Showing posts with label pecinta alam. Show all posts
Showing posts with label pecinta alam. Show all posts

Thursday, January 29, 2015

Air Terjun Sri Gethuk Yogyakarta Indonesia



Introduksi 

Air terjun Sri Gethuk mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pecinta alam. Air terjun ini terletak di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia. Air terjun ini diapit oleh tebing tinggi dengan ketinggian mencapai sekitar 50 meter. Terletak diantara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi dengan area persawahan. Kawasan Gunung Kidul memang terkenal dengan daerahnya yang kering. Uniknya, aliran air pada air terjun Sri Gethuk ini selalu mengalir tanpa kenal musim. Jadi Anda bisa mengunjungi tempat ini setiap saat.

Air di kawasan ini sangat melimpah karena ada tiga mata air yang muncul dari dalam tanah yaitu sumber mata air Dong Poh, Ngandong dan Ngumbul. Seluruh aliran airnya masuk melalui tebing tinggi yang kemudian mengalir ke dalam Sungai Oya, sungai yang tidak pernah kering.

Fasilitas 

Anda dapat berenang sepuasnya di kawasan ini. Jika Anda tidak bisa berenang, tidak perlu khawatir karena di sini juga terdapat jasa penyewaan ban dengan biaya sekitar Rp 2.000. Jadi Anda masih bisa menikmati kesegaran air terjun Sri Gethuk.

Anda juga bisa menyusuri kawasan air terjun dengan menyewa kapal dengan biaya sekitar Rp 5.000 per orang. Selain itu di tempat ini juga tersedia kolam pemancingan serta beberapa warung makan. Pengelola berencana, nantinya kawasan ini akan disediakan fasilitas rafting serta flaying fox.

Akses ke Air Terjun Sri Gethuk Yogyakarta

Kawasan ini berjarak sekitar 750 meter sebelah arah barat Dusun Menggoran atau sekitar 40 km dari kota Yogyakarta. Untuk menuju ke tempat ini hanya dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi karena belum ada angkutan umum yang menuju ke kawasan wisata ini.

Rutenya yakni :

Dari pusat kota Yogyakarta - Jalan Wonosari - Bukit Pathuk Gunung Kidul - Pertigaan Gading ke kanan ke arah Playen. Dari Playen kemudian belok kanan ke arah Kecamatan Palihan. Sekitar dua kilometer dari Kecamatan Palihan akan ada pertigaan, ambil arah ke kanan.

Dari sini, Anda akan menjumpai banyak papan petunjuk jalan yang mengarah ke lokasi air terjun. Anda tinggal ikuti saja petunjuk jalan tersebut. Sekitar tujuh kilometer dari pertigaan Anda sudah sampai di lokasi air terjun.

Bisa juga melalui rute :

Jalan Imogiri Barat – Panggang – Paliyan – Playen – Bleberan. Setelah tiba di Gua Rancang Kencana, Anda harus berjalan kaki sekitar 300 meter untuk sampai di dermaga penyebrangan. Kemudian Anda bisa menggunakan getek atau perahu tradisional dengan biaya sekitar Rp 7.000 dengan waktu tempuh sekitar 7 menit.

Anda dapat juga menyusuri jalan setapak melewati pematang sawah dengan jarak sekitar 450 meter lalu menuruni 96 anak tangga. Dan sampailah Anda di lokasi air terjun.

Jam buka

Buka setiap hari pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Biaya tiket masuk

Rp 30.000, termasuk tiket masuk ke kawasan Gua Rancang Kencono.

Makan di Air Terjun Sri Gethuk

Terdapat banyak warung makan dengan menu spesial yang bisa Anda dapatkan disini adalah tiwul tempe penyet yang dihargai sekitar Rp 4.000 per porsi.

