Sunday, September 7, 2014

Tips Rafting Aman Bagi Pemula



Arum jeram atau rafting merupakan salah satu olahraga yang memerlukan kekompakkan tim. Olahraga ini tentunya cukup menantang dan dapat memacu adrenalin. Selain para profesional, olahraga ini sekarang dapat dilakukan oleh para pemula. Mulai dari anak-anak hingga orang tua. Bahkan bagi kalian yang tidak bisa berenang. Nah, berikut tips aman melakukan kegiatan rafting bagi pemula.

Siapkan kondisi fisik

Sebelum melakukan kegiatan ini, pastikan terlebih dahulu kondisi fisik Anda cukup prima dan sehat. Kondisi fisik yang prima sangat diperlukan bagi olahraga ini untuk mengayuh dan menyeimbangkan badan.

Pilih lokasi yang aman

Pilihlah lokasi rafting yang sesuai dengan kemampuan diri Anda. Bila kemampuan diri Anda tidak mencukupi, jangan memaksa untuk tetap rafting di sungai yang khusus untuk profesional.

Pilih perusahaan / operator rafting

Perusahaan / operator rafting yang sudah berpengalaman dan memiliki reputasi yang baik cukup penting. Pilihlah operator / perusahaan rafting yang menyediakan jasa asuransi bagi Anda. Selain itu operator / perusahaan rafting yang baik biasanya memiliki badan hukum dan alamat kantor yang jelas.

Gunakan pakaian yang ringan

Sebelum melakukan kegiatan ini, jangan lupa pakailah pakaian dengan bahan yang ringan. Untuk celana, jangan memakai celana yang bahannya dari jeans. Untuk kaos, bisa memakai kaos lengan panjang untuk memproteksi lengan Anda. Sedangkan alas kakinya bisa menggunakan sepatu atau sandal gunung.

Gunakan perlengkapan keselamatan

Selama melakukan kegiatan rafting, perlengkapan keselamatan wajib digunakan. Perlengkapan tersebut diantaranya meliputi helm, pelampung serta pelindung tangan dan kaki.

Patuhi arahan pemandu

Bagi pemula, memakai jasa pemandu dalam olahraga ini adalah wajib. Pemandu adalah orang yang pastinya sudah cukup berpengalaman dan profesional dalam melakukan kegiatan ini. Jadi sudah sepantasnya, harus patuh terhadap arahan pemandu.

Tetap tenang

Bila Anda jatuh ke sungai, pastikan diri Anda tetap tenang dan jangan panik. Selain Anda telah memakai pelampung, pemandu Anda pastinya akan segera melakukan pertolongan.

Sumber : utiket.com

Saturday, September 6, 2014

Lima Penginapan Unik Khas Indonesia



Indonesia memang kaya akan budaya dan tradisi. Nah, salah satu kekayaannya adalah banyaknya rumah adat khas yang ada di Indonesia. Beberapa rumah adat ini bukan hanya bisa dikunjungi, tapi juga bisa dijadikan tempat untuk menginap.

Rumah Honai, Papua

Rumah Honai merupakan rumah adat khas Papua. Bentuk rumah adat ini mirip jamur dengan atap bulat dan tembok melingkar. Rumah ini terbuat dari kayu. Dari luar memang terlihat sempit tapi ketika masuk akan terasa luasnya. Rumah Honai ini biasanya bertingkat dua dan bisa menampung hingga 10 orang. Biaya untuk menginap di Rumah Honai sendiri sekitar Rp 200.000 per malam. Bila ingin merasakan sensai menginap di rumah Honai, bisa pergi ke desa-desa di Wamena. Sebaiknya sedia sleeping bag dan senter karena fasilitas menginap disini hanya bed cover tipis serta tak ada lampu penerangan.

Rumah Betang, Kalimantan Barat

Seperti namanya Rumah Betang memang membentang kurang lebih sekitar 180 meter dengan belasan pintu dan jendela. Karena keunikannya ini, banyak wisatawan yang tertarik merasakan pengalaman menginap di sini. Rumah Betang biasanya dihuni oleh puluhan keluarga atau ratusan jiwa. Semua bagian rumah terbuat dari kayu belian (keunikan kayu ini yaitu akan semakin kuat jika terkena air). Anda bisa pergi ke Desa Saham, Kecamatan Sengah Tamila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat untuk mencoba pengalaman menginap di Rumah Betang ini. Biayanya sekitar 100.000 per malam.

