga mulai dari Rp 75.000,- hingga Rp 200.000,- per malam.

Berjarak sekitar 1 km dari Danau Tahai ini juga terdapat penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng. Penangkaran ini milik Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival). Namun sayangnya penangkaran ini dibuka untuk umum hanya pada hari Minggu atau hari libur. Jadi bagi yang ingin melengkapi liburan di Danau Tahai ini bisa berkunjung di hari libur.

Akses ke Danau Tahai 

Lokasi danau ini memang sedikit agak masuk ke dalam, tepatnya sekitar 3 km dari pinggir jalan raya. Namun wisatawan tidak perlu cemas, karena untuk menuju ke lokasi bisa aksesnya sudah cukup mudah. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan umum berupa bis jurusan Palangkaraya tujuan Sampit turun di Desa Tahai kemudian berjalan kaki menuju lokasi Danau Tahai. Selain angkutan umum, pengunjung juga dapat menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Aksesnya memang sangat mudah karena jalan menuju obyek wisata ini sudah beraspal dan cukup bagus.

Sumber : utiket.com

Wednesday, July 30, 2014

Pulau Sikuai Padang Indonesia



Tentang Pulau Sikuai

Pulau Sikuai adalah salah satu pulau yang letaknya di sisi barat Pulau Sumatera. Tepatnya di wilayah Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Pulau Sikuai merupakan salah satu dari 19 pulau yang terletak di daerah administratif kota Padang. Luas pulau ini sekitar 38,6 kilometer persegi atau kurang lebih sekitar 44,4 hektar. Pulau ini dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata bahari sejak tahun 1994. Di sini para wisatawan dapat menikmati keindahan bahari dari mulai snorkeling, diving, berenang, memancing, trekking atau hanya sekedar duduk-duduk di pinggir pantai. Bagi para penikmat keindahan bawah laut, dapat dipastikan akan sangat kagum dengan pulau ini karena di pulau ini para penyelam dapat menyaksikan lukisan alam bawah laut yang sangat memukau.

Lukisan yang bisa dikatakan sangat eksotis ini dapat ditemukan di kedalaman beberapa meter saja. Dari mulai terumbu karang yang berwarna-warni, ikan-ikan yang berenang kesana kemari hingga biota-biota laut yang sangat eksotis. Pulau ini juga menyajikan keindahan alam yang sangat asri dan alami. Selain banyak terdapat pohon-pohon kelapa yang berjejer di bibir pantai, di pulau ini juga terdapat hutan tropis yang masih sangat alami, asri dan tentunya terpelihara. Bahkan hutan Tropis ini merupakan salah satu daya tarik wisatawan karena di hutan tropis ini juga terdapat sebuah bukit yang dapat dinaiki.

Untuk dapat mencapai puncak ke bukit ini, diperlukan waktu kurang lebih 30 menit perjalanan. Namun tenang saja, para wisatawan tidak perlu bersusah payah mencari pijakan untuk dapat mendaki sampai ke atas bukit. Hal ini dikarenakan bukit tersebut sudah dilengkapi 369 anak tangga. Tentunya perjalanan para wisatawan untuk dapat sampai ke puncak semakin mudah. Walau begitu, para wisatawan tetap memerlukan tenaga lebih untuk sampai puncak bukit tersebut. Walaupun tenaga para wisatawan akan terkuras, semua itu akan terbayar lunas setelah sampai ke puncaknya karena di atas bukit tersebut para wisatawan akan disuguhi sebuah pemandangan yang luar biasa indahnya. Dari atas bukit ini para wisatawan akan dapat melihat pemandangan laut lepas.

Selain dapat melihat pemandangan laut lepas, di bukit ini para wisatawan juga dapat menyaksikan pemandangan pulau-pulau kecil yang ada di bawahnya. Apabila cuaca sedang cerah dan senja tiba, maka para wisatawan dapat menyaksikan matahari tenggelam dengan warna keemasannya yang luar biasa cantiknya.

