Monday, May 19, 2014

Pantai Harlem Jayapura Indonesia


Tentang Pantai Harlem

Wilayah timur Indonesia memang memiliki pesona wisata bahari yang selalu membuat wisatawan terpesona. Terlebih untuk pulau Indonesia yang paling timur ini, potensi wisata alam terutama wisata baharinya menawarkan keeksotisan yang menakjubkan. Jika berkunjung ke Jayapura, sempatkan diri untuk melongok sejenak ke pantai yang eksotis ini. Pantai ini berada di Desa Tablanusu, Distrik Depepre, Kabupaten Jayapura, Propinsi Papua. Namanya Pantai Harlem.

Banyak orang mengatakan bahwa Pantai Harlem merupakan pantai tercantik di Jayapura. Namun letak pantai ini terpencil dan belum banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini. Jadi bila kita berkunjung ke pantai ini, akan terasa memiliki pantai pribadi karena belum tentu setiap harinya ada wisatawan yang berkunjung ke Pantai Harlem.

Pantai Harlem memiliki pasir putih dan air laut sangat jernih dan bergradasi indah. Ombak di pantai ini pun tidak terlalu besar karena pantai ini merupakan wilayah teluk, sehingga cocok bagi pecinta snorkeling. Terumbu karang, ikan laut dan biota laut lainnya dapat kita saksikan saat snorkeling di Pantai Harlem. Tidak perlu snorkeling sampai ke tengah laut untuk melihat keindahan bawah laut Pantai Harlem ini. Beberapa meter dari bibir pantai pun sudah menawarkan snorkeling spot yang indah.

Selain snorkeling, kita juga bisa memancing, berenang, bermain pasir, atau hanya sekedar menikmati keindahan Pantai Harlem yang mempesona. Terdapat kolam air tawar di dekat Pantai Harlem yang dapat digunakan untuk membilas diri selesai bermain-main di pantai. Kolam air tawar ini airnya masih alami, jernih dan bersih.

Akses ke Pantai Harlem

Pantai Harlem hanya bisa dijangkau melalui jalur laut. Jika ingin ke Pantai Harlem harus melalui Dermaga Depepre terlebih dahulu. Dermaga Depepre berjarak sekitar 48 km dari Kota Jayapura atau 22 km dari Kota Sentani. Dari Dermaga Depepre kita bisa menyewa perahu motor menuju Pantai Harlem dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Perahu yang disewakan mempunyai kapasitas maksimal 10 orang dengan tarif sekitar Rp. 300.000 - 400.000 per perahu untuk pulang pergi.

Sumber : utiket.com

Sunday, May 18, 2014

Pantai Base G Jayapura Indonesia


Tentang Pantai Base G

Salah satu pantai yang menjadi magnet adalah Pantai Base G yang terletak di sebelah Barat Kota Jayapura, Papua. Pantai Base G Berlokasi sekitar 10 km dari kota Jayapura. Dari pantai Base G kamu bisa melihat ke arah Samudera Pasifik yang merupakan pintu gerbang bagi masuknya kapal dari arah barat.

Pantai Base G masih sangat alami dan bersih dengan air pantai yang jernih lengkap dengan hamparan pasir putihnya. Air lautnya yang jernih sampai pemandangan bawah lautnya pun terlihat jelas, yang seolah mengajak kamu untuk berlama-lama. Selain menikmati suasana pantai yang indah dan nyaman, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas, antaranya berenang, mengelilingi pantai dengan perahu, memancing ataupun menyelam.

Pantai Base G ramai dikunjungi oleh wisatawan, pada siang menjelang sore hari. Disana terdapat pondok-pondok dan juga bangku yang dibangun warga setempat. Selain bangku terdapat beberapa jenis pohon yang tumbuh di tepian pantai sebagai peneduh, salah satunya adalah pohon keben.

Tidak ada salahnya untuk mampir dan menikmati sejenak keindahan dari pantai Base G saat berada di Jayapura.

