Tuesday, February 18, 2014

Kawah Ijen Banyuwangi Indonesia


Tentang Kawah Ijen

Kawah Ijen yang berupa kawah danau berada di puncak Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso yang masuk dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, tepatnya di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso, Propinsi Jawa Timur. Kawah yang berada di ketinggian 2.386 mdpl ini merupakan kawah danau terasam di dunia dengan ph 0,5 dan kawah danau terbesar di Pulau Jawa dengan luas sekitar 5.466 hektar yang berbentuk elips dengan ukuran sekitar 960 m x 600 m. Ketinggian permukaan air danau di Kawah Ijen mencapai 2.140 m dengan kedalaman danau sekitar 200 m yang berisi sekitar 36.000.000 m kubik air asam beruap. Air kawah danau ini berwarna hijau tosca. Terdapat berbagai ukuran dan warna batu belerang di dalamnya yang menjadikan Kawah Ijen mempunyai pesona tersendiri.


Di atas kawah ini diselimuti kabut dan asap belerang yang menjadi daya tarik Kawah Ijen ini. Banyak wisatawan mancanegara yang terpesona dengan keindahan Kawah Ijen ini. Terdapat deretan gunung yang bisa kamu lihat dari Pos Paltuding di Gunung Ijen ini : Gunung Merapi, Gunung Widodaren, Gunung Ranti dan Gunung Papak. Hilir mudik penambang belerang menjadi pemandangan sehari-hari di puncak Gunung Ijen ini.

Jika kamu ingin berkunjung ke Kawah Ijen, sebaiknya berkunjung saat musim kemarau yaitu antara bulan Juli sampai September. Saat musim hujan, jalan menuju Kawah Ijen menjadi licin dan membahayakan. Dan untuk mendaki menuju Kawah Ijen sebaiknya dilakukan antara pukul 05:00-06:00 pada saat matahari belum bersinar terik karena perjalanan akan memakan waktu sekitar 4 jam untuk naik turun gunung.

Akses ke Kawah Ijen

Kamu bisa memulai perjalananmu menuju Kawah Ijen dari Kota Banyuwangi ataupun Bondowoso. Dari salah satu dua kota tersebut kamu bisa menuju Pos Paltuding dengan menyewa jip dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Kemudian dari Pos Paltuding kamu harus berjalan kaki sejauh 3 km. Di awal 1,5 km jalur yang dilalui menanjak dengan kemiringan sekitar 25-35 derajat. Jalur 1,5 km berikutnya agak landai dan kamu bisa menikmati pemandangan deretan gunung yang indah hingga ke puncak Gunung Ijen. Untuk mencapai Kawah Ijen kamu harus menuruni jalur terjal dan berbatu sepanjang 250 m.

Biaya tiket masuk

Tiket masuk ke obyek wisata ini seharga Rp. 2.000/orang untuk wisatawan domestik dan Rp. 15.000/orang untuk wisatawan mancanegara.

Maskapai terbang ke Banyuwangi



Sumber : utiket.com

Monday, February 17, 2014

Pantai Plengkung Banyuwangi Indonesia


Tentang Pantai Plengkung

Banyuwangi yang berada di Provinsi Jawa Timur ini ternyata memiliki banyak potensi wisata yang tidak kalah menariknya dari tempat-tempat wisata di daerah lainnya. Di kota ini ada salah satu obyek wisata yang menjadi favorit peselancar lokal maupun internasional. Obyek wisata tersebut adalah Pantai Plengkung.

Pantai Plengkung berada di pantai selatan Banyuwangi, tepatnya di ujung Jawa Timur. Pantai Plengkung lebih akrab disebut dengan sebutan G-Land oleh para wisatawan. Huruf G dalam kata G-Land sendiri memiliki 3 pengertian: G yang berarti Grajagan, merupakan sebuah nama dari sebuah teluk yang memiliki ombak besar; G yang berarti Green, maksudnya adalah pantai ini masih sangat alami karena letakknya di tepi hutan tropis yang hijau; dan G yang berarti Great, hal ini mengambarkan ombak yang begitu besar dan panjang.

Pantai Plengkung merupakan salah satu pantai dengan ombak terbaik di dunia dan menjadi surga bagi peselancar lokal maupun internasional. Ombak di pantai ini bisa mencapai ketinggian empat hingga delapan meter dengan panjang ombak bisa mencapai dua kilometer dalam formasi tujuh gelombang tersusun. Pantai dengan karakteristik seperti ini hanya ada di beberapa negara saja, seperti Hawaii, Australia dan Afrika Selatan. Bahkan banyak peselancar kelas dunia yang menjuluki pantai ini sebagai The Seven Giant Waves Wonder yang berarti salah satu dari tujuh tempat surfing terbaik di dunia.

