Showing posts with label gua. Show all posts
Showing posts with label gua. Show all posts

Tuesday, February 10, 2015

Pantai Ngusalan Yogyakarta Indonesia



Introduksi 

Terdapat di Kabupaten Gunung Kidul, 50 km tenggara dari Yogyakarta, pantai ini masih berada di kawasan pantai Wediombo. Dari pusat kota Wonosari, pantai Ngusalan berjarak sekitar 40 km ke arah selatan, tepatnya di kecamatan Girisubo. Pantai ini letaknya di tengah pedesaan, maka tidak banyak yang berkunjung ke pantai ini, meskipun begitu keindahan pantai Ngusalan tidak kalah dengan pantai-pantai lain yang ada di Yogyakarta.

Karena tidak banyak pengunjung, menjadikan pantai Ngusalan masih sangat alami. Salah satu daya tarik di pantai Ngusalan adalah, wisatawan dapat berburu keong laut yang banyak terdapat dipinggir pantai selain itu pengunjung juga akan disungguhi dengan berbagai habitat laut seperti kerang, lobster, udang, terdapat pula beberapa jenis rumput laut yang masih sangat terjaga kelestarian alamnya.

Tidak jauh dari pantai Ngusalan terdapat sebuah Gua yang menawan (Gua Sinden). Gua ini dapat dijadikan tempat beristirahat bagi para pengunjung. Di dalam Gua terdapat stalagmit dan stalagtit yang menambah keindahan.

Akses ke Pantai Ngusalan Yogyakarta

Untuk dapat ke pantai Ngusalan dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum, dari kota Wonosari menuju Jepitu, sesampainya di Jepitu perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan ojek.

Sumber : utiket.com

Friday, January 2, 2015

Tiga Gua Bercahaya Unik



Gua saat ini memang telah menjadi salah satu alternatif tujuan wisata yang banyak dikunjungi selain pantai ataupun gunung. Gua kini tak lagi identik dengan suasana yang gelap, sempit atau menyeramkan. Sudah banyak obyek wisata gua yang telah menyediakan fasilitas lampu-lampu berwarna untuk semakin mempercantik keindahannya. Namun tiga gua berikut memiliki cahaya alami dan bukan berasal dari manusia. Gua mana sajakah itu?

Waitomo Glowworm Caves, Selandia Baru

Gua ini ditemukan pada tahun 1887. Semenjak itu nama gua ini langsung populer di kalangan wisatawan karena keunikan di dalamnya. Jika memasuki gua ini, Anda akan menemukan ruangan gua yang bercahaya biru cantik. Cahaya tersebut berada pada dinding gua dimana tempat ini menjadi habitat bagi jenis cacing yang dapat mengeluarkan cahaya (glow worms). Cacing-cacing tersebut menggantung pada dinding gua dalam jumlah yang sangat banyak. Ada banyak paket wisata yang ditawarkan untuk menyusuri gua ini.

Dismals Canyon, Amerika Serikat

Gua yang berada di Phil Campbell, Alabama, Amerika Serikat ini hampir sama dengan Gua Waitomo, dimana cahaya di dalam gua ini juga berasal dari hewan yang mampu mengeluarkan cahaya. Hewan tersebut biasa disebut dengan nama dismalites oleh penduduk setempat. Tak hanya dapat menikmati keindahan gua yang bercahaya, air terjun yang indah juga terdapat di gua ini.

Newnes Glow Worm Tunnel, Australia

Yang berada di Negeri Kangguru ini bukan merupakan sebuah gua melainkan terowongan kereta api yang sudah tidak terpakai lagi karena ditutup pada tahun 1932 dan menjadi bagian dari Wollemi National Park. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 600 meter yang sebenarnya gelap tetapi menjadi bercahaya dan banyak dikunjungi karena didiami oleh cacing berdaya bioluminescence.

Sumber : utiket.com

Wednesday, December 10, 2014

Gua Terdalam di Dunia



Gua ini merupakan gua paling dalam yang ada di dunia. Namanya adalah Gua Krubera. Kedalaman Gua Krubera saat ini adalah sekitar 2.197 meter. Kedalaman tersebut didapatkan selama ekspedisi pada bulan Agustus hingga September 2007. Letaknya berada di Distrik Gagra, Abkhazia, Georgia atau tepatnya berada di Arabika Massif, salah satu gunung kapur tertinggi dan terbesar di kawasan Kaukasus Barat, Georgia. 

