Showing posts with label mendirikan tenda. Show all posts
Showing posts with label mendirikan tenda. Show all posts

Sunday, June 26, 2016

Pulau Labengki Kendari Indonesia



Introduksi 

Banyak yang bilang, pulau ini tak kalah cantik dengan Raja Ampat. Baik dari panorama maupun keindahan bawah lautnya. Nama pulau ini adalah Pulau Labengki.

Pulau Labengki terletak di Desa Labengki, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Kendari. Pulau ini terdiri dari beberapa gugusan pulau karang besar serta pulau karang kecil. Sehingga Pulau Labengki dibagi menjadi Pulau Labengki Besar dan Pulau Labengki Kecil.

Di pulau ini terdapat banyak titik penyelaman. Lokasinya menjadi salah satu lokasi favorit bagi para penyelam. Selain menyelam, Anda juga bisa bersnorkeling tentunya. Pemandangan yang cantik, air lautnya pun berwarna biru jernih. Beberapa pantai di pulau ini memiliki hamparan pasir berwarna putih. Membuat siapapun yang datang ke sini menjadi betah.

Selain itu, di sini juga terdapat salah satu spesies kima terbesar di dunia yakni Kimaboe. Kima sendiri merupakan sejenis kerang yang berukuran cukup besar. Ukuran kima di kawasan ini dapat mencapai hingga 50 cm dan merupakan spesies kima terbesar kedua di dunia. Sehingga di kawasan ini terdapat pula penangkaran untuk sejumlah spesies kima.

Fasilitas

Di pulau ini belum terdapat fasilitas seperti hotel, penginapan atau warung makan. Sebaiknya Anda membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Atau bila mau, Anda bisa memancing di kawasan pulau ini, lalu ikan hasil memancing bisa Anda bakar untuk dinikmati.

Sedangkan bila mau menginap, Anda bisa mendirikan tenda di sekitar kawasan pulau. Atau mendapatkan penginapan di sekitar pusat kota Kendari.

Akses ke Pulau Labengki Kendari

Pulau Labengki berjarak sekitar 70 km dari kota Kendari.

Dari pusat kota, Anda bisa langsung menuju ke Pelabuhan Kendari. Kebanyakan kapal atau perahu yang ada di pelabuhan ini tidak stanby selama 24 jam serta tidak setiap hari beroperasi.

Dari pelabuhan, Anda bisa menyewa sebuah kapal atau perahu untuk menuju ke Pulau Labengki. Tarif sewanya berbeda-beda tergantung kesepakatan Anda dengan si pengemudi.

Waktu tempuhnya sekitar empat hingga lima jam perjalanan, tergantung cuaca.

Sumber : utiket.com

Saturday, January 31, 2015

Pantai Buyutan Pacitan Indonesia



Introduksi 

Kota Pacitan dikenal juga dengan nama Kota 1001 Goa. Selain obyek wisata goa, kota ini juga mempunyai Pantai Klayar yang sudah cukup populer. Namun siapa sangka, kota ini juga mempunyai beberapa pantai cantik yang belum banyak orang mengetahuinya. Salah satu pantai cantik dan tersembunyi itu adalah Pantai Buyutan.

Pantai Buyutan terletak di Dusun Tumpak Watu, Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Letaknya berada di sebelah barat Pantai Klayar. Meski bersebelahan, namun belum banyak orang yang tahu tentang keberadaan pantai ini. Sehingga suasananya masih cukup asri dan sepi. Bila datang ke pantai ini, jangan kaget karena letak pantainya berada di bawah tebing. Namun jangan khawatir, karena pantai ini mempunyai bibir pantai yang cukup panjang. Sehingga Anda bisa turun ke bawah untuk sekedar bermain air atau jalan-jalan menyusuri bibir pantai. Saat ini telah dibangun jalan setapak yang bisa Anda gunakan untuk turun dan menuju ke bibir pantai.

