Wednesday, August 13, 2014

Pantai Taipa Palu Indonesia



Tentang Pantai Taipa

Lokasi Pantai Taipa hanya 20 km utara kota Palu. Dari Bandara Mutiara Palu untuk mencapai kawasan Wisata Pantai Taipa hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Taipa memiliki pasir putih dan air laut yang jernih. Pantai Taipa menawarkan keindahan dan pesona bawah laut yang menarik, wisatawan bisa bersnorkeling ataupun diving keindahan terumbu karang dan ikan warna-warni sudah dapat terlihat hanya 50 meter dari bibir pantai. Bagi pencinta diving, kawasan ini juga memiliki spot-spot menarik untuk dinikmati, pantai ini juga menjadi tempat yang cocok, untuk bersantai dan rileks. Untuk menikmati pantai ini hanya dengan tarif masuk Rp 5000.

Selain itu, wisatawan juga akan dimanjakan dengan pemandangan elok Gunung Gawalise yang dapat terlihat dari kejauhan. Suburnya alam dengan pepohonan yang menghijau seakan membentuk gradasi warna dengan birunya langit dan air laut di Pantai Taipa.

Beberapa fasilitas penunjang yang sudah dibangun dan dioperasikan adalah Cottage dan kolam renang. Dengan tarif di cottage sekitar Rp 500.000 per malam, jika kamu ingin menghemat kamu bisa bermalam di saung atau pendopo yang disediakan oleh pengelola dengan tarif sekitar Rp 100.000 per malam.

Akses ke Pantai Taipa

Untuk menuju Pantai Taipa, dari Bandara dapat menggunakan taksi, angkutan umum ataupun ojek. Dengan tarif yang cukup terjangkau. Untuk taksi (Argo) biasanya sebesar Rp.30.000 sedangkan untuk tarif angkot cukup dengan Rp.15.000. Sementara jika menggunakan ojek tarif yang dipatok sebesar Rp 25.000.

Sumber : utiket.com

Tuesday, August 12, 2014

Paralayang dan Pesona Palu Indonesia



Tentang Paralayang dan Pesona

Paralayang merupakan salah satu jenis olahraga terbang bebas dengan menggunakan parasutTujuan olahraga ini bisa hanya sekedar untuk rekreasi atau bahkan untuk kompetisi. Berat peralatan yang digunakan cukup ringan sekitar 10-15 kg, sudah termasuk parasut, parasut cadangan, sabuk/herness dan helmnya. Sementara peralatan pendukung yang diperlukan antara lain variometer, radio / HT, GPS, pengukur angin dan peta lokasi. Sementara perlengkapan pakaian terbangnya terdiri dari baju terbang / flight suit, sarung tangan dan sepatu berleher tinggi. Dan jenis parasut yang digunakan tergantung dari tingkat kemampuan dan berat penerbang. Untuk dapat melakukan olahraga ini Anda perlu menuju ke sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin.

Salah satu tempat terbaik untuk melakukan paralayang ada di Matantimali yang terletak sekitar 2 kilometer dari Desa Wayu, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah atau sekitar 30 kilometer arah selatan Kota Palu.

Matantimali adalah nama sebuah desa di atas pegunungan Verbek, berada di sisi kiri dari puncak Gunung Gawalise. Matantimali berada di ketinggian 1.500 mdpl. Dulu Matantimali merupakan salah satu tempat bagi Belanda untuk membangun pos pemantau karena posisinya yang sangat strategis.

Matantimali juga merupakan salah satu lokasi paralayang terbaik di dunia. Di sini Anda bisa merasakan angin yang berhembus ke lereng gunung yang menyebabkan turbulensi. Turbulensi ini diperlukan untuk mendapatkan ketinggian ketika akan bermain paralayang. Sering diselenggarakan kompetisi paralayang di sini. Matantimali juga sangat cocok untuk melepas penat dengan udaranya yang sangat sejuk dan pemandangan sekeliling yang indah. Anda dapat menikmati panorama alam pegunungan Gawalise yang menawan dan hamparan lembah Palu.

