Wednesday, January 14, 2015

Menara Tertinggi di Dunia



Menara berasal dari Bahasa Arab yakni manarah. Salah satu menara yang terkenal di dunia adalah Menara Pisa yang ada di Italia. Menara tersebut sangat terkenal karena bentuknya bangunannya yang miring. Namun, menara yang satu ini merupakan menara tertinggi yang ada di dunia. Namanya Menara Tokyo Skytree.

Menara Tokyo Skytree terletak di Sumida, Tokyo, Jepang. Jaraknya sekitar tujuh kilometer sebelah timur laut dari Stasiun Tokyo Jepang. Menara ini selesai dibangun     pada tanggal 29 Februari 2012 dan secara resmi dibuka untuk umum pada tanggal 22 Mei 2012.

Tinggi menara ini sekitar 634 meter, sehingga menjadikannya sebagai menara tertinggi di dunia. Fungsi awalnya adalah untuk menyiarkan radio dan televisi di kota Tokyo. Namun karena semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke menara ini, sehingga menjadikannya sebagai salah satu obyek wisata favorit di kota Tokyo.

Menara ini terbagi menjadi beberapa lantai. Pada dasarnya bentuk bagian bawah menara ini seperti tripod dengan dua buah silinder di atasnya. Silinder pertama memiliki ketinggian sekitar 350 meter dan disebut dengan Dek Tembo. Dek ini dapat menampung hingga 2.000 pengunjung. Sedangkan silinder kedua bentuknya lebih kecil daripada silinder yang pertama. Ketinggiannya sekitar 450 meter dan dapat menampung hingga 900 pengunjung.

Untuk dapat naik ke dek pertama, Anda harus membeli tiket terlebih dahulu. Letak loket pembelian tiket berada di depan pintu masuk. Akan ada tiga lift yang super cepat yang akan mengantar Anda ke Dek Tembo. Design masing-masing lift berbeda dan dinamakan dengan nama-nama musim yang ada di Jepang. Lift tersebut akan membawa Anda ke Dek Tembo dalam waktu sekitar 50 detik.

Di Dek Tembo terdapat peta layar sentuh. Peta tersebut dapat menunjukkan nama-nama bangunan dan lokasi Kota Tokyo. Selain itu, terdapat pula peta tua Kota Tokyo, saat Jepang masih berada di zaman samurai. Untuk dapat naik ke dek selanjutnya yakni pada ketinggian 450 meter, Anda harus membeli tiket lagi. Lokasi pembelian tiket ke dek kedua berada tidak jauh dari lokasi peta tua Kota Tokyo. Tak hanya itu, di menara tertinggi ini juga terdapat beberapa restoran, toko pakaian, serta beberapa toko aksesoris khas Jepang. So, tertarik untuk mengunjungi menara tertinggi di dunia ini?

Sumber : utiket.com

Tuesday, January 13, 2015

Pulau Mantehage Manado Indonesia



Introduksi

Pulau ini letaknya di tengah laut dan masih berada di Kawasan Taman Nasional Bunaken. Lokasi tepatnya berada di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Pulau ini merupakan pulau berpenghuni. Di dalamnya terdapat empat desa yang mendiami kawasan pulau yakni Desa Tangkasi, Desa Buhias, Desa Tinongko serta Desa Bongo.

Meskipun berada di tengah laut, namun sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani bukan nelayan. Yup, pengelola pulau ini yakni Balai Pengelola Taman Laut Nasional Bunaken-Manado mempunyai peraturan yang hanya memperbolehkan penduduk Pulau Mantehage menangkap ikan dengan batas tertentu. Mungkin faktor itulah yang menyebabkan penduduknya lebih memilih menjadi petani dari pada nelayan.

Pulau Mantehage dikenal pula dengan nama Pulau Mantehrawu atau Pulau Manterao. Pulau ini memiliki panorama alam yang indah. Sekelilingnya ditumbuhi oleh pohon bakau. Berbagai jenis ikan, terumbu karang serta biota laut terdapat di perairan pulau ini. Ombaknya pun terbilang cukup tenang. Arusnya pun juga sedang. Sehingga sangat cocok untuk melakukan kegiatan snorkeling maupun diving.

Fasilitas

Di pulau ini terdapat beberapa warung makan yang menyediakan menu seafood maupun bubur Manado. Hanya saja, belum terdapat penginapan atau hotel di pulau ini. Bila mau menginap, Anda bisa bermalam di rumah penduduk setempat atau menginap di Pulau Siladen. Jarak dari Pulau Mantehage ke Pulau Siladen hanya sekitar satu jam perjalanan.