Sao Ria Tenda Bewa Moni Koanara, Flores

Nama rumah adat yang satu ini memang panjang, tapi bentuk rumahnya sangat simple dan sederhana. Rumah adat ini berbentuk segi empat dan bergaya panggung dengan pondasi-pondasi batu di bawahnya. Rumah adat khas Flores ini terbuat dari kayu untuk dindingnya serta daun rumbia untuk atapnya. Beberapa rumah mempunyai fungsi yang berbeda. Rumah yang digunakan untuk menginap dan tidur biasanya ditandai dengan kepala kerbau di bagian atas rumah.

Rumah Bale, Lombok

Di beberapa desa adat di Lombok penduduk setempat masih tinggal di rumah adat khasnya yang disebut dengan Rumah Bale. Keunikan rumah adat Bale ini yakni atapnya terbuat dari jerami, dindingnya pun masih terbuat dari anyaman bambu. Sedangkan lantainya terbuat dari lapisan tanah liat dan kotoran sapi. Meski begitu, rumah Bale ini sangat bersih, bahkan lantainya pun mulus dan tidak bau dan tidak berdebu meskipun sering dipel menggunakan kotoran sapi. Anda bisa menginap di sini namun khusus untuk pria tidurnya di teras, sedangkan wanita boleh di dalam rumah.

Wae Rebo, Flores

Satu lagi rumah tradisional khas yang menjadi favorit bagi para wisatawan yakni Rumah Adat Mbaru Niang yang ada di Kampung Adat Wae Rebo, Flores. Rumah adat ini disebut juga rumah bundar. Lokasinya berada di tengah-tengah pegunungan dengan pemandangan yang mengagumkan. Rumah ini berbentuk rumah panggung dan terbuat dari kayu tanpa semen dan paku sama sekali. Sudah berdiri ratusan tahun dan rutin dipugar. Ingin mencoba menginap di sini? Siapkan dana untuk menginap kurang lebih sekitar Rp 300.000 per malam, lengkap dengan fasilitas makan tiga kali sehari.

Sumber : utiket.com

Friday, September 5, 2014

Tugu Khatulistiwa Pontianak Indonesia



Tentang Tugu Khatulistiwa

Di Kota Pontianak yang dijuluki dengan Kota Khatulistiwa terdapat Tugu Khatulistiwa yang menjadi icon kota ini dan menjadi salah satu tujuan wisata. Tugu ini berada di Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Siantan, Kecamatan Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Nama lain tugu ini adalah Equator Monument.

Bangunan Tugu Khatulistiwa ini terdiri dari 4 tonggak kayu belian yang berdiamater 0.30 meter, tinggi 3.05 meter. Tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah memiliki tinggi 4.40 meter. Di tengah diameter lingkarannya terdapat tulisan EVENAAR yang berarti khatulistiwa, di bawah anak panah terdapat plat dengan tulisan 109o 20' OLvGr yang menunjukkan letak berdirinya Tugu Khatulistiwa pada garis bujur timur.

Ada peristiwa menarik yang terjadi di Tugu Khatulistiwa, yaitu terjadinya titik kulminasi matahari. Titik kulminasi ini berlangsung ketika matahari berada tepat di garis khatulistiwa dimana posisi matahari tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi. Saat titik kulminasi terjadi, bayangan tugu dan benda-benda lain di sekitar tugu akan menghilang beberapa detik saat diterpa sinat matahari. Titik kulminasi matahari ini terjadi setahun dua kali: 21-23 Maret dan 21-23 September.

Untuk dapat melihat Tugu Khatulistiwa ini tidak dipungut biaya, namun jika kamu ingin mendapatkan sertifikat Tugu Khatulistiwa sebagai bukti bahwa kamu pernah berkunjung ke Tugu Khatulistiwa ini kamu bisa membayar sebesar Rp. 10.000,-. Di sertifikat tersebut akan terdapat foto pengunjung yang bersangkutan dan tanda tangan Walikota Pontianak.

Akses ke Tugu Khatulistiwa

Dari pusat Kota Pontianak, Tugu Khatulistiwa berjarak sekitar 3 km dan dapat ditempuh dengan menggunakan bus atau angkutan kota yang menuju lokasi Tugu Khatulistiwa.

Sumber : utiket.com

Thursday, September 4, 2014

Taman Nasional Gunung Palung Pontianak Indonesia



Tentang Taman Nasional Gunung Palung

Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) merupakan salah satu taman nasional yang terlengkap di antara taman-taman nasional di Indonesia. TNGP terletak di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Taman nasional ini berada di ketinggian 900-1.116 mdpl dan diresmikan pada tanggal 24 Maret 1990.

