Showing posts with label susi air. Show all posts
Showing posts with label susi air. Show all posts

Thursday, February 6, 2014

Pantai Gapang Banda Aceh Indonesia


Tentang Pantai Gapang

Pantai Gapang merupakan salah satu obyek wisata bahari yang berada di Kota Sabang, Pulau Weh, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Pantai ini bisa dikatakan merupakan salah satu tujuan para backpackers. Di Pantai Gapang, wisatawan akan disuguhi pemandangan pantai pasir putih yang sangat mempesona. Disebut Pantai Gapang karena di pantai ini terdapat banyak pohon-pohon besar yang berdiri tepat di bibir pantai, yakni pohon Gapang. Pohon yang menciptakan nuansa teduh ini merupakan salah satu keistimewaan yang berada di Pantai Gapang ini.

Pohon-pohon Gapang tersebut menimbulkan kesan teduh bagi para wisatawan. Nuansa inilah yang banyak menarik perhatian wisatawan untuk berlama-lama di bawah pohon tersebut. Selain dapat menikmati semilir angin dari pantai dan teduhnya pohon Gapang tersebut, para wisatawan juga dapat merasakan kesegaran dan keindahan panorama bawah laut Pantai Gapang ini dengan berenang, snorkeling, diving, jet ski, ski air, power boat, selancar angin dan memancing di laut dalam.

Di dasar laut, para wisatwan akan dapat dengan mudah melihat berbagai macam biota laut seperti ikan dan bintang laut. Untuk kegiatan yang satu ini, tidak perlu repot-repot membawa peralatan menyelam karena di Pantai Gapang dan resor sekitar pantai terdapat penyewaan peralatan menyelam. Bahkan bagi para penyelam, di lokasi Pantai Gapang ini juga telah didirikan pusat olah raga selam atau dive center yang sudah banyak beroperasi di Pantai Gapang ini.

Selain itu, wisawatan juga dapat menikmati keindahan Pantai gapang ini dengan menggunakan perahu mengitari kawasan pulau. Kawasan pulau ini sendiri masih sangat alami karena pulau ini belum terjamah tangan-tangan jahil. Tak jauh dari Pantai Gapang, wisatawan dapat mengunjungi beberapa lokasi wisata menarik, seperti Tugu Kilometer Nol, hutan Lindung yang terdapat banyak satwa liar di dalamnya dan Air Terjun Pria Laot.

Bagi yang ingin bermalam di Pantai Gapang, tersedia bungalow dengan dinding kayu yang sangat eksotik dengan biaya Rp 80.000,- permalam. Tersedia pula resort dengan pelayanan khusus bagi para penyelam dengan tarif sewa mulai dari Rp 250.000,- per malam.

Untuk urusan kuliner, di lokasi wisata ini telah banyak berdiri tempat makan yang tentunya sesuai kantong dan selera wisatawan. Bahkan di lokasi ini juga menjual minuman khas dari Aceh yakni kopi Aceh, yang tentunya dengan kualitas terjamin. Sepertinya sudah sangat komplit obyek wisata Pantai Gapang ini. Jadi tunggu apa lagi, cantumkan obyek wisata Pantai Gapang ini ke dalam daftar perjalanan Anda berikutnya.

Akses ke Pantai Gapang

Untuk dapat ke lokasi wisata ini, Anda dapat berangkat dari Pelabuhan Balohan atau Sabang yang berjarak sekitar 17 Km dengan kendaraan sewaan atau angkutan umum. Perjalanan menuju Pantai Gapang sendiri memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan biaya sekitar Rp. 50.000. Lama perjalanan ini tidak akan terasa, karena di sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan yang sangat indah.