Akses ke Pulau Mantehage Manado

Untuk menuju ke lokasi Pulau Mantehage, Anda bisa melalui kota Manado. Dari pusat kota Manado, Anda bisa langsung menuju ke Pelabuhan Manado. Dari pelabuhan, Anda bisa menyewa perahu atau speedboat untuk menuju ke Pulau Mantehage. Waktu tempuhnya sekitar satu jam perjalanan.

Sumber : utiket.com

Monday, January 12, 2015

Kepulauan Banyak Aceh Singkil Indonesia



Introduksi

Kepulauan Banyak merupakan nama sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Indonesia. Kepulauan ini terdiri dari 99 gugusan pulau. Sebagian besar pulau-pulau tersebut belum mempunyai nama. Sedangkan ibukota dari kecamatan ini adalah Pulau BalaiPulau Balai dijadikan sebagai ibukota Kecamatan Kepulauan Banyak karena di pulau tersebut transaksi ekonomi antar penduduk terjadi. Selain itu Pulau Balai mempunyai fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan pulau-pulau lain di Kepulauan Banyak.

Kepulauan Banyak berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pulau-pulau di kepulauan ini hampir semuanya memiliki garis pantai yang panjang. Beberapa pulau besar di kepulauan ini antara lain Pulau Tuangku, Pulau Bangkaru, Pulau Palambak Besar serta Pulau Ujung Batu. Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di kepulauan ini. Termasuk snorkeling maupun diving.

Bila mau snorkeling, menyelam atau diving, Anda bisa berkunjung ke Pulau Tallani, Pulau Rago-Rago, Pulau Pabisi atau Pulau Sikandang. Rata-rata perairan di Kepulauan Banyak berkarang dan berair jernih. Sehingga dari permukaan lautnya saja, Anda sudah bisa melihat karangnya. Seadngkan di Pulau Palambak Besar, Anda bisa berpetualang dengan mengayuh kayak. Ombak yang ada di bagian belakang pantai di pulau ini relatif tenang, sehingga sangat cocok untuk kegiatan kayaking.

Area berselancar yang terbaik ada di Pulau Bangkaru. Pulau ini selain dijadikan sebagai pusat konservasi penyu hijau juga merupakan salah satu area berselancar terbaik. Pulau ini mempunyai ombak dengan ketinggian rata-rata 5 hingga 6 meter. Sedangkan bila mau trekking, Anda bisa berkunjung ke Pulau Tuangku. Pulau ini menawarkan area trekking berupa hamparan hutan nan hijau segar. Anda akan menjumpai beberapa kepiting yang kerap berkeliaran di kepulauan ini. Jangan pernah memakannya, karena kepiting tersebut beracun.

Fasilitas

Pulau Balai memiliki fasilitas paling lengkap dibandingkan dengan pulau-pulau yang lain. Selain itu, Pulau Balai memiliki jumlah penduduk terbanyak di kepulauan ini. Di pulau tersebut terdapat beberapa penginapan serta bungalow yang bisa Anda sewa. Selain itu, jangan khawatir karena pengelola penginapan juga menyediakan makanan dengan menu yang menggugah selera.

Akses ke Pulau Banyak Aceh Singkil

Anda bisa menuju ke lokasi Kepulauan Banyak melalui kota Medan. Dari Medan, Anda bisa langsung menuju ke Kabupaten Aceh Singkil dengan menggunakan mobil pribadi atau mobil travel. Waktu tempuhnya sekitar 8 jam perjalanan.

Tiba di Kabupaten Aceh Singkil, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Balai dengan menggunakan kapal ferry, speedboat atau kapal warga yang ada di Pelabuhan Jembatan Tinggi. Waktu tempuhnya sekitar 4 jam perjalanan. Untuk kapal ferry, jadwalnya hanya ada setiap seminggu sekali yakni hari Selasa.

Sumber : utiket.com

Sunday, January 11, 2015

Beda Maskapai LCC dan Full Service



Maskapai berbiaya rendah atau LCC (Low Cost Carrier) keberadaannya memang tumbuh pesat di beberapa negara. Harga tiket yang cukup murah, menjadikannya sebagai maskapai yang lebih diminati daripada maskapai full service. Di Indonesia sendiri hampir 60 persen maskapai yang melayani rute domestik adalah maskapai LCC. Namun, saat ini fungsi dari maskapai LCC sendiri sedang dipertimbangkan. Rencananya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengatur ulang tarif batas bawah tiket pesawat. Hal tersebut tentunya menimbulkan efek pro dan kontra, baik dari maskapai maupun dari berbagai elemen masyarakat.