Terdapat resort yang menjadi satu-satunya resort di pulau ini yang bernama New Sikuai Island Resort. Tarif menginap di resor ini mulai dari Rp 750.000 per malam. Namun bagi wisatawan yang hanya ingin menikmati keindahan pulau ini selama satu hari tanpa menginap juga disediakan paket wisata satu hari dengan biaya yang sangat terjangkau yakni mulai dari Rp 250.000 per orang. Biaya tersebut sudah termasuk biaya perjalanan pulang pergi dari dermaga, makan siang plus kelapa muda yang menyegarkan, namun tidak bisa sampai menikmati matahari tenggelam di Pulau Sikuai ini karena pada pukul 16:00 harus sudah meninggalkan Pulau Sikuai.

Keindahan lautnya, keasrian alamnya dan fasilitas yang sangat mendukung menjadikan Pulau Sikuai sebagai lokasi wisata yang patut dikunjungi saat berada di Ranah Minang. Jadi segera cantumkan Pulau Sikuai ke dalam daftar perjalanan Anda selanjutnya.

Akses ke Pulau Sikuai

Pulau Sikuai dapat dicapai dari Pelabuhan Teluk Bungus, Kota Padang menggunakan speedboat atau kapal sewaan. Dapat juga dicapai melalui Dermaga Wisata Bahari di Jalan Batang Harau, Padang dengan waktu tempuh sekitar 25 menit menggunakan speedboat dan 60 menit menggunakan kapal. Tarif sewa kapal mulai dari Rp. 200.000. Dari sini dapat memilih paket wisata sehari melalui kantor pengelola Pulau Sikuai yang berada di Dermaga Wisata Bahari ini.

Sumber : utiket.com

Saturday, July 19, 2014

Air Terjun Dua Warna Medan Indonesia



Tentang Air Terjun Dua Warna

Air terjun Dua Warna merupakan salah satu wisata alam yang terletak di Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Air terjun ini terbentuk akibat dari letusan Gunung Sibayak ratusan tahun silam dan sumber air terjun ini pun berasal dari Gunung Sibayak. Sesuai dengan namanya, air terjun ini memiliki dua warna, yaitu biru muda yang terdapat pada air yang turun dari atas dan putih keabu-abuan yang terdapat pada air yang tertampung di bawah.

Warna air yang dimiliki oleh air terjun ini dipengaruhi kandungan fosfor dan belerang yang terdapat di dalam airnya. Dengan adanya kandungan dua zat tersebut, air yang berada di lokasi Air Terjun Dua Warna ini dilarang untuk diminum. Jadi, jangan sekali-sekali mencoba untuk meminum air di lokasi obyek wisata yang satu ini ya. Cukup nikmati gradasi airnya yang cantik dan panorama sekitar yang masih asri sambil bermain air di obyek wisata Air Terjun Dua Warna ini.

Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 100m ini berada di dalam hutan. Namun tidak usah khawatir karena kita masih bisa menggunakan jasa pemandu lokal untuk menyusuri hutan menuju Air Terjun Dua Warna. Tarif sewa pemandu lokalnya berkisar antara Rp.100.000-300.000, tergantung dari penawaran. Perjalanan menuju air terjun ini diawali dari pintu masuk utama bumi perkemahan Sibolangit yang kemudian dilanjutkan dengan trekking menyusuri hutan selama sekitar 2-3 jam. Jadi jika ingin berwisata ke tempat ini, pastikan kita mempunyai stamina yang cukup dan sebaiknya tidak berkunjung ke tempat ini pada musim penghujan karena jalan menuju lokasi air terjun menjadi licin serta tidak ada tempat untuk berteduh.

Akses ke Air Terjun Dua Warna

Dari Kota Medan, kita dapat menyewa kendaraan darat untuk menuju ke Kecamatan Sibolangit yang berjarak sekitar 75 km dan pastikan untuk menuju ke lokasi bumi perkemahan Sibolangit yang merupakan gerbang menuju lokasi Air Terjun Dua Warna.

Sumber : utiket.com

Saturday, June 14, 2014

Air Mata Belanda Labuha Indonesia


Tentang Air Mata Belanda

Labuha yang merupakan ibukota Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi Maluku Utara memiliki berbagai obyek wisata menarik, salah satunya adalah berupa wisata bertemakan alam. Dari berbagai obyek wisata bertema alam tersebut, salah satu yang bisa Anda temui di kota yang terletak di Pulau Bacan ini adalah Air Mata Belanda.

