Showing posts with label Museum Rekor Indonesia (MURI). Show all posts
Showing posts with label Museum Rekor Indonesia (MURI). Show all posts

Thursday, January 22, 2015

Museum De Mata Trick Eye Yogyakarta Indonesia



Basement XT Square Jl Veteran RT 016/05 Yogyakarta Indonesia
Phone: 0274 – 388086

Introduksi

De Mata Trick Eye Museum adalah Museum 3D satu-satunya di Yogyakarta bahkan di Jawa Tengah. Museum ini menampilkan lukisan tiga dimensi (3D) sebanyak 120 buah dan menjadikan De Mata trick Eye sebagai Museum 3D terbesar di dunia. Berbagai tema lukisan yang di tampilkan, mulai dari alam, public figure, superhero, olahraga, ornamen dan lain-lain. Museum yang baru dibuka pada tanggal 22 Desember 2013 ini, telah menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada bulan Januari 2014.

Apa yang menarik dari museum ini? Tentu saja seluruh lukisan 3D yang menjadi koleksi museum ini merupakan hal yang sangat menarik. Keseluruhan lukisan tersebut terlihat seolah nyata yang dapat menipu mata, sesuai dengan namanya, Trick Eye Museum. Setiap pengunjung di sini bebas untuk berfoto dengan berbagai tema lukisan tipuan mata tersebut. Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang seolah-olah sedang berjalan di atas jembatan dengan jurang yang dalam di bawahnya, menerima setangkai bunga dari Sri Sultan HB X, mewawancarai hingga berjabat tangan dengan para pemain olahraga terkenal atau berada di suatu obyek wisata, seperti Candi Prambanan, Taman Sari, Keraton dan Malioboro.

Sebagian besar koleksi lukisan di museum ini merupakan hasil karya FX. Petrus Kusuma. Sebagian lukisan lainnya merupakan karya mahasiswa seni rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Menurut berbagai sumber, museum ini menjadi museum 3D terbesar di dunia karena menampilkan 120 buah lukisan 3D. Sedangkan di museum serupa yang ada di beberapa negara seperti Jepang, Tiongkok, Singapore, Hongkong dan Korea hanya menampilkan rata-rata sekitar 70 lukisan 3D saja. So, jangan lupa sempatkan diri untuk mengunjungi museum unik, seru dan menarik ini saat berada di Yogyakarta.

Akses ke Museum De Mata Trick Eye Yogyakarta

Museum ini berjarak sekitar lima kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan sewa, taksi atau bisa juga menggunakan bus Trans Jogja yang menuju ke shelter (tempat perhentian bis) yang ada di samping XT Square.

Jam buka

Buka jam 10.00 pagi – 10.00 malam WIB.

Biaya tiket masuk

Tiket: 25.000 Rupiah pada hari biasa dan Rp 35.000 untuk hari libur atau weekend.

Sumber : utiket.com

Friday, December 27, 2013

Kereta Batik Indonesia


Batik adalah salah satu kebanggaan Indonesia, belakangan ini batik tak hanya dikenal oleh bangsa Indonesia. Dunia internasional pun mengakui kecantikan batik Indonesia. Batik Indonesia sudah di tetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak tanggal 2 Oktober 2009. Batik memang identik dengan kain, meskipun ada juga yang mengaplikasikan motif batik di sepatu, tas maupun benda lainnya. Namun PT KAI telah membuat suatu terobosan unik untuk mengenalkan dan menjunjung kebudayaan Indonesia yaitu dengan membuat kereta batik. Kereta batik ini pertama kali  diluncurkan pada tanggal 27 dan 28 Juli 2012 lalu. Kereta batik tersebut dilukis oleh lima orang konseptor dari Fakultas Seni Rupa dan Design ITB serta delapan orang teknisi dari MAP design. Kereta batik mempunyai panjang sekitar 21 meter dan tinggi lima meter. Kereta ini umumnya merupakan gerbong makan yang akan dipasang pada kereta api seperti KA Sancaka, KA Gajayana dan lain-lain. 

Bukan hanya gerbong kereta bagian luar yang bermotif batik, namun interior bagian dalam juga bermotif batik. Terdapat tiga jenis motif yang dipakai serta beberapa gambar tokoh pewayangan. Motif serta gambar juga mempunyai filosofi tersendiri. Seperti tokoh pewayangan Bima yang melambangkan kereta api akan menjadi pemimpin sarana transportasi di Indonesia. Hal ini didasarkan bahwa Bima merupakan pemimpin pasukan Pandawa. Kereta batik ini berhasil masuk ke dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) serta museum rekor dunia. Kereta batik ini melayani perjalanan regular yang disambungkan dengan kereta Gajayana atau Sancaka, jadi siapapun bisa merasakan gerbong batik.

Sumber : utiket.com