Showing posts with label wisatawan mancanegara. Show all posts
Showing posts with label wisatawan mancanegara. Show all posts

Sunday, April 24, 2016

Surga di Nusa Lembongan Bali Indonesia


Introduksi

Nusa Lembongan adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah tenggara Pulau Bali. Pulau ini terletak di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Jaraknya hanya sekitar 30 menit dari Bali. Pulau ini terbagi menjadi dua desa yakni Desa Lembongan dan Desa Jungutbatu.

Pulau ini memang kecil, namun jangan salah, di sini banyak sekali dijumpai obyek wisata yang menarik. Pantai-pantai di sini mempunyai hamparan pasir yang berwarna putih. Air lautnya pun berwarna biru jernih. Diantaranya adalah Pantai Dream Beach, Pantai Tamarind, Pantai Tanjung Sanghyang, Pantai Selegimpak dan beberapa pantai lainnya. Selain itu suasana pantainya juga masih sepi dari pengunjung.

Kebanyakan wisatawan yang datang ke pulau ini adalah wisatawan mancanegara. Bisa dibilang masih sangat sedikit wisatawan domestik yang berkunjung ke pulau ini. Wisatawan mancanegara yang datang ke pulau ini sebagian besar melakukan kegiatan surfing serta diving. Beberapa spot untuk surfing serta diving memang banyak terdapat di kawasan pulau ini. Tentunya tak hanya surfing dan diving saja, di pulau ini wisatawan bisa pula melakukan kegiatan trekking, memancing maupun snorkeling. Untuk keliling pulau tersedia jasa penyewaan motor karena tak banyak terdapat mobil di sini.

Saat air surut, pinggiran pantai di kawasan ini juga bisa digunakan untuk berenang. Air lautnya yang jernih juga terasa segar. Selain pantai, pulau ini juga memiliki obyek wisata lainnya seperti Rumah Bawah Tanah Gala-Gala, Gua Sarang Walet dan beberapa obyek wisata lainnya.

Puas berkeliling di Nusa Lembongan, Anda bisa langsung menuju ke Nusa Ceningan, yakni sebuah pulau kecil di sebelah Pulau Nusa Lembongan. Kedua pulau ini dihubungkan oleh sebuah jembatan kecil yang berwarna kuning. Ada banyak obyek wisata menarik di Nusa Ceningan. Salah satunya adalah Cliff Jumping (sebuah tempat dimana Anda bisa terjun bebas ke laut dari atas tebing) serta Secret Beach.

Fasilitas 

Ada dua pemberhentian di pulau ini yakni Jungut Batu dan Mushroom Bay. Di kedua pemberhentian tersebut banyak terdapat penginapan. Harganya pun bervariasi.

Di Jungut Batu, Anda bisa mendapatkan penginapan dengan harga mulai dari Rp 200.000 per malam dan sudah termasuk sarapan pagi. Sedangkan di Mushroom Bay, untuk penginapan yang lokasinya berada di pinggir pantai, harga sewanya sekitar Rp 500.000 per malam dan sudah termasuk sarapan pagi.

Selain itu, di pulau ini banyak tersedia jasa penyewaan motor serta jasa penyewaan perlengkapan untuk diving maupun surfing. Harga sewa motor untuk berkeliling ke pulau ini adalah sekitar Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per hari. Jangan kaget karena sebagian besar motor di sini tidak menggunakan plat nomor. Anda pun tidak perlu menggunakan helm karena di pulau ini sama sekali tidak ada polisi.

Beberapa warung makan sederhana hingga restoran juga banyak terdapat di kawasan pulau ini. Menu makanan yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari Nasi Jenggo khas Bali hingga menu seafood. Beberapa toko souvenir juga tersedia di kawasan ini.

Akses ke Nusa Lembongan

Pulau ini dapat diakses melalui Pantai Sanur dengan menggunakan speed boat atau slow boat.

Bila menggunakan speed boat tarifnya sekitar Rp 75.000 (wisatawan domestik) dan Rp 175.000 (wisatwan mancanegara) untuk sekali jalan, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan. Untuk slow boat tarifnya sekitar Rp 50.000 (wisatwan domestik) dan Rp 100.000 (wisatawan mancanegara) untuk sekali jalan, dengan waktu tempuh sekitar 90 menit perjalanan.

Untuk slow boat, jadwal keberangkatan dari Pantai Sanur hanya tersedia pada pukul 10.30 WITA saja. Sedangkan keberangkatan dari Nusa Lembongan yakni dari Jungut Batu hanya tersedia di pagi hari yakni pukul 08.00 WITA.

Sedangkan untuk speed boat, ada banyak pilihan jadwal keberangkatan dari Pantai Sanur. Paling pagi keberangkatan pukul 08.00 WITA dan paling akhir keberangkatan pukul 16.30 WITA.

Biaya tiket masuk

Tidak dikenakan biaya untuk masuk ke pantai-pantai yang ada di pulau ini.

Sumber : utiket.com

Sunday, April 17, 2016

Rafting di Sungai Ayung Denpasar Bali Indonesia



Introduksi 

Bali tak hanya terkenal dengan wisata pantainya saja. Bila berkunjung ke pulau ini, sesekali cobalah mampir ke kawasan wisata Sungai Ayung yang ada di Desa Payangan, Ubud, Bali. Sungai Ayung merupakan salah satu sungai yang ada di Indonesia yang dijadikan sebagai tempat kegiatan arung jeram atau rafting.