Sumber : utiket.com

Saturday, May 17, 2014

Gunung Kerinci Jambi Indonesia



Tentang Gunung Kerinci

Tempat wisata yang satu ini sangat cocok bagi Anda yang hobi berpetualang dan mendaki gunung. Pasti sebagian dari Anda sudah tahu bahwa Gunung Kerinci merupakan salah satu gunung berapi yang terkenal di Sumatera. Hampir semua penduduk Sumatera pasti tahu gunung ini. Gunung Kerinci barada di jajaran Bukit Barisan, tingginya mencapai 3805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini merupakan gunung berapi tertinggi di Sumatera dan Indonesia.

Jika Anda ingin melakukan pendakian ke Gunung Kerinci yang harus Anda lakukan pertama kali yaitu menuju Pondok R10 yang berada di ketinggian 1611 mdpl. Jalan menuju pondok ini masih beraspal, bahkan jika Anda beruntung Anda bisa numpang pada warga sekitar yang membawa kendaraan. Jika berjalan kaki Anda akan menempuh waktu sekitar satu jam untuk sampai di pondok tersebut. Di pondok ini Anda juga harus membayar biaya pendakian sekitar Rp 10.000.

Dari Pondok R10 dilanjutkan menuju Pintu Rimba. Pintu Rimba ini berada di ketinggian 1800 mdpl, kondisi jalannya pun masih beraspal dan melewati perkebunan. Pintu Rimba akan mengantar kita menuju pos pertama pendakian yaitu Pos Bangku Panjang. Medan yang harus dilalui untuk menuju pos pertama pendakian belum terlalu terjal, Anda akan melewati hutan heterogen dengan track yang masih landai. Sebelum sampai ke Pos Bangku Panjang, Anda melewati Pos Batu Lumut yang berada di ketinggian 2000 mdpl. Di posko kedua ini jika musim hujan Anda bisa mendapatkan air.

Setelah tiba di Posko Bangku Panjang, Anda akan memulai track dengan rute yang terjal dengan kemiringan sekitar 60 derajat. Di sini terdapat shelter pertama yang bisa Anda gunakan untuk beristirahat jika Anda tidak sanggup melanjutkan perjalanan sepanjang tiga kilometer dengan track yang rata-rata mempunyai kemiringan 45 derajat. Setelah melewati track tersebut Anda bisa sampai ke shelter kedua. Dari shelter kedua menuju shelter ketiga Anda harus menempuh perjalanan sepanjang dua kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Di shelter ini Anda bisa menemukan sumber air serta terdapat tanah luas yang bisa Anda gunakan untuk mendirikan tenda. Dari sini pemandangan indah pun mulai terlihat. Anda bisa melihat pemandangan Desa Kersik Tuo. Perjalanan dilanjutkan ke shelter keempat. Dari shelter ketiga ke shelter keempat membutuhkan waktu perjalanan sekitar satu jam. Untuk menuju puncak Gunung Kerinci, Anda harus menempuh perjalanan selama dua jam dari shelter keempat dengan medan pasir dan batu cadas, suhu yang dingin dang angin yang kencang. Dalam perjalanan menuju puncak Anda akan menemukan Tugu Yudha yang dibangun guna menghormati seorang pendaki yang tewas saat pendakian dan mayatnya tidak di temukan. Limabelas menit dari tugu, Anda akan sampai di pucak tertinggi Pulau Sumatera, puncak Gunung Kerinci. Puncak Gunung Kerinci mempunyai kawah yang masih aktif.

Dari puncak Gunung Kerinci seperti yang sudah bisa dibayangkan, pemandangan alamnya sangat menakjubkan. Samudera Indonesia sangat indah dilihat dari puncak ini, dikelilingi dengan desa-desa pesisir di sekitarnya. Di sebelah selatan Anda bisa melihat pemandangan Danau Gunung Tujuh. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat sunrise dari Gunung Kerinci. Matahari terbit dengan indah beralaskan hutan hujan Sumatera yang sangat luas. Pengalaman ini tentu akan menjadi pengalaman menarik yang bisa Anda kenang seumur hidup Anda. Lakukan beberapa persiapan penting sebelum Anda mendaki, terutama bagi Anda yang pemula. Jangan lupa juga untuk cek kesehatan Anda sebelum Anda melakukan pendakian.

