Showing posts with label kota Jakarta. Show all posts
Showing posts with label kota Jakarta. Show all posts

Monday, June 13, 2016

Pulau Peucang Banten Indonesia



Introduksi 

Pulau Peucang berjarak sekitar sembilan puluh kilometer dari Jakarta atau tepatnya berada di Selat Panaitan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pulau ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Ujong Kulon. Keaneka ragaman flora dan fauna di pulau ini, membuat UNESCO menjadikannya sebagai salah satu situs alam warisan dunia.

Pulau ini memiliki pantai yang sangat indah. Pasir pantainya berwarna putih, dipadu dengan warna air lautnya yang berwarna biru jernih. Tak hanya itu pemandangan bawah lautnya pun juga menakjubkan. Tak heran pulau ini menjadi salah satu tempat favorit bagi para penyelam. Selain menyelam, pengunjung pun diperbolehkan memancing di kawasan ini.

Nama Peucang sendiri konon ada yang menyebutnya berasal dari nama sejenis siput yang ada di kawasan pantai. Namun sebagian ada pula yang menyebutnya diambil dari nama sejenis menjangan yang ada di kawasan ini. Pulau ini mempunyai salah satu spot menarik yang disebut dengan Karang Copong. Karang Copong merupakan karang mati yang berukuran besar dan memiliki lubang. Letak karang tersebut berada di sebelah utara pulau. Untuk melihat pemandangan matahari terbit, para wisatawan biasanya berkunjung ke karang ini. Selain itu pulau ini juga memiliki kawasan hutan hujan tropis yang memiliki banyak flora dan fauna seperti rusa, aneka burung hingga lutung.

Di kawasan pulau ini telah tersedia fasilitas penginapan yang dikelola oleh PT Wanawisata Alam Hayati dengan biaya menginap sekitar Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per hari (tanpa AC). Tersedia pula pilihan harga lainnya seperti Flora A dengan biaya Rp 780.000 untuk enam kamar plus AC. Selain itu terdapat pula beberapa rumah makan yang bisa Anda kunjungi.

Akses Ke Pulau Peucang Banten

Pulau ini hanya dapat dicapai melalui jalur laut yang dapat diakses melalui dermaga penyeberangan di Kecamatan Sumur yang berjarak sekitar sembilan puluh kilometer dari pusat kota Jakarta. Dari Jakarta ke Kecamatan Sumur, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa.

Bila menggunakan kendaraan sewa, Anda dapat menggunakan bus tujuan Kalideres - Terminal Labuan dengan biaya sekitar Rp 25.000. Lama perjalanannya sekitar empat jam. Dari terminal, dapat menyewa kendaraan menuju ke Dermaga Sumur.

Nah, dari dermaga, Anda dapat menyewa perahu nelayan menuju ke lokasi Pulau Peucang. Biaya sewa sekitar Rp 1.500.000 hingga Rp 2.000.000 dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam perjalanan, tergantung kondisi cuaca dan ombak tentunya.

Sumber : utiket.com

Wednesday, May 18, 2016

Pantai Bagedur Banten Indonesia



Introduksi

Pantai Bagedur terletak di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Jaraknya sekitar 91 kilometer dari pusat kota Jakarta. Pantai ini masih tergolong cukup alami. Suasananya masih cukup tenang dan asri. Pantainya pun cukup luas dengan hamparan pasir pantainya yang berwarna coklat padat tanpa karang. Dengan panjang pantainya yang mencapai 10 kilometer lebih, pantai ini termasuk landai.

Suasana kawasan pantainya yang tenang sangat cocok untuk bermain bola ataupun voli pantai. Namun bila Anda ingin berenang, harap berhati-hati karena ombak pantai ini tergolong cukup besar, sama seperti ombak yang ada di pantai selatan.

Pantai ini memang belum banyak dikunjungi oleh wisatawan dari mancanegara. Sehingga keadaannya pun masih cukup sepi. Kecuali pas hari libur atau lebaran, penduduk lokal banyak yang rekreasi ke pantai ini. Fasilitas wahana permainan air seperti banana boat dan jet ski tidak akan Anda dapatkan di pantai ini. Pantai ini tergolong pantai yang cocok bagi Anda untuk melepas penat dari kebisingan kota. Meski begitu di pantai ini sempat diselenggarakan ajang perlombaan reli motor.

