Showing posts with label penerbangan internasional. Show all posts
Showing posts with label penerbangan internasional. Show all posts

Friday, June 26, 2015

Garuda Indonesia Tawarkan Ekstra Bagasi



Maskapai Garuda Indonesia menawarkan ekstra bagasi bagi para pelanggannya. Ekstra bagasi tersebut dapat diperoleh tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan atau gratis.

Ekstra bagasi tersebut meliputi gratis ekstra bagasi 23 kg untuk alat olahraga, gratis ekstra bagasi 10 kg untuk penerbangan internasional serta gratis ekstra bagasi hingga 20 kg untuk anggota GarudaMiles (untuk yang satu ini syarat dan ketentuan berlaku).

Dengan adanya ekstra bagasi sebanyak 10 kg untuk penerbangan internasional, sehingga total bagasi yang diperoleh adalah 50 kg (untuk First Class), 40 kg (untuk Bussiness Class) dan 30 kg (untuk Economy Class).

Sumber : utiket.com

Friday, May 22, 2015

Boarding Pass Elektronik AirAsia



Maskapai Indonesia AirAsia telah meluncurkan layanan baru yang disebut dengan Boarding Pass Elektronik atau E-Boarding Pass. Peluncuran tersebut dilakukan di Jakarta. Layanan ini efektif berlaku mulai tanggal 5 Mei 2015, khusus untuk penerbangan domestik yakni dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

E-Boarding Pass dapat diperoleh oleh pelanggan Indonesia AirAsia, baik yang sudah terdaftar menjadi anggota atau non anggota yakni saat pelanggan melakukan check in online melalui aplikasi AirAsia Mobile. AirAsia Mobile sendiri sudah tersedia baik untuk Android maupun IOS. AirAsia Mobile sendiri dapat diunduh melalui website resmi AirAsia, Apple Appstore maupun Google PlayStore.

Salah satu keuntungan bagi para pelanggan yang sudah memiliki E-Boarding Pass ini adalah, pelanggan dapat langsung menuju ke boarding gate. Sedangkan bagi pelanggan yang membawa bagasi, dapat menyerahkan bagasinya terlebih dahulu ke bagian baggage drop baru kemudian menuju ke boarding gate.

Proses selanjutnya, petugas yang ada di boarding gate akan mencocokkan data pelanggan dengan data yang ada di kartu identitas dan memindai E-Boarding Pass. Setelah itu barulah pelanggan dapat langsung menuju ke pesawat dengan menunjukkan E-Boarding Pass kepada awak kabin.

Layanan baru ini merupakan salah satu usaha bagi maskapai Indonesia AirAsia untuk memberikan pengalaman terbang yang lebih baik kepada para pelanggan. Meski saat ini masih terbatas untuk penerbangan domestik dari Bandara Soekarno-Hatta saja, namun ke depannya, layanan ini diusahakan dapat segera dinikmati di seluruh bandara yang ada di Indonesia, baik untuk penerbangan domestik maupun penerbangan internasional.

Sumber : utiket.com

Wednesday, June 11, 2014

Garuda Siapkan Rute Jakarta-London


TEMPO.CO, Balikpapan - PT Garuda Indonesia Tbk mempersiapkan pembukaan rute baru penerbangan Jakarta-London pada pertengahan 2014 mendatang. Penerbangan internasional rute Eropa memang jadi bidikan maskapai Indonesia ini setelah sebelumnya membuka rute Jakarta-Amsterdam.

"Rencananya akhir tahun ini sudah bisa dilaksanakan, namun prediksi realisasinya pada pertengahan tahun depan," kata Direktur Sales and Marketing PT Garuda Indonesia, Erik Meijer di Balikpapan, Jumat, 12 Juli 2013.

Erik mengatakan rute Jakarta-London memiliki pasar yang cukup menjanjikan dimana penumpangnya mayoritas warga Indonesia. Maskapai penerbangan lain, kata dia, sudah cukup banyak yang membuka rute penerbangan Jakarta-Abu Dhabi-London. "Nantinya Garuda akan langsung mengambil rute Jakarta-London. Warga Indonesia tentunya akan lebih memilih menumpang maskapai Garuda dibanding yang lainnya," katanya.