Akses ke Gunung Kerinci

Untuk menuju Gunung Kerinci Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dari Jambi Anda harus menuju Sungai Penuh yang merupakan ibukota dari Kabupaten Kerinci. Jarak yang ditempuh sekitar 419 km dan membutuhkan waktu sekitar 10-11 jam. Anda juga bisa menggunakan kendaraan umum seperti travel atau angkot. Tarif travel dari Jambi menuju Sungai Penuh sekitar Rp.100.000 - Rp.150.000 yang bisa Anda lanjutkan dengan menaiki angkot menuju Kayu Tuo dan turun di Desa Kersik Tuo. Ongkos angkot sekitar Rp 10.000,- dengan lama perjalanan sekitar satu jam.

Dari Kota Padang menuju Gunung Kerinci jarak tempuh sekitar 278 km lama perjalanan sekitar 7 jam.

Sumber : utiket.com

Friday, May 16, 2014

Danau Kerinci Jambi Indonesia


Tentang Danau Kerinci

Di Provinsi Jambi memang terdapat beberapa danau yang terkenal akan keindahannya. Salah satunya adalah Danau Kerinci. Sesuai dengan namanya Danau Kerinci terletak di Kabupaten Kerinci Jambi, merupakan Danau terbesar yang ada di Kabupaten Kerinci. Danau Kerinci terletak di kaki Gunung Raja di ketinggian 780 meter di atas permukaan laut. Luas danau Kerinci sendiri kurang lebih sekitar 80 km persegi dengan kedalaman kurang lebih 110 meter.

Danau Kerinci dikenal dengan keindahannya, pemandangan di sekitar danau memang sangat indah. Anda tidak akan bosan menikmati hamparan air danau yang bening dikelilingi oleh barisan pegunungan yang hijau. Hiruk pikuk masyarakat sekitar Danau Kerinci yang tengah menangkap ikan menggunakan perahu-perahu kecil dan alat-alat tradisional juga menjadi pemandangan yang mengasyikan. Ketika nelayan mendarat jika Anda beruntung Anda juga bisa turut membeli ikan langsung dari nelayan dengan harga yang lebih murah. Walaupun ikan yang hidup di Danau ini bermacam-macam tapi ada satu jenis ikan yang merupakan ikan endemic di Danau ini yaitu ikan Semah. Selain menikmati suasana Danau Kerinci Anda juga bisa berwisata sejarah karena di desa-desa sekitar Danau juga terdapat situs-situs sejarah seperti Dolmen Batu Raja, Rumah Laheik yang merupakan rumah khas kerinci dan batu-batu berukir yang konon merupakan peninggalan manusia purba megalit.

Di Danau Kerinci setiap tahun juga diadakan Festival Danau Kerinci yang menyajikan atraksi-atraksi kesenian budaya Kerinci seperti tari, silat, pameran pemda dan segala hal yang berkaitan dengan budaya. Jadi sebelum Anda berkunjung ke Danau Kerinci Anda sebaiknya mencari tahu dulu di bulan apa Fastival tersebut berlangsung. Agar Anda juga bisa turut serta menikmati acara Istimewa tersebut.

Akses ke Danau Kerinci

Ada beberapa Alternatif untuk mencapai Danau Kerinci.

Alternatif yang pertama perjalanan di mulai dari Jambi menuju sungai Penuh. Jarak yang ditempuh sekitar 500 km dengan waktu tempuh selama 10 jam

Alternatif yang kedua dari Kota Padang menuju Tapan dilanjutkan ke Sungai Penuh jarak tempuh sekitar 278 km lama perjalanan sekitar 7 jam.

