Saturday, August 3, 2013

Lion Air Semakin Mengepakkan Sayapnya

sumber: http://ltc.lionair.co.id/mod/forum/discuss.php?d=22

Bulan November 2011, Lion Air yang merupakan salah satu perusahaan maskapai penerbangan terbesar di Indonesia memberikan kejutan bagi dunia penerbangan khususnya di Indonesia dengan membeli 230 pesawat Boeing dengan total harga senilai US$21,7 miliar atau setara dengan nilai saat itu sekitar Rp 195 triliun. Sekarang Lion Air memberikan kejutan kembali dengan membeli 234 pesawat Airbus jeni A320 dengan total harga sekitar US$ 24 miliar atau setara dengan Rp 233,6 triliun. Dari 234 Airbus jenis A320 tersebut terdiri dari 109 pesawat tipe A320neo, 65 pesawat tipe A321neo dan 60 pesawat tipe A320ceo.

Pihak Lion Air menyatakan bahwa pembelian sejumlah pesawat tersebut didukung dengan adanya pinjaman dari Export Credit Agency (ECA) yang merupakan lembaga keuangan Eropa yang mengurusi kredit ekspor. ECA memberikan pinjaman 100% dengan tenor selama 12 tahun kepada Lion Air karena Lion Air mempunyai reputasi yang baik. Penandatanganan kontrak pemesanan tersebut dilakukan di Istana Kepresidenan Elysee, Paris pada tanggal 18 Maret 2013 oleh Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana dan Direktur Utama Airbus, Fabrice Bregier yang disaksikan oleh Presiden Perancis, Francois Hollande.

Pembelian pesawat Airbus oleh Lion Air ini juga dikabarkan untuk mendukung rencana Lion Air untuk berekspansi  ke kawaasan Asia Pasifik. Pesawat tipe A320 tersebut mampu menampung 180 penumpang dan pesawat tipe A321 mampu menampung 236 penumpang. Semoga dengan pembelian pesawat Airbus ini, Lion Air semakin mampu mengakomodir kebutuhan penerbangan baik domestik maupun mancanegara. 


Sumber : utiket.com

Friday, August 2, 2013

Sejarah Sriwijaya Air

http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya_Air

Sriwijaya merupakan salah satu maskapai penerbangan Indonesia yang cukup besar dan diperhitungkan. Berawal dari sebuah keinginan yang dilandasi dengan filosofi sebuah kerajan yang pernah berjaya di Indonesia pada jamannya, Kerajaan Sriwijaya mempunyai tujuan untuk menyatukan seluruh kawasan Nusantara.

Keinginan dan cita-cita tersebut berhasil diwujudkan oleh keluarga Lie yang terdiri dari Hendry, Chandra, Andi dan Fandi. Keinginannya untuk menyatukan seluruh nusantara diwujudkan dalam pengembangan sarana transportasi udara di Indonesia dengan mendirikan sebuah perusahaan penerbangan yang diberi nama Sriwijaya Air.

Sriwijaya Air berdiri pada tanggal 10 November 2003. Awal mula berdirinya Sriwijaya Air hanya mempunyai satu buah armada yaitu Boeing 737-200 awal dan hanya melayani rute Jakarta-Palembang, Jakarta-Pangkalpinang, Jakarta-Jambi dan Jakarta-Pontianak. Perusahaan maskapai penerbangan ini terus berkembang dan hingga kini telah mempunyai 32 pesawat yang melayani total 41 rute baik domestik maupun internasional.

Sriwijaya Air mempunyai slogan “Your Flying Partner”, maka tak heran jika sepak terjangnya di industri penerbangan selalu memprioritaskan peningkatan pelayanan terbaik untuk para customernya. Sriwijaya Air memang dikenal sebagai maskapai yang selalu memprioritaskan keamanan serta kenyamanan. Pemeriksaan, perawatan dan pemeliharaan armada selalu dilakukan.

Sriwijaya Air juga merupakan salah satu maskapai yang sering mendapatkan perhargaan untuk pengabdiannya yang selalu memprioritaskan keselamatan penerbangan. Sriwijaya Air juga telah mengantongi Air Operator Certificate (AOC). Sementara itu dari mitra bisnisnya, Pertamina, Sriwijaya Air mendapat penghargaan tersendiri karena selalu tepat dalam pembayaran pembelian avtur.