Maskapai terbang ke Banda Aceh



Sumber : utiket.com

Friday, January 10, 2014

Mie Kocok Bandung


Bisa dibilang Bandung adalah Kota Kuliner, mulai dari jajanan seperti batagor, seblak basah, colenak, piscok, cilok serta makanan lain yang bikin kenyang seperti nasi tutug oncom, nasi timbel dan surabi semua ada di Bandung. Satu lagi makanan khas Bandung yang seger dan gurih, apalagi kalau bukan mie kocok.  Meskipun makanan pokok orang Indonesia itu nasi, tapi banyak juga yang suka makan mie. Jadi tak heran jika hampir di setiap kota terdapat banyak penjual mie. Namun untuk mie kocok ini beda dengan mie yang sering kita jumpai. Mie kocok menggunakan jenis mie yang sedikit berbeda, karena ukuran mie yang digunakan lebih tebal dan lebar dibanding mie pada umumnya. Mie kocok juga menggunakan kuah kaldu sapi yang cukup kental. Untuk pelengkap biasanya menggunakan tambahan bakso, tahu, tauge dan potongan kikil sapi yang empuk. Disajikan panas dengan taburan bawang goreng dan sledri, sangat cocok dimakan saat musim hujan. 

Kuliner ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun hingga kini masih banyak penikmatnya. Di Bandung sendiri masih banyak pedagang mie kocok yang bisa kita jumpai, mulai dari pedagang gerobak keliling hingga restaurant.

Ada beberapa tempat untuk menikmati mie kocok yang sudah terkenal di Bandung, diantaranya : 

Mie Kocok Mang Dedeng

Jl. Kh Ahmad Dahlan (Jl. Banteng) No. 67 Bandung atau di dekat Hotel Horizon Bandung

Mie Kocok Persib

Letaknya di area parkiran Stasion Persib dulu yang ada di Jalan Ahmad Yani 

Mie Kocok Pak Enco

Terletak di depan Toko Kartika Sari Kawung 

Mie Kocok SKM

Sudah ada sejak tahun 1970, nama SKM sendiri diambil dari singkatan nama pendirinya yaitu Pak Sukiman. Lokasinya berada di Jalan Sunda No. 38 Bandung. Saat ini dikelola oleh generasi penerusnya.

Maskapai terbang ke Bandung

AirAsia AirAsia
Lion Lion
Xpress Xpress
Merpati Merpati
Sriwijaya Sriwijaya
Susi Susi
Garuda Garuda
Sky Sky



Cari Tiket murah ke Bandung

Sumber : utiket.com

Saturday, November 23, 2013

Curug Cikaso Bandung, Indonesia


Tentang Curug Cikaso

Air terjun Curug Luhur atau yang lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso ini berada di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Obyek wisata berupa air terjun ini berjarak kurang lebih 100 km dari Kota Sukabumi.

Nama asli air terjun ini adalah Curug Luhur namun oleh orang-orang lebih mengenalnya dengan nama ini berubah nama Curug Cikaso karena air yang mengalir di air terjun ini bersumber dari aliran anak sungai Cikaso. Di Curug Cikaso terdapat tiga titik air terjun yang berdampingan, dimana di bagian bawahnya terdapat kolam dengan warna air yang berwarna hijau kebiru-biruan.

Ketiga titik air terjun yang berada di lokasi obyek wisata ini memiliki ketinggian yang hampir sama, kurang lebih 80 meter dan lebar kurang lebih 100 meter. Ketiga air terjun ini berada dalam satu lokasi dengan nama yang berbeda untuk tiap air terjunnya: Curug Asepan, lokasinya berada di sebelah kiri. Lalu di bagian tengah ada Curug Meong dan yang ketiga di bagian paling kanan bernama Curug Aki. Dari ketiga Curug tersebut, Curug Aki letaknya sedikit tersembunyi di balik tebing yang menghadap ke bagian timur. Apabila hendak berkunjung ke lokasi ini, disarankan untuk datang pagi hari.

Hal tersebut dikarenakan ada satu keistimewaan di air terjun ini apabila bisa berkunjung pada pagi hari. Para pengunjung akan disuguhi pemandangan bias sinar matahari yang baru terbit. Bias tersebut akan sangat jelas terlihat dari butiran-butiran halus cipratan air terjun tersebut. Sangat disayangkan apabila keindahan ini sampai terlewatkan, terutama bagi para wisatawan yang hobi memotret. Keindahan momen tersebut merupakan salah satu yang wajib diabadikan dalam bidikan kamera anda.