TNGP mempunyai luas sekitar 90.000 hektar dan membentang dari Kecamatan Matan Hilir Utara, Sukadana, Simpang Hilir, Nanga Tayap dan Sandai. Berikut beberapa keaneka ragaman hayati yang terdapat di TNGP :
  • Ekosistem : hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan mapah tropika, hutan mangrove, hutan pegunungan.
  • Flora : jelutung, ramin, damar, pulai, rengas, kayu ulin, tanaman bakau, kendeka dan berbagai tanaman obat. Terdapat flora unik yaitu anggrek hitam yang dapat dilihat di Sungai Matan dan biasanya hanya mekar selama 5-6 hari pada bulan Februari-April tiap tahunnya.
  • Fauna : beberapa primata (orang utan, bekantan, beruk, owa, kelasi), 200 jenis burung, beruang madu, kukang, kijang, kancil, bajing tanah bergaris empat, ayam hutan, rangkong badak, enggang gading, kura-kura gading, penyu tempayan, buaya siam dan tupai kenari.

Wilayah ini juga merupakan salah satu kawasan konservasi bagi orang utan di Indonesia dan menjadi habitat bagi 10% dari populasi orang utan yang hidup di dunia atau sekitar 2.200 ekor orang utan. Untuk berkunjung ke TNGP sebaiknya antara bulan Juni-September setiap tahunnya.

Selain keaneka ragaman hayati yang ada di taman nasional ini, kamu juga bisa menikmati obyek wisata lainnya yang ada kawasan Taman Nasional Gunung Palung ini, diantaranya :
  • Pantai Pulau Datok dan Bukit Lubang Tedong : merupakan wisata bahari yang menarik untuk kamu kunjungi.
  • Gunung Palung dengan ketinggian 1.116 mdpl dan Gunung Pantai dengan ketinggian 1.050 mdpl : di sini kamu bisa menikmati pendakian, air terjun, pengamatan flora fauna dan berkemah.
  • Cabang Panti : merupakan pusat penelitian yang berada di sisi barat kaki Gunung Palung dan didirikan pada tahun 1985 dengan fasilitas stasiun penelitian, wisma peneliti dan perpustakaan.
  • Kampung Baru : merupakan area pengamatan bekantan.
  • Sungai Matan dan Sungai Simpang : kamu bisa menyusuri sungai sambil mengamati situs purbakala dan melakukan pengamatan satwa.

Tak usah khawatir tersesat di kawasan taman nasional ini, karena akan ada pemandu wisata yang menemanimu menjelajahi taman nasional ini.

Akses ke Taman Nasional Gunung Palung

Jalur pertama : dari Kota Pontianak kamu bisa menuju Ketapang menggunakan pesawat dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam atau menggunakan Express Boat dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. Lalu dari Ketapang kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Teluk Melano menggunakan minibus dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Kemudian dari Teluk Melano kamu akan menuju ke TNGP menggunakan Long Boat dengan waktu tempuh sekitar 6 jam.

Jalur kedua : menggunakan Express Boat dari Pontianak menuju Teluk Batang dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Dari Teluk Batang dilanjutkan menuju Teluk Melano menggunakan minibus dengan waktu tempuh sekitar 1 jam kemudian lanjut menggunakan Long Boat menuju TNGP dengan waktu tempuh sekitar 6 jam.

Biaya Tiket Masuk

Untuk dapat masuk ke TNGP kamu dikenakan tiket seharga Rp. 1.000/orang untuk wisatawan domestik dan Rp. 10.000/orang untuk wisatawan mancanegara. Bagi kamu yang berkunjung ke kawasan taman nasional ini dan membawa kamera maka kamu perlu membayar biaya lagi, Rp 2.500 untuk kamera photo atau Rp 25.000 untuk kamera video.

Sumber : utiket.com

Wednesday, September 3, 2014

Taman Bukit Bougenville Pontianak Indonesia



Tentang Taman Bukit Bougenville

Singkawang ternyata memiliki sebuah taman yang cukup dikenal yaitu Taman Bukit Bougenville. Taman bunga ini terletak di Desa Sijangkung, berjarak kurang lebih 6 km atau 15 menit perjalanan dari Kota Singkawang. Taman ini berlokasi di sebuah kaki bukit yang berlatar belakang Gunung Pasi dan dikelilingi areal hutan dan perkebunan yang tentunya menjadikan kawasan ini menjadi sangat asri dan sejuk.