Sumber : utiket.com

Sejarah Maskapai Garuda Indonesia

 
Sumber : KOMPAS.com

Garuda Indonesia merupakan maskapai nasional negara Indonesia. Garuda Indonesia sendiri telah ada sejak lama bahkan sebelum Indonesia merdeka tepatnya di tahun 1940an. Namun hari jadi maskapai ini jatuh pada tanggal 26 Januari 1949. Dulunya maskapai ini belum bernama Garuda tapi Indonesia Airways. Nama Garuda sendiri merupakan nama pemberian dari presiden pertama Indonesia yaitu Presiden Soekarno.

Pada tanggal 25 Desember 1949, Dr. Konijnenburg yang merupakan wakil KLM (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij) sekaligus teman Presiden Soekarno melaporkan kepada Presiden Soekarno bahwa KLM yang awalnya merupakan perusahaan Belanda dimana Indonesia menanam sahamnya sebesar 51% berdasarkan keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB) akan jatuh ke tangan Indonesia. Dr. Konijnenburg menemui Presiden Soekarno yang saat itu sedang berada di Yogyakarta untuk meminta nama perusahaan tersebut kepada Presiden Soekarno karena pesawat yang akan diterbangkan dari Yogyakarta menuju Jakarta akan dicatat sesuai dengan nama perusahaan.

Saat itu Presiden Soekarno memberi jawaban dengan mengutip salah satu baris dari sajak Belanda ciptaan pujangga terkenal yaitu Noto Soeroto pada zaman kolonial,”Ik ben Garuda, Vishnoe’s vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden”. Arti dari sajak tersebut yaitu aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi di atas kepulauanmu. Burung Garuda merupakan burung burung mitos dalam legenda pewayangan yang juga menjadi simbol Negara Indonesia.

Penerbangan bersejarah terjadi pada tanggal 28 Desember 1949 yaitu penerbangan pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsuilar. Penerbangan bersejarah itu membawa Presiden Soekarno dengan rute Yogyakarta-Jakarta untuk pelantikan sebagai presiden Republik Indonesia Serikat (RIS). Dengan nama baru, Garuda Indonesia Airways dan logo baru yang diberikan oleh Presiden Soekarno, maskapai tersebut mengudara dengan gagah hingga sekarang. Garuda Indonesia Airways juga merupakan perusahaan penerbangan pertama yang ada di Indonesia.


Sumber : utiket.com

Tips Berwisata Adrenalin


Bagi sebagian orang, berwisata adrenalin merupakan wisata tantangan yang sangat seru apalagi jika berhasil melakukannya maka akan memberikan kepuasan tersendiri. Sebagai contoh wisata adrenalin adalah flying fox, arung jeram, bungee jumping dan roller coaster. Wisata jenis ini sangat menegangkan namun faktor keselamatan merupakan hal mutlak yang tidak boleh ditinggalkan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat berwisata adrenalin, diantaranya adalah:

Utamakan keselamatan

Carilah info mengenai tempat tujuan wisata adrenalin yang ingin Anda kunjungi. Pastikan bahwa faktor keselamatan sudah menjadi standar tempat tersebut. Anda bisa mencari infonya melalui internet. Jika tidak tersedia info di internet, Anda bisa menghubungi pengelola tempat tersebut untuk memastikannya.

Baca peraturan dan larangan

Setiap wisata adrenalin memiliki beberapa peraturan dan larangan yang harus dipatuhi oleh semua pengunjung. Jangan abaikan peraturan dan larangan tersebut. Peraturan dan larangan yang telah ditentukan tersebut dibuat bukan tanpa tujuan, melainkan demi keselamatan pengunjung. Jika Anda tidak bisa memenuhi peraturan dan larangan tersebut, tidak perlu berkecil hati karena masih banyak wisata seru lainnya. Jangan dipaksakan karena akan membahayakan diri sendiri.