Nama obyek wisata ini memang terdengar cukup unik. Menurut cerita, nama ini dilatar belakangi oleh sebuah legenda yang pernah ada di tempat ini. Dahulu terdapat satu keluarga Belanda yang sedang berwisata di sekitar sungai yang berada di Air Mata Belanda. Pada saat itu, ada alat makan mereka yang terjatuh ke sungai. Mereka bermaksud mengambilnya namun justru hanyut terbawa arus sungai dan menangis sekuat tenaga.

Obyek wisata Air Mata Belanda ini berupa sungai yang memiliki jeram semi vertikal. Air sungainya sangat bersih, jernih dan sejuk. Terlebih lagi tempat ini agak masuk ke pedalaman sehingga lingkungan sekitar juga masih sangat asri dan alami. Bermain air dan menyusuri sungai merupakan kegiatan seru yang bisa Anda lakukan di sini. Sejuk, tenang dan alaminya obyek wisata ini menjadikan tempat yang cocok untuk melepas penat dan menyingkir dari kebisingan kota sejenak.

Akses ke Air Mata Belanda

Anda bisa menyewa kendaraan dari pusat kota Labuha atau menggunakan angkot carteran untuk menuju Air Mata Belanda. Namun untuk benar-benar sampai ke lokasi Air Mata Belanda ini Anda harus melakukan trekking menyusuri kawasan hutan tropis dan padang rumput sejauh satu kilometer baru kemudian menuju ke hulu sungai. Titik awal trekking ini berada di belakang kantor DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, tidak jauh dari pusat kota Labuha. Ada satu hal yang harus diingat selama trekking, yaitu jangan memetik buah cokelat dari pohon yang diikat dengan pita berwarna merah atau kuning karena menurut warga sekitar jika ada yang berani mengambil buahnya maka akan terkena santet.

Sumber : utiket.com
 

Monday, June 9, 2014

Air Terjun Cunca Rami Labuan Bajo Indonesia


Tentang Air Terjun Cunca Rami

Memang klop dengan arti namanya yang berasal dari bahasa Flores, cunca yang berarti air terjun dan rami yang berarti hutan. Air Terjun Cunca Rami memang berada di kawasan tengah hutan tropis Flores, Hutan Mbeliling yang terletak di Desa Cunca Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Terdapat tiga air terjun di kawasan tengah Hutan Mbeliling ini, yaitu Air Terjun Cunca Lolos, Cunca Wulang dan Cunca Rami.

Air Terjun Cunca Rami berada di ketinggian sekitar 1200 mdpl dan mempunyai debit air yang cukup besar. Air terjun ini sendiri mempunyai ketinggian sekitar 30 m. Terdapat kolam alami yang menampung aliran air yang jatuh ke bawah yang dijadikan tempat untuk berenang oleh wisatawan yang berkunjung ke sini. Airnya yang jernih dan bersih serta pemandangan sekitar yang banyak ditumbuhi pepohonan yang hijau menjadikan tempat ini mempunyai pesona tersendiri.

Jika ingin berkunjung ke obyek wisata yang satu ini persiapkan fisikmu karena jalur menuju Air Terjun Cunca Rami berupa trekking di Hutan Mbeliling dengan melalui jalan yang menurun sepanjang 2 km dan memakan waktu antara 45 menit - 1 jam. Sedangkan saat kembali pulang menuju Desa Cunca Lolos dari air terjun ini, jalur trekking yang kamu lalui justru menanjak dengan memakan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Namun gak usah khawatir, pemandangan sepanjang perjalanan jalur trekking ini cukup indah dan sejuk karena hijaunya pepohonan akan menemanimu.

Akses ke Air Terjun Cunca Rami

Dari Kota Labuan Bajo yang berjarak sekitar 30 km kamu bisa menggunakan mobil sewaan menuju Desa Cunca Lolos dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Tarif sewa mobilnya dihitung per hari dan biayanya tergantung dari negosiasi kamu dengan pemilik mobil. Setelah sampai di Desa Cunca Lolos kamu bisa melanjutkan perjalananmu menuju Air Terjun Cunca Rami melalui jalur trekking.

