Jumat, 25 Oktober 2013

Bandara-Bandara Paling Berbahaya di Dunia


Pada umumnya, sebuah bandara memiliki landasan pacu yang lurus dan mulus. Namun ada beberapa bandara di dunia yang tidak memiliki landasan pacu seperti itu. Para pilot yang mengendalikan pesawat di bandara-bandara ini haruslah pilot yang sudah sangat ahli dan terlatih, salah-salah bisa fatal akibatnya. Mau tahu bandara apa saja dan seperti apa itu? Simak infonya di bawah ini:

Bandara Saba, Karibia

Bandara ini mendapat julukan bandara dengan landasan pacu terpendek di dunia. Landasannya hanya sepanjang 1.300 meter. Landasan ini terletak di atas lautan dengan tebing di sekelilingnya. Untuk mendarat di landasan ini, pilot harus menerbangkan pesawat ke tebing sebelum membuat belokan ke kiri tajam barulah bisa mendarat dengan mulus.

Bandara Paro, Bhutan

Bandara Paro, sebuah bandara yang berada di lembah dalam pegunungan Himalaya ini merupakan bandara yang sangat menantang. Terbukti dengan hanya adanya delapan pilot di dunia yang mengantongi sertifikat untuk mendarat di bandara ini. Untuk mendarat di bandara ini, sang pilot harus bisa menaklukkan gunung kemudian turun dengan cepat dan berbelok ke arah kiri dengan curam. Hal tersebut memang dikarenakan oleh letak bandara yang dikelilingi oleh puncak pegunungan Himalaya.

Bandara Sea Ice Runway, Antartika

Ini dia bandara yang berbahaya namun juga sekaligus unik. Bagaimana tidak unik, jika keberadaan bandara ini harus diukir terlebih di atas lautan es Ross Island setiap tahunnya. Bandara yang memiliki panjang landasan pacu sekitar 2,5 mil ini juga berbahaya karena pesawat yang mendarat di bandara ini tidak boleh tenggelam lebih dari sepuluh inchi ke dalam es. Jika tidak, akan fatal akibatnya.

Bandara Tenzing-Hillary, Lukla, Nepal

Terletak di gunung Everest, Bandara Tenzing-Hillary memiliki landasan pacu sepanjang 460 m dan lebar 20 m yang mengerikan karena memiliki kemiringan pada ujung landasan pacunya yang langsung mengarah ke lembah. Penerbangan di bandara ini hanya dilakukan pada siang hari saat cuaca cerah. Hal tersebut dikarenakan oleh cuaca buruk yang sering terjadi di wilayah bandara yang memang diperuntukkan bagi para pendaki gunung Everest ini.

Bandara Internasional Putri Juliana, St Maarten, Karibia

Bandara ini berdekatan dengan Pantai Maho dengan panjang landasan pacu sekitar 2.180 m. Landasan pacu tersebut merupakan landasan yang pendek terlebih lagi bandara ini terletak di antara laut dan perbukitan sehingga pesawat yang akan mendarat di bandara ini harus terbang rendah di atas perairan Pantai Maho dengan jarak badan pesawat yang sangat dekat.

Sumber : utiket.com