Sungai ini merupakan tempat rafting terfavorit dan terbaik yang ada di Pulau Bali. Banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal yang berkunjung ke tempat ini. Sungai Ayung sendiri memiliki beberapa jeram yang tentunya akan menantang dan memacu adrenalin. Kegiatan arung jeram di sungai ini biasanya akan dimulai dari daerah Payangan dan akan berakhir di Desa Kedewatan. Jarak yang ditempuh sekitar dua belas kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

Tak perlu khawatir karena nilai grade (tingkat kesulitan) sungai ini adalah dua hingga tingga grade. Sungai yang memiliki nilai grade dua hingga tiga adalah sungai yang mempunyai jeram yang mudah untuk diarungi. Lebar sungainya pun juga cukup, sehingga cocok untuk wisata arung jeram bersama keluarga ataupun bagi pemula.

Bila Anda ingin melakukan kegiatan wisata arung jeram di sungai ini, jangan lupa untuk menghubungi salah satu dari beberapa jasa rafting yang ada. Kegiatan arung jeram biasanya akan dimulai saat pagi hari yakni sekitar pukul 08.30 waktu setempat setelah sebelumnya diberi pengarahan oleh instruktur yang berpengalaman. Selain memiliki panorama yang bagus, di beberapa titik Anda akan menjumpai beberapa pahatan tebing yang indah dan besar yang merupakan hasil karya dari seniman Ubud.

Akses ke Sungai Ayung Denpasar Bali

Lokasi obyek wisata ini berada tidak jauh dari Bandara Ngurah Rai. Lokasinya berjarak sekitar 32 kilometer dari pusat kota Denpasar dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan darat dengan waktu sekitar 60 menit perjalanan.

Sumber : utiket.com

Sunday, March 27, 2016

Pantai Blue Point Bali Indonesia



Introduksi 

Nama asli pantai ini adalah Pantai Suluban, namun wisatawan lebih mengenalnya dengan nama Pantai Blue Point. Lokasinya berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Letaknya tersembunyi di balik bebatuan karang.

Suluban untuk nama pantai ini berasal dari Bahasa Bali yakni menyulub yang bermakna berjalan atau lewat di bawah sesuatu. Pemberian nama ini berkaitan dengan akses ke pantai yakni pengunjung terlebih dahulu harus menuruni anak tangga dan melewati lorong atau celah sempit yang ada diantara bebatuan karang raksasa. Meski begitu, wisatawan mancanegara lebih mengenal pantai ini dengan nama Pantai Blue Point.

Pantai ini memiliki hamparan pasir berwarna putih dengan ombak yang cukup besar. Sehingga sangat cocok untuk berselancar. Air lautnya berwarna biru jernih, pemandangan di sekitar kawasan pantai pun juga cukup indah. Saat air laut sedang surut, biasanya terdapat sebuah cekungan yang bentuknya menyerupai kolam renang berwarna hijau kebiru-biruan yang bisa digunakan untuk bermain-main air atau berenang. Selain itu beberapa gazebo yang berada di ketinggian sekitar 20 meter dari garis pantai, juga merupakan lokasi favorit bagi para fotografer untuk mengambil foto.

Fasilitas

Di sekitar kawasan pantai ini banyak terdapat warung makan serta restoran yang bisa Anda singgahi. Beberapa hotel, villa serta penginapan juga banyak terdapat di sini. Terdapat juga jasa penyewaan alat berselancar serta toko-toko souvenir di kawasan ini.

Akses ke Pantai Blue Point Bali

Pantai ini jaraknya sekitar 32 kilometer sebelah selatan dari kota Denpasar. Untuk menuju ke lokasi pantai, Anda dapat menggunakan mobil, motor atau sewa kendaraan. Waktu tempuhnya sekitar satu jam perjalanan.

Rutenya :

Dari Bandara Ngurah Rai langsung menuju ke Jimbaran. Dari Jimbaran perjalanan dilanjutkan ke Pura Uluwatu.

Sekitar lima meter sebelum masuk ke Pura, ada jalan kecil di sebelah kanan. Di situ akan ada papan petunjuk arah ke Pantai Suluban. Tinggal ikuti saja papan petunjuk arah tersebut.

Sumber : utiket.com

Wednesday, January 20, 2016

Museum Geologi Bandung



Jalan Diponegoro No.57, Bandung, Jawa Barat 40122, Indonesia 

Introduksi 

Satu lagi wisata sejarah yang dapat ditemukan di daerah Bandung, Jawa Barat, yakni Museum Geologi. Museum yang didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 ini memang menjadi salah satu tujuan wisata di Bandung. Letak Museum Geologi sangat strategis karena berada di pusat kota dan akses yang mudah untuk dapat mencapai lokasi menjadikan museum ini tidak pernah sepi pengunjung.

Museum ini terbagi atas dua lantai dimana setiap lantai memiliki ruang tersendiri. Lantai pertama, terbagi dari tiga ruang berbeda yakni sebelah tengah, timur dan barat. Ruang tengah atau Ruang Orientasi berisi peta geografis Indonesia dalam bentuk relief yang tepat berada sejajar dengan pintu masuk museum. Ruang barat atau sayap barat dikenal dengan istilah Ruang Geologi karena pada ruangan ini akan ditampilkan berbagai macam koleksi mengenai bumi, tata surya, fosil-fosil sejarah manusia menurut evolusi Darwin, keadaan geologi tanah Jawa, Maluku, Sulawesi, Sumatera, Nusa Tenggara dan Irian Jaya.

Sedangkan di ruang timur atau sayap timur merupakan ruangan yang menggambarkan mengenai sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Di ruangan ini banyak dipamerkan fosil-fosil makhluk purbakala, misalnya fosil gajah, badak, kerbau, hominid, dan lain-lain. Selain fosil hewan dan tumbuhan tersebut, di ruangan ini juga diperagakan atau dipamerkan fosil tengkorak manusia purba yang pernah ditemukan di Indonesia, yakni fosil Homo Erectus P. VII.