Operator profesional

Pastikan Anda melakukan wisata adrenalin di tempat yang dihandle oleh operator professional atau memiliki izin operasi. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap faktor keselamatan. Sebagai contoh, jika memilih flying fox, pastikan operator di tempat tersebut bersertifikasi untuk melakukan kegiatan itu.

Patuhi instruktur

Dengarkan baik-baik apa yang diarahkan oleh instruktur dan jangan ragu atau malu untuk bertanya saat ada hal yang kurang dimengerti. Instruktur dalam wisata adrenalin selalui mengarahkan demi keselamatan pengguna. Untuk itu jangan pernah mengabaikan arahan yang sedang disampaikan oleh instruktur.

Tetap waspada

Berwisata adrenalin memang menjadi hal yang seru apalagi jika dilakukan secara beramai-ramai. Berwisata dengan banyak teman bisa diselingi dengan bercanda namun jangan berlebihan karena bisa membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. Tetap waspada dan hati-hati dalam melakukan wisata adrenalin juga akan membantu keselamatan Anda.

Sumber : utiket.com

Thursday, August 1, 2013

Hotel Grand Tjokro Klaten




Terletak di Klaten, Grand Tjokro Hotel berjarak 5 menit berkendara dari Stasiun Kereta Api Klaten. Hotel ini menawarkan fasilitas restoran, karaoke, dan kamar-kamar dengan TV kabel layar datar. Tersedia Wi-Fi gratis dan tempat parkir.

Kamar-kamar Grand Tjokro Hotel yang stylish menampilkan interior bergaya modern, Semua kamar Kamar mandi pribadinya dilengkapi shower dan pengering rambut.

Grand Tjokro Bar and Restaurant menyajikan masakan lokal dan internasional sepanjang hari Anda dapat bersantap di kamar menggunakan layanan kamar.

Dengan bagian penerima tamu yang buka 24 jam, staf hotel dapat membantu Anda mengatur penyewaan mobil dan layanan pramutamu. Anda juga dapat mengatur perjalanan dan merencanakan wisata harian di meja layanan wisata.

Grand Tjokro Hotel berjarak 10 menit berkendara dari Plaza Klaten dan Pasar Boyolali. Bandara Internasional Adi Sucipto-Jogyakarta dapat dijangkau dengan berkendara 20 menit, dan Jalan Malioboro yang ramai dalam 40 menit. Selain itu pula akses ke Klaten dapat juga melalui Bandara Udara Adi Sumarmo-Solo.

Maskapai terbang ke Solo


Kami menunggu kedatangan Anda di Grand Tjokro Klaten...!

Wednesday, July 31, 2013

Harga Tiket Pesawat Untuk Bayi dan Anak-anak


Berapa harga tiket pesawat untuk bayi dan anak-anak? Pertanyaan seperti itu seringkali diajukan kepada kami baik melalui YM maupun email. Seperti yang Anda ketahui, hingga saat ini Utiket memang baru menyediakan info harga tiket pesawat untuk dewasa saja. Kenapa tidak menampilkan opsi untuk penumpang bayi dan anak-anak? Berikut penjelasannya:

Kategori penumpang bayi dalam dunia penerbangan ditujukan bagi seseorang yang berumur antara nol hingga dua tahun. Sedangkan untuk kategori anak-anak ditujukan bagi seseorang yang berumur antara dua hingga duabelas tahun. Diatas duabelas tahun sudah termasuk dalam kategori penumpang dewasa. Seperti yang kita tahu, setiap perusahaan pastilah memiliki kebijaksanaan yang berbeda-beda. Begitu pula dengan setiap maskapai. Tidak semua maskapai menerapkan sistem yang sama dalam penentuan harga tiket untuk penumpang bayi. Kalau untuk penumpang kategori anak-anak, hampir semua maskapai menerapkan harga tiket mengikuti harga penumpang dewasa.

Untuk harga tiket penumpang bayi akan berbeda-beda untuk setiap maskapai. Sebagai contoh, Garuda Indonesia menerapkan harga tiket penumpang bayi sebesar sepuluh persen dari harga penumpang dewasa, Tiger Airways atau Mandala menerapkan tarif sebesar 50 Dollar Singapura atau sekitar Rp. 394.000 per bayi per sektor penerbangan. Sedangkan untuk maskapai lain seperti Lion, Citilink dan kebanyakan maskapai lainnya, harga tiket untuk bayi akan terlihat setelah dilakukan proses pembookingan oleh travel agent.

