Showing posts with label Daerah Istimewa Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Daerah Istimewa Yogyakarta. Show all posts

Sunday, February 1, 2015

Pantai Cinta Sadranan Yogyakarta Indonesia



Introduksi 

Pantai Sadranan berada di Dusun Pulegundes II, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di sebalah barat Pantai Sundak atau sebelah timur Pantai Krakal. Disebut Pantai Sadranan karena pantai ini sering digunakan untuk melakukan "tradisi nyadran” yakni prosesi menaburkan bunga atau sesajen ke laut.

Hamparan pasir di pantai ini berwarna putih dan cukup lembut. Selain itu juga terdapat banyak karang sehingga membuat ombak di pantai ini tergolong tenang. Lokasi pantai dan suasananya yang begitu indah dan nyaman sering kali dijadikan sebagai lokasi pemotretan atau pre wedding. Sehingga sering kali pantai ini disebut juga sebagai “Pantai Cinta”. Tak hanya itu pantai ini juga cocok untuk dijadikan sebagai lokasi kemping.

Fasilitas

Di kawasan pantai ini terdapat beberapa penginapan dengan beberapa fasilitas yang ditawarkan untuk pengunjung. Lokasi penginapan tersebut berada di bukit, sehingga dari dalam penginapan pengunjung pun bisa menikmati pemandangan yang indah. Tersedia pula beberapa penjual makanan, namun tak ada salahnya juga bila Anda membawa bekal sendiri dari rumah.

Akses ke Pantai Cinta Sadranan Yogyakarta

Lokasi Pantai Sadranan berjarak sekitar setengah kilometer sebelah timur dari Pantai Krakal dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam dari pusat kota Yogyakarta. Tidak ada kendaraan umum yang menuju ke tempat ini. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewa seperti motor atau mobil untuk menuju ke lokasi ini.

Rutenya :

Dari arah Yogyakarta dapat mengambil jalan ke lokasi Pantai Krakal. Nah, dari Pantai Krakal, Anda bisa langsung menuju ke sebelah timur kira-kira sekitar setengah kilometer dan sampailah Anda di lokasi.

Sumber : utiket.com

Saturday, January 24, 2015

Goa Pindul



Introduksi

Goa Pindul terletak di Dusun Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Goa ini mulai diperkenalkan pada akhir 2010. Nama Goa Pindul berasal dari sebuah kisah seorang pemuda yang bernama Joko Singlulung yang mencari ayahnya yang hilang. Dengan menyusuri banyak hutan dan goa, tiba-tiba kepalanya terbentur salah satu batu di goa ini, sehingga akhirnya goa ini dinamakan Goa Pindul. Pindul merupakan singkatan kata dari pipi kejendul (bahasa Jawa) yang berarti pipi terbentur.

Goa ini memiliki keindahan yang unik. Unik karena memiliki banyak kilauan stalaktit dan stalakmit yang berusia ribuan tahun yang berwarna putih kristal di berbagai sudut goa. Sangat eksotis. Ada pula stalagtit gong yang bila dipukul akan menghasilkan suara mirip gong yang suaranya membahana terpantul di dinding goa. Ditambah lagi adanya sebuah ruangan yang cukup besar dengan lubang di atasnya dan berada di tengah goa. Dengan begitu suasana di tengah goa ini menjadi lebih eksotis dengan adanya sinar matahari yang masuk melalui lubang ini.

Anda juga dapat meyusuri sungai sepanjang 300 m menuju ke dalam perut goa dengan memakai ban mobil sebagai pelampungnya. Kegiatan ini disebut cave tubing dan biasanya dilakukan selama kurang lebih 45-60 menit. Aliran sungai di goa ini tenang sehingga bisa dilakukan juga oleh anak-anak. Selama perjalanan menyusuri sungai Anda akan disuguhi beberapa lukisan alami yang tercipta dari kelelawar penghuni goa. Anda juga akan mendapat penjelasan tentang ornamen, batu Kristal di sepanjang penyusuran.

Fasilitas

Bila Anda tertarik bermalam di sini, disediakan juga homestay yang berupa rumah khas penduduk dengan dinding bambu, pemancingan serta rumah makan.

Akses ke Goa Pindul

Untuk dapat menuju ke lokasi goa ini Anda dapat membawa kendaraan pribadi atau kendaraan sewa.