Sedangkan pada lantai dua hampir serupa dengan lantai pertama. Lantai kedua ini juga terbagi atas tiga ruang berbeda, yakni ruang barat, tengah dan timur. Pada ruang barat digunakan sebagai kantor yang dipakai oleh staff atau karyawan museum. Sedangkan pada ruang tengah dan timur digunakan sebagai ruang geologi kehidupan manusia. Pada ruang tengah, pengunjung akan dapat menyaksikan maket pertambangan emas terbesar di dunia yang letaknya di pegunungan Tegan, Irian Jaya. Pada ruang timur akan dijumpai beberapa ruang kecil yang menggambarkan mengenai hal-hal positif dan negatif mengenai tatanan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya yang ada di Indonesia.

Akses ke Museum Geologi Bandung

Untuk dapat mencapai lokasi museum ini dari stasiun kota Bandung sangatlah mudah.

Ada dua cara, yakni menggunakan kendaraan pribadi maupu kendaraan umum. Bagi yang ingin menggunakan kendaraan umum ada dua alternatif jalan yang dapat ditempuh:

Pertama, dari pintu sebelah selatan (sisi Terminal Stasiun Hall) :

Anda dapat menggunakan angkot berwarna hijau-kuning-hijau dengan nomor 10 dengan rute Stasiun Hall-Sadang Serang. Nantinya turunlah di pertigaan Masjid Pusdai. Dari sini pengunjung harus berganti angkot dengan warna hijau-hitam bernomor 05 dengan rute Cicaheum-Ledeng yang menuju ke arah Ledeng. Nah, mintalah turun di Museum Geologi.

Alternatif kedua, dari pintu sebelah utara (Jalan Kebun Kawung) :

Dari sini, Anda dapat menggunakan angkot berwarna ungu-hijau dengan jalur nomor 26 dengan rute Tegallega-Cisitu dan turun di Pasar Balubur. Setelah seberangilah jalan, lalu naik angkot dengan warna hijau-hitam yang bernomor 05 jurusan Ledeng-Cicaheum. Dan Anda bisa turun di depan museum.

Jam buka 

Senin-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-14.00 WIB. Sedangkan pada hari Jum’at dan hari libur nasional, museum ini tutup.

Biaya tiket masuk 

Biaya sekali masuk yakni sebesar Rp 2.000 per orang untuk pelajar atau mahasiswa, Rp 3.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 10.000 per orang untuk wisatawan mancanegara.

Kontak info :
Phone: +62 22 7213822

Sumber : utiket.com

Saturday, October 17, 2015

Pantai Sumur Tiga Banda Aceh Indonesia



Introduksi 

Satu lagi pantai cantik yang dimiliki Indonesia. Namanya Pantai Sumur Tiga. Pantai ini terletak di Desa le Meulee, Kecamatan le Meulee, Sukajaya, Sabang, Pulau Weh, Provinsi Aceh. Pantai ini merupakan salah satu tujuan favorit bagi para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Pantai Sumur Tiga memiliki panorama yang indah. Hamparan pasir pantainya berwarna putih dan cukup lembut. Bahkan pantai ini mempunyai garis pantai yang cukup panjang. Beberapa pohon kelapa juga turut menghiasi bibir pantai. Air lautnya berwarna biru kehijauan dan cukup jernih. Ombaknya memang tergolong cukup besar di saat pasang, namun cukup tenang saat air laut surut. Sehingga saat sore, pantai ini menjadi lokasi favorit untuk melakukan kegiatan snorkeling maupun diving. Pantai ini menghadap ke arah timur. Sehingga lokasinya sangat cocok untuk menikmati pemandangan matahari terbit.

Nama Pantai Sumur Tiga berasal dari tiga buah sumur air yang ada di kawasan pantai. Ketiga sumur tersebut sudah ada sejak zaman Belanda. Ketiga sumur ini cukup unik, karena airnya tawar, meskipun jarak sumur dari laut hanya sekitar 15 meter. Sehingga ketiga sumur inilah yang menjadi ikon di pantai ini.

Fasilitas 

Di pantai ini terdapat beberapa penginapan yang bisa Anda sewa. Beberapa restoran maupun warung makan juga tersedia di kawasan ini. Tempat-tempat tersebut menawarkan beberapa menu seafood dan menu khas lainnya, tentunya akan menggugah selera makan Anda.

Akses Transport ke Pantai Sumur Tiga Banda Aceh

Lokasi pantai sangat mudah dijangkau. Jaraknya hanya sekitar 10 menit perjalanan dari pusat kota Sabang. Untuk menuju ke lokasi pantai ini, Anda bisa melalui kota Banda Aceh.

Rutenya dari kota Aceh menuju ke Pelabuhan Ulee Lheue dengan kendaraan darat. Dari Pelabuhan Ulee Lheue langsung menuju ke Pelabuhan Balohan yang ada di Sabang dengan menggunakan kapal feri.

Dari Pelabuhan Balohan, Anda bisa menyewa taksi atau mobil sewa dan langsung menuju ke lokasi pantai. Jangan khawatir karena akses jalannya cukup mulus.

Sumber : utiket.com

Saturday, April 25, 2015

Ogoh-Ogoh



Ogoh-ogoh merupakan karya seni yang berbentuk boneka atau patung dari Bali. Ogoh-ogoh merupakan simbol dari unsur negatif atau sifat buruk yang ada di sekeliling kehidupan manusia. Ogoh-ogoh biasanya ditampilkan satu hari sebelum Hari Raya Nyepibiasanya dimulai saat hari mulai petang hingga tengah malam (pengerupukan). 