Sumber : utiket.com

Friday, May 30, 2014

Pulau Sawi Ketapang Indonesia



Tentang Pulau Sawi

Ketapang merupakan nama salah satu Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten ini mempunyai banyak pulau-pulau kecil yang memiliki potensi wisata menarik. Salah satunya adalah Pulau Sawi. Pulau Sawi terletak di Desa Sungai Tengar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Pulau ini memiliki luas sekitar 500 hektar dan dihuni oleh beberapa puluh kepala keluarga.

Yang menarik dari Pulau Sawi adalah kehidupan bahari dan pemandangan alamnya yang indah. Pulau ini mulai dijadikan sebagai salah satu obyek wisata oleh pemerintah setempat pada tahun 2009. Pulau ini sering disebut dengan nama Pulau Bidadari karena memiliki air laut yang sebening kristal, menjadikan berbagai biota penghuni di bawah permukaan laut bisa dilihat dengan sangat jelas. Terlebih lagi, pantai di pulau ini merupakan habitat penyu langka dan dilindungi seperti penyu belimbing, penyu hijau dan penyu sisik. Keindahan tersebut dipadu dengan hamparan pasir putih yang membentang dan pemandangan alam di sekeliling yang masih sangat alami menjadikan tempat ini sangat mempesona.

Berada di tepian pantai Pulau Sawi, kita juga bisa melihat berbagai kegiatan nelayan yang merupakan penduduk lokal. Penduduk di pulau ini terkenal dengan keramahannya. Kebanyakan dari penduduk Pulau Sawi merupakan nelayan. Selain ikan, mereka juga mencari mutiara laut yang menjadi salah satu potensi laut pulau ini.

Topografi pantai yang landai membuat pantai di Pulau Sawi aman untuk berenang bahkan untuk menyelam menikmati keindahan biota lautnya pun juga aman dilakukan. Bagi yang hobi memancing, Pulau Sawi bisa menjadi pilihan yang tepat karena potensi ikan yang melimpah di tempat ini. Tersedia penyewaan perahu bagi kita yang ingin melihat keindahan pulau dari berbagai sisi. Kita bisa menyewa perahu tersebut untuk berkeliling pulau. Bagi yang menyukai tantangan, bisa juga lho trekking di pulau ini. Akan sangat seru saat kita bisa menjelajahi pulau dengan berbagai keindahannya ini. Jika ingin menikmati keindahan Pulau Sawi lebih lama, bisa mendirikan kemah di tepi pantainya. Atau bisa juga menyewa homestay yang didirikan oleh pemerintah setempat di pulau ini.

Akses ke Pulau Sawi

Akses utama untuk menuju ke Pulau Sawi adalah melalui Sungai Tengar yang berjarak sekitar 70 km dari kota Ketapang ke arah utara. Perjalanan dari kota Ketapang menuju Sungai Tengar yang berada di Desa Blossom Sari, Kecamatan Kendawangan ini dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi, sewaan ataupun bus umum. Setibanya di Sungai Tengar dapat melanjutkan perjalanan dengan menyewa motorboat menuju Pulau Sawi yang memakan waktu sekitar satu jam.

Sumber : utiket.com

Tuesday, May 20, 2014

Desa Tablanusu Jayapura Indonesia


Tentang Desa Tablanusu

Desa Tablanusu merupakan salah satu tempat wisata komplit yang terletak di Desa Tablanusu, Kecamatan Depapre, Kabupaten Jayapura, Propinsi Papua. Kata Tablanusu sendiri diambil dari dua kata yang digabungkan, yakni Tepera yang berarti salah satu nama suku asli di sana, dan Onusu yang berarti terbenamnya matahari. Desa yang ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan ini menjadi salah satu obyek wisata favorit di daerah Papua. Alamnya yang damai, lokasinya yang nyaman, pemandangan pantai yang indah dengan lautnya yang bening serta ombak yang tenang disempurnakan dengan keramah tamahan warga sekitar.