Dari Matantimali Anda bisa melihat ke segala penjuru Kota Palu mulai dari ujung utara hingga ke dataran Kulawi yang jauhnya sekitar 100 km dari Kota Palu.

Selesai bermain paralayang Anda dapat bersantai sejenak dan menikmati kuliner di pegunungan ini. Menu kuliner di Matantimali banyak yang nikmat, menggiurkan dan unik. Salah satunya adalah sogili. Sogili adalah menu yang berisi belut air tawar raksasa yang diolah khas Matantimali.

Akses ke Paralayang dan Pesona

Untuk dapat menuju lokasi ini Anda dapat menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Dari Kota Palu Anda butuh sekitar 1 jam perjalanan menuju Desa Porame, Kecamatan Marawola. Kemudian dari Marawola menuju ke Desa Wayu sebelum akhirnya Anda bisa menyusuri lereng pegunungan Matantimali yang luar biasa menawan. Selama di perjalanan Anda bisa melihat dengan jelas pemandangan dan budaya Kota Palu.

Sumber : utiket.com

Monday, August 11, 2014

Jembatan Ampera Palembang Indonesia



Tentang Jembatan Ampera

Jembatan Ampera adalah Jembatan yang selain fungsinya sebagai penghubung antara Seberang Ulu dan Seberang hilir yang di pisahkan oleh Sungai Musi juga sebagai tempat wisata, Jembatan Ampera juga merupakan Lambang dari Kota Palembang.

Jembatan Ampera bisa di sebut Golden Gatenya Indonesia, Struktur Jembatan Ampera :
  • Panjang: 1.117 meter
  • Bagian Tengah: 71,90 meter
  • Lebar: 22 meter
  • Tinggi dari Permukaan Air: 11,5
  • Tinggi Menara: 63 meter
  • Jarak Menara : 75 meter
  • Berat: 944 ton

Jembatan Ampera di bangun pada April 1962, awalnya Jembatan Ampera di beri nama Jembatan Bung Karno. Peresmian pemakaian Jembatan dilakukan pada tahun 1965 sekaligus mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama Jembatan, pada saat itu Jembatan Bung Karno adalah Jembatan terpanjang di Asia Tenggara, dikarenakan gerakan anti Bung Karno yang sangat kuat maka pada tahun 1966 nama Jembatan tersebut diganti dengan Ampera (Amanat Penderitan Rakyat) sampai sekarang.

Keistimewaan Jembatan Ampera adalah dulunya pada bagian tengah Jembatan Ampera bisa di angkat yang dimaksudkan agar kapal-kapal yang melewati Sungai Musi tidak terbentur dengan badan Jembatan, pemberat masing-masing bandul mencapai 500 ton, dengan kecepatan pengangkatan bandul 10 meter per menit, pada saat bagian atas jembatan dapat diangkat kapal dengan ukuran lebar 60 meter dan dengan tinggi 44,50 meter dapat melalui sungai Musi.


Dengan alasan waktu pengangkatan bagian tengah jembatan ini di anggap menganggu arus lalu lintas di atasnya maka pada tahun 1970 di berhentikannya pengoperasian tersebut dan pada tahun 1990 bandul pemberat pada jembatan ini diturunkan.

Dan sekarang Jembatan Ampera adalah salah satu obyek wisata di Palembang, oleh karena itu rasanya belum lengkap jika berkunjung ke Palembang tanpa mampir untuk melihat atau berfoto di Jembatan Ampera, karena jembatan ini sudah banyak mengalami perubahan dan sekarang Jembatan Ampera di percantik dengan lampu-lampu yang menghiasi badan Jembatan serta cahayanya yang berkilau di sungai Musi membuat kita betah berlama-lama menikmati keindahannya yang menjadi kebanggaan warga Palembang, Indonesia.