Ogoh-ogoh dahulu awalnya terbuat dari kerangka bambu yang dilapisi dengan kertas. Namun seiring dengan perkembangan zaman, ogoh-ogoh mulai dibuat dengan bahan dasar styrofoam. Dengan bahan inilah ogoh-ogoh bisa berbentuk tiga dimensi dan lebih hidup. Selain itu  bentuknya juga terlihat lebih halus. 

Proses pembuatan ogoh-ogoh bisa berminggu-minggu sebelum Hari Raya Nyepi, tergantung pada ukuran, jumlah orang yang mengerjakan serta bentuknya. Setiap tingkatan masyarakat di wilayah Bali mulai dari tingkat banjar umumnya akan membuat ogoh-ogoh. Setiap ogoh-ogoh pasti akan diarak, biasanya oleh sekumpulan pemuda maupun anak-anak dan diiringi oleh gamelan khas Bali. Ogoh-ogoh tersebut juga akan dilombakan. Pelaksanaan arak-arakan akan dikelola oleh sebuah panitia yang dibentuk oleh Sekaa Teruna Teruni yakni sejenis karang taruna di masing-masing banjar.

Bentuk ogoh-ogoh awalnya merupakan simbol perwujudan dari Bhuta Kala yang terdiri dari unsur alam yakni air, api, cahaya, tanah serta udara yang divisualisasikan dalam bentuk yang tinggi besar dan menyeramkan. Maknanya jika kekuatan alam tersebut terlalu besar atau berlebihan tentunya akan menjadi kekuatan yang merusak. Namun seiring berjalannya waktu, bentuk ogoh-ogoh kini tak harus selalu berbentuk wujud Bhuta yang menyeramkan. 

Dan memang pada saat arak-arakan berlangsung, banyak sekali wisatawanbaik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang ikut menyaksikkan, apalagi di sekitar kawasan Pantai Kuta. Jalanan tumpah ruah dengan wisatawan yang ingin menyaksikkan jalannya acara. Jadi sudah sepantasnya ogoh-ogoh yakni salah satu kesenian dan budaya khas Bali yang harus dilestarikan.

Sumber : utiket.com

Monday, April 13, 2015

Kellie’s Castle Ipoh Malaysia



Introduksi 

Selalu ada bangunan bersejarah yang merupakan wujud cinta kasih terhadap seseorang di setiap negara. Salah satunya dapat kita temukan di kota Ipoh, ibukota negara bagian Perak, Malaysia. Di kota ini terdapat sebuah kastil bernama Kellie’s Castle yang menjadi wujud cinta seorang suami terhadap istrinya. Walaupun kastil ini merupakan wujud cinta, namun berbagai kisah misteri melekat di bangunan ini. Kastil ini dibangun pada abad ke-19 oleh seorang pengusaha karet dari Skotlandia, Inggris bernama William Kellie Smith. Dahulunya William mencoba peruntungan dengan meninggalkan Skotlandia menuju ke Malaysia. Akhirnya dia berhasil menjadi pengusaha perkebunan sukses lalu kembali ke Inggris dan menikahi kekasihnya, Agnes Smith lalu memboyongnya ke Malaysia pada tahun 1903. Mereka kemudian dikarunai anak perempuan bernama Helen. Selang sebelas tahun kemudian, lahirlah anak kedua mereka, seorang laki-laki bernama Anthony. Sebagai wujud cintanya terhadap istrinya dan kelahiran putra keduanya, William memperbesar rumah yang mereka tinggali menjadi sebuah kastil pada tahun 1915.

William mendatangkan pekerja dan bahan bangunannya langsung dari India karena dia memiliki ketertarikan terhadap Hindu. Bahkan William pun membangun kuil Hindu di sekitar bangunan kastil ini. Di kastil terdapat sebuah tempat yang katanya akan digunakan sebagai lift. Jika lift tersebut ada maka akan menjadi lift pertama di Malaysia. Namun sayangnya hal tersebut tidak sempat terwujud karena banyak pekerja yang meninggal akibat flu dan meletusnya Perang Dunia II. Kemudian disusul dengan meninggalnya William akibat radang paru-paru pada tahun 1926 saat sedang dalam perjalanan ke Portugal bersama putrinya. Sepeninggal William, Agnes menjual kastil tersebut kepada sebuah perusahaan Inggris bernama Harrison and Crossfield dan meninggalkan Malaysia.

Namun perusahaan tersebut tidak melakukan perubahan apapun terhadap kastil itu. Hingga saat kastil tersebut menjadi tempat pengambilan film Anna and the King, banyak wisatawan yang berdatangan untuk menyaksikan kemegahan kastil ini. Walaupun berbagai cerita misteri sangat lekat di kastil ini, masih banyak wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang berdatangan untuk menyaksikan bangunan kuno yang tak sempat terselesaikan ini. Selain menjadi obyek wisata, kastil ini juga biasa digunakan untuk pengambilan foto pre wedding.

Tiket Masuk

Untuk warga negara Malaysia dikenakan biaya tiket masuk sebesar RM 5 (Ringgit Malaysia), sedangkan bagi para wisatawan mancanegara dikenakan biaya tiket masuk sebesar RM 10.

Jam Buka

Kellie’s Castle buka setiap hari mulai pukul 09.00 pagi hingga pukul 18.30 waktu setempat.

Akses ke Kellie’s Castle Ipoh

Perjalanan menuju ke Kellie’s Castle dari pusat kota Ipoh dapat ditempuh menggunakan kendaraan darat dengan lama perjalanan sekitar 30 menit. Jalan menuju ke kastil ini cukup sepi dan berkelok-kelok. Disarankan untuk kembali pulang dari kastil ini sebelum matahari tenggelam agar tidak tersesat di jalan.