Sumber : utiket.com

Monday, November 24, 2014

Pulau Moyo Surganya Pecinta Alam Sumbawa - Indonesia


Introduksi

Pulau Moyo berada di wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. Jaraknya sekitar dua setengah kilometer sebelah utara dari Pulau Sumbawa, NTB. Pulau ini menjadi tujuan tempat wisata bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Bahkan Mick Jagger dan Putri Diana pernah berkunjung ke tempat ini. Pulau ini terkenal dengan keindahan alamnya. Selain masih alami dan sepi, suasana di pulau ini memberikan nuansa ketenangan.

Keindahan Pulau Moyo tidak diragukan lagi. Di sini terdapat berbagai jenis flora dan fauna seperti kupu-kupu, dua puluh satu jenis kelelawar, babi liar, rusa, ular, berbagai macam jenis burung dan hewan-hewan lainnya. Hal ini menandakan bahwa Pulau Moyo terjaga kelestariannya. Selain bisa menikmati keindahan hutannya, Anda juga bisa menikmati keindahan alam bawah lautnya yang tentunya masih sangat indah.

Bagi pecinta alam maupun burung, Pulau Moyo adalah surga tersendiri. Dari 124 jenis burung yang ada di Sumbawa, 84 jenis diantaranya ada di sini. Beberapa spesies langka seperti kakak tua berkepala kuning dan burung gosong dapat Anda temukan di pulau ini. Bagi pecinta hiking, Anda akan menemukan air terjun, gua, serta sungai yang bisa Anda susuri. Dan untuk yang hobi bersnorkeling ataupun diving, di sini terdapat spot-spot bawah laut yang indah. Anda akan menemukan spon, anemon, belut, pelagik, manta, sekelompok ikan terbang sampai hiu kecil yang sedang berenang.

Fasilitas

Di pulau ini Anda bisa menginap di Amanwana Resort (satu-satunya resort sekelas hotel bintang lima di Pulau Moyo) dengan biaya yang cukup mahal yakni sekitar $800 per malam. Pilihan lainnya, Anda bisa mendapatkan beberapa tempat untuk menginap di rumah penduduk Desa Labuan Aji dengan biaya sesuai kesepakatan atau sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per malam. Atau bila mau, bisa juga membawa tenda sendiri beserta perlengkapan tidur seperti sleeping bag, dengan begitu tentunya akan lebih menghemat keuangan Anda.

Akses ke Pulau Moyo

Akses ke Pulau Moyo memang sedikit tidak mudah. Bila Anda dari Mataram, Pulau Lombok, NTB, Anda bisa menggunakan kendaraan darat dengan rute dari Mataram langsung menuju ke Pelabuhan Kayangan. Dari pelabuhan dilanjutkan ke Poto Tano (dengan kapal fery). Dari Poto Tano bisa langsung menuju ke Sumbawa Besar (dengan kendaraan darat). Total waktu tempuhnya sekitar enam jam perjalanan.

Anda bisa juga menggunakan jalur udara yakni dari Bandara Internasional Lombok menuju ke Bandara Sultan KaharuddinSumbawa dengan menggunakan pesawat berjenis Fokker.

Dari Sumbawa perjalanan dilanjutkan menuju ke Pelabuhan Muara Kali. Dari pelabuhan ini, Anda bisa meggunakan kapal rakyat dengan biaya sekitar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per orang. Kapal ini berangkat ke Pulau Moyo sekitar pukul 11.30 waktu setempat dengan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan. Kapal ini akan berangkat ke Sumbawa lagi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. 

Bila Anda mau menggunakan kapal rakyat ini lagi maka Anda harus menginap. Pilihan lainnya, Anda bisa menggunakan perahu motor milik nelayan dengan biaya sekitar Rp 400.000 hingga Rp 600.000 atau sesuai kesepakatan (bila tidak menginap dan ingin kembali ke Sumbawa di hari yang sama).