Gua ini dikenal pula dengan nama Gua Voronya yang artinya Gua Gagak dalam bahasa Rusia. Nama tersebut mulai digunakan sejak tahun 1980 karena sejumlah burung gagak ditemukan bersarang di pintu masuk gua. Sedangkan nama Gua Krubera diberikan oleh Alexander Kruber, seorang ahli geografi yang pertama kali menemukan dan mengeksplorasi kedalaman gua ini untuk pertama kalinya.

Gua Krubera pada dasarnya merupakan gua yang terdiri dari beberapa sumur vertikal yang saling terhubung. Pintu masuk gua ini cukup sempit, namun semakin ke dalam menjadi semakin lebar. Gua ini merupakan salah satu tujuan populer untuk ekspedisi. Untuk dapat turun ke bawah diperlukan tali yang sangat panjang. Tebing yang tinggi dengan aneka ukiran alami serta bebatuan stalagtit dan stalagmit turut menambah keindahan gua ini. 

Meski saat ini kedalamannya sudah menjadikan gua ini sebagai gua terdalam di dunia, namun para penjelajah masih terus berdatangan. Selain untuk lebih mengeskplorasi tentang kondisi gua, para penjelajah juga masih penasaran untuk mencari tahu apakah kedalaman gua masih bisa bertambah atau tidak.

Sumber : utiket.com

Monday, November 24, 2014

Pulau Moyo Surganya Pecinta Alam Sumbawa - Indonesia


Introduksi

Pulau Moyo berada di wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia. Jaraknya sekitar dua setengah kilometer sebelah utara dari Pulau Sumbawa, NTB. Pulau ini menjadi tujuan tempat wisata bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Bahkan Mick Jagger dan Putri Diana pernah berkunjung ke tempat ini. Pulau ini terkenal dengan keindahan alamnya. Selain masih alami dan sepi, suasana di pulau ini memberikan nuansa ketenangan.

Keindahan Pulau Moyo tidak diragukan lagi. Di sini terdapat berbagai jenis flora dan fauna seperti kupu-kupu, dua puluh satu jenis kelelawar, babi liar, rusa, ular, berbagai macam jenis burung dan hewan-hewan lainnya. Hal ini menandakan bahwa Pulau Moyo terjaga kelestariannya. Selain bisa menikmati keindahan hutannya, Anda juga bisa menikmati keindahan alam bawah lautnya yang tentunya masih sangat indah.

Bagi pecinta alam maupun burung, Pulau Moyo adalah surga tersendiri. Dari 124 jenis burung yang ada di Sumbawa, 84 jenis diantaranya ada di sini. Beberapa spesies langka seperti kakak tua berkepala kuning dan burung gosong dapat Anda temukan di pulau ini. Bagi pecinta hiking, Anda akan menemukan air terjun, gua, serta sungai yang bisa Anda susuri. Dan untuk yang hobi bersnorkeling ataupun diving, di sini terdapat spot-spot bawah laut yang indah. Anda akan menemukan spon, anemon, belut, pelagik, manta, sekelompok ikan terbang sampai hiu kecil yang sedang berenang.

Fasilitas

Di pulau ini Anda bisa menginap di Amanwana Resort (satu-satunya resort sekelas hotel bintang lima di Pulau Moyo) dengan biaya yang cukup mahal yakni sekitar $800 per malam. Pilihan lainnya, Anda bisa mendapatkan beberapa tempat untuk menginap di rumah penduduk Desa Labuan Aji dengan biaya sesuai kesepakatan atau sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per malam. Atau bila mau, bisa juga membawa tenda sendiri beserta perlengkapan tidur seperti sleeping bag, dengan begitu tentunya akan lebih menghemat keuangan Anda.

Akses ke Pulau Moyo

Akses ke Pulau Moyo memang sedikit tidak mudah. Bila Anda dari Mataram, Pulau Lombok, NTB, Anda bisa menggunakan kendaraan darat dengan rute dari Mataram langsung menuju ke Pelabuhan Kayangan. Dari pelabuhan dilanjutkan ke Poto Tano (dengan kapal fery). Dari Poto Tano bisa langsung menuju ke Sumbawa Besar (dengan kendaraan darat). Total waktu tempuhnya sekitar enam jam perjalanan.

Anda bisa juga menggunakan jalur udara yakni dari Bandara Internasional Lombok menuju ke Bandara Sultan Kaharuddin, Sumbawa dengan menggunakan pesawat berjenis Fokker.

Dari Sumbawa perjalanan dilanjutkan menuju ke Pelabuhan Muara Kali. Dari pelabuhan ini, Anda bisa meggunakan kapal rakyat dengan biaya sekitar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per orang. Kapal ini berangkat ke Pulau Moyo sekitar pukul 11.30 waktu setempat dengan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan. Kapal ini akan berangkat ke Sumbawa lagi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. 