Bila Anda ingin bermalam, tersedia pula beberapa penginapan sederhana dengan harga sewa yang bervariasi. Selain itu beberapa warung sederhana juga tersedia di kawasan ini.

Akses Ke Pantai Bagedur Banten

Kota terdekat untuk menuju ke lokasi ini adalah dari Jakarta. Dari Jakarta bisa melalui tol Jakarta - Merak. Kemudian keluar melalui pintu tol Serang Timur dan dilanjutkan menuju ke Pandeglang - Saketi - Malingping. Lama perjalanannya sekitar empat jam perjalanan.

Sumber : utiket.com

Monday, October 7, 2013

Sekilas Tentang Ondel-ondel Khas Betawi


Ondel-ondel merupakan sebuah boneka besar dengan tampilan matanya yang selalu melotot dan identik dengan budaya khas Betawi. Walaupun begitu, kesenian serupa juga terdapat di beberapa daerah di luar kota Jakarta, seperti kesenian di Pasundan yang menyerupai Ondel-ondel ini disebut dengan Badawang, sedangkan di Jawa Tengah disebut dengan Barongan Buncis, sementara di Bali dikenal dengan nama Barong Landung. Konon kesenian ini sudah ada sebelum masuknya agama Islam di Pulau Jawa.

Ondel-ondel biasanya mempunyai tinggi sekitar dua setengah meter dengan diameter garis tengahnya kurang lebih sekitar 80 centimeter. Ondel-ondel yang menggambarkan seorang laki-laki biasanya mukanya berwarna merah, sedangkan Ondel-ondel yang menggambarkan seorang perempuan biasanya akan bermuka putih atau kuning. Proses pembuatan Ondel-ondel sendiri biasanya dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pembuatan rangka dan tahap pembuatan topeng. Untuk membuat sepasang boneka Ondel-ondel biasanya memerlukan waktu sekitar satu hingga tiga minggu tergantung ukuran yang diinginkan. Untuk pembuatan rangka, bahan yang digunakan biasanya adalah bambu dan ijuk, sedangkan untuk pembuatan topeng kini lebih banyak menggunakan bahan dari fiber glass daripada kayu karena dianggap lebih praktis. Sedangkan untuk baju yang nantinya akan digunakan pada boneka biasanya menggunakan bahan kain satin serta sarung untuk bagian bawahnya.

Awalnya Ondel-ondel mempunyai fungsi sebagai penolak bala dan dahulu masyarakat Betawi sering menjadikan Ondel-ondel sebagai simbol leluhur penjaga kampung untuk menjauhkan dari berbagai gangguan roh halus yang bergentayangan. Maka tidak heran apabila dahulu Ondel-ondel mempunyai wajah yang cukup menyeramkan. Terkait dengan fungsi awal Ondel-ondel tersebut maka dahulu sebelum akan memulai pembuatan Ondel-ondel biasanya seorang pengrajin akan melakukan ritual khusus seperti menyediakan aneka sesaji berupa kemenyan, kembang tujuh rupa serta bubur sumsum. Hal ini dimaksudkan agar proses pembuatan boneka dapat berjalan lancar serta diharapkan roh yang nantinya akan bersemayam di dalam boneka adalah roh baik. Ritual khusus ini menurut masyarakat setempat disebut dengan Ukup atau Ngukup.

Namun seiring dengan berjalannya waktu serta adanya pergeseran fungsi dari Ondel-ondel itu sendiri maka ritual khusus tersebut sudah mulai ditinggalkan. Semenjak kepemimpinan Ali Sadikin sebagai Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1966-1977, Ondel-ondel telah beralih fungsi sebagai boneka seni khas Betawi sekaligus juga sebagai seni pertunjukkan rakyat yang menghibur. Wajah Ondel-ondel yang dahulu terkesan menyeramkan pun kini sudah berubah menjadi lebih manis. Dalam pertunjukkannya pun Ondel-ondel lebih sering diiringi dengan musik tradisional khas Betawi seperti Tanjidor, Bende, Ningnong, maupun Rebana Ketimpring.

Sumber : utiket.com