Namun, Erik belum mau menyebut besaran nilai investasi Garuda atau harga tiket pesawat rute Jakarta-London. Dia hanya membandingkan dengan rute Jakarta-Jedah dengan penawaran harga tiket pesawat 1.500 hingga 8 ribu US dolar. Erik Meijer menghadiri serah terima jabatan GM Garuda Indonesia Cabang Balikpapan dari pejabat lama, Setya Budhi yang digantikan Joseph Adrian Saul. Setya Budhi nanti menempati jabatan baru di kantor pusat Garuda Indonesia Jakarta.

SG WIBISONO

Sumber : http://www.tempo.co

Friday, March 21, 2014

Lima Maskapai di Indonesia yang Bangkrut


Persaingan industri penerbangan di Indonesia memang sangat ketat. Beberapa cara telah dilakukan oleh maskapai agar tetap eksis di industri penerbangan ini. Sebagian ada yang tetap bertahan, berhasil melebarkan sayapnya dan terbang tinggi. Namun sebagian ada pula yang akhirnya jatuh karena tak mampu bersaing. Nah, berikut lima maskapai di Indonesia yang akhirnya jatuh dan tak mampu melebarkan sayap bisnisnya. 

Adam Air

Maskapai ini didirikan oleh Sandra Ang dan Agung Laksono yang dioperasikan oleh PT Adam SkyConnection Airlines. Pertama kali beroperasi pada tanggal 19 Desember 2003 dengan penerbangan perdananya yakni ke Balikpapan. Maskapai ini sempat meraih penghargaan Award of Merit dalam The Category Low Cost Airline of The Year tahun 2006 di Singapura. Namun setelah beberapa insiden kecelakaan yang sering terjadi pada maskapai ini, akhirnya pada tanggal 17 Maret 2008 kegiatan operasional Adam Air dibekukan. Sehari setelahnya ijin terbang Operation Specification Adam Air juga dicabut oleh Departemen Perhubungan. Hingga akhirnya Aircraft Operator Certificate (AOC) dicabut pada tanggal 19 Juni 2008. 

Batavia Air

Maskapai ini didirikan oleh Yudiawan Tansari pada tahun 2001 dengan nama perusahaan PT Metro Batavia. Awalnya maskapai ini membidik penerbangan domestik dengan pasar kelas menengah dan layanan standar. Hingga bulan Agustus 2003, Batavia Air akhirnya berhasil membuka rute penerbangan internasional dan berhasil mengantongi izin penerbangan di Uni Eropa yang tergolong eksklusif. Namun sayang, tanggal 31 Januari 2013, maskapai ini mengalami pailit dan akhirnya berhenti beroperasi. 

Bouraq Airlines

Maskapai ini didirikan oleh Jarry Albert Sumendap pada tahun 1970. Maskapai ini sempat mengoperasikan pesawat jenis Douglas DC-3. Hingga tahun 1973, pesawat jenis turbo propeller Hawker Siddeley HS 748 telah dioperasikan oleh maskapai ini. Namun karena masalah keuangan yang berkepanjangan, akhirnya maskapai ini ditutup pada tahun 2005. Lisensi penerbangannya pun telah dicabut pada tahun 2007. 

Indonesia Airlines

Maskapai ini didirikan oleh Rudy Setyopurnomo pada tahun 1999. Izin penerbangan dari pemerintah baru diperoleh di bulan September 1999 dan mulai beroperasi pada bulan Maret 2001. Namun sayang di tahun 2003, maskapai ini menghentikan operasi penerbangannya. 

Sempati Air

Maskapai ini milik sahabat dan keluarga mantan Presiden Soeharto. Didirikan pada bulan Desember 1968 dengan nama PT Sempati Air Transport dan mulai penerbangan perdananya pada bulan Maret 1969. Awalnya, maskapai ini hanya digunakan sebagai sarana transportasi karyawan perusahaan minyak. Namun di akhir tahun 1980an perusahaan semakin berkembang dan akhirnya berganti nama menjadi Sempati Air di tahun 1996. Setelah mengalami krisis di tahun 1998, akhirnya maskapai ini berhenti beroperasi, tepatnya pada tanggal 5 Juni 1998.