Bila Anda mau menggunakan kapal rakyat ini lagi maka Anda harus menginap. Pilihan lainnya, Anda bisa menggunakan perahu motor milik nelayan dengan biaya sekitar Rp 400.000 hingga Rp 600.000 atau sesuai kesepakatan (bila tidak menginap dan ingin kembali ke Sumbawa di hari yang sama).

Jika ingin lebih cepat, Anda dapat menyewa kapal cepat milik swasta dengan biaya lebih mahal yaitu sekitar Rp 3.000.000 (pp). Kelebihannya, selain waktu tempuhnya lebih cepat kapal tersebut dapat mengelilingi Pulau Moyo seharian penuh.

Pilihan akses ke Pulau Moyo lainnya adalah melalui Ai Bari yang terletak sekitar 20 km dari Sumbawa Besar. Dari Ai Bari, Anda bisa menggunakan speed boat dengan waktu tempuh sekitar 20 menit atau dengan kapal ketinting dengan waktu yang lebih lama tentunya.

Sumber : utiket.com

Wednesday, October 22, 2014

Gua Terbesar di Dunia



Gua diambil dari kata Guha yang berasal dari bahasa Sansekerta. Gua merupakan sebuah lubang atau lorong yang berukuran cukup besar yang bisa terbentuk dari proses alam maupun buatan manusia. Nah, saat ini untuk gua terbesar yang ada di dunia bernama Gua Son Doong yang namanya berarti Gua Sungai Gunung. Gua ini terletak di Taman Nasional Phong Nha Ke Bang, Provinsi Quang Binh, Vietnam.

Gua ini dinyatakan sebagai gua terbesar di dunia karena memiliki lebar lebih dari 200 meter, dengan ketinggian sekitar 150 meter dan panjang lebih dari 9 kilometer. Bahkan ketinggian dinding gua ini dapat menampung gedung setinggi 40 lantai. Gua ini mengalahkan rekor gua terbesar di dunia yang sebelumnya dipegang oleh Gua Deer Cave yang ada di Malaysia, menurut National Geographic. 

Gua Son Doong ditemukan pertama kali oleh penduduk setempat pada tahun 1991. Mereka hanya sampai di mulut gua namun tidak berani turun ke bawah. Baru pada tahun 2009, beberapa peneliti gua dari Inggris berhasil menjelajahi Gua Son Doong.

Gua ini masih sangat alami. Untuk mencapainya, peneliti harus berjalan selama enam jam serta harus melewati 8 hingga 10 kilometer kawasan hutan. Di dalam gua ini terdapat sungai, air terjun serta hamparan hutan berwarna hijau yang luas. Beberapa monyet terlihat saling berlompatan di hutan itu. Aliran sungai di dalam gua ini cukup cepat dan kencang. Bahkan terdapat stalagmit raksasa yang berukuran lebih dari 230 meter serta sekitar 150 jaringan gua kecil. Siapa sangka gua ini mempunyai keindahan alam yang luar biasa indah.

Sumber : utiket.com

Wednesday, June 25, 2014

Taman Nasional Bantimurung Makassar Indonesia


Tentang Taman Nasional Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung adalah cagar alam dengan luas 480 km2 hanya 45 km sebelah utara Kota Makassar / Kota Ujung Pandang. Nama Bantimurung adalah merupakan kombinasi dari kalimat "membanting kemurungan", yang maksudnya adalah mari bergembira ria di Taman Nasional ini.

Taman ini terkenal dengan banyaknya kupu-kupu, pada tahun 1856 Sir Alfred Russel Wallace mengunjungi tempat ini dan beliau menyebut daerah ini sebagai tempat "The Kingdom of butterflies" ( Kerajaan kupu-kupu ). Sebuah nama yang masih digunakan sampai sekarang. Sayangnya jumlah spesies kupu-kupu menurun secara signifikan dalam dekade terakhir. Dalam perhitungan pertama ada 270 spesies, pada tahun 1997 jumlah hanya 147 spesies dan pada perhitungan terakhir di tahun 2010 hanya bisa ditemukan 90 spesies. Selain penurunan spesies, jumlah kupu-kupu juga telah menurun secara signifikan: sebelumnya ada begitu banyak kupu-kupu, mereka akan berkumpul dalam kelompoknya masing-masing.


Peningkatan aktivitas manusia di daerah ini dianggap sebagai penyebab penurunan ini. Oleh karena itu pemerintah mulai menggalakkan program pengembang biakan kupu-kupu. Tapi meskipun mengalami penurunan yang signifikan, kamu masih bisa menikmati ribuan kupu-kupu yang berwarna-warni di sini terutama di dalam atau di dekat salah satu gua.

