Showing posts with label Pantai Losari. Show all posts
Showing posts with label Pantai Losari. Show all posts

Monday, December 22, 2014

Pulau Samalona Makassar Indonesia



Introduksi

Selama ini obyek wisata di Makassar selalu identik dengan Pantai Losari. Namun tahukah Anda bahwa di Makassar terdapat sebuah pulau yang memiliki keindahan alam yang sangat cantik? Nama pulau tersebut adalah Pulau Samalona. Pulau ini merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar tujuh kilometer dari kota Makassar.

Pulau Samalona memiliki pantai dengan hamparan pasir berwarna putih. Air lautnya masih berwarna biru jernih. Di pulau ini terdapat banyak pohon kelapa yang semakin menambah kecantikannya. Pulau Samalona juga terkenal dengan keindahan dunia bawah lautnya. Selain berenang, Anda juga bisa menyelam / diving di sini. Terumbu karangnya masih cantik dengan ikan lautnya yang berwarna-warni.

Selain itu, pulau ini juga menyimpan misteri tentang karamnya sejumlah kapal peninggalan Perang Dunia Ke-2. Setidaknya ada tujuh buah kapal yang tenggelam di kawasan pulau ini. Diantaranya adalah Kapal Maru (sebuah kapal perang milik Jepang yang tenggelam di kedalaman sekitar 30 meter), Kapal Lancaster Bomber, Kapal Kargo Hakko Maru buatan Belanda dan beberapa kapal lainnya. Saat ini kapal-kapal tersebut telah berubah menjadi karang dan menjadi rumah bagi ratusan biota laut. Para wisatawan biasanya datang ke pulau ini untuk berenang diantara bangkai kapal-kapal tersebut.

Fasilitas

Di kawasan pulau ini terdapat beberapa warung makan yang menawarkan berbagai menu seafood yang cukup segar. Beberapa penginapan sederhana juga tersedia di kawasan pulau ini. Mushala dan toilet umum juga sudah tersedia di sini. Selain itu jasa penyewaan perlengkapan diving atau snorkeling juga bisa Anda dapatkan di pulau ini.

Akses ke Pulau Samalona Makassar

Pulau ini jaraknya sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Makassar. Anda bisa menuju ke lokasi ini melalui sebuah dermaga yang terletak di dekat Pantai Losari maupun dari dermaga yang ada di dekat Benteng Fort Rotterdam. Dari dermaga tersebut, Anda bisa menyewa sebuah speed boat dengan biaya sekitar Rp 300.000 hingga Rp 400.000 untuk pulang-pergi atau tergantung kesepakatan dengan si pengemudi. Waktu tempuhnya sekitar 30 hingga 40 menit perjalanan.

Sumber : utiket.com

Tuesday, December 9, 2014

Manisnya Pisang Epe



Jalan-jalan tanpa kuliner memang kurang komplit rasanya. Jadi alangkah menariknya jika Anda berkesempatan mengunjungi suatu daerah, sempatkan juga untuk mencicipi makanan khas daerah tersebut sebanyak mungkin. Begitu juga saat Anda jalan-jalan ke kota Makassar ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Bukan hanya tempat wisatanya saja yang menarik untuk dikunjungi, kuliner khasnya juga wajib untuk dicicipi. Selama ini Makassar memang terkenal dengan Coto Makassar dan Es Pisang Ijonya. Selain itu masih ada makanan khas lainnya yakni Pisang Epe yang lezat menggigit.

Epe dalam bahasa daerah setempat berarti dijepit. Sesuai dengan namanya pisang ini dibuat dengan cara dipipihkan setelah dibakar. Sekilas pisang ini mirip dengan pisang bakar biasa. Pisang yang digunakan bisa pisang kepok ataupun pisang raja. Yang membedakannya adalah saus yang disiram di atasnya. Saus yang digunakan pada Pisang Epe biasanya adalah saus gula merah yang telah dicampur dengan buah durian atau nangka, sehingga tentu saja rasa manis mendominasi makanan ini. Meski begitu, kini beberapa varian rasa Pisang Epe seperti rasa coklat hingga rasa keju sudah tersedia.

Para pedagang Pisang Epe mudah ditemukan di pinggir Pantai Losari. Mereka buka hingga malam hari. Agar semakin sempurna jangan lupa pesan Wedang Saraba yang merupakan minuman khas Makassar sebagai penghangat badan. Wedang Saraba ini rasanya mirip seperti bandrek, hanya saja tidak terlalu manis. Bahannya terbuat dari campuran susu, jahe dan rempah. Bisa juga ditambahkan telur. Untuk harga seporsi Pisang Epe dijual dengan harga mulai Rp 6.000. Satu porsi biasanya berisi tiga buah pisang. Sementara untuk Wedang Saraba, biasanya dijual dengan harga Rp 5.000 per gelas.

Sumber : utiket.com

Monday, February 24, 2014

Pantai Kamali Bau Bau Indonesia


Tentang Pantai Kamali

Makassar punya Pantai Losari, Bau Bau punya Pantai Kamali. Ya, Pantai Kamali memang merupakan pantai kebanggaan Kota Bau Bau. Pantai ini berada di tengah kota Bau Bau, Propinsi Sulawesi Tenggara. Karena letaknya yang mudah dijangkau, tempat ini selalu ramai pengunjung baik pada hari biasa maupun hari libur.

Wilayah di Pantai Kamali ini terbagi menjadi 3 bagian :
  1. Bagian timur : merupakan area yang di sampingnya banyak penjual aksesoris lesehan, mainan anak seperti mandi bola, memancing ikan magnet dan lain-lain. Pedagang-pedagang ini hanya berjualan pada malam hari karenan pada siang hari mereka dilarang untuk berjualan di area ini.
  2. Bagian tengah : terdapat patung kepala naga yang menjadi maskot Kota Bau Bau. Pada malam hari mata patung kepala naga tersebut akan kelihatan berwarna merah menyala. Patung yang dibangun pada tahun 2007 ini merupakan simbol yang melambangkan kekuatan, kegigihan dan kejayaan Kerajaan Buton yang pernah berkuasa dan memiliki kecerdasan seperti naga. Di depan patung kepala naga ini, persisnya di pinggir pantai terdapat banyak pedagang makanan terutama makanan khas yaitu gorengan dan saraba. Saraba merupakan minuman khas Sulawesi yang terbuat dari air jahe mirip dengan wedang bajigur atau bandrek di Jawa. Cukup dengan Rp. 5.000 kamu dapat menikmati secangkir saraba.
  3. Bagian barat : awalnya tempat ini digunakan untuk parkir kendaraan dan ruang pameran kerajinan namun sekarang didominasi oleh pedagang kaki lima.
Suasana Pantai Kamali terasa hidup dan meriah pada malam hari. Di tempat ini juga sering dijadikan tempat untuk menggelar event-event penting. Fasilitas hotspot dan arena bermain anak pun tersedia di obyek wisata ini.

Akses ke Pantai Kamali

Karena letak Pantai Kamali yang strategis dan berada di pusat kota, kamu bisa mencapainya dengan mudah menggunakan kendaraan darat baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Ada pula becak bermotor atau yang biasa disebut dengan bentor yang siap mengantarmu sampai larut malam. Kamu cukup membayar Rp. 5.000 untuk naik bentor menuju Pantai Kamali.

Maskapai terbang ke Bau Bau

Lion Lion



Sumber : utiket.com