Sumber : utiket.com

Tuesday, December 10, 2013

Bandara Internasional Pertama di Indonesia


Ada yang tahu bandara internasional pertama yang ada di Indonesia? Bandara adalah suatu gerbang bagi para wisatawan untuk dapat masuk ke dalam suatu wilayah melalui perjalanan udara. Dan tahukah Anda bahwa bandara pertama di Indonesia yang dibuka untuk penerbangan internasional adalah Bandara Kemayoran

Yups, Bandara Kemayoran dibangun sejak tahun 1934 oleh pemerintahan Hindia Belanda, mulai beroperasi pada tanggal 6 Juli 1940 dengan kode bandara JKT. Walau begitu peresmiannya baru dilakukan pada tanggal 8 Juli 1940. Pesawat pertama yang melakukan pendaratan di bandara ini adalah pesawat jenis DC-3 Dakota yang melakukan penerbangan dari Tjililitan atau Halim Perdanakusuma untuk saat ini. DC-3 Dakota sendiri adalah pesawat yang dimiliki oleh maskapai penerbangan Hindia Belanda yakni KNILM (Koningkelije Nederlands Indische Luchtvaart Maatschapij). Pesawat ini juga merupakan pesawat pertama yang melakukan penerbangan dari Bandara Kemayoran ke Australia. 

Bandara Kemayoran merupakan bandara pertama yang berfungsi sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan kedirgantaraan. Salah satu kegiatan kedirgantaraan atau airshow pertama diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus 1940. Penyelenggaraan Airshow ini untuk memperingati hari ulang tahun Ratu Kerajaan Belanda yakni Ratu Wilhelmina yang ke-80. Berbagai jenis pesawat milik KNILM turut serta meramaikan airshow ini. Selain itu setelah Indonesia merdeka, yakni pada tahun 1984, Indonesian Airshow diselenggarakan untuk pertama kali di bandara ini. Meski pada saat itu bandara ini sudah tidak aktif lagi. 

Bandara Kemayoran adalah saksi bisu sejarah Indonesia dari masa pemerintahan Hindia Belanda, Jepang hingga masa Orde Lama dan Orde Baru. Bandara ini mulai berhenti beroperasi pada tanggal 1 Januari 1983 dan secara resmi benar-benar non aktif pada tanggal 1 Juni 1984. Sementara Bandara Soekarno Hatta sendiri diresmikan pada tanggal 1 Januari 1984 untuk menggantikan Bandara Kemayoran. Namun cukup disayangkan seiring berjalannya waktu kini yang tersisa dari bangunan bersejarah ini hanyalah menara kontrol dan bangunan terminal.

Sumber : utiket.com

Monday, December 9, 2013

Petunjuk Bandara Jakarta


Bandara Internasional Soekarno-Hatta sangatlah besar dan merupakan salah satu dari 10 bandara tersibuk di dunia. Bandara ini beroperasi melebihi kapasitas dan sangatlah ramai terutama pada jam-jam puncak kesibukan. Perjalanan ke Jakarta menjadi semakin rumit karena kemacetan di setap terminalnya.

Terminal 1: (terminal domestik)

Terminal domestik utama yang digunakan hampir semua maskapai dengan tujuan domestik di Indonesia kecuali Garuda, Mandala, AirAsia, Merpati dan penerbangan Lion ke Denpasar. Berbentuk setengah bulan sabit, sebagian besar dari bata merah, dan memiliki hanya satu lantai dengan area keberangkatan dan kedatangan terletak bersebelahan. Terminal ini terdiri dari 3 sub terminal atau area terbuka, 1A, 1B dan 1C. Lion Air menggunakan terminal 1A sepenuhnya dan 1B untuk penerbangan ke Sumatra, Batam, Pangkalpinang dan Palangkaraya. Semua penerbangan domestik Lion Air berangkat dari terminal 1A. Terminal 1A dan 1B menjadi sangat ramai. Sriwijaya Air dan Express Air juga menggunakan 1B. Terminal 1C digunakan oleh semua maskapai lainnya untuk penerbangan domestiknya (Batavia, Kalstar, Citilink). Namun harus diperhatikan bahwa semua penerbangan internasional dari maskapai tersebut berangkat dan datang di terminal 2.

