Showing posts with label Bandar Lampung. Show all posts
Showing posts with label Bandar Lampung. Show all posts

Sunday, January 3, 2016

Pulau Tangkil Bandar Lampung Indonesia



Introduksi 

Pulau Tangkil letaknya berada di seberang Pantai Mutun. Tepatnya berada di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Padang Cermin, Provinsi Bandar Lampung. Pulau ini dikelola oleh Tangkil Resort dan baru dibuka sejak awal Juni 2014 lalu.

Pulau Tangkil memiliki hamparan pasir pantai berwarna putih halus. Air lautnya biru jernih. Di sekitar pulau ini terdapat pepohonan yang masih rimbun.

Aktivitas 

Snorkeling/diving : Di pulau ini, terdapat spot yang bisa Anda gunakan untuk snorkeling maupun diving.

Jalan-jalan : Jika bosan berenang, Anda bisa mencoba untuk jalan-jalan menikmati panorama pantai.

Memancing : Anda bisa memancing di kawasan pulau ini.

Wahana air : Di pulau ini Anda dapat menikmati berbagai wahana air seperti banana boat (harga sewanya sekitar Rp 150.000 dengan kapasitas enam orang), kano (harga sewanya sekitar Rp 50.000), perahu donat ( harga sewanya sekitar Rp 125.000 untuk lima orang), perahu karet (harga sewanya sekitar Rp 175.000 untuk lima orang), parasailing (sekitar Rp 150.000 untuk orang).

Fasilitas

Jangan khawatir fasilitas di pulau ini sudah cukup lengkap mulai dari mushola, toilet yang bersih, warung makan hingga gubuk-gubuk yang disewakan yang bisa Anda gunakan untuk sekedar melepas penat sambil menikmati panorama pantai.

Akomodasi

Ada sebuah penginapan yang bisa Anda sewa di pulau ini.

Akses ke Pulau Tangkil Bandar Lampung

Pulau Tangkil jaraknya sekitar 10 hingga 15 menit dari Pantai Mutun. Pantai Mutun sendiri jaraknya hanya sekitar 25 kilometer dari pusat kota Bandar Lampung, bisa diakses dengan kendaraan roda empat. Dari Pantai Mutun, Anda bisa menggunakan perahu untuk menuju ke pulau ini. Harga sewa perahunya sekitar Rp 15.000 per orang pp.

Biaya tiket masuk

Tiket masuk ke pulau ini cukup murah yakni sekitar Rp 6.000 per orang.

Sumber : utiket.com

Tuesday, December 22, 2015

Pantai Wartawan Bandar Lampung Indonesia



Introduksi 

Pantai Wartawan adalah nama sebuah pantai yang berada di Lampung. Nama Pantai ini memang unik, mengingatkan kita kepada salah satu nama profesi. Pantai ini diberi nama Wartawan karena dulunya pantai ini dikelola oleh sekumpulan warga lokal yang memang berprofesi sebagai wartawan. Pantai Wartawan berada di Way Muli, 18 km dari Kalianda dan 31 km dari Simpang Gayam pada jalur Bakauheni, Bandar Lampung. Letaknya berada di area sempit antara jalan lingkar Gunung Rajabasa, lereng gunung dan laut.

Di Pantai Wartawan Anda bisa menikmati hamparan pantai yang sangat indah lengkap dengan air biru dan panorama pulau-pulau yang ada disekitarnya termasuk pemandangan Gunung Krakatau dan alam pegunungan disekitarnya. Pantai ini cocok sekali untuk mandi dan berenang karena di pantai ini juga terdapat sumber air panas mineral yang bercampur dengan air laut.

Sumber air panas yang berada di Pantai Wartawan ini bisa membuat apa saja yang dimasukan ke dalamnya menjadi mendidih. Panasnya bisa mencapai 80 derajat celcius. Uniknya sumber air panas di Pantai Wartawan ini walaupun tercampur dengan air laut tapi rasanya tidak asin. Jadi Anda bisa juga mencoba memasak di sumber air panas ini, bisa memasak telor, ikan, udang, bahkan menyeduh kopi.

Sumber air panas ini juga dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit, seperti reumatik dan penyakit kulit. Akan tetapi sebaiknya Anda tetap jaga jarak dengan dengan sumber air panas ini, karena sangat berbahaya jika Anda terpeleset masuk didalamnya.

Akses ke Pantai Wartawan Bandar Lampung

Akses menuju Pantai Wartawan cukup mudah karena jalan raya yang menuju kesana sudah cukup bagus.

Dari pelabuhan Bakauheni berjarak sekitar 31 kilometer atau 18 kilometer dari pusat Kota Kalianda. Anda bisa menempuhnya menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Biaya tiket masuk 

Tarif masuk menuju obyek wisata Rp 2.500,- per orang, di tambah dengan biaya parkir sebesar Rp 2.000,- untuk sepeda montor dan Rp.5000,- untuk mobil.