Alternatif ketiga dimulai dari Padang menuju Muaralabuh, kemudian menuju ke Kersik Tuo. Jarak yang ditempuh sekitar 211 km dengan lama perjalanan sekitar 5-6 jam.

Biaya Tiket Masuk 

Tarif masuk ke obyek wisata Rp 3000,- untuk orang dewasa dan Rp 2000,- untuk anak-anak.

Sumber : utiket.com

Thursday, May 15, 2014

Danau Gunung Tujuh Jambi Indonesia



Tentang Danau Gunung Tujuh

Terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia. Danau ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat kerinci karena Danau Gunung Tujuh merupakan Danau tertinggi di Asia Tenggara, dan sekaligus menjadikannya Danau ke dua terbesar setelah Danau Toba.

Danau ini memiliki ketinggian sekitar 3,805 meter, jalan menuju puncak sangatlah terjal dengan kemiringan mencapai 50 - 60 derajat. Selain melakukan pendakian tidak sedikit yang hanya menikmati udara dan keindahan alam di sekitar Danau.

Bagi para pecinta wisata alam yang sekaligus ingin berpetualang. Tidak salah jika mengunjugi Danau yang satu ini. Selain panoramanya yang indah, Danau ini juga di kelilingi sekitar enam Gunung yaitu:

1. Gunung Hulu Tebo dengan ketinggian 2,525 meter dpl.
2. Gunung Hulu Sangir dengan ketinggian 2,330 meter dpl.
3. Gunung Madura Besi dengan ketinggian 2,418 meter dpl.
4. Gunung Selasih dengan ketinggian 2,230 meter dpl.
5. Gunung Jar Panggang dengan ketinggian 2,469 meter dpl.
6. Gunung Tujuh dengan puncak paling tinggi yaitu 2,732 meter dpl.

Selain itu panorama alam yang dapat di nikmati adalah Air Terjun Gunung Tujuh yang bersumber dari Danau Gunung Tujuh itu sendiri, untuk sampai ke Air Terjun tersebut harus melalui jalan setapak yang tidak jauh dari pos penjagaan.

Selain keindahan alam, udara yang masih asri, tidak sedikit pula Flora dan Fauna yang terdapat di sekitar Danau ini antara lain: Harimau, Beruang Madu, Babi Hutan, berbagai macam Burung serta Kupu-kupu sedangkan untuk Floranya sendiri masih banyak dijumpai berbagai jenis Anggrek dan Kantong Semar.

Di sana juga disediakan tempat penginapan atau homestay yang dapat dipesan sebelum pendakian, biasanya danau ini ramai dikunjungi pada akhir pekan oleh para rombongan pendaki, peneliti ataupun hanya sekedar rekreasi.

Sumber : utiket.com

Wednesday, May 14, 2014

Air Terjun Pancaro Rayo Jambi Indonesia



Tentang Air Terjun Pancaro Rayo

Kerinci, mendengar kata itu mungkin yang ada di benak para pencinta wisata alam akan langsung mengingat Gunung Aktif Tertinggi di Indonesia yakni Gunung Kerinci atau mungkin Danau Kerinci yang memang sudah sangat diakui keindahannya atau bahkan Danau Gubung Tujuh (Seven Mountain Lake) danau tertinggi di Asia Tenggara. Namun, dari sekian banyaknya wisata alam yang terdapat di daerah Kerinci, ada satu tempat wisata alam yang bisa dikatakan sangat eksotik dan rekomendasi bagi para pecinta alam sekalian. Tempat wisata tersebut adalah Air Terjun Pancaro Rayo.

Air Terjun Pancaro Rayo adalah salah satu Air Terjun tertinggi di Desa Koto Tuo Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, yakni dengan ketinggian kurang lebih 150 meter. Air Terjun ini berada di pulau Tengah, lokasinya pun cukup menantang yakni berada jauh di dalam hutan yang masih sangat Asri dan Alami. Daya tarik dari air terjun ini adalah hujan embun yang tercipta akibat dari ketinggiannya. Bahkan para pengunjung dapat merasakan embunnya di jarak kurang lebih 2 meter dari lokasi. Untuk dapat melihat ketinggian air terjunnya para pengunjung harus memutar kepala hingga 90 derajat ke atas.

