Showing posts with label Suku Dani. Show all posts
Showing posts with label Suku Dani. Show all posts

Wednesday, April 16, 2014

Taman Nasional Lorentz Fak Fak Indonesia



Tentang Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu dari tiga situs warisan dunia yang ada di Indonesia. Taman Nasional Lorentz berada di 2 provinsi yaitu di Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Merauke; dan Provinsi Papua Barat tepatnya di Kabupaten Fak-Fak. Taman nasional ini merupakan cagar alam yang di lindungi oleh undang-undang. Taman Nasional Lorentz ini membentang dari puncak Gunung Jayawijaya yang selalu ditutupi salju hingga Laut Arafura dengan hutan bakau dan kawasan pesisir pantainya. Kawasan ini merupakan kawasan dengan ragam hayati dan ekosistem terlengkap di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Taman Nasional Lorentz sangat cocok untuk Anda para pecinta alam dan hobi berpetualang. Di taman nasional ini Anda bisa menikmati bentangan alam yang sangat indah khas eksotika Indonesia. Di sini terdapat sekitar 34 tipe vegetasi , sehingga ada beraneka ragam jenis flaura dan fauna yang sebagian besar jenisnya merupakan jenis yang langka. Keunikan lainnya yaitu keberadaan gletser di Puncak Jaya dan beberapa sungai bawah tanah yang melewati Lembah Balliem. Selain itu, Anda juga bisa menikmati kebudayaan khas suku-suku yang tinggal di kawasan Taman Nasional Lorentz ini, antara lain Suku Nduga, Suku Asmat, Suku Sempan, Suku Dani Barat dan Suku Amungme.

Akses ke Taman Nasional Lorentz

Akses menuju Taman Nasional Lorent memang cukup sulit dan menjadi tantangan tersendiri pagi para petualang. Dapat diakses dengan menggunakan pesawat perintis dari Kota Timika menuju bagian utara Taman Nasional Lorentz yang terletak di Kabupaten Paniai. Atau bisa juga terbang menuju bagian selatan, tepatnya di Kabupaten Merauke. Pilihan jalur lainnya, anda dapat menggunakan kapal laut yang melayani tujuan Pelabuhan Sawa Erma. Sesampainya di pelabuhan ini dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke beberapa lokasi di Taman Nasional.

Jl. Raya Abepura Kotaraja PO Box 1217 Jayapura 99351, Papua Barat
Phone: (0967) 581596

Sumber : utiket.com

Wednesday, April 2, 2014

Tradisi Potong Jari Suku Dani


Apa ungkapan kesedihan yang paling umum dilakukan saat seseorang kehilangan anggota keluarganya? Jawaban terbanyak mungkin menangis. Hal ini berbeda dengan ungkapan berkabung Suku Dani yang mendiami wilayah Lembah Baliem, Pegunungan Tengah, Papua. Dahulu Suku Dani mempunyai tradisi mengungkapkan rasa berkabung karena di tinggal keluarga yang telah meninggal dengan cara potong jari. Terdengar sangat menyakitkan dan menyeramkan yaa, tapi itulah tradisi unik yang dimiliki suku ini. Mereka menganggap potong jari adalah simbol dari rasa sakit dan pedih kehilangan keluarga yang mereka sayangi. 

Jari tangan bagi Suku Dani merupakan simbol kerukunan, kebersatuan dan kekuatan dalam diri manusia dan keluarga. Meskipun setiap jari tangan manusia mempunyai bentuk dan nama yang berbeda namun kebersamaan membuat tangan manusia berfungsi lebih sempurna untuk meringankan beban pekerjaan, seperti sebuah keluarga. Filosofi itulah yang membuat Suku Dani memotong jari mereka saat anggota keluarga meninggal. Alasan lainnya yaitu “Wene opakima dapilik welaikarek mekehasik” yaitu pedoman dasar hidup bersama dalam satu keluarga, satu marga, satu honai (rumah), satu suku, satu bahasa, satu leluhur, satu sejarah dan sebagainya. 

Bagi suku Dani kebersamaan sangat penting, luka ditinggal anggota keluarga, baru akan sembuh saat rasa sakit dan luka di jari sudah sembuh. Tradisi potong jari biasanya dilakukan oleh kaum ibu, namun kaum laki-laki juga banyak juga yang melakukannya. 

Pemotongan jari biasanya dilakukan dengan berbagai cara, menggunakan benda tajam, digigit hingga putus atau mengikatnya dengan seutas tali hingga jari mati dan setelahnya dipotong. Selain tradisi potong jari, masyarakat Suku Dani juga mempunyai tradisi lain saat berkabung yaitu tradisi mandi lumpur. Mandi lumpur mempunyai arti bahwa setiap manusia yang meninggal kembali ke alam, manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah. 

Dengan masuknya pengaruh perkembangan budaya dan agama, tradisi potong jari ini sudah tidak banyak lagi yang melakukan. Namun kita masih bisa banyak menjumpai sisa lelaki dan wanita yang tidak lagi mempunyai jari.

Sumber : utiket.com