Dengan kendaraan pribadi rutenya :

Dari Kota Yogyakarta menuju Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul. Dari Wonosari Anda langsung menuju ke Karangmojo. Setelah sampai di perempatan Argopolitan, belok kiri dan ikuti jalan desa. Anda sudah sampai di Desa Bejiharjo, dan Dusun Gelaran tidak jauh dari situ.

Sedangkan bagi Anda yang menggunakan angkutan umum, rutenya :

Anda dapat menggunakan bus jurusan Yogya-Wonosari dengan tarif Rp 6.000 sekali jalan. Dan dari Wonosari Anda dapat menggunakan ojek menuju Desa Bejiharjo, Dusun Gelaran dengan biaya sekitar Rp 10.000 hingga Rp 20.000.

Jam buka

Cave tubing buka dari setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Waktu yang tepat untuk menyusuri sungai adalah sekitar pukul 09.00-10.00 WIB.

Biaya tiket masuk

Biaya yang harus Anda keluarkan hanya sekitar Rp 30.000 (minimal 5 orang), dan itu sudah termasuk perlengkapan cave tubing, ban pelampung serta head lamp.

Sumber : utiket.com

Tuesday, January 20, 2015

Gumuk Pasir Yogyakarta Indonesia



Introduksi 

Pernahkah Anda membayangkan bahwa ternyata ada gurun pasir di Indonesia? Sulit dibayangkan memang, mengingat Indonesia tercinta ini beriklim tropis dan berada di wilayah khatulistiwa. Namun jangan salah, ada lho gurun pasir di Indonesia, namanya adalah Gumuk Pasir. Letaknya berada di kawasan Bantul, Yogyakarta atau berada di sepanjang Sungai Opak hingga Pantai Parangtritis, Depok, Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Fenomena ini memang tidak biasa. Tak heran banyak ahli geologi dan geografi yang datang ke Gumuk Pasir untuk meneliti fenomena unik ini. Bahkan Gumuk pasir direkomendasikan oleh UNESCO masuk ke dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Gumuk pasir ini terbentuk karena pergerakan angin yang membawa pasir dari material vulkanis Gunung Merapi. Pasir-pasir ini terbang ke laut dan menyatu bersama air sehingga butiran pasir menjadi lebih halus. Proses hingga membentuk Gumuk Pasir yang berbukit seperti ini tidak cepat loh. Perlu ribuan tahun, hingga menjadi fenomena yang unik yang bisa kita lihat seperti sekarang. Menariknya temparatur udara di Gumuk Pasir ini persis seperti temperature yang ada di Gurun Sahara Afrika. Yaitu panas terik di siang hari dan sangat dingin di malam hari. Gumuk Pasir ini mempunyai panjang sekitar 15 kilometer. Letaknya dekat dengan pantai Parangtritis dan hilir Sungai Opak.

Gumuk Pasir sering dijadikan obyek bagi fotografer. Artis terkenal seperti Agnes Monica dan Band Letto juga pernah menjadikannya sebagai lokasi syuting video klip. Di sini Anda juga bisa berwisata edukasi, karena di sekitar Gumuk terdapat Museum Geospatial yang menyediakan informasi ilmiah tentang kondisi geospatial Gumuk Pasir. Makin penasaran dengan gunung pasir satu-satunya di Indonesia ini? Jangan lupa mampir ke sini jika Anda berkunjung ke Yogyakarta.

Akses ke Gumuk Pasir Yogyakarta

Untuk menuju ke lokasi ini, dari pusat kota Yogyakarta dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih sekitar 45 menit ke arah selatan melalui Jalan Parangtritis dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa.

Sumber : utiket.com

Saturday, January 17, 2015

Candi Ijo Yogyakarta, Indonesia



Introduksi

Candi Ijo adalah sebuah candi yang letaknya paling tinggi di antara candi-candi yang lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Ijo, berlokasi di Bukit Ijo, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarata. Untuk masuk ke Candi Ijo tidaklah di pungut biaya, cukup mengisi daftar buku tamu. Candi Ijo dibangun pada abad ke-9 di sebuah bukit dengan ketinggian 410 meter.

Bukan hanya candi yang bisa di nikmati namun pemandangan alam di bawahnya, yang berupa teras-teras seperti di daerah pertanian yang memiliki kemiringan yang cukup curam.

Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras . Teras pertama hingga teras ke sebelas berupa teras berundak yang membujur dari arah barat ke timur.