Sumber : utiket.com

Sunday, August 10, 2014

Amanzi Waterpark Palembang Indonesia



Tentang Amanzi Waterpark

Amanzi Waterpark merupakan salah satu obyek wisata yang berada di daerah Palembang, tepatnya di Jalan Alang-alang Lebar Talang Kelapa, Kompleks Perumahan Citra Grand City, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Wahana rekreasi keluarga ini diresmikan pada bulan Agustus 2011 dan menjadi salah satu ikon dari Kota Palembang. Wahana yang mengusung konsep petualangan alam liar hutan Afrika ini selalu dipadati oleh para pengunjung terlebih lagi saat musim liburan tiba.

Amanzi Waterpark berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar. Terdapat 7 wahana yang bisa Anda kunjungi dengan masing-masing suguhan nuansa yang berbeda. 7 wahana tersebut adalah :
  1. Kolam Arus River Nile : kolam dengan panjang 500 m yang diimajinasikan sebagai Sungai Nil, Afrika ini disediakan bagi Anda yang ingin bersantai, bermain air sambil menikmati pemandangan keseluruhan Amanzi Waterpark.
  2. Kilimanjaro Tower : merupakan seluncuran air yang menjadi akses ke empat wahana seluncuran.
  3. The Cyclone : merupakan seluncuran air yang berbentuk spiral. Jika menggunakan wahana ini, dari ketinggian 15 m pengunjung harus memakai ban.
  4. The Velocity : seluncuran air yang lurus dan tajam dengan 4 seluncuran yang mempunyai panjang 60 m dan ketinggian 11 m.
  5. The Raft : seluncuran dengan panjang 120 m. Dari ketinggian 12 m pengunjung bisa memakai ban.
  6. The Falls : seluncuran sepanjang 90 m yang bisa digunakan tanpa harus memakai ban dari ketinggian 14 m.
  7. Zimba & Cora (Match Pool & Family Pool) : area tempat berkumpul bersama teman dan keluarga yang dilengkapi Stone Henge, Family Slide dan Water Volley. Terdapat pula Zimbas Zone yang merupakan area kolam anak yang berkonsep area pemukiman suku primitive dengan gazebo dan pergola yang mengelilingi kolam.

Selain itu, terdapat pula berbagai tipe kolam renang untuk segala usia yang dilengkapi dengan Giant Water Slide dan Racer Slide seperti laguna, outbond dan kolam spa.

Selain dapat membayar dengan cash, di wahana ini juga diterapkan system pembayaran Smart Card. Smart card ini berbentuk gelang. Untuk mendapatkan Smart Card tersebut, pengunjung dikenai biaya sebesar Rp 20.000,- per orang. Sebelum menggunakannya tentu harus mengisi (top up) terlebih dahulu. Pengisiannya bisa dilakukan di loket dengan senilai uang untuk melakukan transaksi. Smart Card tersebut dapat digunakan untuk akses masuk, penyewaan loker, ban, cabana, dan lain-lain. Smart Card ini berlaku selama satu bulan sejak pengisian terakhir dan dapat dibawa pulang. Keistimewaan lain dari Smart Card ini adalah apabila ada pengembalian uang atau ada sisa uang di dalam saldo, maka dapt diuangkan kembali dengan syarat belum melewati batas akhir jangka waktu satu bulan. Apabila telah melewati jangka waktu satu bulan maka tidak dapat diuangkan kembali dan dinyatakan hangus. Oleh karena itu, sering-sering saja dicek saldo dan tanggal kadaluarsa di kasir. Selain fasilitas Smart Card tersebut, masih banyak fasilitas yang menarik dan variatif.

Fasilitas pendukung lainnya: free wifi, medical room, tempat ibadah, ATM, Amanzi cafe dan Amanzi Store yang menjual cinderamata untuk dibawa pulang. Faktor lain yang dapat dijadikan sebagai alasan untuk mengunjungi Amanzi Waterpark ini adalah faktor keamanan yang sangat diperhatikan di Amanzi Waterpark. Hampir di setiap wahana pasti terdapat seorang penjaga atau life guard yang selalu siap memberikan pertolongan.