Sumber : utiket.com

Saturday, February 14, 2015

Tradisi Rebo Bontong



Tradisi ini merupakan salah satu tradisi khas dari Pulau Lombok. Namanya adalah Tradisi Rebo Bontong. Tradisi ini merupakan sebuah tradisi mandi bersama di sungai. Tradisi ini dilakukan sekali setiap tahun yakni pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriyah. Tradisi ini juga dijadikan sebagai perayaan untuk menyambut bulan Rabiul Awal (dalam kalender Hijriyah) yakni bulan kelahirannya Nabi Muhammad SAW.

Mandi merupakan simbol penyucian dalam tradisi ini. Pelaksanaannya tidak bisa dilakukan disembarang tempat. Di kawasan Lombok, tradisi ini hanya bisa dilakukan di Sungai Jangkuk yang ada di Dasan Agung, Kota Mataram, Pantai Tanjung Menangis yang ada di Pringgabaya, Lombok Timur serta di Desa Kuranji yang ada di Labuapi, Lombok Barat.

Dalam pelaksanaannya, serangkaian doa dipanjatkan terlebih dahulu. Kemudian, pemuka agama, kepala suku serta orang-orang yang mengikuti tradisi ini mengantar sesaji ke Sesangi. Sesaji tersebut berupa telur, pisang, ketan, hasil tani serta hasil laut sebagai simbol rasa syukur dan permohonan kepada Sang Pencipta untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bencana ke tengah laut. Barulah setelah itu, masyarakat yang mengikuti tradisi ini turut melakukan pembersihan diri dengan mandi di tempat yang telah ditentukan.

Oleh pemerintah setempat, tradisi ini dijadikan sebagai salah satu ikon pariwisata di Lombok. Sehingga tak mengherankan saat tradisi ini berlangsung, banyak wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang datang untuk menyaksikan jalannya tradisi ini.

Sumber : utiket.com

Wednesday, February 11, 2015

Pantai Pok Tunggal Yogyakarta Indonesia



Introduksi 

Pantai Pok Tunggal masih berada di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta. Tepatnya berada di Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Lokasinya berada diantara Pantai Pulang Syawal (lebih dikenal dengan nama Pantai Indrayanti) dan Pantai Siung. Pantai Pok Tunggal memiliki panorama yang indah dengan hamparan pasir putih serta perbukitan karst. Pada sisi timur dan barat pantai ini diapit oleh tebing-tebing karang yang menjulang. Pantai Pok Tunggal sendiri tergolong pantai baru. Pantai ini mulai diakses untuk wisatawan sejak bulan Mei 2012. Oleh karena itu kebersihan pantai ini masih sangat dijaga. Bahkan untuk menjaga kebersihan pantai ini akan dikenakan denda sebesar Rp 10.000 jika Anda membuang sampah sembarangan.

Nama Pok Tunggal sendiri diambil karena di lokasi pantai ini terdapat pohon langka dan masih kokoh berdiri yaitu Pohon Duras (Pok Tunggal). Satu lagi yang unik dari pantai ini adalah adanya mata air tawar yang berasal dari aliran sungai bawah tanah khas daerah karst. Air ini pula yang dijadikan sebagai sumber air bagi penduduk setempat.

Pemandangan pantai akan jauh lebih indah jika dinikmati dari bukit sebelah barat pantai. Selain itu dari balik bukit tebing di sebelah timur, Anda juga akan menjumpai beberapa primata liar yang sedang melompat kesana-kemari. Anda dapat sekedar menikmati pemandangan maupun berenang sepuasnya di batas bibir pantai. Pasir di sini cukup landai, sehingga tempat ini cukup aman untuk berenang.

Fasilitas 

Ramainya wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara membuat pengelola pantai mengembangkan kawasan ini. Bisa dilihat dari banyaknya warung makan maupun tempat beristirahat mirip dengan gazebo. Biaya untuk menyewa gazebo maupun payung dengan kapasitas dua sampai tiga orang sekitar Rp 20.000. Jika Anda ingin bermalam di pantai ini Anda bisa menyewa tenda dome pada penduduk setempat dengan biaya sekitar Rp 60.000. Beberapa penginapan juga tersedia di sini. Di kawasan pantai juga sudah terdapat toilet umum dengan biaya sekitar Rp 2.000 hingga Rp 5.000.



Akses ke Pantai Pok Tunggal Yogyakarta

Dari pusat kota Yogyakarta ke lokasi pantai berjarak sekitar 70 km. Dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa dengan lama perjalanan sekitar dua jam perjalanan. Akses jalan menuju Pok tunggal sudah beraspal namun sekitar satu setengah kilometer sebelum pantai, jalanan masih berupa jalan tanah berbatu. Untuk itu sebaiknya lebih berhati-hati.

Dengan kendaraan pribadi rutenya bisa melalui:

Yogyakarta – Piyungan – Patuk, Sambipitu – Arah Hutan Bunder – Gading – Logandeng – Siyono – Bundaran Tugu BPD – Jl. Kyai Legi – Jalan Lingkar Selatan – Jl. KRT Djojodiningrat – Jl. Girisubo – Wonosari – Jl. Saptosari – Tepus – Pok Tunggal.

Atau:

Yogyakarta – Imogiri, Panggang – Jl. Saptosari – Tepus Arah ke Pantai Baron. Di pertigaan sebelum Pantai Baron ambil kiri, menuju ke arah Pantai Indrayanti. Dari pertigaan kawasan Pantai Indrayanti ambil kiri dan ikuti jalan aspal hingga tiba di Pos Retribusi. Beberapa meter dari pos tersebut akan nampak papan petunjuk arah ke Pantai Pok Tunggal. Kemudian tinggal ikuti saja petunjuknya hingga tiba di jalan cor kecil atau jalan batu. Maka Pantai Pok Tunggal sudah terlihat.