Sumber : utiket.com

Friday, December 12, 2014

Seruit Khas Lampung



Seruit adalah makanan khas Lampung. Makanan ini berasal dari kata Nyeruit yang berarti dilakukan bersama-sama. Masyarakat Lampung memang gemar berkumpul. Nah, Seruit biasanya dijadikan sebagai hidangan wajib saat berkumpul. Seruit bukan hanya sekedar kuliner saja, tetapi juga merupakan tradisi turun temurun Suku Lampung Pepadun. Salah satu fungsi makanan ini adalah sebagai sarana untuk menumbuhkan keakraban bagi sesama. Makanan ini memang akan terasa lebih nikmat jika dimakan bersama-sama.

Seruit merupakan masakan ikan yang digoreng atau dibakar dan dicampur dengan sambal terasi serta tempoyak. Makanan ini biasanya disajikan dengan aneka macam lalapan. Ikan yang digunakan biasanya ikan sungai, yang dibumbui terlebih dahulu kemudian digoreng atau dibakar. Setelah ikan matang baru disiapkan sambal terasi pedas yang dicampur dengan tempoyak. Sambal inilah yang membuat Seruit terasa istimewa. Tempoyak sendiri merupakan durian yang diawetkan dengan cara fermentasi, rasanya asam. Sambal terasi yang disampur dengan tempoyak mempunyai rasa perpaduan antara pedas, asam dan sedikit manis. Rasanya pun sangat khas.

Sambal tersebut lalu dicampur dengan ikan yang telah matang dan telah dipotong kecil-kecil. Lalu disantap dengan menggunakan nasi putih dan aneka macam lalapan. Tak banyak restoran atau rumah makan yang menghadirkan menu makanan khas ini. Di Lampung sendiri salah satu rumah makan yang menyajikan menu ini adalah Rumah Makan Rusdi Gendut, yang berada di Jalan Pangeran Tirtayasa Sukabumi, Bandar Lampung. Rumah makan ini merupakan rumah makan yang menyediakan berbagai macam makanan khas Lampung. Untuk minumnya, Anda bisa mencicipi Serbat yakni salah satu minuman khas Lampung yang terbuat dari mangga kweni. Penasaran ingin mencicipinya?

Sumber : utiket.com

Saturday, October 26, 2013

Festival Krakatau, Bandar Lampung



Festival Krakatau merupakan salah satu acara festival tahunan yang diadakan di Provinsi Lampung. Acara yang diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung ini juga menjadi acara tahunan terbesar dalam agenda wisata bagi provinsi tersebut karena mampu menarik banyak minat wisatawan untuk datang menyaksikan Festival Krakatau. Festival ini telah diadakan sejak tahun 1991 dan biasanya diadakan antara bulan Juni hingga Oktober setiap tahunnya.

Diadakannya festival ini dimaksudkan untuk mengenang peristiwa dahsyat pada masa lampau, yaitu peristiwa meletusnya Gunung Krakatau pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada waktu itu merupakan letusan yang menggemparkan dunia karena suara letusannya terdengar terdengar hingga radius sekitar 4500 km dari pusat letusan dan menewaskan sekitar 36.000 orang. Bahkan debu vulkanis yang dihasilkan oleh letusan ini bisa dirasakan hingga New York, Amerika Serikat dan juga menimbulkan perubahan iklim global karena debu vulkanis tersebut sempat menutupi atmosfer selama dua setengah hari serta menyebabkan matahari bersinar dengan redup dalam jangka waktu satu tahun setelah letusan.

Hal tersebutlah yang membuat diadakannya Festival Krakatau sekaligus untuk mengenalkan potensi wisata Provinsi Lampung. Festival ini memiliki arti penting tersendiri bagi masyarakat Provinsi Lampung karena pada awalnya, festival ini merupakan suatu bentuk upaya dari masyarakat provinsi ini guna memperjelas bahwa Gunung Krakatau merupakan milik Provinsi Lampung karena dahulu wilayah Krakatau sempat mengalami ketidak jelasan masuk ke wilayah mana, apakah Jawa Barat atau Lampung.

Selain itu, festival ini juga diadakan untuk menunjukkan bahwa wilayah di sekitar Gunung Krakatau merupakan obyek wisata yang bisa diandalkan selain Taman Nasional Way Kambas. Di dalam rangkaian acara Festival Krakatau ini terdapat berbagai kegiatan menarik yang bisa disaksikan dan diikuti, antara lain pameran, pagelaran budaya, olahraga, tur Gunung Krakatau dan masih banyak lagi. Jika ingin menyaksikan festival ini secara langsung, jangan lupa untuk mencari tahu jadwal pelaksanaannya. Anda bisa mencari infonya dengan cara menghubungi pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung. Atau bisa juga mencari tahu infonya melalui internet karena biasanya jauh-jauh hari sebelum festival ini berlangsung, sudah ada pengumuman yang terpampang di internet.

Sumber : utiket.com