Berbagai wisata dapat pengunjung jumpai di obyek wisata ini, diantaranya wisata hutan dengan trekking menyusuri hutan yang terdapat di beberapa titik di dekat kampung Tablanusu bersama masyarakat kampung setempat. Bagi peminat wisata sejarah, bisa melihat sisa-sisa peninggalan tentara sekutu pada masa Perang Dunia II. Berdasarkan sejarahnya, Desa Tablanusu ini merupakan salah satu basis tentara sekutu di kawasan Indonesia bagian timur. Di lokasi ini juga terdapat sebuah makam di samping gereja yang diyakini sebagai salah satu tokoh masyarakat setempat sekaligus pendiri gereja tersebut.

Tidak hanya itu, di lokasi ini juga terdapat prasasti berbentuk salib, dimana menurut cerita warga setempat prasasti tersebut untuk mengenang masuknya agama Kristen ke Desa Tablanusu di awal tahun 1990-an. Bagi pengunjung yang menyukai wisata alam, dapat trekking bersama warga masyarakat setempat di hutan yang terletak tidak jauh dari Desa Tablanusu ini. Di dalam hutan tersebut wisatawan akan dimanjakan dengan berbagai jenis satwa dan tumbuhan endemik yang tumbuh dan berkembang alami. Selain hutan, di desa ini juga terdapat sebuah danau yang dihuni oleh berbagai macam biota air tawar diantaranya ikan mas, mujair dan bandeng. Tak jauh dari desa ini juga terdapat pantai dengan pemandangan alam dan kehidupan bawah lautnya yang sangat indah, sangat cocok sebagai lokasi snorkeling maupun diving.

Salah satu yang patut dikunjungi saat berada di desa ini adalah mengunjungi dua buah pulau kecil yang terdapat tidak jauh dari desa ini. Hanya memerlukan waktu beberapa menit saja untuk sampai ke pulau tersebut. Di pulau tersebut terdapat beberapa jenis bunga anggrek endemik Papua yang tumbuh dengan indah. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan yang indah dari kedua pulau ini.

Di desa ini, wisatawan juga dapat menyaksikan upacara kebudayaan adat Desa Tablanusu, seperti ritual Sasi dan ritual Tiyatiki yang dilaksanakan setiap tahun atau dua tahun sekali. Upacara Sasi adalah upacara menancapkan dahan pohon kayu besi pantai atau yang biasa disebut suang teko oleh masyarakat sekitar di lokasi yang terdapat banyak ikannya, terutama di kawasan terumbu karang. Sedangkan ritual Tiyatiki merupakan ritual larangan penangkapan ikan selama beberapa waktu yang telah disepakati.

Keunikan lain dari desa wisata ini adalah hampir seluruh permukaan desa seluas kurang lebih 230 hektar ini tertutup oleh batuan alam berwarna hitam dan berukuran relatif kecil, sehingga ketika wisatawan berjalan diatasnya akan menimbulkan suara. Namun, bagi masyarakat sekitar ada cara tertenu yang digunakan agar ketika berjalan diatasnya tidak menimbulkan suara. Jadi akan sangat mudah mengenali pendatang baru tersebut dengan mendengar suara gesekan batu-batu tersebut. Selain keindahan alam, keeksotisan budaya, keunikan desanya dan keramah tamahan masyarakatnya. Desa wisata Tablanusu ini sudah tersedia berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh para wisatawan. Untuk penginapan, wisatawan dapat menyewa rumah penduduk setempat yang sangat welcome terhadap wisatawan yang datang ke Desa Tablanusu.

Akses ke Desa Tablanusu

Untuk menuju ke desa ini, anda dapat memulai perjalanan dari Kota Jayapura menuju Sentani yang berjarak sekitar 33 kilometer. Setiba di Sentani, perjalanan dilanjutkan menggunakan angkutan umum atau mobil carteran menuju Dermaga Depapre dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Dari dermaga tersebut wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kapal bermesin menuju Dermaga Tablanusa dengan waktu tempuh sekitar 20 menit yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Desa Tablanusu.