Sejauh ini belum ada kendaraan umum yang langsung menuju ke Pantai Pok Tunggal. Jika Anda menggunakan kendaraan umum, Ada hanya akan sampai di Terminal Wonosari. Dengan bus, keberangkatannya bisa dari Terminal Giwangan Yogyakarta (biayanya sekitar Rp 6.000) dan perjalanan dengan menggunakan ojek biayanya sekitar Rp 20.000 atau tergantung kesepakatan dengan pengemudi.

Biaya tiket masuk

Tiket masuk ke kawasan pantai dan sudah termasuk parkir cukup murah sekitar Rp 3.000 per motor, Rp 5.000 per mobil dan Rp 15.000 per minibus.

Sumber : utiket.com

Friday, January 23, 2015

Taman Sari Keraton Yogyakarta



Jl. Kyai Haji Wahid Hasyim, no: 129, Yogyakarta.
Indonesia

Taman Istana Raja Yogyakarta 

Introduksi 

Taman Sari adalah Taman Istana Raja yang memiliki gaya arsitektur unik karena merupakan perpaduan antara gaya arsitektur Jawa dan Portugis, Sultan Hamengkubuwono I dulunya memang dibantu oleh arsitek-arsitek dari Portugis saat hendak membangun Taman Sari ini.

Hal pertama yang mengesankan ketika Anda berkunjung ke Taman Sari adalah gapura unik dengan ukiran-ukiran cantik yang menjadi pintu masuk di Taman Sari. Memasuki dua pintu kedalam Anda akan menemukan dua kolam berair biru. Pada masanya kolam tersebut adalah tempat pemandian para putri dan selir-selir raja. Hiasan-hiasan seperti air mancur yang berbentuk kepala naga dan pot-pot bunga disekelilingnya menambah apik interior di Taman Sari.

Keistimewaan lainnya di area taman sari adalah masjid bawah tanah. Untuk menuju masjid bawah tanah, Anda harus melewati jalan yang berupa lorong-lorong panjang dan tangga-tangga. Gaya arsitektur masjid ini tidak seperti masjid-masjid pada umumnya yang berbentuk persegi, melainkan berbentuk lingkaran. Di tengah-tengah masjid ini terdapat sumur yang disebut Sumur Gumilang. Masjid ini dulunya merupakan Surau yang sering dipakai Sultan untuk shalat.

Fasilitas

Ada banyak penginapan, hotel dan warung makan sampai restoran yang menawarkan berbagai menu andalan kota Yogyakarta di sekitar kawasan ini. Anda juga bisa menyewa pemandu berlisensi dengan tarif: 10.000-20.000 rupiah.

Akses ke Taman Sari Keraton Yogyakarta

Untuk menuju Taman Sari tidaklah sulit, dari Keraton Yogyakarta dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 15 menit. Ada banyak becak yang dapat mengantar Anda menuju Taman Sari dengan tarif 10.000 rupiah. Namun jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, akan lebih nyaman jika masuk melalui gerbang sebelah timur karena disini terdapat area parkir yang cukup luas.

Jam buka

Senin - Minggu, pukul 09.00 - 15.30 WIB

Biaya tiket masuk

Tiket: Rp.3.000 untuk wisatawan domestik dan Rp.7000 untuk wisatawan mancanegara.

Sumber : utiket.com

Sunday, January 4, 2015

Pantai Ngurbloat Tual Indonesia



Introduksi

Pantai Ngurbloat juga dikenal Pantai Pasir Panjang atau Pantai Ngur Bloat. Pantai ini membentang sepanjang 5 km dengan hamparan pasir putihnya yang selembut tepung, bahkan Lonely Planet pun menyatakan bahwa pasir di Pantai Ngurbloat merupakan pasir yang terhalus di dunia. Pantai Ngurbloat berjarak sekitar 20 km barat dari Kota Tual tepatnya di Desa Ngilngof, Pulau Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Propinsi Maluku.

Pantai ini merupakan tempat wisata andalan di Maluku Tenggara bahkan sudah terkenal sampai ke mancanegara karena kehalusan pasirnya yang hanya bisa ditandingi dengan tepung. Ombak di pantai ini tidak terlalu besar, arusnya tidak terlalu kuat dan pantainya pun landai sehingga aman jika kamu ingin berenang di pantai dengan air lautnya yang jernih dan biru serta pasirnya yang berkilau diterpa sinar matahari. Kamu juga bisa bermain di atas pasirnya yang halus atau pun hanya sekedar menikmati pemandangan Pantai Ngurbloat sambil menanti sunset.

Fasilitas

Jika kamu ingin menginap di kawasan Pantai Ngurbloat ini, gak usah khawatir karena tersedia sejumlah penginapan yang berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu dan didesain ala rumah tropis. Ada satu penginapan yang terkenal di kawasan pantai ini, yaitu Coaster Cottage yang kerap disinggahi oleh wisatawan mancanegara. Waktu terbaik untuk berkunjung ke pantai ini adalah bulan April-Mei dan Oktober-Desember setiap tahunnya karena dalam bulan-bulan tersebut cuacanya cerah dan ombaknya pun cenderung tenang.

Akses ke Pantai Ngurbloat Tual

Dari Tual perjalanan dilanjutkan menuju Pantai Ngurbloat menggunakan mobil sewaaan atau kendaraan umum yang bisa kamu dapatkan di Pasar Ohoijang, Tual dengan lama perjalanan sekitar 1 jam.

Sumber : utiket.com

Wednesday, November 26, 2014

Pantai Pintu Kota Ambon Indonesia



Introduksi

Pantai Pintu Kota terletak di Dusun Airlouw, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Provinsi Maluku. Jaraknya sekitar 45 menit perjalanan dari pusat kota Ambon. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang cukup populer baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Pantai ini memiliki pemandangan yang cukup indah dan termasuk jenis pantai yang berkarang dan berbatu. Di pantai ini terdapat sebuah tebing yang menjorok ke laut dan berlubang di tengahnya. Lubang tersebut uniknya berbentuk seperti sebuah pintu gerbang. Tebing dengan lubang berbentuk pintu gerbang inilah yang menjadi ikon pantai ini.