Terminal 2: (terminal internasional)

Berbentuk setengah bulan sabit dan terbuat dari bata merah seperti terminal 1, membuat anda kebingungan kalau anda tidak terbiasa. Terminal ini memang lebih kecil, tapi memiliki 2 lantai, lantai pertama untuk kedatangan dan lantai dua untuk keberangkatan. Semua penerbangan tujuan internasional berangkat dari sini kecuali AirAsia dan Mandala (yang berangkat dari terminal 3 yang memiliki fasilitas bea cukai dan imigrasi). Terminal ini juga terbagi menjadi 3 (2D, 2E, 2F). 2D dan 2E digunakan untuk penerbangan internasional. Sedangkan 2F digunakan oleh Garuda dan Merpati untuk penerbangan domestik mereka. Saat bepergian dengan Garuda dengan tujuan internasional, pengaturan ini memudahkan anda karena anda tidak perlu berpindah gedung.

Terminal 3: (terminal low-cost)

Terminal baru terbuat dari baja dan kaca ini digunakan oleh Lion Air untuk penerbangan ke Denpasar, dan AirAsia dan Mandala untuk semua penerbangannya, baik domestik dan internasional. Dibandingkan dengan dua terminal tua dan ramai sebelumnya, terminal ini baru dan nyaman tapi hanya dilengkapi fasilitas yang terbatas.

Transportasi di bandara

Semua terminal berjarak agak jauh, sehingga tidak mungkin dicapai dengan jalan kaki. Ada beberapa taksi di depan terminal 1 dan 2 dapat mengantar anda dengan tarif Rp. 50.000. Ada juga bis shuttle gratis namun tidak bisa diandalkan. Ada tanda di setiap terminal untuk bis tersebut berhenti. Di terminal 2, yang memiliki 2 lantai, bis tersebut akan berangkat dari lantai atas. Semua bis tersebut berwarna kuning kenari. Bis yang terbilang kecil, biasanya ramai dan pijakan masuk yang lumayan tinggi membuat kita kesulitan saat membawa banyak koper, tapi murah. Jangan masukkan koper anda ke dalam bis, masukkan saja ke bagasi di samping kiri pintu.


Bis-bis shuttle ini beroperasi 24 jam, sering namun tidak pasti. Tidak ada jadwal pasti yang menyebabkan kemungkinan ada beberapa bis yang datang pada saat yang sama. Tetapi anda tidak perlu menunggu lebih dari 15 menit untuk kedatangan bis yang berikutnya. Perjalanan menuju terminal lainnya hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Kadang kala bis shuttle berjalan pelan dan berhent di sembarang tempat tanpa ada alasan jelas. Total waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam atau pakailah taksi jika anda terburu-buru. Ada 2 bis berbeda, satu beroperasi menuju ke terminal 1 dan 3, yang satunya melewati terminal 2. Bis shuttle akan beroperasi dengan rute terminal 1 atau 3-terminal 2-terminal 1.

Bis Damri

Bis Damri yang murah dan nyaman berangkat dari depan terminal menuju ke beberapa tujuan di Jakarta, mereka juga menjemput penumpang di bandara dahulu sebelum menuju ke Jakarta. Di terminal 1 mereka berangkat dari jalan di seberang. Di terminal 2 mereka datang dari lantai keberangkatan atas di sebelah kiri.


Makan

Terminal 3 yang baru hanya memiliki beberapa opsi pilihan restoran setelah gerbang. Jika anda memiliki waktu luang, pergilah ke terminal 1 atau 2 dimana anda bisa mendapati bermacam pilihan makanan dari restoran makanan lokal yang murah sampai restoran mahal bermenukan masakan luar negeri.

Uang

Ada banyak ATM di setiap terminal yang melayani semua kartu bank-bank besar internasional dan kartu kredit.

Tidur

Jika anda harus menunggu pesawat sehari semalam untuk berangkat, hotel mungkin pilihan yang tepat. Hotel Jakarta Airport yang berlokasi di antara terminal 2D dan 2E (terminal internasional) lumayan mahal dan seringkali penuh. Ada beberapa pilihan hotel murah di sekitar yang bisa ditempuh sekitar 10 menit dengan taksi. Anda bisa mencari dan memesan hotel di kios dekat tempat pengecekan bea cukai.

Sumber : utiket.com