Akses ke Amanzi Waterpark

Tersedia layanan kendaraan umum berupa taksi yang siap untuk mengantarkan para pengunjung. Selain taksi, saat ini juga akan dikembangkan jalur Transmusi Bandara menuju Terminal Alang-Alang Lebar menuju Amanzi Waterpark. Hal ini tentunya akan sangat memudahkan perjalanan para wisatawan untuk berkunjung ke lokasi ini. Jadi tunggu apalagi, langsung saja cantumkan Amanzi Waterpark, Palembang menjadi salah satu destinasi wisata keluarga Anda berikutnya.

Jam buka

Amanzi Waterpark buka setiap hari mulai pukul 10.00-18.00 WIB.

Biaya tiket masuk

Harga tiket masuk pada hari Senin-Jum'at : Rp 50.000, Sabtu : Rp 75.000,- dan Minggu atau hari libur : Rp 100.000,-. Harga tiket untuk pengunjung yang memiliki usia diatas 60 tahun pada hari Senin sampai Jum'at : Rp 30.000, Sabtu : Rp 50.000,- dan hari Minggu atau Libur : Rp 65.000,-. Tentunya dengan syarat menunjukkan KTP (Kartu Tanda Penduduk).

Sumber : utiket.com

Saturday, August 9, 2014

Fantasy Island Palembang Indonesia



Tentang Fantasy Island

Seperti kota-kota besar di Indonesia pada umumnya, Palembang juga mempunya wisata rekreasi wahana air. Salah satunya yang banyak di kunjungi oleh masyarakat Palembang yaitu Fantasy Island. Meskipun tidak terlalu besar, tempat ini menjadi favorit untuk berlibur masyarakat Palembang. Maka jangan heran jika Anda berkunjung pada hari libur, tempat ini akan ramai di penuhi pengunjung yang membludak. Fantasy Island terletak di Jalan Sriwijaya Km 13 Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati.

Seperti tempat rekreasi wahana air pada umumnya Fantasy Island di lengkapi dengan berbagai wahana permainan. Wahana permainan yang banyak di gemari oleh pengunjung yaitu Play Pool, Sky, Tsunami River, Water Boom, Dragon Tower, Bun Slide, Go Kart, kereta gantung, arena bermain anak, panggung entertainment, water bike dan lain-lain. Wahana permainan di Fantasy Island tidak hanya untuk orang dewasa saja, tapi juga untuk anak-anak. Bahkan di sini ada kolam yang khusus dibuat untuk anak-anak, kolam itu sangat dangkal dengan kedalaman hanya 50 cm saja, jadi aman untuk berenang anak-anak. Untuk menikmati wahana-wahana tersebut pengunjung tidak di pungut biaya lagi, cukup bayar sekali ketika masuk. Di pintu masuk, ketika menunjukan karcis, pengunjung akan di cap tangannya. Cap tangan itu merupakan bukti pembayaran yang selanjutnya menjadi tiket untuk memasuki wahana-wahana permainan yang tersedia.

Akses ke Fantasy Island 


Fantasy Island memang terletak agak jauh dari pusat Kota Palembang, jadi akan lebih baik jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, atau kendaraan sewa untuk menuju kesana. Hal ini di karenakan sedikitnya angkutan umum yang melintas disana. Satu-satunya Angkutan umum yang bisa di gunakan yaitu bus mahasiswa jurusan Palembang-Inderalaya, Anda bisa menggunakannya untuk menuju Fantasy Island dengan tarip Rp 2.500,- dari pusat kota. Tarip tersebut bukanlah tarip tetap, tarip akan lebih murah jika jarak yang ditempuh lebih dekat.