Seperti namanya, taman ini merupakan sebuah taman yang didominasi oleh bunga Bougenville (Bougenvillea Spectabilis). Bougenville atau yang juga disebut dengan bunga kertas ini merupakan salah satu tanaman hias terpopuler di dunia. Di kawasan wisata ini para wisatawan akan disuguhi sekitar 46 spesies bunga Bougenville yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Di sebagian kawasan taman ini terdapat track pejalan kaki yang melintasi area taman, ada pula kolam dengan jembatan di atasnya dan terdapat tulisan “Bukit Bougenville”. Di kolamnya sendiri terdapat patung naga yang meliuk-liuk dari bawah jembatan dengan kepala yang mengarah ke atas jembatan.

Selain dapat menikmati keindahan bunga Bougenville, di taman ini para wisatawan juga akan disuguhi berbagai macam tanaman hias lainnya seperti Anggrek, Anthurium, Sri Rejeki (Aglonema), dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, kawasan wisata ini pun memiliki fasilitas yang sudah cukup lengkap. Mulai dari sarana umum yakni tempat parkir yang luas, mushola, pondokan-Pondokan untuk tempat bersantai, rest room, kolam renang mini untuk pengunjung yang sengaja datang membawa putra-putri tercinta hingga hutan homogen yang dikenal dengan “Area Super Sejuk”.

Inilah salah satu tempat yang paling digemari para wisatawan saat berkunjung di Taman Bukit Bougenville, yakni hutan homogen. Kawasan ini disebut dengan Area Super Sejuk karena di kawasan ini dipenuhi dengan rerimbunan pohon gaharu. Jadi tidak salah apabila hutan homogen ini dijuluki Area Super Sejuk. Di lokasi ini selain bisa menikmati udara yang super sejuk, para wisatwan juga bisa memanfaatkan keindahan hutan homogen ini sebagai tempat untuk foto pre-weeding atau foto bersama sanak keluarga, sahabat tercinta.

Selain dapat menikmati tanaman hias, di Taman Bukit Bougenville ini juga terdapat kebun buah. Tanaman buah yang berada di lokasi ini merupakan jenis buah-buahan yang sering dijual para pedagang di Singkawang. Saat berkeliling ke kebun buah ini, para wisatawan dapat menemui koleksi tanaman buah, seperti durian, rambutan, belimbing dan alpukat.

Nah, setelah berkeliling Taman Bukit Bougenville ini, bagi para wisatawan yang memiliki hobi menanam bunga atau sekedar mengkoleksi bunga, bisa membeli langsung bibit bunga yang tersedia di rumah kaca taman ini. Harga bibit bunga tersebut bervariasi tergantung jenis bunga yang ingin dibeli. Wahh asyik ya, sambil jalan-jalan bisa menambah koleksi bunga di rumah sekaligus.

Akses ke Taman Bukit Bougenville

Pilih penerbangan dengan tujuan ke Bandara Supadio, Pontianak. Dari bandara, bisa menyewa kendaraan darat untuk menuju Kota Singkawang dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Setibanya di Kota Singkawang, lanjutkan perjalanan ke arah selatan sejauh sekitar 6 km menuju Desa Sijangkung tempat dimana Taman Bukit Bougenville berada dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Jam Buka

Taman Bukit Bougenville ini buka setiap hari mulai pukul 09.00-21.00 WITA.

Biaya Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke kawasan wisata ini relatif terjangkau yakni Rp 10.000 per orang.

Sumber : utiket.com

Tuesday, September 2, 2014

Sinka Island Park Pontianak Indonesia



Tentang Sinka Island Park

Sinka Island Park merupakan salah satu obyek wisata di Pontianak, tepatnya berada di Teluk Ma’jantuh, Singkawang, Kalimantan Barat. Mengunjungi obyek wisata ini, kita bisa sekaligus berkunjung ke tiga tujuan yang berbeda, yaitu pantai, kolam renang dan kebun binatang. Ketiga tujuan wisata tersebut merupakan perpaduan antara obyek wisata alami dan modern.