Pantai Buyutan mempunyai hamparan pasir pantai yang berwarna putih dan air laut yang berwarna biru jernih. Dari bawah bibir pantai, Anda bisa merasakan sejuknya angin laut dan bisa bermain air. Di bibir pantai ini banyak terdapat karang yang bisa terlihat dengan jelas saat air sedang surut. Beberapa batu karang yang berukuran cukup besar juga terdapat di pantai ini. Panorama pantai saat sunset atau sunrise lebih indah bila dilihat dari atas tebing yang hijau. Beberapa sudut di tebing ini juga sangat cocok untuk dijadikan lokasi pemotretan atau pre wedding.

Fasilitas

Belum banyak orang yang tahu tentang keberadaan pantai ini, sehingga tidak dijumpai penjual makanan / minuman di kawasan pantai. Begitu juga dengan penginapan. Bila mau menginap, Anda bisa mendirikan tenda di atas tebing atau menyewa penginapan di pusat kota Pacitan. Jangan lupa juga untuk membawa bekal makanan / minuman sendiri.

Akses ke Pantai Buyutan Yogyakarta

Untuk menuju ke lokasi ini dapat melalui kota Yogyakarta atau Kota Solo. Rutenya terdekatnya adalah :

Dari pusat kota Yogyakarta - Wonosari - Wonogiri - Ngadirojo - Batu - Donorojo – Widoro (waktu tempuhnya sekitar tiga jam perjalanan).

Bila dari Solo rutenya Solo - Sukoharjo - Wonogiri - Ngadirojo - Batu - Donorojo – Widoro (waktu tempuhnya sekitar empat jam perjalanan karena jalannya memutar).

Rutenya hampir sama dengan rute untuk menuju ke Pantai Klayar, hanya saja sesampainya di Kecamatan Donorojo dan menemukan pertigaan Pasar Kalak, ambil arah ke barat (arah yang menuju ke Desa Widoro). Dari arah ini lurus terus hingga sampai di pertigaan dengan papan petunjuk arah ke Pantai Buyutan. Dan Anda tinggal mengikuti saja papan petunjuk arah tersebut.

Sumber : utiket.com

Saturday, January 3, 2015

Pulau Cangke Makassar Indonesia



Introduksi

Pulau yang satu ini walaupun kecil, namun memiliki panorama yang sangat cantik. Belum banyak wisatawan yang mengetahui pulau ini. Namanya Pulau Cangke. Letaknya berada di Kabupaten Pangkajene Kepulauan atau dikenal pula dengan nama Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Luas Pulau Cangke memang kecil, hanya sekitar 10 kilometer persegi saja. 

Pulau ini merupakan salah satu tempat bagi para penyu untuk bertelur. Selama dua bulan per tahun, para penyu akan datang ke pulau ini untuk bertelur. Keindahannya memang luar biasa cantik. Daratannya sangat teduh, karena ditumbuhi dengan banyak pepohonan nan hijau. Air lautnya pun masih bening. Saat air laut sedang surut, bahkan Anda sudah bisa melihat berbagai terumbu karang dan ikan yang cantik dari atas. Sangat cocok untuk melakukan kegiatan diving, snorkeling atau memancing.

Istimewanya, pulau ini hanya dihuni oleh empat orang yang sudah cukup berumur yakni Daeng Abu dan istrinya, Maedah serta sepasang suami istri lain yang masih keluarga dekat Daeng Abu. Daeng Abu dan istrinya sudah tinggal di pulau ini selama 40 tahun.

Awalnya memang, Daeng Abu dan istrinya tidak tinggal di pulau ini. Menurut cerita, meraka diusir oleh warga kampungnya karena menderita penyakit kusta. Setelah pergi dengan menggunakan perahu, akhirnya mereka terdampar di Pulau Cangke.

Pulau Cangke pun awalnya hanyalah sebuah pulau yang tandus dan tidak berpenghuni. Daeng Abu dan istrinyalah yang kemudian berinisiatif untuk menanami pulau ini dengan cemara laut dan beberapa pohon lainnya. Kini, Pulau Cangke sudah terlihat seperti hutan di tengah laut. Benar-benar indah.

Fasilitas

Di pulau ini belum tersedia fasilitas listrik. Begitu juga dengan warung makan ataupun penginapan. Hanya saja, untuk sinyal handphone di pulau ini masih cukup bagus. Bila mau menginap, Anda bisa mendirikan tenda di kawasan pulau ini. Jangan lupa juga untuk membawa banyak bekal makanan dan minuman dari rumah.