Bagi pengunjung yang merasa kehausan dan kehabisan air minum tidak perlu khawatir karena para pengunjung bisa langsung meminum air tersebut. Karena air terjun ini bersumber langsung dari mata air gunung Raya. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati kesegaran airnya dengan berenang di kolam dibawah air terjun Pancaro Rayo ini. Namun bagi para pengunjung yang tidak kuat dengan air yang dingin, sangat tidak dianjurkan mandi atau berenang di air terjun ini, karena air di air terjun ini sangat lah dingin. Untuk dapat menikmati semua keeksotisan air terjun Pancaro Rayo ini, para pengunjung harus menempuh perjalanan yang bisa dikatakan sangat melelahkan.

Akses ke Air Terjun Pancaro Rayo

Terdapat 2 (dua) rute untuk dapat sampai ke lokasi air terjun ini, yakni dari Jambi dan Padang. Apabila dari kota Jambi, para pengunjung dapat menyewa travel yang melayani jurusan Jambi ke Sungai Penuh. Untuk biayanya sendiri yakni Rp.200.000, dengan menggunakan travel yang nyaman dan on time. Waktu perjalanan yang akan ditempuh kurang lebih 14 jam perjalanan, dengan catatan perjalanannya lancar. Sedangkan apabila dari arah kota Padang, maka akan menempuh perjalanan yang relatif lebih singkat yakni berkisar antara 6-7 jam perjalanan menggunakan jasa travel dengan rute Padang menuju Sungai Penuh. Namun apabila menggunakan rute ini, para pengunjung harus menyambung dengan angkutan umum, karena travel dari Padang hanya sampai ke pusat kota Sungai Penuh.

Setelah menempuh perjalanan tersebut (baik dari Jambi maupun dari Padang) pengunjung tidak lantas bisa langsung menikmati keidahan air terjun Pancaro Rayo. Karena sesampainya di lokasi pemberhentian Travel, para pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki atau trekking untuk sampai ke lokasi. Medan yang di lalui pun tidak begitu mudah, karena para pengunjung harus melalui jalan yang terbuat dari tanah kuning atau tanah liat dengan semak-semak di kiri dan kanan jalan.

Selain harus melalui tanah dan semak, para pengunjung juga harus menyeberangi beberapa sungai. Kurang lebih 100 meter sebelum sampai ke lokasi, para pengunjung akan menemui sebuah selter dan di selter tersebut para pengunjung sudah dapat melihat dari kejauhan keindahan air terjun Pancaro Roya. Maka setelah perjalanan panjang kurang lebih 1 jam perjalanan, maka para pengunjung sudah dapat menikmati keeksotisan air terjun Pancaro Raya. Jadi, wisata air terjun Pancaro Roya ini sangatlah cocok bagi para wisatawan yang memang memiliki hobby berpetualang, khususnya petualangan alam, trekking dan pedakian.

Sumber : utiket.com

Tuesday, May 13, 2014

Candi Muaro Jambi Indonesia


Tentang Candi Muaro

Candi Muaro Jambi merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di Desa Nuaro Jambi, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Propinsi Jambi, Indonesia. Tepatnya terletak di tepi sungai Batang Hari, sekitar 26 km arah timur Kota Jambi. Candi ini memiliki luas sekitar 12 km persegi dengan panjang lebih dari 7 km serta luas nya mencapai 260 hektar. Kompleks candi ini merupakan kompleks candi terbesar se-Indonesia bahkan terbesar se Asia Tenggara. Bahkan sejak tahun 2009, Kompleks Candi Muaro Jambi ini telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Untuk dapat sampai ke lokasi candi ini, wisatawan dapat menggunakan dua jalur yakni jalur darat dan jalur air. Dengan menggunakan akses darat, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi, mencarter mobil atau menggunakan jasa ojek.