Seperti yang Anda ketahui pula, Utiket hanya sebatas memberikan info harga tiket penerbangan saja tanpa menjual tiket. Oleh sebab itulah Utiket tidak menampilkan opsi untuk penumpang bayi dan anak-anak dalam form pencarian karena Utiket sendiri tidak bisa melakukan proses pembookingan tiket pesawat. Jika Anda merencanakan bepergian dengan pesawat bersama bayi , Anda bisa mencari info harga tiket dewasa dahulu di utiket.com. Setelah menemukan harga yang cocok, Anda bisa membookingnya melalui salah satu mitra kami untuk mengetahui total harga tiket bersama bayi Anda.

Sumber : utiket.com

Sejarah Susi Air




Susi Air merupakan salah satu maskapai penerbangan yang ada di Indonesia.  Susi Air sendiri dikelola oleh PT ASI Pujiastuti Aviation. Susi Air memang lebih banyak beroperasi di daerah-daerah yang belum dijamah oleh maskapai-maskapai besar lainnya. Sejarah Susi Air tidak lepas dari wanita tangguh asal kota kecil Pangandaran yang bernama lengkap Susi Pudjiastuti. Wanita ini banyak menginspirasi banyak orang melalui kisah hidupnya yang akhirnya bisa menjadikannya sebagai salah satu pengusaha wanita yang berjaya di bisnis perikanan dan penerbangan.

Susi Air berawal dari mimpi pemiliknya, Susi Pudjiastuti yang ingin mempunyai pesawat untuk mengantar ikan dari Pangandaraan sampai Jakarta. Susi memang saat itu merupakan pengusaha ikan. Dia mengirim ikan-ikan yang dikumpulkan dari nelayan Pangandaran ke Jakarta dengan truk. Susi bukanlah anak pengusaha dari keluarga berada. Dia hanya wanita yang bahkan tidak lulus SMA. Bagi dia, pendidikan formal tidaklah penting dan dengan tekad tinggi keluar dari bangku SMA dan dengan kerja keras dan keuletannya dia berhasil mempunyai pabrik pengolahan ikan berkualitas eksport serta 50 pesawat.

Susi Air pertama kali terbang pada tahun 2004. Sebenarnya Susi telah menyusun rencana bisnisnya dengan suami tercinta, Christian Von Strombeck di tahun 2000 namun saat itu belum ada bank yang mau meminjamkan dana untuk membeli pesawat. Baru pada tahun 2004, Bank Mandiri meminjamkan dana sebesar USD 4,7juta untuk memulai bisnis penerbangannya. Bencana tsunami di Aceh yang terjadi pada tahun 2004, tepatnya dua bulan selepas penerbangan perdana Susi Air sempat menghambat laju Susi Air. Saat itu Susi sang pemilik memilih mengoperasikan pesawatnya guna mengirim makanan dan obat-obatan untuk para korban bencana tsunami. Karena rasa kemanusiaan tersebut, dia hampir tidak mempedulikan kerugian yang dideritanya karena pesawatnya tidak bisa beroperasi dan otomatis tidak ada penghasilan untuk saat itu. Namun siapa sangka kebaikannya berbuah manis saat Susi Air hendak kembali ke Cilacap, lembaga swadaya masyarakat asing berniat menyewa pesawat tersebut untuk mengirim bantuan ke Aceh. Uang penyewaan pesawat itupun bisa digunakan untuk membayar cicilan kepada bank.

Susi Air saat ini memang lebih fokus ke penerbangan perintis namun selalu mengembangkan bisnis penerbangannya. Pada tahun 2011, Susi Air telah mempunyai 50 pesawat dan 80 pilot namun sang pemilik terus mengembangkan sayapnya. Susi Pudjiastuti pemilik Susi Air merupakan salah satu wanita Indonesia yang patut kita tiru kerja kerasnya hingga mampu menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain.

Sumber : utiket.com