Showing posts with label berpergian menggunakan pesawat. Show all posts
Showing posts with label berpergian menggunakan pesawat. Show all posts

Thursday, October 24, 2013

Apa sih turbulensi pesawat itu?



Pernah dengar tentang turbulensi pesawat? Atau bahkan beberapa dari Anda pernah mempunyai pengalaman saat pesawat mengalami turbulensi. Turbulensi pesawat sebenarnya bukanlah istilah asing bagi dunia penerbangan, namun tidak semua orang loh mengetahui apa itu turbulensi pesawat bahkan bagi mereka yang sering berpergian menggunakan pesawat.

Turbulensi pesawat sendiri merupakan guncangan pesawat yang disebabkan oleh benturan massa udara yang datang dengan kecepatan yang cukup tinggi dari berbagai arah yang terjadi di kolom udara. Hal ini akan mengakibatkan pesawat mengalami guncangan bahkan seperti dihempaskan. Kejadian ini mirip dengan melindas gundukan saat Anda mengendarai mobil di jalanan.

Meskipun tidak berbahaya namun saat pesawat mengalami turbulensi, guncangan tersebut akan terasa menakutkan bagi penumpang pesawat. Biasanya saat terjadi turbulensi pesawat maka pilot atau crew pesawat lainnya akan memberikan pengumuman kepada para penumpang. Para penumpang wajib menggunakan sabuk pengaman karena guncangan yang terjadi bisa menyebabkna cedera bagi penumpang pesawat.

Ada beberapa jenis dan penyebab turbulensi pesawat yang umumnya terjadi yaitu turbulensi pesawat yang terjadi di karenakan suhu karena panas matahari yang bisa menyebabkan udara naik atau sebaliknya massa udara dingin tiba-tiba turun. Turbulensi ini sering disebut dengan turbulensi thermis. Yang kedua adalah jenis turbulensi jet stream yaitu turbulensi yang sering terjadi dikarenakan pergerakan arus udara yang sangat cepat pada level ketinggian yang tinggi dan berpengaruh terhadap udara di sekelilingnya. Yang ketiga yaitu turbulensi mekanis yaitu turbulensi yang sering terjadi saat pesawat melewati daerah pegunungan karena massa udara di pegunungan. Dan yang keempat adalah wake turbulence, biasa terjadi saat pesawat berpapasan atau berdekatan dengan helikopter atau pesawat lainnya.

Turbulensi pesawat merupakan hal yang wajar dan sering terjadi. Turbulensi juga tidak berbahaya jadi saat Anda mengalaminya tidak perlu panik secara berlebihan apalagi sampai berteriak ketakutan. Sebenarnya pilot juga bisa menghindari turbulensi pesawat yang terjadi serta bisa dengan akurat memperkirakan turbulensi ini. Pilot akan selalu memilih jalan paling nyaman tanpa mengorbankan keamanan penumpang pesawatnya.

Sumber : utiket.com

Tuesday, September 3, 2013

Terbang di Saat Hamil, Kenapa Tidak?


Mungkin diantara Anda ada yang bertanya bolehkah ibu hamil naik pesawat? Atau bahkan ada yang sedang kebingungan memastikan resiko yang bisa ditimbulkan. Ada riset terbaru yang menyebutkan bahwa ibu hamil masih diperbolehkan traveling menggunakan pesawat asalkan usia kandungannya belum mencapai 37 minggu. Riset terbaru ini didasarkan pada penemuan para ahli di Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Sebenarnya waktu yang paling aman untuk ibu hamil terbang menggunakan pesawat yaitu pada usia kehamilan trimester kedua atau 18 sampai 24 minggu karena pada periode ini resiko seperti kelahiran mendadak atau prematur lebih rendah. Namun begitu, ada beberapa maskapai yang masih mengizinkan ibu hamil terbang meskipun usia kehamilannya 36 minggu.

Namun tidak semua ibu hamil dibawah usia 36 minggu aman untuk terbang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama tentang kondisi kesehatan si ibu hamil tersebut. Ibu hamil yang mengalami anemia berat, sickle cell disease (kelainan bentuk sel merah/berbentuk bulan sabit), mempunyai riwayat
penggumpalan darah, dan plasenta lemah sebaiknya jangan terbang menggunakan pesawat karena akan beresiko terhadap keselamatan ibu hamil dan bayi dalam kandungan. Untuk itu sebelum membeli tiket pastikan Anda menemui dokter dan memastikan kondisi badan dan kandungan Anda dalam keadaan yang memungkinkan untuk berpergian menggunakan pesawat.

Mungkin ada kekhawatiran bahwa tekanan udara yang lebih rendah di kabin pesawat akan mengakibatkan kelahiran mendadak namun hal itu tidak akan terjadi jika kondisi badan fit sehingga badan secara otomatis akan menyesuaikan kondisi tersebut. Saat berada di pesawat sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi karena kelembaban udara di kabin. Jika memungkinkan, sering-seringlah bangun dan jalan-jalan di lorong kabin untuk meregangkan otot dan menghindari penyumbatan pembuluh darah. Pasanglah sabuk pengaman pada perut bagian bawah dan menyilang pada pundak ke bawah. Jika memerlukan informasi lebih, jangan ragu untuk menanyakan ke dokter atau ke maskapai penerbangan.

Sumber : utiket.com