Berada di Sinka Island Park kita bisa menikmati pemandangan Pantai Bajau di mana terdapat bebatuan yang bertaburan dengan air lautnya yang tenang dan angin yang sepoi-sepoi. Hanya saja bebatuan yang bertaburan di pantai ini memang sedikit menyulitkan pengunjung untuk berenang. Namun tidak usah khawatir karena masih ada beberapa permainan air yang bisa kita sewa untuk menikmati Pantai Bajau. Seperti banana boat, jet ski dan sepeda air. Atau bila mau penggunjung juga bisa menikmati keindahan pantai tersebut dengan berjalan kaki ataupun naik kuda yang disewakan. Bagi yang hobi memancing, pantai ini juga cocok untuk menyalurkan hobi tersebut.

Berada tak jauh dari pantai ini terdapat kolam renang dengan ukuran besar. Terdapat dua jenis seluncuran dengan ketinggian berbeda yang dapat digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Di dekat kolam renang ini tersedia pondokan yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk mengawasi anak-anaknya bermain di kolam renang. Di dalam area Sinka Island Park terdapat kebun binatang yang bernama Sinka Zoo. Sinka Zoo dibangun di atas lahan seluas 30 hektar dan memiliki koleksi binatang yang cukup lengkap. Terdiri dari 62 spesies dengan jumlah sekitar 200 hewan. Selain melihat berbagai jenis koleksi hewan, kita juga bisa memberi makan bahkan berfoto dengan beberapa hewan tertentu.

Satu lagi yang menarik di Sinka Island Park adalah Pulau Simping. Terdapat jembatan kayu yang bisa digunakan untuk menuju ke pulau ini. Pulau ini ditumbuhi dengan pepohonan dan memiliki bangunan kelenteng mini. Pada papan di dekat jembatan dikatakan bahwa pulau ini merupakan pulau terkecil yang diakui oleh PBB. Tak perlu khawatir kehabisan bekal dan kelaparan karena di kawasan Sinka Island Park ini tersedia kantin dan terdapat banyak penjual makanan dan minuman. Kita juga bisa menemukan banyak penjual souvenir di sini. Fasilitas umum yang bisa kita temukan di kawasan wisata ini adalah mushola dan toilet.

Harga Tiket

Harga tiket masuk ke Pantai Bajau sekitar Rp 20.000 per orang, sedangkan untuk sewa Banana Boat dikenakan biaya sekitar Rp 200.000/6 orang untuk 15 menit. Untuk tiket masuk ke Sinka Zoo, dikenakan biaya sekitar Rp 10.000 per orang.

Akses ke Sinka Island Park

Sinka Island Park berada di sebelah selatan kota Singkawang yang dapat ditempuh selama tiga jam menggunakan kendaraan darat dari pusat kota Pontianak.

Sumber : utiket.com

Monday, September 1, 2014

Sungai Tamborasi Pomala Indonesia



Tentang Sungai Tamborasi

Tau kah kamu dimana sungai terpendek di dunia itu? Ternyata di Indonesia juga mempunyai sungai terpendek kedua di dunia dengan panjang sekitar 20 m dan lebar 15 m. Nomor satunya dipegang oleh Sungai Reprua di Abkhazia, republik separatis di Georgia dengan panjang sekitar 18 m.

Sungai Tamborasi terletak di Desa Tamborasi, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Propinsi Sulawesi Tenggara. Berjarak sekitar 90 km utara barat Kota Kolaka. Air sungainya pun jernih berwarna hijau. Udara yang sejuk ditambah dengan pepohonan di hutan sekitar sungai ini menjadikan tempat ini sangat cocok untuk melepas penat. Di dalam hutan sekitar Sungai Tamborasi pun dihuni oleh berbagai macam satwa salah satunya satwa khas Sulawesi yaitu monyet bulu emas.

Di sepanjang pinggir Sungai Tamborasi terdapat pasir putih yang menambah keindahan sungai ini. Hal ini dikarenakan Sungai Tamborasi berbatasan langsung dengan Pantai Tamborasi. Selain pasir putihnya, ada keunikan tersendiri yang bisa kamu temui di Sungai Tamborasi. Saat berada di hilir sungai atau di sekitar mata air kamu akan merasakan air yang dingin dan sejuk. Namun saat kamu berada di hulu sungai atau di perbatasan sungai dengan pantai kamu akan merasakan air yang hangat. Kamu tinggal pilih saja, mau bermain dengan air dingin atau hangat. Cukup unik ya!

Akses ke Sungai Tamborasi

Cukup mudah untuk menjangkau Sungai Tamborasi. Kamu bisa menggunakan kendaraan bermotor dari Kota Kolaka menuju Sungai Tamborasi dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Sepanjang perjalanan kamu bisa menikmati keindahan pemandangan gunung batu marmer.

Sumber : utiket.com