Kapasitas setiap ketek atau perahu yakni antara 10 sampai 15 penumpang, lama perjalanan jika wisatawan menggunakan jalur ini sekitar 20 hingga 30 menit perjalanan sampai ke obyek wisata candi Muaro Jambi. Candi ini sendiri diperkirakan telah dibangun sejak abad ke 4 Masehi dengan gaya arsitekturnya mencerminkan kebudayaan Melayu-Budha. Berdasarkan penelitaian para Arkeolog, dahulu kala kompleks candi ini digunakan sebagai pusat kerajaan kuno. Di kompleks candi ini terdapat sekitar 110 candi yang telah dipugar atau ditemukan yang terbagi menjadi 39 kelompok candi. Di perkirakan masih terdapat candi-candi lain yang masih terkubur di sekitar kompleks tersebut. di antra ke 110 candi tersebut yang telah di pugar diantaranya: Candi Tinggi I dan II, Candi Gumpung, Candi Kedaton, Candi Astano, Candi Koto Mahligai, Candi Bukit Sengalo dan lainnya.

Pemugaran-pemugaran candi tersebut dilakukan siktar tahun 1979 hingga tahun 1988. Diantara belasan candi tersebut, ada beberapa candi yang menarik untuk dikunjunggi salah satunya yakni candi TinggiCandi Tinggi merupakan candi yang akan ditemui pertama kali oleh wisatawan ketika memasuki area kompleks candi. Di candi Tinggi ini wisatawan bisa naik sampai ke puncak melalui tangga. Selain itu ada candi Gumpung yang juga cukup terkenal, karena letak nya di atas lapangan yang luas. Candi Gumpung merupakan candi terbesar kedua setelah candi Kedaton di kompleks candi Muaro Jambi ini. selain dapat menyaksikan kemegahan candi, di kompleks candi Gumpung ini juga terdapat sebuah telaga, yang berdasarkan informasi bahwa telaga tersebut merupakan tempat pemandian para raja zaman dahulu.

Meskipun dibuka untuk umum, namun wisatawan juga harus berhati-hati saat mengunjunggi obyek wisata ini. hal ini di karenakan, bahan dasar candi tersebut terbuat dari batu bata, sehingga cukup mudah rusak. Untuk dapat menikmati kemegahan kompleks candi terbesar se Asia Tenggara ini. Karena lokasinya yang sangat luas, pengelola obyek wisata ini menyediakan fasilitas berupa sepeda yang dapat disewa oleh para wisatawan sekalian. Harga sewanya yakni Rp 10.000,- untuk sepeda single per jam nya dan Rp 20.000,- untuk sepeda tandem per jam nya. Dengan sepeda inilah, para wisatawan dapat berkeliling di kompleks candi seluas lebih 2.000 hektar ini.

Akses ke Candi Muaro

Perjalanan untuk sampai ke lokasi dari pusat kota Jambi kearah Timur menyeberangi jembatan Batanghari II menuju lokasi obyek wisata candi Muaro Jambi memakan waktu sekitar 40 menit perjalanan. Untuk biaya carter mobil sendiri yakni berkisar antara Rp 300.000,- hingga Rp 450.000,- per hari nya. Sedangkan untuk biaya ojek nya sekitar Rp 20.000,- sekali jalan sampai ke candi tersebut. Jasa ojek tersebut juga dapat disewa sepanjang perjalanan pulang pergi dari candi tersebut dengan tarif dihitung per jam nya. Akses kedua yakni dengan jalur air, menyusuri sungai Batanghari dengan menggunakan Speedboat atau Ketek dari Pelabuhan yang terdapat di pasar Angso Duo. Dengan biaya sewa nya Rp 200.000,- hingga Rp 250.000,- per perahu.

Biaya tiket masuk ticket fee

Rp 8.000,- per orang.

Sumber : utiket.com