Jika ingin lebih cepat, Anda dapat menyewa kapal cepat milik swasta dengan biaya lebih mahal yaitu sekitar Rp 3.000.000 (pp). Kelebihannya, selain waktu tempuhnya lebih cepat kapal tersebut dapat mengelilingi Pulau Moyo seharian penuh.

Pilihan akses ke Pulau Moyo lainnya adalah melalui Ai Bari yang terletak sekitar 20 km dari Sumbawa Besar. Dari Ai Bari, Anda bisa menggunakan speed boat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit atau dengan kapal ketinting dengan waktu yang lebih lama tentunya.

Sumber : utiket.com

Friday, July 4, 2014

Sendang Biru Pulau Sempu Malang Indonesia



Tentang Sendang Biru Pulau Sempu

Pulau Sempu (Segara Anakan), mungkin belum banyak wisatawan mengetahui mengenai pulau ini, bahkan masih asing di telinga wisatawan sekalian. Namun, bagi wisatawan yang pernah datang ke kota Malang akhir-akhir ini, maka nama tersebut tidak akan asing lagi. Karena, bisa dikatakan bahwa pulau tersebut saat ini merupakan primadona baru tempat wisata di kota Malang. Pulau Sempu bisa dikatakan sebuah laguna yang tersembunyi dibelakan sebuah tebing diseberang pantai Sendag Biru, Malang. Pulau yang sangat eksotis ini, serta menawarkan keindahan alam yang sangat mempesona.

Pantai berpasir putih yang indah, air yanga bening berwarna biru yang sangat mempesona, ditambah ribuan ekor ikan kecil-kecil berenang kesana-kemari dan disempuranakan dengan keeksotisan bukit-bukit hijau yang mengelilingi pantai ini seakan-akan mejadikan pantai bak surga dunia. Untuk dapat mencapai lokasi wisata ini, pengunjung harus bersiap-siap menghadapi perjalanan yang panjang dan melelahkan. Perjalanan di mulai dari pusat kota Malang dengan jarak tempuh sekitar 2-3 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi maupun sewaan. Untuk kendaraan sewaan, biaya yang harus dikeluarkan sebesar Rp 400.000,- (Pulang-Pergi) dengan kapasitas 7 penumpang + 1 Supir.

Jika pengunjung hanya ingin menikmati keindahan pulau Sempu dalam sehari, maka bersiaplah untuk memulai perjalanan pukul 03.00 atau pukul 04.00 dinihari WIB. Perjalanan selama 3 jam tersebut tidak akan pengunjung rasakan, karena selama perjalanan Anda akan menjumpai keindahan kota Malang. Dari mulai pasar tradisional, desa yang masih sangat sepi, pohon-pohon jati yang tumbuh subur di kanan-kiri perjalanan hingga bukit-bukit yang sangat mempesona. Sangat disarankan saat diperjalanan usahakan berhenti untuk sekedar sarapan dan membeli beberapa liter air minum dan makanan, karena di dalam pulau Sempu tidak akan ada penjual makanan dan minuman.

Perjalanan akan berhenti disebuah pantai, yakni pantai Sendang Biru. Retribusi sekali masuk di pantai ini dipatok dengan biaya sebesar Rp 5.000 perorangnya. Di lokasi wisata Pantai Sendang Biru ini Pengunjung akan menyaksikan banyaknya perahu yang tertata rapi di sepanjang bibir pantai maupun yang berada di tengah lautan. Bahkan, pengunjung juga dapat menyaksikan beberapa nelayan sedang memperbaiki atau membuat perahu baru. Perahu-perahu tersebut digunakan oleh para nelayan selain untuk mencari ikan juga digunakan sebagai alat penyeberangan bagi pengunjung yang ingin ke pulau Sempu.

