Showing posts with label Tigerair Mandala. Show all posts
Showing posts with label Tigerair Mandala. Show all posts

Saturday, June 21, 2014

Penghentian Operasi Mandala Bagian dari Restrukturisasi Anggaran Operasi


Tiger Airways Holdings Ltd (TGR) menyebut, berhenti terbangnya Tigerair Mandala, yang juga anak usahanya di Indonesia, lantaran maskapai mencoba untuk merestrukturisasi anggaran operasi. Hal tersebut diungkapkan Tiger sendiri melalui sebuah pernyataan kepada bursa efek Singapura.

Mandala akan menghentikan penerbangan dari 1 Juli. Mandala tidak akan mampu mempertahankan operasinya dan pemegang saham utama maskapai ini memutuskan untuk menghentikan pendanaan,” kata Tiger.

Sebelumnya, sebagai bagian dari restrukturisasi setelah kerugian pemasangan yang dilakukan oleh pemegang saham terbesar di Singapura Air setelah menunjuk chief executive officer baru untuk maskapai penerbangan bertarif rendah itu, Tiger Air telah mengandangkan armadanya dan membatalkan pesanan pesawat

Upaya ini merupakan tantangan yang dihadapi penerbangan bertarif murah di Asia Tenggara, di mana kompetisi di antara setengah lusin operator telah mendorong harga turun.

“Ini jelas merupakan contoh dari kondisi yang sangat menantang yang dihadapi operator di wilayah ini. Memimpin biaya rendah yang pasti dalam posisi yang rentan,” kata Brendan Sobie, seorang analis CAPA Centre for Aviation, yang berbasis di Singapura.

Perlu diketahui, saham Tiger Air naik 2% menjadi 50 sen Singapura pada pukul 09:10 di Singapura sekaligus mengurangi penurunan tahun ini menjadi 2%. Kepala Executive Officer Tiger Air Lee Lik Hsin menuturkan, keuangan Mandala mencerminkan tantangan yang dihadapi di lingkungan operasi yang sulit.

Ketika wilayah Asia-Pasifik tetap yang paling menjanjikan bagi pertumbuhan wisata, dengan sepertiga dari Airbus Group NV (AIR) dan Boeing Co (BA), pembelian jet frenzy dapat menjadi pendekatan yang lebih bijaksana bagi operator untuk menyesuaikan diri dengan tantangan persaingan yang ketat dan infrastruktur yang tidak memadai.

Sumber : Foto: Arif Fauzi / PhotoV2.com for Indo-Aviation.com

Saturday, October 19, 2013

Maskapai di Indonesia Yang On Time dan Sering Delay



Keterlambatan jadwal pesawat dari waktu yang sudah ditentukan tak jarang sering membuat kesal para penumpang. Namun tidak semua maskapai di Indonesia ini memiliki ketepatan waktu yang buruk. Belum lama ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merilis data yang berkaitan dengan ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) dari sembilan maskapai yang ada di Indonesia untuk periode Januari-Juni 2013 atau Semester I.

Terdapat tiga indikator yang digunakan Kemenhub untuk menentukan baik atau buruknya OTP maskapai yang ada di Indonesia, yakni faktor teknis operasional (TO), faktor non teknis (NTO) dan faktor cuaca (CUA). Untuk Semester I tahun 2013 ini, nilai rata-rata OTP dari sembilan maskapai yang ada di Indonesia di atas 70%. Nilai OTP dari suatu maskapai terbilang baik jika nilainya di atas 80%, jika nilainya di atas 70% maka OTP dari maskapai tersebut terbilang biasa, sedangkan jika nilai OTP maskapai berada di bawah 70% maka terbilang buruk.

Posisi paling bawah atau paling terlambat ditempati oleh maskapai Merpati dengan nilai rata-rata OTP sebanyak 70,46% pada Semester I tahun 2013 ini. Posisi kedelapan ditempati oleh Indonesia AirAsia dengan nilai rata-rata OTP sebesar 74,78%. Posisi ketujuh ditempati oleh Lion Air dengan nilai rata-rata OTP sebesar 75,8%. Posisi keenam ditempati oleh maskapai Citilink dengan nilai rata-rata OTP  sebesar 77,78%. Sementara untuk posisi kelima ditempati oleh maskapai Wings Air yang banyak melayani rute penerbangan daerah dengan nilai rata-rata OTP sebesar 79,38%.

Untuk posisi keempat ditempati oleh maskapai Sriwijaya Air dengan nilai rata-rata OTP sebesar 80,34%. Nilai rata-rata OTP maskapai ini naik dari tahun 2012 lalu yang hanya sebesar 79,77%. Posisi tiga besar ditempati oleh maskapai Tigerair Mandala dengan nilai rata-rata OTP sebesar 81,76%. Nilai OTP pada maskapai ini menurun karena pada tahun 2012 lalu, Tigerair Mandala berhasil menembus nilai rata-rata OTP sebesar 91,18%.

Untuk posisi kedua ditempati oleh maskapai Batik Air dengan nilai rata-rata OTP sebesar 83%. Maskapai yang baru beroperasi beberapa bulan ini ternyata mampu menduduki posisi dua terbaik mengalahkan Lion Air yang notabene masih satu induk perusahaan. Sedangkan peringkat pertama ditempati oleh maskapai Garuda Indonesia dengan nilai rata-rata OTP sebesar 87,24%. Nilai rata-rata OTP pada maskapai ini terbilang naik karena pada tahun 2012 lalu nilai rata-ratanya hanya sebesar 84,96%.

Sumber : utiket.com