Akses ke Pulau Cangke Makassar

Untuk menuju ke lokasi Pulau Cangke, Anda bisa melalui kota Makassar. Dari Makassar, Anda bisa langsung menuju ke Pelabuhan Paotere. Dari pelabuhan ini, Anda bisa menyewa perahu tradisional Jolloro atau Katinting.

Waktu tempuh dari Pelabuhan Paotere ke Pulau Cangke sekitar dua hingga tiga jam perjalanan. Tergantung cuaca. Sebelum sampai di Pulau Cangke, perahu biasanya singgah di Pulau Karanrang, Anda bisa membeli air minum di pulau tersebut.

Sumber : utiket.com

Saturday, November 29, 2014

Pulau Kera Kupang Indonesia



Introduksi

Namanya memang cukup unik yakni Pulau Kera. Namun jangan salah, pulau ini bukanlah sebuah pulau yang dihuni oleh ratusan kera. Ada beberapa pendapat tentang asal usul nama Pulau Kera ini. Sebagian ada yang menyebut Kera berasal dari kata Kea (Bahasa Rote) yang artinya penyu. Karena dahulunya pulau ini berfungsi sebagi penangkaran penyu. Namun mungkin karena pengucapan lafal saja, sehingga namanya berubah menjadi Pulau Kera. Namun beberapa ada pula yang berpendapat Kera berasal dari kata Takera (Bahasa Solor) yang artinya ember/timba.

Pulau Kera berhadapan langsung dengan Teluk Kupang. Tepatnya berada di Desa Uiasa, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini masuk dalam wilayah Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang. Pulau ini merupakan pulau berpenduduk karena telah ditempati oleh warga pendatang sejak tahun 1911. Saat ini mayoritas penduduknya adalah Suku Bajo yang beragama Islam.

Pulau Kera merupakan sebuah pulau kecil. Luasnya hanya sekitar satu kilometer persegi saja. Hamparan pasir pantai di pulau ini berwarna putih dan sedikit berwarna merah. Air lautnya berwarna hijau tosca dan sangat jernih. Terasa menyegarkan tentunya. Beberapa pohon kelapa dan cemara menghiasi pulau ini. Pantai di pulau ini cukup landai dan dangkal. Di pulau ini, Anda bisa melakukan kegiatan diving, snorkeling ataupun memancing. Beberapa spot terbaik untuk menyaksikan pemandangan sunset juga ada di pulau ini.

Fasilitas

Di pulau ini masih minim fasilitas. Beberapa gubuk peristirahatan memang sudah tersedia di bibir pantai. Penduduk setempatnya pun sangat ramah terhadap pengunjung. Sebaiknya, Anda membawa bekal makanan dan minuman sendiri karena tidak ada warung makan di pulau ini. Yang ada hanyalah beberapa warung kelontong kecil yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Bila mau menginap, Anda bisa mendirikan tenda atau menginap di rumah penduduk setempat. Hanya saja, tidak ada sumber air tawar di pulau ini. Sumber mata air di pulau ini berasal dari tiga buah sumur yang semuanya berair payau. Untuk air yang digunakan untuk memasak, makan/minum, penduduk setempat membelinya dari Kupang. Listrik di pulau ini pun masih berasal dari genset yang hanya menyala mulai dari jam 18.00 WITA hingga jam 23.00 WITA. Sehingga saat malam tiba, suasana di pulau ini cukup tenang dan jauh dari kebisingan.

Akses ke Pulau Kera Kupang

Pulau Kera bisa diakses melalui kota Kupang. Satu-satunya sarana transportasi menuju ke pulau ini adalah dengan menggunakan perahu.

Rutenya adalah dari pusat kota Kupang, Anda bisa langsung menuju ke Pelabuhan Oeba, Kupang. Dari pelabuhan ini, Anda bisa menyewa perahu nelayan untuk menuju ke Pulau Kera. Waktu tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit perjalanan. Sebaiknya Anda melakukan perjalanan di pagi hari karena perahu nelayan yang menuju ke Pulau Kera biasanya hanya ada di waktu tersebut.

Sumber : utiket.com