Dari pantai tersebut jika pengunjung ingin menyeberang ke Pulau Sempu (Segara Anakan), maka harus meminta izin terlebih dahulu di Resort Konservasi Wilayah Pulau Sempu, yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempat penitipan kendaraan. Biaya untuk pengurusan surat izin ini sebesar Rp 20.000,- untuk satu kali jalan. Bagi pengunjung yang belum pernah sama sekali mengunjunggi pulau ini, sangat disarankan untuk menyewa seorang Guide, yang akan menuntun hingga ke Segara Anakan. Biaya untuk seorang Guide (PP) yakni sebesar Rp 70.000,- hingga Rp 100.000,-.

Sebelum mendapatkan surat izin, maka pengunjung akan sedikit mendapat gambaran mengenai pulau Sempu dan saran dari kepala bagian perizinan. Setelah mendapatkan izin, pengunjung lalu menyewa sebuah perahu dengan biaya pulang pergi sebesar Rp 100.000,-. Perahu ini berkapasitas 10-12 penumpang, jadi kalau ingin lebih hemat bisa mencari penumpang lain yang ingin melakukan penyeberangan juga. Perjalanan antara Pantai Sendang Biru-Pulau Sempu (lokasi penurunan penumpang) menempuh perjalanan selama 15-20 menit perjalanan. Selama perjalanan pengunjung akan disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan antar keindahan pantai yang sangat bening (ikan dan karang didasarnya dapat dilihat dengan mata) dan tebing atau bukit yang ditumbuhi pepohonan.


Setibanya di pulau Sempu, nelayan kapal akan sedikit memberitahukan mengenai jam penjemputan yang tidak boleh melebihi pukul 17.00 sore, bukan karena apa-apa namun apabila melebihi jam tersebut maka akan ada tambahan biaya lagi. Sangat disarankan bagi seluruh wisatawan memiliki nomer telepon dari nelayan tersebut. Agar mempermudah untuk komunikasi dengan nelayan saat penjemputan. Dari pulau Sempu inilah perjalanan panjang kedua dimulai. Pengunjung akan menempuh perjalanan sejauh 10-15 km atau dengan kata lain 2-3 jam perjalanan. Perjalanan ini akan lebih lama apabila pengunjung datang disaat musim hujan, karena tanah untuk berpijak akan berubah menjadi lumpur.

Perjalanan menyusuri hutan di pulau Sempu ini sangatlah menantang, terutama bagi para pecinta alam. Meskipun rute perjalanan telah dibuat oleh pengunjung sebelumnya, namun sangat diwajibkan untuk tetap mengikuti arahan dari Guide atau yang telah berpengalaman di pulau tersebut. Sangat diwajibkan pula jangan sampai ada salah satu pengunjung dari rombongan terpisah, karena pulau ini masih sangat alami jadi ditakutkan akan tersesat nantinya.


Seperti sebuah pepatah mengatakan “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang Ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Mungkin pepatah inilah yang pantas setelah kita tiba di Segara Anakan. Hanya keindahan dan keeksotikan yang akan pengunjung temui di lokasi wisata ini. Pantai dengan pasir putih bersih, air pantai berwarna biru yang sangat jernih, ombak yang tidaklah besar ditambah dengan banyaknya ikan-ikan kecil yang berlalu-lalang disekitar pantai tersebut. Belum lagi disempurnakan dengan bukit-bukit yang mengelilingi pantai ini menjadikan pantai ini semakin indah dan eksotis.

Ada berbagai macam kegiatan yang dapat pengujung lakukan di lokasi pantai Segara Anakan ini, diantaranya: Berenang, Memancing dan Berkemah.

Struktur pasir pantai yang cukup landai, ombak yang tidak terlalu besar dan keindahan pantainya banyak dimanfaatkan oleh pengunjung untuk menyegarkan diri sekaligus membersihkan badan dari lumpur. Satu lagi keindahan alam yang dapat pengunjung saksikan di sekitar lokasi ini. apabila pengunjung sedikit naik ke atas bukit, maka pengunjung akan mendapati pemandangan laut lepas Samudra Hindia yang sangat menawan dan indah.

