Senin, 01 Desember 2014

Tari Saman



Pernah melihat tarian Aceh yang dilakukan secara berkelompok dengan gerakan yang sangat cepat dan teratur? Itu adalah Tari Saman. Tari Saman merupakan tarian tradisional yang berasal dari Suku Gayo, salah satu suku yang ada di Aceh. Nama Saman sendiri konon diambil dari pencipta dan pengembang Tari Saman yaitu Syeikh Saman. Syeikh Saman merupakan seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di Aceh.

Tari Saman biasanya ditampilkan saat ada acara-acara penting dalam adat. Tari Saman ini biasanya ditampilkan dengan menggunakan syair yang khas. Syair yang digunakan untuk mengiringi tarian biasanya menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Gayo yang isinya tentang pesan-pesan dakwah, pantun, nasehat maupun sindiran. 

Tari Saman juga dikenal sebagai Tarian Seribu Tangan. Disebut demikian karena gerakan di tarian ini sebagian besar merupakan gerakan tangan yang khas yaitu tepuk tangan dan tepuk dada. Gerakan ini dilakukan berulang-ulang dengan ritme yang sangat cepat dan teratur. 

Tarian ini dilakukan secara berkelompok. Penarinya biasanya terdiri dari para pria ataupun para wanita yang menggunakan pakaian adat setempat. Dalam satu kelompok, biasanya akan ditunjuk seorang pemimpin (biasa disebut dengan syekh) yang bertugas sebagai pengatur gerakan para penari serta menyanyikan lagu-lagu saman. Kekompakan dan kosentrasi tinggi sangat dibutuhkan saat memainkan tarian ini. Tari Saman ini tidak menggunakan alat musik, iramanya berasal dari suara dan gerakan dari para penarinya. Namun beberapa ada pula yang menggunakan gendang.

Pada tanggal 24 November 2011, Tari Saman sendiri sudah ditetapkan UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. Tari Saman kini bukan hanya sekedar media dakwah saja, tetapi telah menjadi salah satu identitas kebudayaan Aceh. Tarian ini banyak ditampilkan dan diikutsertakan dalam berbagai ajang perlombaan.

Sumber : utiket.com