Sumber : utiket.com

Wednesday, May 14, 2014

Air Terjun Pancaro Rayo Jambi Indonesia



Tentang Air Terjun Pancaro Rayo

Kerinci, mendengar kata itu mungkin yang ada di benak para pencinta wisata alam akan langsung mengingat Gunung Aktif Tertinggi di Indonesia yakni Gunung Kerinci atau mungkin Danau Kerinci yang memang sudah sangat diakui keindahannya atau bahkan Danau Gubung Tujuh (Seven Mountain Lake) danau tertinggi di Asia Tenggara. Namun, dari sekian banyaknya wisata alam yang terdapat di daerah Kerinci, ada satu tempat wisata alam yang bisa dikatakan sangat eksotik dan rekomendasi bagi para pecinta alam sekalian. Tempat wisata tersebut adalah Air Terjun Pancaro Rayo.

Air Terjun Pancaro Rayo adalah salah satu Air Terjun tertinggi di Desa Koto Tuo Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, yakni dengan ketinggian kurang lebih 150 meter. Air Terjun ini berada di pulau Tengah, lokasinya pun cukup menantang yakni berada jauh di dalam hutan yang masih sangat Asri dan Alami. Daya tarik dari air terjun ini adalah hujan embun yang tercipta akibat dari ketinggiannya. Bahkan para pengunjung dapat merasakan embunnya di jarak kurang lebih 2 meter dari lokasi. Untuk dapat melihat ketinggian air terjunnya para pengunjung harus memutar kepala hingga 90 derajat ke atas.

Bagi pengunjung yang merasa kehausan dan kehabisan air minum tidak perlu khawatir karena para pengunjung bisa langsung meminum air tersebut. Karena air terjun ini bersumber langsung dari mata air gunung Raya. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati kesegaran airnya dengan berenang di kolam dibawah air terjun Pancaro Rayo ini. Namun bagi para pengunjung yang tidak kuat dengan air yang dingin, sangat tidak dianjurkan mandi atau berenang di air terjun ini, karena air di air terjun ini sangat lah dingin. Untuk dapat menikmati semua keeksotisan air terjun Pancaro Rayo ini, para pengunjung harus menempuh perjalanan yang bisa dikatakan sangat melelahkan.

Akses ke Air Terjun Pancaro Rayo

Terdapat 2 (dua) rute untuk dapat sampai ke lokasi air terjun ini, yakni dari Jambi dan Padang. Apabila dari kota Jambi, para pengunjung dapat menyewa travel yang melayani jurusan Jambi ke Sungai Penuh. Untuk biayanya sendiri yakni Rp.200.000, dengan menggunakan travel yang nyaman dan on time. Waktu perjalanan yang akan ditempuh kurang lebih 14 jam perjalanan, dengan catatan perjalanannya lancar. Sedangkan apabila dari arah kota Padang, maka akan menempuh perjalanan yang relatif lebih singkat yakni berkisar antara 6-7 jam perjalanan menggunakan jasa travel dengan rute Padang menuju Sungai Penuh. Namun apabila menggunakan rute ini, para pengunjung harus menyambung dengan angkutan umum, karena travel dari Padang hanya sampai ke pusat kota Sungai Penuh.

Setelah menempuh perjalanan tersebut (baik dari Jambi maupun dari Padang) pengunjung tidak lantas bisa langsung menikmati keidahan air terjun Pancaro Rayo. Karena sesampainya di lokasi pemberhentian Travel, para pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki atau trekking untuk sampai ke lokasi. Medan yang di lalui pun tidak begitu mudah, karena para pengunjung harus melalui jalan yang terbuat dari tanah kuning atau tanah liat dengan semak-semak di kiri dan kanan jalan.

Selain harus melalui tanah dan semak, para pengunjung juga harus menyeberangi beberapa sungai. Kurang lebih 100 meter sebelum sampai ke lokasi, para pengunjung akan menemui sebuah selter dan di selter tersebut para pengunjung sudah dapat melihat dari kejauhan keindahan air terjun Pancaro Roya. Maka setelah perjalanan panjang kurang lebih 1 jam perjalanan, maka para pengunjung sudah dapat menikmati keeksotisan air terjun Pancaro Raya. Jadi, wisata air terjun Pancaro Roya ini sangatlah cocok bagi para wisatawan yang memang memiliki hobby berpetualang, khususnya petualangan alam, trekking dan pedakian.

Sumber : utiket.com