Namun, sangatlah wajib bagi para pengujung sekalian untuk tetap menjaga kondisi alam disekitar Konservasi ini. Jangan pernah meninggalkan apapun terutama sampah. Angkutlah kembali sampah buangan pengujung sekalian. Selain itu jangan pernah merusak apapun yang ada di dalam ekosistem alam tersebut, karena sangat disayangkan apabila terjadi pengerusakan.

Dikarenakan perjalanan kembali yang cukup panjang (melalui rute sama saat berangkat) oleh karena itu pengunjung hanya diberikan sedikit waktu saja menikmati keindahan pantai yang eksotis ini. Sekitar 1,5-2 jam saja. Meskipun hanya sebentar saja, akan sangat menyenangkan sekali berada di pantai Segara Anakan tersebut. Sebuah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Perjalanan kembali sama seperti saat perjalanan berangkat yakni sekitar 2,5-3 jam perjalanan hingga sampai ke pulau Sempu dan menyeberang ke pantai Sendang Biru.

Sumber : utiket.com

Wednesday, May 14, 2014

Air Terjun Pancaro Rayo Jambi Indonesia



Tentang Air Terjun Pancaro Rayo

Kerinci, mendengar kata itu mungkin yang ada di benak para pencinta wisata alam akan langsung mengingat Gunung Aktif Tertinggi di Indonesia yakni Gunung Kerinci atau mungkin Danau Kerinci yang memang sudah sangat diakui keindahannya atau bahkan Danau Gubung Tujuh (Seven Mountain Lake) danau tertinggi di Asia Tenggara. Namun, dari sekian banyaknya wisata alam yang terdapat di daerah Kerinci, ada satu tempat wisata alam yang bisa dikatakan sangat eksotik dan rekomendasi bagi para pecinta alam sekalian. Tempat wisata tersebut adalah Air Terjun Pancaro Rayo.

Air Terjun Pancaro Rayo adalah salah satu Air Terjun tertinggi di Desa Koto Tuo Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, yakni dengan ketinggian kurang lebih 150 meter. Air Terjun ini berada di pulau Tengah, lokasinya pun cukup menantang yakni berada jauh di dalam hutan yang masih sangat Asri dan Alami. Daya tarik dari air terjun ini adalah hujan embun yang tercipta akibat dari ketinggiannya. Bahkan para pengunjung dapat merasakan embunnya di jarak kurang lebih 2 meter dari lokasi. Untuk dapat melihat ketinggian air terjunnya para pengunjung harus memutar kepala hingga 90 derajat ke atas.

Bagi pengunjung yang merasa kehausan dan kehabisan air minum tidak perlu khawatir karena para pengunjung bisa langsung meminum air tersebut. Karena air terjun ini bersumber langsung dari mata air gunung Raya. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati kesegaran airnya dengan berenang di kolam dibawah air terjun Pancaro Rayo ini. Namun bagi para pengunjung yang tidak kuat dengan air yang dingin, sangat tidak dianjurkan mandi atau berenang di air terjun ini, karena air di air terjun ini sangat lah dingin. Untuk dapat menikmati semua keeksotisan air terjun Pancaro Rayo ini, para pengunjung harus menempuh perjalanan yang bisa dikatakan sangat melelahkan.

Akses ke Air Terjun Pancaro Rayo

Terdapat 2 (dua) rute untuk dapat sampai ke lokasi air terjun ini, yakni dari Jambi dan Padang. Apabila dari kota Jambi, para pengunjung dapat menyewa travel yang melayani jurusan Jambi ke Sungai Penuh. Untuk biayanya sendiri yakni Rp.200.000, dengan menggunakan travel yang nyaman dan on time. Waktu perjalanan yang akan ditempuh kurang lebih 14 jam perjalanan, dengan catatan perjalanannya lancar. Sedangkan apabila dari arah kota Padang, maka akan menempuh perjalanan yang relatif lebih singkat yakni berkisar antara 6-7 jam perjalanan menggunakan jasa travel dengan rute Padang menuju Sungai Penuh. Namun apabila menggunakan rute ini, para pengunjung harus menyambung dengan angkutan umum, karena travel dari Padang hanya sampai ke pusat kota Sungai Penuh.