Nah, berikut beberapa perbedaan dasar antara maskapai LCC dan maskapai full service :

Jarak antar kursi

Pada maskapai LCC jarak antar kursi lebih rapat, sedangkan pada maskapai full service jarak antar kursi lebih longgar. Misal pada pesawat Boeing 737-300, kursi yang digunakan mampu diatur sehingga dapat menampung sebanyak 148 penumpang (maskapai LCC). Sedangkan pada maskapai full service, hanya bisa menampung sebanyak 128 penumpang.

Utilisasi pesawat

Pada maskapai LCC utilisasi pesawatnya lebih tinggi, sedangkan pada maskapai full service utilisasi pesawatnya lebih rendah atau tidak dimaksimalkan.

Rute

Maskapai LCC hanya melayani rute-rute pendek dan menengah, penerbangan dari satu tempat ke tempat lain pun tanpa perpindahan pesawat. Sedangkan maskapai full service melayani rute penerbangan jarak jauh. Maskapai full service seringkali juga bekerja sama dengan maskapai lain dalam hal transfer penumpang di rute yang tidak dilayani.

Pesawat yang digunakan

Maskapai LCC hanya mengoperasikan pesawat berbadan sedang. Hal tersebut membuatnya mampu mendarat di bandara kecil, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih murah, termasuk biaya perawatan pesawat. Sedangkan maskapai full service menggunakan pesawat berbadan lebar, sedang serta pesawat kecil. Sehingga selain bisa mendarat di bandara besar, biaya untuk perawatan pesawat juga lebih tinggi.

Tiket

Pada maskapai LCC, tiket sebagian besar (sekitar 95 persen) dijual melalui internet. Sedangkan pada maskapai full service tiket sebagian besar dijual melalui pihak ketiga.

Fasilitas

Pada maskapai LCC, selama penerbangan tidak ada fasilitas hiburan seperti majalah ataupun televisi. Makanan dan minumannya pun tidak gratis. Sedangkan pada maskapai full service, banyak fasilitas yang ditawarkan selama penerbangan. Selain itu makanan dan minuman juga gratis.

Sumber : utiket.com

Saturday, January 10, 2015

Pulau Salura Waingapu Indonesia



Introduksi

Pulau Salura terletak di Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Salura merupakan pulau kecil yang menjadi salah satu pulau terluar di wilayah selatan Republik Indonesia dan berbatasan langsung dengan Negeri Kangguru, Australia dengan jarak sekitar 800 mil dari wilayah perbatasan laut negara tetangga tersebut. Pulau ini berada di sebelah selatan Pulau Sumba dan masuk ke dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Walaupun merupakan pulau terluar namun pulau ini berpenghuni dan memiliki keindahan alam yang sangat indah. Apalagi pulau ini jarang dikunjungi oleh wisatawan. Jangankan wisatawan, penduduk NTT sendiri juga jarang berkunjung ke pulau ini.

Pulau Salura memiliki pemandangan alam yang masih sangat alami. Pantai di pulau ini sangat eksotis dan mengagumkan. Air laut pantai di Pulau Salura sangat jernih dengan perpaduan gradasi warna biru laut. Ditemani dengan hamparan pasir putih dan pohon-pohon cemara yang berjajar, serta perahu-perahu nelayan yang berlabuh di tepi pantai, semakin menambah keelokkan suasana pantai ini. Kita pun bisa mendaki perbukitan di Pulau Salura ini dan bersiaplah untuk mendapati pemandangan yang sangat luar biasa. Dari atas bukit, kita bisa melihat dua pulau lainnya yang berdekatan dengan Pulau Salura, yaitu Pulau Kotak dan Pulau Menggudu. Namun kedua pulau tersebut tidak berpenghuni.

Fasilitas

Jika ingin menghabiskan waktu lebih lama di pulau ini, kita bisa menggunakan rumah para warga untuk menginap. Tapi jangan lupa untuk meminta ijin terlebih dahulu dan tetap menjaga kesopanan. Warga di pulau ini juga sangat ramah terhadap para pengunjung Pulau Salura. Waktu terbaik untuk berkunjung ke pulau ini adalah antara sekitar bulan Mei hingga November setiap tahunnya. Pada bulan Desember hingga April, biasanya kapal-kapal akan berhenti beroperasi karena memasuki musim barat dimana ombak di sepanjang laut menuju ke Pulau Salura akan menjadi tinggi dan berbahaya.

Akses ke Pulau Salura Waingapu

Perjalanan ke lokasi Pulau Salura dapat dimulai dari kota Waingapu di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Dari Waingapu dapat menggunakan angkutan umum ataupun kendaraan carteran dengan tujuan Pantai Katundu. Perlu merogoh kocek yang lumayan untuk mencarter kendaraan dengan rute ini yakni sekitar Rp 800 ribuan hingga satu jutaan dan memakan waktu selama sekitar lima jam perjalanan.