Selain kupu-kupu Taman Nasional ini terkenal dengan air terjun yang memiliki ketinggian 15 meter. Air terjun ini merupakan tempat wisata menarik bagi sebagian besar pengunjung. Ada beberapa gua yang dapat kamu jelajahi, di belakang air terjun. Air terjun dan gua berada di dalam sebuah hutan tropis yang indah dengan tebing kapur.

Taman Nasional Bantimurung sangat populer dan ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dari Makassar pada akhir pekan, biasanya pengunjung pergi ke air terjun dan tempat rekreasi yang berdekatan.

Tiket masuk Taman Bantimurung adalah Rp 5.000 per orang dewasa. Tersedia penginapan bertarif rendah di sekeliling Taman Nasional dengan tarif Rp 50.000.

Akses ke Taman Nasional Bantimurung

Taman Nasional Bantimurung dapat dicapai dari Kota Makassar dengan menggunakan bus menuju ke Maros, beritahu kepada supir jika kamu ingin pergi ke Taman Nasional dan supir akan menurunkan kamu di suatu tempat, di mana kamu harus melanjutkan perjalanan dengan mikrolet yang akan membawa kamu ke pintu masuk taman.

Sumber : utiket.com

Tuesday, June 24, 2014

Gua Mampu Makassar Indonesia



Tentang Gua Mampu

Gua Mampu yang menyimpan keindahan dan legenda terletak di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Gua ini terletak di ketinggian sekitar 250 meter di atas permukaan laut, tepatnya berada di lereng Gunung Mampu. Bila dilihat dari jauh gunung ini menyerupai sebuah kapal yang terbalik. Sementara itu di salah satu sisi puncak Gunung Mampu terdapat lubang yang tembus di antara langit-langit Gua Mampu.

Gua ini mempunyai cerita legenda yang menarik. Masyarakat sekitar mengenalnya dengan sebutan Legenda Kutukan Mampu. Legenda ini mengisahkan tentang sumpah seorang raja yang mengutuk rakyatnya menjadi batu. Ilustrasi dari legenda tersebut dapat disaksikan lewat sejumlah bentuk bebatuan yang menyerupai makhluk-makhluk hidup yang terdapat di dalam gua.

Gua ini terbentuk dari proses alam selama ratusan tahun lalu dan untuk dapat memasuki gua ini Anda harus membawa alat penerangan karena kondisi di dalam gua sangat gelap. Di dalam Anda akan disuguhi pemandangan gua dengan banyaknya stalagmit dan stalagtit yang sangat menawan dan berjejer rapi. Anda juga akan mendapatkan pemandangan dua kuburan kuno yang akan menambah nuansa mistis di gua ini. Satu kuburan terletak di tengah gua dan satu lagi terletak di puncak lantai ke tujuh.

Selain itu, Anda juga akan mendapatkan berbagai bentuk bebatuan yang mirip dengan makhluk hidup seperti kuda yang sedang berlari, buaya, tikus yang menggantung dan masih banyak lagi serta sebuah batu besar yang berbentuk seperti perahu. Keberadaan gua seluas 2000 meter persegi ini juga merupakan tempat bagi para penduduk sekitar untuk mencari nafkah dengan cara mengumpulkan kotoran kelelawar untuk dijadikan pupuk.

Akses ke Gua Mampu

Gua Mampu berjarak sekitar 140 km dari Kota Makassar. Untuk menuju ke gua ini, Anda dapat menempuh perjalanan darat dari kota Makassar menuju Kabupaten Bone selama kurang lebih 4 jam. Setibanya di perempatan jalan menuju Kabupaten Wajo dan Desa Cendrana, Kabupaten Bone anda akan menemukan gapura dengan tulisan Wisata Alam Gua Mampu. Gapura ini berada di depan jalan menuju Desa Cabbeng, Kabupaten Bone. Anda tinggal mengikuti jalan beraspal dari gapura tersebut untuk menuju lokasi Gua Mampu. Sepanjang perjalanan menuju Gua Mampu, anda akan disuguhi dengan pemandangan hamparan sawah.

Biaya tiket masuk

Untuk memasuki gua ini, anda dikenakan biaya Rp. 2.000 untuk dewasa dan Rp. 1.000 untuk anak-anak. Jika tidak membawa alat penerangan sendiri, anda dapat menyewa obor dengan harga Rp. 2.000 per obor. Agar lebih mudah untuk menelusuri gua ini, anda dapat menyewa pemandu dengan biaya Rp. 20.000.

Sumber : utiket.com