Biaya tiket masuk 

Tarip masuk Fantasy Island: 
- Hari Senin hingga Jumat Rp 35.000,- per orang 
- Hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional Rp 45.000 per orang

Makan di Fantasy Island

Puas bermain, Anda tak perlu kerepotan untuk mencari tempat makan atau tempat beristirahat. Karena Fantasy Island sudah dilengkapi dengan cafeteria yang di kelola oleh pengelola Fantasy Island. Tersedia berbagai jenis makanan dan minuman di cafeteria ini ada aneka jus, bakso, pempek dan makanan khas Palembang lainnya. Tapi jika Anda belum puas, di sekeliling Taman bermain ini juga banyak terdapat rumah makan maupun restaurant, mulai dari rumah makan Padang atau restaurant cepat saji KFC ada disana.

Sumber : utiket.com

Friday, August 8, 2014

Taman Wisata Kumkum Palangkaraya Indonesia




Tentang Taman Wisata Kumkum

Taman Wisata Kumkum merupakan salah satu obyek wisata Kota Palangkaraya yang ramai dikunjungi setiap harinya. Obyek wisata ini berada tak jauh dari Jembatan Kahayan yang menjadi icon Kota Palangkaraya, di atas Sungai Kahayan. Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Palangkaraya, obyek wisata yang satu ini menjadi tempat yang paling sering dikunjungi baik saat musim liburan ataupun pada hari-hari biasa.

Banyak orang menyebut Taman Wisata Kumkum ini sebagai kebun binatang kecil karena terdapat beberapa binatang yang menghuni tempat ini, seperti: buaya, beruang madu, burung rangkong dan monyet. Tersedia gubug-gubug menyerupai rumah panggung yang dikelilingi rindangnya pohon karet sebagai tempat dimana kamu bisa menikmati aliran air Sungai Kahayan sambil menyantap makanan dan minuman yang kamu pesan ataupun hanya sekedar duduk-duduk di atas gubug ini sambil berselancar ke dunia maya menggunakan fasilitas free wifi. Untuk menggunakan gubug tersebut kamu bisa menyewanya dengan harga Rp. 10.000,-/jam pada hari biasa dan Rp. 20.000,-/jam pada hari Minggu atau hari libur.

Jalan yang menghubungkan tempat satu dengan yang lainnya dibangun di atas Sungai Kahayan menggunakan papan Kayu. Di pinggir jalan papan kayu ini juga tersedia tempat duduk yang bebas untuk kamu gunakan. Para pengunjung di obyek wisata ini pun akan dihibur oleh live music yang berada di Panggung Flexiholic. Taman Wisata Kumkum buka mulai dari jam 08:00-17:30 WIT. Untuk dapat menikmati semuanya itu kamu cukup merogoh kocek untuk membeli tiketnya seharga Rp. 2.500,-

Akses ke Taman Wisata Kumkum

Dari pusat Kota Palangkaraya kamu bisa naik kendaraan umum yang menuju Taman Wisata Kumkum yang hanya berjarak sekitar 5 km.

Jam buka

Taman Wisata Kumkum dibuka setiap hari pukul 08:00 - 17:30 WIT

Biaya tiket masuk

Tiket masuk hanya Rp. 2.500 per orang.

Sumber : utiket.com

Thursday, August 7, 2014

Danau Tahai Palangkaraya Indonesia



Tentang Danau Tahai

Danau Tahai terletak di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kotamadya Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah. Danau ini terletak kurang lebih 30 km dari Kota Palangkaraya menuju ke daerah Sampit. Kata Tahai sendiri berasal dari bahasa Dayak yang berarti danau.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat sekitar ada 2 versi yang berkembang mengenai asal-muasalnya danau ini. Versi pertama menyatakan bahwa Danau Tahai ini terbentuk karena akumulasi genangan air di lokasi penambangan pasir. Sedangkan versi kedua adalah karena adanya perubahan aliran Sungai Kahayan, sehingga mengakibatkan genangan air yang tidak mengikuti aliran sungai tersebut. Namun, dari kedua versi tersebut sampai saat ini belum ada data resmi mengenai terbentuknya Danau Tahai ini.

