Selasa, 26 November 2013

Dampak Global Warming Bagi Penerbangan



Global warming, hal yang akhir-akhir ini semakin sering kita dengar. Global warming atau pemanasan global sendiri merupakan peningkatan suhu rata-rata udara pada permukaan bumi. Global warming mulai terjadi pada pertengahan abad 21. Global warming dari tahun ke tahun tejadi semakin parah. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan kita tehadap bahan bakar fosil baik untuk energi listrik maupun sebagai bahan bakar alat transportasi yang menyebabkan udara semakin tercemar oleh polusi karbondioksida. Belum lagi aktivitas pembabatan hutan yang terjadi di mana-mana. Kebanyakan aktivitas tersebut memang ilegal, namun sayangnya pemerintah belum bisa memperbaiki sistem keamanan yang seharusnya bisa melindungi hutan dari pembabatan ilegal. Seperti yang kita ketahui, betapa hutan sangat penting bagi kehidupan kita dan anak cucu kita kelak. Hutan sebagai paru-paru dunia yang berfungsi untuk mendaur ulang karbondioksida yang terlepas dari atmosfer bumi.

Global warming sangat berdampak buruk bagi kehidupan manusia dan bumi. Hampir semua aspek kehidupan terkena imbas dari global warming ini. Begitu juga dengan dunia penerbangan. Mungkin sebagian dari Anda heran apa hubungannya global warming dengan penerbangan? Tentu ada hubungannya. Dampak dari global warming yaitu perubahan iklim (climate change) karena lapisan ozon yang menyelimuti bumi semakin menipis begitu pula dengan lapisan troposfer yang merupakan tempat terjadi berbagai fenomena cuaca. Perubahan musim ini bahkan sekarang mulai kita rasakan. Cuaca semakin sulit untuk diprediksi, sebentar panas dan sebentar hujan. Penerbangan sangat erat kaitannya dengan cuaca. Prediksi cuaca yang tepat sangat dibutuhkan bagi keselamatan penerbangan. Indonesia merupakan negara berkembang, namun begitu secara umum kemampuan tekhnologi di negara berkembang belum siap untuk menghadapi perubahan yang disebabkan oleh pemanasan global.

Cuaca ekstrim atau cuaca buruk pun makin sering terjadi dan sulit untuk diprediksi. Cuaca buruk ini sangat berpengaruh terhadap penerbangan, antara lain dapat menyebabkan turbulensi yaitu pergoncangan udara yang umumnya tidak dapat dilihat serta icing yang mana merupakan kondisi dimana es terbentuk pada badan pesawat bahkan bisa membekukan mesin pesawat. Jika hal ini terjadi maka akan fatal akibatnya. Selain itu, global warming yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut dari tahun ke tahun juga bisa berpengaruh terhadap bandara-bandara di Indonesia. Seperti yang kita tahu bahwa sebagian besar bandara Indonesia berada di dekat pantai, seperti Bandara Soekarno Hatta atau Bandara Internasional Minangkabau Padang. Naiknya permukaan air laut akan mengancam eksistensi sebagian besar bandara di Indonesia. Seperti yang pernah terjadi, kasus Bandara Soekarno Hatta yang tergenang banjir.

Dengan semakin naiknya permukaan air laut, bandara-bandara yang berada di dekat pantai bisa mengalami kebanjiran dan bahkan ditutup. Penutupan bandara tentu akan sangat berpengaruh terhadap industri penerbangan pesawat. Banyak pihak terutama maskapai yang akan mengalami kerugian. Untuk itu sudah seharusnya kita mulai berbenah diri, ikut mengurangi hal-hal yang bisa memacu pemanasan global semakin parah. Semua itu bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar kita. Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan. Jangan sampai anak cucu kita tidak bisa merasakan indahnya bumi tercinta.

Sumber : utiket.com