Selain dapat menikmati keistimewaan momen tersebut, di lokasi ini pengunjung juga dapat menikmati kesegaran air terjun Curug Cikaso dengan mandi atau berenang di danau kecil yang terbentuk dari aliran air terjun tersebut. Bagi para pengunjung yang memang belum mahir berenang, di obyek wisata ini tersedia jasa penyewaan ban sebagai pelampung. Fasilitas lain yang tersedia di lokasi obyek wisata ini antara lain warung makan, kios yang menjual berbagai macam souvenir, dan toilet.

Akses ke Curug Cikaso

Untuk menuju ke lokasi air terjun Curug Cikaso ini dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, dapat dimulai dari kota Surade menuju pertigaan Jalan Cikaso dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Apabila menggunakan angkutan umum dapat naik dari Kota Surade dengan tujuan Cikaso. Ongkos angkutan umum untuk sekali ini Rp 6.000 per orang. Anda bisa turun di Jalan Raya Cikaso, tepatnya di simpang tiga menuju curug. Dari pertigaan ini dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati pematang sawah dan ladang penduduk setempat dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer menuju lokasi Curug Cikaso. Atau bisa juga menumpang truk pasir yang sering lewat menuju air terjun tersebut. Alternatif lain dengan menyewa sampan menyusuri sungai Cikaso. Harga sewanya antara Rp 70.000,- sampai Rp 80.000,- dengan muatan sepuluh sampai duabelas orang. Sampan-sampan ini banyak terdapat di jembatan Cikaso. Sesampainya di daratan, dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 100 meter menuju Curug Cikaso berada. Untuk dapat masuk ke obyek wisata ini dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 2.000 per orang.

Maskapai terbang ke Bandung

* Susi Air


Sumber : utiket.com

Friday, November 22, 2013

Kawah Putih Bandung, Indonesia


Tentang Kawah Putih

Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha yang terletak di daerah selatan kota Bandung, tidak jauh dari obyek wisata Situ Patenggang (5km), yaitu berjarak sekitar 46 kilometer dengan waktu tempuh 2,5 jam perjalanan dari pusat kota atau 35 kilometer dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang. Bersuhu antara 8-22 derajat, terdapat dua kawah yaitu Kawah Saat ( Saat dalam bahasa sunda berarti Surut) berada di bagian barat dan Kawah Putih yang berada di bawahnya pada ketinggian 2.194 meter. Kedua kawah tersebut terbentuk akibat letusan yang terjadi sekitar abad X dan XII

Dahulu kala sebelum Kawah Putih di buka untuk umum, masyarakat setempat percaya bahwa Kawah Putih menyimpan misteri dan Angker karena banyaknya burung yang mati saat melintasi Kawah Putih, namun pada tahun 1837 seorang ilmuwan dari Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun membantahnya. Ia pun kemudian melakukan penelitian dan menemukan fakta bahwa banyaknya burung mati saat melintasi kawasan tersebut tidak lain dikarenakan adanya semburan lava belerang. Karena kandungan belerang di Kawah Putih sangat tinggi maka pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang yang di beri nama Zwavel Ontgining Kawah Putih yang kemudian usaha tersebut di lanjutkan pada pemerintahan Jepang dengan mengganti namanya menjadi Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey.

Kemudian pada tahun 1987 PT. Perhutani unit III Jawa Barat, Banten mulai mengembangkan kawasan Kawah Putih sebagai obyek wisata, Keindahan danau Kawah Putih memang sangat mempesona. Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan yaitu air di danau kawahnya bisa berubah warna, seperti hijau apel, kebiru-biruan bila cuaca terang terkena pantulan matahari, coklat susu, namun paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atasnya. Kawasan ini tidak jarang sebagai obyek untuk foto pre wedding karena pemandangannya yang eksotis.