Pantai ini memang tidak terlalu luas. Sebagian pantainya banyak dipenuhi dengan karang dan bebatuan. Sebagian lagi terhampar pasir pantai yang berwarna putih kecoklatan dengan kapal-kapal kecil yang berlabuh. Meski begitu pantai ini tetap menjadi salah satu pantai favorit bagi para wisatawan. Pantai ini sering dijadikan sebagai lokasi pemotretan serta lokasi penyelaman karena memiliki pemandangan bawah laut yang cukup indah. Beberapa spot untuk snorkeling atau diving juga ada di kawasan pantai ini. Untuk menuju ke spot tersebut, para wisatawan biasanya menggunakan speedboat / perahu dari nelayan setempat.

Fasilitas

Kawasan pantai ini sudah menyediakan area parkir yang cukup luas dan nyaman. Di sekitar kawasan pantai terdapat beberapa pondokan yang bisa digunakan untuk beristirahat dan berteduh sambil menikmati keindahan pantai. Beberapa penjual makanan dan penginapan juga bisa Anda dapatkan di sekitar kawasan pantai ini.

Akses ke Pantai Pintu Kota Ambon

Akses jalan ke lokasi pantai sudah beraspal mulus. Hanya sekitar 45 menit perjalanan dari pusat kota Ambon. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum untuk menuju ke sini.

Bila menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa langsung menuju ke Desa Airlouw karena akses jalannya sudah mulus.

Bila menggunakan angkutan umum :

Dari pusat kota Ambon, Anda bisa menggunakan angkot yang berwana merah dengan jurusan yang menuju ke Desa Airlouw (angkot tersebut cirinya bertuliskan Air Louw di atas atap angkot). Tarifnya sekitar Rp 3.000 sekali jalan, mungkin sekarang sudah naik.

Sumber : utiket.com

Monday, November 24, 2014

Pulau Moyo Surganya Pecinta Alam Sumbawa - Indonesia


Introduksi

Pulau Moyo berada di wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. Jaraknya sekitar dua setengah kilometer sebelah utara dari Pulau Sumbawa, NTB. Pulau ini menjadi tujuan tempat wisata bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Bahkan Mick Jagger dan Putri Diana pernah berkunjung ke tempat ini. Pulau ini terkenal dengan keindahan alamnya. Selain masih alami dan sepi, suasana di pulau ini memberikan nuansa ketenangan.

Keindahan Pulau Moyo tidak diragukan lagi. Di sini terdapat berbagai jenis flora dan fauna seperti kupu-kupu, dua puluh satu jenis kelelawar, babi liar, rusa, ular, berbagai macam jenis burung dan hewan-hewan lainnya. Hal ini menandakan bahwa Pulau Moyo terjaga kelestariannya. Selain bisa menikmati keindahan hutannya, Anda juga bisa menikmati keindahan alam bawah lautnya yang tentunya masih sangat indah.

Bagi pecinta alam maupun burung, Pulau Moyo adalah surga tersendiri. Dari 124 jenis burung yang ada di Sumbawa, 84 jenis diantaranya ada di sini. Beberapa spesies langka seperti kakak tua berkepala kuning dan burung gosong dapat Anda temukan di pulau ini. Bagi pecinta hiking, Anda akan menemukan air terjun, gua, serta sungai yang bisa Anda susuri. Dan untuk yang hobi bersnorkeling ataupun diving, di sini terdapat spot-spot bawah laut yang indah. Anda akan menemukan spon, anemon, belut, pelagik, manta, sekelompok ikan terbang sampai hiu kecil yang sedang berenang.

Fasilitas

Di pulau ini Anda bisa menginap di Amanwana Resort (satu-satunya resort sekelas hotel bintang lima di Pulau Moyo) dengan biaya yang cukup mahal yakni sekitar $800 per malam. Pilihan lainnya, Anda bisa mendapatkan beberapa tempat untuk menginap di rumah penduduk Desa Labuan Aji dengan biaya sesuai kesepakatan atau sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per malam. Atau bila mau, bisa juga membawa tenda sendiri beserta perlengkapan tidur seperti sleeping bag, dengan begitu tentunya akan lebih menghemat keuangan Anda.

Akses ke Pulau Moyo

Akses ke Pulau Moyo memang sedikit tidak mudah. Bila Anda dari Mataram, Pulau Lombok, NTB, Anda bisa menggunakan kendaraan darat dengan rute dari Mataram langsung menuju ke Pelabuhan Kayangan. Dari pelabuhan dilanjutkan ke Poto Tano (dengan kapal fery). Dari Poto Tano bisa langsung menuju ke Sumbawa Besar (dengan kendaraan darat). Total waktu tempuhnya sekitar enam jam perjalanan.

Anda bisa juga menggunakan jalur udara yakni dari Bandara Internasional Lombok menuju ke Bandara Sultan KaharuddinSumbawa dengan menggunakan pesawat berjenis Fokker.

Dari Sumbawa perjalanan dilanjutkan menuju ke Pelabuhan Muara Kali. Dari pelabuhan ini, Anda bisa meggunakan kapal rakyat dengan biaya sekitar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per orang. Kapal ini berangkat ke Pulau Moyo sekitar pukul 11.30 waktu setempat dengan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan. Kapal ini akan berangkat ke Sumbawa lagi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. 