Setelah menempuh perjalanan tersebut (baik dari Jambi maupun dari Padang) pengunjung tidak lantas bisa langsung menikmati keidahan air terjun Pancaro Rayo. Karena sesampainya di lokasi pemberhentian Travel, para pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki atau trekking untuk sampai ke lokasi. Medan yang di lalui pun tidak begitu mudah, karena para pengunjung harus melalui jalan yang terbuat dari tanah kuning atau tanah liat dengan semak-semak di kiri dan kanan jalan.

Selain harus melalui tanah dan semak, para pengunjung juga harus menyeberangi beberapa sungai. Kurang lebih 100 meter sebelum sampai ke lokasi, para pengunjung akan menemui sebuah selter dan di selter tersebut para pengunjung sudah dapat melihat dari kejauhan keindahan air terjun Pancaro Roya. Maka setelah perjalanan panjang kurang lebih 1 jam perjalanan, maka para pengunjung sudah dapat menikmati keeksotisan air terjun Pancaro Raya. Jadi, wisata air terjun Pancaro Roya ini sangatlah cocok bagi para wisatawan yang memang memiliki hobby berpetualang, khususnya petualangan alam, trekking dan pedakian.

Sumber : utiket.com

Wednesday, April 16, 2014

Taman Nasional Lorentz Fak Fak Indonesia



Tentang Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu dari tiga situs warisan dunia yang ada di Indonesia. Taman Nasional Lorentz berada di 2 provinsi yaitu di Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Merauke; dan Provinsi Papua Barat tepatnya di Kabupaten Fak-Fak. Taman nasional ini merupakan cagar alam yang di lindungi oleh undang-undang. Taman Nasional Lorentz ini membentang dari puncak Gunung Jayawijaya yang selalu ditutupi salju hingga Laut Arafura dengan hutan bakau dan kawasan pesisir pantainya. Kawasan ini merupakan kawasan dengan ragam hayati dan ekosistem terlengkap di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Taman Nasional Lorentz sangat cocok untuk Anda para pecinta alam dan hobi berpetualang. Di taman nasional ini Anda bisa menikmati bentangan alam yang sangat indah khas eksotika Indonesia. Di sini terdapat sekitar 34 tipe vegetasi , sehingga ada beraneka ragam jenis flaura dan fauna yang sebagian besar jenisnya merupakan jenis yang langka. Keunikan lainnya yaitu keberadaan gletser di Puncak Jaya dan beberapa sungai bawah tanah yang melewati Lembah Balliem. Selain itu, Anda juga bisa menikmati kebudayaan khas suku-suku yang tinggal di kawasan Taman Nasional Lorentz ini, antara lain Suku Nduga, Suku Asmat, Suku Sempan, Suku Dani Barat dan Suku Amungme.

Akses ke Taman Nasional Lorentz

Akses menuju Taman Nasional Lorent memang cukup sulit dan menjadi tantangan tersendiri pagi para petualang. Dapat diakses dengan menggunakan pesawat perintis dari Kota Timika menuju bagian utara Taman Nasional Lorentz yang terletak di Kabupaten Paniai. Atau bisa juga terbang menuju bagian selatan, tepatnya di Kabupaten Merauke. Pilihan jalur lainnya, anda dapat menggunakan kapal laut yang melayani tujuan Pelabuhan Sawa Erma. Sesampainya di pelabuhan ini dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke beberapa lokasi di Taman Nasional.

Jl. Raya Abepura Kotaraja PO Box 1217 Jayapura 99351, Papua Barat
Phone: (0967) 581596

Sumber : utiket.com