Obyek wisata danau Kawah Putih di buka pada pukul 07.00 sampai pukul 17.00, setiap harinya. Fasilitas yang tersedia pun sudah memadai dengan adanya area parkir, mushola, transportasi transit, pusat informasi serta adanya warung-warung makanan. Untuk tarif masuk Kawah Putih terbilang mahal yaitu Rp.150.000 untuk mobil sampai di atas kawasan Kawah Putih, Rp.35.000 untuk motor dan Rp. 15.000 per orang.

Akses ke Kawah Putih

Dari Jakarta melewati tol Cipularang menuju pintu keluar tol Kopo, lalu menuju Soreang ke arah selatan kota Ciwidey. Lamanya perjalanan dari Ciwidey sekitar 20 sampai 30 menit menuju gerbang masuk obyek wisata Kawah Putih, dan pengunjung disarankan menggunakan kendaraan untuk menuju Kawah Putih dari pintu masuk dikarenakan jaraknya yang cukup jauh dan menanjak sekitar 5,6 Kilometer atau sekitar 10-15 menit dengan berkendaraan.

Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi maka kamu bisa langsung menuju area parkir yang tidak jauh dari Kawah Putih, sementara pengunjung dengan rombongan besar hanya bisa menuju Kawah Putih dengan menggunakan Kendaraan Khusus yang tersedia di area parkir, karena kondisi jalan yang sempit dan menanjak tidak memungkinkan untuk dilewati bus atau kendaraan besar lainnya.

Kamu bisa juga dari Terminal Kebun Kelapa maupun Leuwi Panjang, Bandung dengan menggunakan transportasi umum menuju Ciwidey. Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan angkutan pedesaan dengan tujuan Situ Patenggan.

Maskapai terbang ke Bandung
* Susi Air

Sumber : utiket.com

Thursday, November 21, 2013

Danau Pagaralam Bengkulu, Indonesia



Tentang Danau Pagaralam

Danau yang satu ini lain daripada yang lain. Bila biasanya air danau berwarna jernih, hijau atau biru maka di Danau Pagaralam ini airnya berwarna merah darah. Danau Pagaralam berlokasi di perbukitan Raje Mandare, di perbatasan antara Kota Pagaralam dan Kaur, Propinsi Bengkulu.

Danau seluas 6 hektar ini ditemukan pada tahun 2010 oleh masyarakat sekitar dan sempat membuat heboh karena warna airnya yang tak biasa itu. Ada hal unik mengenai air danau ini. Walau berwarna merah darah, namun saat kita mengambil airnya dengan tangan atau wadah maka airnya berwarna seperti air pada umumnya. Menurut warga sekitar, pada malam hari di lokasi sekitar danau ini akan tercium aroma pandan.

Keunikan lain yang ditawarkan Danau Pagaralam tidak hanya sebatas itu. Satwa yang ada di sekitar Danau Pagaralam pun juga mempunyai keunikan tersendiri, seperti ditemukannya kelabang raksasa dengan lebar 30 cm dan panjang 50 cm, kerbau memiliki sarang lebah di telinganya, beberapa burung terlihat memiliki ukuran yang cukup besar. Walaupun mempunyai penampakan yang tidak lazim, namun hewan-hewan tersebut tampak jinak.

Di sekitar danau terdapat banyak sisa-sisa bangunan yang diyakini sebagai sisa candi dari sebuah kerajaan di masa lampau. Hingga saat ini masih berlanjut penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog mengenai hal tersebut.

Keberadaan obyek wisata yang menawarkan keunikan dan kemistisan ini patut kamu kunjungi bagi kamu yang menyukai tantangan. Kenapa? Karena lokasi Danau Pagaralam tergolong sangat sulit ditempuh. Persiapkan fisik dan perlengkapan sebelum menuju Danau Pagaralam. Sebaiknya membawa rekan yang berpengalaman dalam menjelajah hutan jika kamu sama sekali belum berpengalaman dalam menjelajah hutan karena untuk mencapai Danau Pagaralam kamu harus menyusuri hutan yang panjang.