Bila Anda mau menggunakan kapal rakyat ini lagi maka Anda harus menginap. Pilihan lainnya, Anda bisa menggunakan perahu motor milik nelayan dengan biaya sekitar Rp 400.000 hingga Rp 600.000 atau sesuai kesepakatan (bila tidak menginap dan ingin kembali ke Sumbawa di hari yang sama).

Jika ingin lebih cepat, Anda dapat menyewa kapal cepat milik swasta dengan biaya lebih mahal yaitu sekitar Rp 3.000.000 (pp). Kelebihannya, selain waktu tempuhnya lebih cepat kapal tersebut dapat mengelilingi Pulau Moyo seharian penuh.

Pilihan akses ke Pulau Moyo lainnya adalah melalui Ai Bari yang terletak sekitar 20 km dari Sumbawa Besar. Dari Ai Bari, Anda bisa menggunakan speed boat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit atau dengan kapal ketinting dengan waktu yang lebih lama tentunya.

Sumber : utiket.com

Monday, November 17, 2014

Pasar Klewer Solo Indonesia



Introduksi

Kota Solo memang terkenal dengan batiknya yang khas, jadi ketika Anda berkunjung ke Solo Anda wajib mengunjungi tempat belanja yang satu ini, Pasar Klewer. Pasar Klewer merupakan pasar batik terbesar di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1970 dan terus berkembang hingga sekarang. Di Pasar Klewer banyak dijual beraneka jenis batik, baik yang sudah berupa pakaian jadi maupun yang masih berupa kain dengan berbagai macam motif. 

Merupakan tempat wisata belanja yang sangat diminati oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Di sini Anda bisa menikmati suasana hiruk pikuk pedagang di sepanjang lorong pasar. Di Pasar Klewer Anda juga bisa berbelanja dengan harga miring, apalagi untuk Anda yang pintar menawar. Walaupun harganya miring tapi kualitas batik disini tidak kalah dengan batik yang ada di Mall atau toko-toko besar lainnya. Jadi Anda harus coba menikmati sensasi berbelanja murah dengan barang yang berkualitas.

Lelah berkeliling dan berbelanja, Anda bisa beristirahat di pinggir-pinggir pasar. Disekitar pasar terdapat beraneka pedagang makanan yang menjajakan dagangannya. Beraneka macam makanan khas Solo bisa Anda temui disini antara lain, srabi Solo, tengkleng, nasi timlo, dan beraneka jenis es gempo dan lain-lain. Semuanya siap menjadi pengobat lelah Anda.

Akses ke Pasar Klewer

Pasar Klewer berada di pusat kota Solo, disebelah Alun-Alun Lor Solo. Menggunakan Bus: Naik Batik Solo Trans turun di Gladak. Atau naik angkot dari Terminal Tirtonadi turun di Gladak.

Sumber : utiket.com

Tuesday, October 28, 2014

Pantai Nirwana Bau Bau Indonesia



Introduksi

Satu lagi pantai cantik yang dimiliki oleh Indonesia yakni Pantai Nirwana. Lokasinya berada di Kelurahan Sula, Kecamatan Betoambari, Bau-Bau, Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jaraknya sekitar sembilan kilometer dari pusat kota Bau-BauNirwana mempunyai arti surga. Dinamakan Pantai Nirwana, karena keindahan yang ditawarkan pantai ini sangat mempesona, sehingga membuat siapapun yang berkunjung ke sini serasa berada di surga.

Pantai Nirwana mempunyai hamparan pasir pantai yang berwarna putih. Air lautnya mempunyai tiga kombinasi warna yakni putih, biru kehijauan dan biru muda. Ombak di pantai ini sangat tenang, bahkan tanpa karang. Sangat cocok untuk bermain air, berenang maupun diving. Semilir angin yang sejuk serta sederetan pohon kelapa yang ada di bibir pantai semakin menambah pesona pantai ini.

Di kawasan pantai ini sering dijumpai aktivitas penyelaman (diving) serta aktivitas pemotretan keindahan bawah laut oleh para wisatawan mancanegara. Pantai ini juga memiliki beberapa spot untuk menikmati keindahan sunrise maupun sunset. Memang baik di atas maupun di bawah permukaan lautnya, pantai ini tetap menyajikan keindahan.

Bagi masyarakat setempat, Pantai Nirwana tidak hanya sebatas sebagai tempat wisata saja. Sebagian ada yang memanfaatkanya sebagai kegiatan terapi untuk mengobati berbagai jenis penyakit seperti asma atau gangguan saluran pernafasan lainnya. Caranya hanya dengan berendam di dalam air laut pantai. Entah benar atau tidak, namun konon beberapa orang telah membuktikan khasiatnya.

Fasilitas

Di pantai ini tersedia jasa penyewaan ban untuk berenang maupun jasa penyewaan perlengkapan selam yang cukup lengkap. Pengunjung juga bisa menggunakan fasilitas Gode-Gode yakni sejenis gubuk yang dapat digunakan untuk beristirahat dan melepas penat. Beberapa warung makan dan restoran juga bisa Anda temukan di sekitar kawasan pantai. Begitu juga dengan tempat menginap. Ada banyak penginapan yang tesedia di sekitar kawasan ini.

Akses Transport

Pantai Nirwana jaraknya sekitar sembilan kilometer dari pusat kota Bau-Bau. Akses ke pantai ini cukup mudah. Dapat ditempuh menggunakan kendaraan darat baik kendaraan pribadi atau angkutan umum seperti ojek motor.

Waktu tempuhnya sekitar 15 menit dari pusat kota Bau-Bau atau hanya sekitar 5-10 menit dari Bandara Bau-Bau. Jangan khawatir, ada banyak papan petunjuk arah yang menginformasikan lokasi pantai. Bila menggunakan ojek motor biayanya sekitar Rp 10.000 hingga Rp 20.000 per orang.

Sumber : utiket.com