Showing posts with label Danau Batur. Show all posts
Showing posts with label Danau Batur. Show all posts

Tuesday, May 27, 2014

Tradisi Kematian Khas Indonesia



Indonesia memang kaya tradisi dan budayanya. Banyak tradisi unik yang dimiliki oleh negara Indonesia. Beda suku, beda pula tradisi yang dimilikinya. Termasuk tradisi kematian yang berbeda-beda antara tiap sukunya. Berikut ini beberapa tradisi kematian yang hanya ada di Indonesia:

Rambu Solo (Toraja Selatan)

Upacara ini merupakan acara kematian khas Suku Toraja, Sulawesi Selatan. Rambu Solo merupakan pesta kematian yang digelar untuk memperingati mendiang yang telah pergi. Yang unik dari upacara ini adalah boneka kayu yang sengaja dibuat mirip dengan mendiang dan diletakan di tebing berdekatan dengan jenazah. Selain itu pemakaman jenazah juga dilakukan di tebing-tebing dan gua.

Brobosan, Jawa timur

Upacara kematian satu ini juga tak kalah uni dan biasanya dilakukan oleh orang Jawa. Brobosan merupakan bentuk penghormatan dan cara mengenang mendiang semasa hidupnya. Brobosan dilakukan oleh anggota keluarga mendiang. Setelah keranda jenazah diangkat, seluruh anggota keluarga akan berjalan mengitari bawah keranda sebanyak tiga kali, baru kemudian keranda dibawa ke liang lahat.

Ngaben, Bali

Ngaben merupakan upacara pembakaran jenazah yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Hindu dan Tionghoa di Bali. Upacara ini sangat unik karena berbeda dengan upacara kremasi lainya. Dalam upacara ini ada rentetan prosesi dan ritual unik termasuk ‘bade’ dan ‘lembu’ yaitu kayu yang dihias dengan berbagai macam hiasan warna-warni dari kertas. Mereka percaya bade dan lembu ini nantinya akan menjadi rumah bagi jenazah yang akan dikremasi di alam sana.

Saur Matua, Sumatera Utara

Ini adalah upacara kematian yang dilakukan oleh masyarakat Batak. Upacara ini dilakukan jika mendiang telah menikahkan semua anaknya sebelum meninggal. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan karena mendiang telah berhasil mendidik putra putrinya sampai menikah. Jika biasanya tangan jenazah pada umumnya diletakan di tengah dada sebelum dimakamkan maka tidak untuk Saur Matua. Pada upacara ini tangan mendiang akan diletakan di samping badan.

Tidak menguburkan jenazah, Bangli, Bali

Bukan hanya Ngaben tapi Bali juga mempunyai tradisi kematian unik lainnya. Tradisi unik ini dilakukan oleh warga di Kabupaten Bangli, Bali. Jika ada warga yang meninggal, masyarakat di Bangli tidak menguburkan jenazah seperti pada umumnya, namun hanya meletakan jenazah di Kuburan Trunyan yang terletak di sisi Danau Batur. Jenazah disandarkan pada pohon, namun uniknya meskipun jenazah di letakan begitu saja tapi tidak ada bau bangkai yang tercium. Ini dikarenakan pohon Taru Menyan mempunyai akar yang menjalar yang menjalar ke berbagai sudut kuburan sehingga menghilangkan bau pada mayat.

Sumber : utiket.com

Friday, November 8, 2013

Desa Trunyan Denpasar Bali, Indonesia


Tentang Desa Trunyan

Desa Terunyan atau yang lebih dikenal dengan nama Desa Trunyan merupakan salah satu desa tertua yang ada di Bali. Desa ini berada di sebelah timur tepi Danau Batur, Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Konon asal kata Desa Trunyan berkaitan dengan adanya pohon Taru Menyan yang ada di desa ini. Pohon ini cukup unik karena dapat mengeluarkan bau yang cukup wangi. Hawa di desa ini juga sangat sejuk. Masyarakat di Desa Trunyan masih memegang teguh nilai-nilai adat setempat, termasuk salah satunya adalah tata adat pemakaman.

Umumnya di Bali, bila ada penduduk yang meninggal maka jenazahnya akan dibakar. Pembakaran mayat di Bali merupakan sebuah tradisi ini biasa disebut dengan nama Ngaben. Namun hal tersebut tidak berlaku di Desa Trunyan. Masyarakat di desa ini mempunyai tata cara pemakaman sendiri bagi warganya. Terdapat tiga makam atau Sema yang terbagi untuk tiga jenis kematian yang berbeda. Lokasi pemakaman yang pertama disebut dengan Sema Wayah, yakni sebuah lokasi pemakaman yang dikhususkan bagi warganya yang meninggal secara wajar, jenazahnya akan ditutup dengan kain kafan putih dan sebuah prosesi upacara adat, lalu jenazah akan diletakkan di atas tanah tanpa dikubur di bawah pohon besar Taru Menyan dan dikelilingi oleh anyaman dari pohon bambu yang disebut dengan Ancak Saji. Cara pemakaman seperti ini biasa disebut dengan cara Mepasah.

Lokasi pemakaman yang kedua disebut dengan Sema Bantas. Lokasi pemakaman ini dikhususkan bagi jenazah yang kematiannya tidak wajar seperti kecelakaan, bunuh diri maupun dibunuh oleh orang lain. Jenazah yang ada di pemakaman ini biasanya akan dikebumikan di dalam tanah. Sedangkan lokasi pemakaman yang ketiga disebut dengan Sema Nguda. Lokasi pemakaman ini dikhususkan untuk kedua jenis pemakaman baik Mepasah maupun dikebumikan dengan syarat jenazah yang akan diletakkan di lokasi ini belum mencapai akil balig atau dewasa, termasuk juga sudah dewasa namun belum menikah juga bisa dimakamkan di lokasi ini.

Uniknya setiap jenazah yang diletakkan di bawah pohon besar Taru Menyan ini tidak akan menimbulkan bau karena pohon Taru Menyan di lokasi pemakaman mampu mengeluarkan bau wangi yang semerbak dan menetralisir bau busuk yang ada. Menurut masyarakat Desa Trunyan, setiap jenazah orang yang sudah meninggal harus dikembalikan ke bumi dan menurut keyakinan mereka dengan cara seperti itulah jenazah tersebut dapat dikembalikan ke bumi.

Akses ke Desa Trunyan

Untuk menuju ke Desa Trunyan bila Anda datang dari kota Denpasar maka dapat langsung menuju ke Gunung Batur di Kintamani menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa. Waktu yang dibutuhkan dari kota Denpasar ke Gunung Batur sekitar dua jam perjalanan. Dari Gunung Batur, Anda dapat turun menuju ke tepi Danau Batur. Di tepi Danau Batur ini Anda bisa menyewa perahu untuk menyeberang ke Desa Trunyan. Jangan khawatir karena di sini Anda akan banyak menemukan pemandu wisata yang siap memandu Anda ke Desa Trunyan.

Sumber : utiket.com