Akses ke Danau Pagaralam

Perjalanan menuju Danau Pagaralam dapat dimulai dari Desa Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Selatan menggunakan angkutan umum seperti ojek, becak bermotor maupun sewa mobil dari Kota Pagar Alam. Sesampainya di Desa Candi Rimba kamu akan menyusuri perbukitan dan hutan Rimba Candi. Untuk menyusuri perbukitan dan hutan Rimba Candi dibutuhkan waktu antara 1-2 hari tergantung fisik dan cuaca. Selama perjalanan, selain disuguhi pepohonan kamu juga akan melihat bekas reruntuhan candi dan gapura dari kerajaan di masa lampau yang berkuasa di wilayah ini yang diperkirakan merupakan kerajaan Sriwijaya. Setelah menyusuri perbukitan dan hutan Rimba Candi, kamu akan memasuki wilayah Bukit Raje Mandare. Di bukit inilah kamu akan menemukan lokasi Danau Pagaralam tersebut.

Maskapai terbang ke Bengkulu

* Susi Air


Sumber : utiket.com

Wednesday, July 31, 2013

Sejarah Susi Air




Susi Air merupakan salah satu maskapai penerbangan yang ada di Indonesia.  Susi Air sendiri dikelola oleh PT ASI Pujiastuti Aviation. Susi Air memang lebih banyak beroperasi di daerah-daerah yang belum dijamah oleh maskapai-maskapai besar lainnya. Sejarah Susi Air tidak lepas dari wanita tangguh asal kota kecil Pangandaran yang bernama lengkap Susi Pudjiastuti. Wanita ini banyak menginspirasi banyak orang melalui kisah hidupnya yang akhirnya bisa menjadikannya sebagai salah satu pengusaha wanita yang berjaya di bisnis perikanan dan penerbangan.

Susi Air berawal dari mimpi pemiliknya, Susi Pudjiastuti yang ingin mempunyai pesawat untuk mengantar ikan dari Pangandaraan sampai Jakarta. Susi memang saat itu merupakan pengusaha ikan. Dia mengirim ikan-ikan yang dikumpulkan dari nelayan Pangandaran ke Jakarta dengan truk. Susi bukanlah anak pengusaha dari keluarga berada. Dia hanya wanita yang bahkan tidak lulus SMA. Bagi dia, pendidikan formal tidaklah penting dan dengan tekad tinggi keluar dari bangku SMA dan dengan kerja keras dan keuletannya dia berhasil mempunyai pabrik pengolahan ikan berkualitas eksport serta 50 pesawat.

Susi Air pertama kali terbang pada tahun 2004. Sebenarnya Susi telah menyusun rencana bisnisnya dengan suami tercinta, Christian Von Strombeck di tahun 2000 namun saat itu belum ada bank yang mau meminjamkan dana untuk membeli pesawat. Baru pada tahun 2004, Bank Mandiri meminjamkan dana sebesar USD 4,7juta untuk memulai bisnis penerbangannya. Bencana tsunami di Aceh yang terjadi pada tahun 2004, tepatnya dua bulan selepas penerbangan perdana Susi Air sempat menghambat laju Susi Air. Saat itu Susi sang pemilik memilih mengoperasikan pesawatnya guna mengirim makanan dan obat-obatan untuk para korban bencana tsunami. Karena rasa kemanusiaan tersebut, dia hampir tidak mempedulikan kerugian yang dideritanya karena pesawatnya tidak bisa beroperasi dan otomatis tidak ada penghasilan untuk saat itu. Namun siapa sangka kebaikannya berbuah manis saat Susi Air hendak kembali ke Cilacap, lembaga swadaya masyarakat asing berniat menyewa pesawat tersebut untuk mengirim bantuan ke Aceh. Uang penyewaan pesawat itupun bisa digunakan untuk membayar cicilan kepada bank.

Susi Air saat ini memang lebih fokus ke penerbangan perintis namun selalu mengembangkan bisnis penerbangannya. Pada tahun 2011, Susi Air telah mempunyai 50 pesawat dan 80 pilot namun sang pemilik terus mengembangkan sayapnya. Susi Pudjiastuti pemilik Susi Air merupakan salah satu wanita Indonesia yang patut kita tiru kerja kerasnya hingga mampu menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain.

Sumber : utiket.com