Jalanan menuju ke Pantai Katundu tidaklah mulus. Jalanan berupa jalan khas pegunungan yang naik turun. Jika menggunakan angkutan umum akan lebih murah, hanya sekitar Rp 60.000 per orang untuk sekali jalan. Namun harus rela berdesakan dan memakan waktu sedikit lebih lama.

Sesampainya di Pantai Katundu bisa menyewa kapal motor untuk menyeberang ke Pulau Salura yang disewakan oleh penduduk setempat dengan kapasitas maksimal 20 penumpang. Hari Selasa merupakan hari penyeberangan ke Pulau Salura dan tarif sewa kapal pun menjadi murah, sekitar Rp 10.000 untuk sekali jalan.

Selain hari Selasa akan dikenakan tarif hingga Rp 250.000 untuk sekali jalan. Perjalanan kapal dari Pantai Katundu menuju ke Pulau Salura memakan waktu sekitar satu jam.

Sumber : utiket.com

Friday, January 9, 2015

Pantai Puru Kambera Waingapu Indonesia



Introduksi

Pantai ini terletak di Desa Mondu, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lokasinya berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur. Hamparan pasir pantai ini berwarna putih dengan air laut yang berwarna biru menggoda. Di sepanjang bibir pantai membentang pula hamparan pohon cemara yang hijau nan rindang. Berteduh di bawahnya, disertai hembusan angin sepoi-sepoi dan pemandangan pantai merupakan kenikmatan tersendiri di pantai ini. Ombak pantai ini juga relatif tenang dan tidak terlalu besar, sehingga bisa pula untuk bersnorkeling. Waktu yang tepat untuk bersnokeling adalah saat pagi hari yakni ketika air laut sedang surut.

Fasilitas

Pantai ini memang tak seramai pantai-pantai lain yang ada di kawasan Waingapu seperti Pantai Londa Lima misalnya. Pantai Puru Kambera masih sepi pengunjung. Jadi sangat cocok bagi Anda yang mendambakan ketenangan saat berlibur. Namun sayangnya Pantai Puru Kambera belum dikelola oleh pemerintah daerah setempat ataupun pengusaha. Hampir tidak ada penduduk di sekitar kawasan pantai ini. Begitu juga dengan rumah makan. Hanya ada beberapa penginapan saja yang dikelola oleh koperasi. Jangan lupa juga untuk membawa bekal makanan dan minuman bila akan berkunjung ke sini.

Akses ke Pantai Puru Kambera Waingapu

Lokasinya berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Waingapu dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa. Waktu tempuhnya sekitar satu jam perjalanan. Rutenya dari Waingapu bisa langsung menuju ke Desa Mondu. Tidak ada angkutan umum yang menuju ke tempat ini. Sepanjang perjalanan, Anda akan menjumpai pemandangan berupa savana yang berwarna hijau dan beberapa kuda yang sedang merumput.

Sumber : utiket.com

Thursday, January 8, 2015

Pantai Londa Lima Waingapu Indonesia



Introduksi

Pantai Londa Lima merupakan tempat rekreasi yang ramai dikunjungi di Sumba bagian utara. Pantai ini berada di Desa Kutta, 15 km barat laut Kota Waingapu. Nama Londa Lima dalam Bahasa Sumba berarti bergandengan tangan atau beramai-ramai. Tempat ini mulai dijadikan sebagai obyek wisata sejak tahun 2001 atas inisiatif kepala desa yang saat itu baru saja dilantik bersama dengan masyarakat sekitar.

Dengan pasir putih dan laut yang tenang, pohon-pohon besar yang rindang di pinggir Pantai Londa Lima menjadikan pantai ini menjadi tempat favorit yang ramai dikunjungi saat musim liburan tiba. Warna air laut di pantai ini cukup unik karena pantainya landai lalu menukik tajam menjadi laut dalam diantara Sumba dan Flores. Selain warna air lautnya yang unik, ada juga pohon unik yang tumbuh di pantai ini. Pohonnya tidak berdaun, hanya berbunga merah menyala. Di pantai ini kamu bisa berenang, berjemur dan memancing. Pada hari tertentu, Pantai Londa Lima dijadikan tempat diadakannya Hamayang, yaitu upacara adat Marapu.

Akses ke Pantai Londa Lima Waingapu

Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Waingapu, kamu bisa menuju Pantai Londa Lima menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dari Kota Waingapu dengan waktu tempuh 20 menit.

Biaya tiket masuk

Anda akan dikenakan biaya sekitar Rp 2.500 per orang untuk dapat masuk ke kawasan obyek wisata Pantai Londa Lima.

Sumber : utiket.com