Rabu, 31 Juli 2013

Sejarah Susi Air




Susi Air merupakan salah satu maskapai penerbangan yang ada di Indonesia.  Susi Air sendiri dikelola oleh PT ASI Pujiastuti Aviation. Susi Air memang lebih banyak beroperasi di daerah-daerah yang belum dijamah oleh maskapai-maskapai besar lainnya. Sejarah Susi Air tidak lepas dari wanita tangguh asal kota kecil Pangandaran yang bernama lengkap Susi Pudjiastuti. Wanita ini banyak menginspirasi banyak orang melalui kisah hidupnya yang akhirnya bisa menjadikannya sebagai salah satu pengusaha wanita yang berjaya di bisnis perikanan dan penerbangan.

Susi Air berawal dari mimpi pemiliknya, Susi Pudjiastuti yang ingin mempunyai pesawat untuk mengantar ikan dari Pangandaraan sampai Jakarta. Susi memang saat itu merupakan pengusaha ikan. Dia mengirim ikan-ikan yang dikumpulkan dari nelayan Pangandaran ke Jakarta dengan truk. Susi bukanlah anak pengusaha dari keluarga berada. Dia hanya wanita yang bahkan tidak lulus SMA. Bagi dia, pendidikan formal tidaklah penting dan dengan tekad tinggi keluar dari bangku SMA dan dengan kerja keras dan keuletannya dia berhasil mempunyai pabrik pengolahan ikan berkualitas eksport serta 50 pesawat.

Susi Air pertama kali terbang pada tahun 2004. Sebenarnya Susi telah menyusun rencana bisnisnya dengan suami tercinta, Christian Von Strombeck di tahun 2000 namun saat itu belum ada bank yang mau meminjamkan dana untuk membeli pesawat. Baru pada tahun 2004, Bank Mandiri meminjamkan dana sebesar USD 4,7juta untuk memulai bisnis penerbangannya. Bencana tsunami di Aceh yang terjadi pada tahun 2004, tepatnya dua bulan selepas penerbangan perdana Susi Air sempat menghambat laju Susi Air. Saat itu Susi sang pemilik memilih mengoperasikan pesawatnya guna mengirim makanan dan obat-obatan untuk para korban bencana tsunami. Karena rasa kemanusiaan tersebut, dia hampir tidak mempedulikan kerugian yang dideritanya karena pesawatnya tidak bisa beroperasi dan otomatis tidak ada penghasilan untuk saat itu. Namun siapa sangka kebaikannya berbuah manis saat Susi Air hendak kembali ke Cilacap, lembaga swadaya masyarakat asing berniat menyewa pesawat tersebut untuk mengirim bantuan ke Aceh. Uang penyewaan pesawat itupun bisa digunakan untuk membayar cicilan kepada bank.

Susi Air saat ini memang lebih fokus ke penerbangan perintis namun selalu mengembangkan bisnis penerbangannya. Pada tahun 2011, Susi Air telah mempunyai 50 pesawat dan 80 pilot namun sang pemilik terus mengembangkan sayapnya. Susi Pudjiastuti pemilik Susi Air merupakan salah satu wanita Indonesia yang patut kita tiru kerja kerasnya hingga mampu menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain.

Sumber : utiket.com