Bangunan pada teras ke-11 adalah pagar keliling, delapan bah lingga patok, empat bangunan yaitu candi utama dan tiga candi perwara. Ragam bentuk seni rupa dijumpai sejak masuk ke bangunan ini, candi Ijo tergolong candi Hindu. Hal ini bisa di lihat dengan adanya kala-makara yang motif kepala ganda di atas pintu masuk. Motif kepala ganda dan atributnya juga bisa dijumpai pada candi Budda.

Ada pula arca yang menggambarkan sosok perempuan dan laki-laki, sosok tersebut dapat mempunyai beberapa makna, pertama sebagai cara untuk mengusir roh jahat atau dapat juga bermakna sebagi lambang bersatunya Dewa Siwa dan Dewi Uma yang berarti sebagi awal terciptanya alam semesta.

Terdapat tempat api pengorbanan adalah merupakan cermin masyarakat Hindu yang memuja Brahma, ada tiga candi perwara yang menunjukkan penghormatan masyarakat pada Hindu Trimurti, yaitu: Brahma, Siwa, dan Wisnu.

Salah satu karya yang menyimpan misteri adalah 2 buah prasasti yang terletak di bangunan candi pada teras ke-9. Salah satu prasasti tersebut di beri kode, bertuliskan Guywan yang berarti Pertapaan. Prasasti yang lain terbuat dari batu berukuran dengan tinggi 14 cm dan tebal 9 cm, memuat mantra-mantra yang di perkirakan berupa kutukan.

Mengunjungi candi Ijo, kamu akan menjumpai pemandangan yang indah, bila menghadap ke arah barat dan memandang ke bawah kamu bisa melihat pesawat take off dan landing di Bandara Adisutjipto.

Akses ke Candi Ijo Yogyakarta

Dari Yogyakarta, jarak candi Ijo sekitar 28 km ke arah timur. Dengan menggunakan bus, bisa melalui rute menuju Candi Prambanan yaitu Trans-Jogja (1 A dan 1 B).

Sumber : utiket.com

Thursday, January 15, 2015

Agrowisata Mangunan Bantul Yogyakarta



Introduksi

Kebun buah Mangunan berada di Kelurahan Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berjarak 35 km dari pusat kota Yogyakarta, agrowisata ini dibangun di atas area seluas 23,34 hektar pada tahun 2003 oleh Permerintah Kabupaten Bantul. Lokasi ini berada di kawasan perbukitan kaki Pegunungan Seribu dengan ketinggian 150-200m di atas permukaan laut. Agrowisata Mangunan memiliki berbagai macam koleksi tanaman buah-buahan, diantaranya durian, mangga, jeruk dan jambu.

Di tempat ini kamu bisa menikmati aneka buah-buahan yang bisa langsung kamu petik. Tapi tidak semua buah bisa tersedia dalam satu waktu karena ada beberapa buah berdasarkan musimnya. Untuk bisa memetik dan menikmati aneka buah langsung dari pohonnya, kamu diharuskan membayar sesuai dengan tarif yang ditentukan. Selain tanaman buah-buahan, pengunjung juga dapat melihat beberapa koleksi satwa, seperti rusa dan monyet. Agrowisata ini memiliki gardu pandang yang berada di puncak bukit, kamu bisa menikmati pemandangan alam pegunungan seribu yang indah.

Fasilitas

Agrowisata ini dikelola cukup baik, bisa dilihat dengan adanya fasilitas yang disediakan, seperti: kolam renang untuk anak-anak dengan kedalaman sekitar 0,5 sampai 1 m, kolam rekreasi dengan perahu bebek dan sepeda air, adanya tiga buah aula, area api unggun, area kemping, flying fox, refling, dan tracking area outbond. Selain itu, disini juga sering dijadikan arena latihan dan perlombaan bagi para pecinta downhill dan cross country.

Akses ke Agrowisata Mangunan Bantul Yogyakarta

Bagi kamu yang ingin menuju kawasan ini, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi karena minimnya angkutan umum yang melewati tempat ini. Untuk menuju Agrowisata Mangunan kamu bisa lewat Jalan Imogiri Timur menuju arah Imogiri Dlingo, kemudian sekitar 5km dari Imogiri Dlingo kamu akan menjumpai Balai Desa Mangunan. Di balai desa ini ada petunjuk arah untuk menuju kawasan Agrowisata Mangunan. Kamu tinggal mengikuti petunjuk arah tersebut dan kamu akan sampai di Agrowisata Mangunan yang sejuk.

Biaya tiket masuk

5000 rupiah per orang

Sumber : utiket.com