Memang di daerah Kalimantan banyak sekali terdapat danau. Namun kebanyakan masyarakat lebih memilih Danau Tahai sebagai salah satu tujuan wisatanya. Hal ini dikarenakan di danau ini memiliki beberapa keistimewaan tersendiri dari pada danau-danau lainnya di daerah Kalimantan. Keistimewaan tersebut adalah danau ini memiliki warna air yang berbeda yakni berwarna merah. Berdasarkan hasil penelitian, warna merah tersebut terbentuk karena airnya berasal dari air tanah gambut dan akar-akar pohon di lahan gambut tersebut. Keistimewaan lainnya adalah pemandangan di sekitar danau yang sangat memukau karena para wisatawan dapat menyaksikan pemandangan yang unik, yakni pemandangan rumah-rumah terapung yang oleh masyarakat sekitar disebut dengan rumah lanting.

Di kawasan obyek wisata Danau Tahai ini terdapat jembatan kayu yang mengelilingi kawasan danau dan juga menghubunggkan danau ke kawasan hutan, sehingga para wisatawan dapat berjalan-jalan ke tengah danau sambil menikmati pemandangan alam yang sangat mempesona. Bagi para wisatawan yang memiliki hobi berpetualang, bisa menyusuri kawasan hutan di dekat danau dengan trekking yang lumayan menantang karena di samping kanan dan kiri banyak ditumbuhi pohon-pohon yang masih alami dan terjaga kelestariannya. Namun para pengunjung tidak perlu khawatir karena di dalam hutan tersebut telah dibuat trek dari kayu yang dapat dilalui oleh para wisatawan.

Memasuki kawasan hutan, para wisatawan akan disuguhi pemandangan yang sangat indah, udara yang sejuk dan dilengkapi dengan suara-suara merdu dari kicauan burung. Jika beruntung, wisatawan dapat bertemu dengan Uwak-Uwak, yaitu salah satu jenis kera yang hanya terdapat di kawasan hutan tersebut dan dilindungi oleh pemerintah karena populasinya yang hampir punah. Nah, bagi pengunjung yang lelah setelah trekking di dalam hutan, di kawasan obyek wisata ini juga telah disediakan beberapa gazebo di area jembatan tersebut yang dapat digunakan untuk duduk-duduk sekedar melepas lelah.

Di danau ini juga disediakan berbagai fasilitas yang dapat digunakan atau disewa, seperti sepeda angsa, perahu dayung, tempat karaoke, rumah makan, musholla, lahan parkir yang memadai dilengkapi pos keamanan dan bagi para pengunjung yang ingin menginap. Di lokasi obyek wisata ini juga terdapat penginapan berupa rumah dengan kisaran harga mulai dari Rp 75.000,- hingga Rp 200.000,- per malam.

Berjarak sekitar 1 km dari Danau Tahai ini juga terdapat penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng. Penangkaran ini milik Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival). Namun sayangnya penangkaran ini dibuka untuk umum hanya pada hari Minggu atau hari libur. Jadi bagi yang ingin melengkapi liburan di Danau Tahai ini bisa berkunjung di hari libur.

Akses ke Danau Tahai 

Lokasi danau ini memang sedikit agak masuk ke dalam, tepatnya sekitar 3 km dari pinggir jalan raya. Namun wisatawan tidak perlu cemas, karena untuk menuju ke lokasi bisa aksesnya sudah cukup mudah. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan umum berupa bis jurusan Palangkaraya tujuan Sampit turun di Desa Tahai kemudian berjalan kaki menuju lokasi Danau Tahai. Selain angkutan umum, pengunjung juga dapat menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Aksesnya memang sangat mudah karena jalan menuju obyek wisata ini sudah beraspal dan cukup bagus.

Sumber : utiket.com