Di pantai ini pula pernah diadakan beberapa lomba selancar dunia, salah satunya adalah Quiksilver Pro Surfing Championship. Kejuaraan ini diadakan pada tahun 1995, 1996 dan 1997. Untuk dapat menikmati ombak di pantai ini, silahkan berkunjung pada bulan Juli - September setiap tahunnya karena di bulan-bulan tersebut ombak di pantai ini sedang bagus-bagusnya untuk surfing.

Fasilitas yang tersedia di lokasi pantai ini juga cukup memadai. Tersedia pula penyewaan papan selancar bagi anda yang tidak membawanya. Anda juga dapat menikmati indahnya sunset di pantai ini. Jika beruntung, anda dapat menyaksikan pertunjukan kesenian budaya rakyat di Taman Nasional Alas Purwo.

Akses ke Pantai Plengkung

Dari Banyuwangi dapat menggunakan kendaraan bermotor baik pribadi maupun sewa menuju ke Tegaldlimo dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Dari Tegaldlimo dilanjutkan menuju ke Pos Pancur yang berada di Taman Nasional Alas Purwo selama sekitar 30 menit hingga satu jam perjalanan. Dari Pos Pancur ini, anda dapat menuju ke Pantai Plengkung dengan menggunakan tiga pilihan : berjalan kaki selama dua jam, menyewa jeep atau motor trail milik pengelola Taman Nasional Alas Purwo.

Maskapai terbang ke Banyuwangi



Sumber : utiket.com

Sunday, February 16, 2014

Pasar Apung Muara Kuin Banjarmasin Indonesia


Tentang Pasar Apung Muara Kuin

Di Kota Banjarmasin banyak terdapat sungai-sungai yang lebar, salah satunya Sungai Barito yang mempunyai muara Sungai Kuin yang terletak di Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Uniknya di muara sungai ini terdapat pasar tradisonal yang lain dari pada yang lain. Para pedagang dan pembeli di pasar ini melakukan aktivitas jual beli diatas perahu tradisional yang sering disebut jukung dalam bahasa Banjar atau perahu motor yang sering disebut klotok oleh penduduk lokal. Pasar ini sudah ada dari 400 tahun yang lalu dan masih terus terjaga sampai saat ini.

Jika Anda ingin merasakan sensasi tersendiri berbelanja sambil terapung di perahu, maka sempatkan waktu Anda untuk berkunjung ke pasar terapung ini saat Anda traveling ke Banjarmasin. Namun Anda harus bangun pagi buta untuk dapat merasakan aktivitas pasar terapung ini karena selepas subuh para pedagang sudah sibuk berkumpul bersiap menata dagangannya. Kebanyakan para penjual di sini adalah ibu-ibu. Barang dagangannya merupakan hasil kebunnya sendiri seperti sayur mayur dan buah-buahan. Jangan lebih dari jam 7 pagi jika Anda ingin berkunjung ke sini.

Mampir juga ke warung makan terapung untuk sarapan. Pesanlah menu makanan khas Banjarmasin yaitu soto banjar. Berbeda dengan soto di daerah lain, soto banjar berkuah kental dan disajikan dengan lontong yang pastinya akan menggoyang lidah Anda.

Transaksi barter masih kerap terjadi di pasar terapung ini. Jual beli tersebut dilakukan dengan cara saling tukar menukar antara penjual dan pembeli dengan komoditas yang berbeda. Jika Anda tertarik untuk berkunjung ke pasar unik ini Anda bisa menyewa perahu klotok di sekitar area pasar. Pemilik perahu dengan senang hati akan mengantar Anda berkeliling. Biaya sewa perahu klotok yaitu sekitar Rp 100.000,-. Perahu ini bisa menampung sekitar 10 penumpang. Atau jika Anda menginap di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, tanyakan ke pengelola tentang paket wisata keliling pasar apung. Biasanya pihak hotel menyediakan fasilitas ini.

Akses ke Pasar Apung Muara Kuin

Bila menggunakan perahu Klotok dari pusat Kota Banjarmasin akan memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk menuju pasar apung. Atau bisa juga menggunakan angkutan darat dengan menempuh rute Kota Banjarmasin menuju Desa Alalak. Sesampainya di Desa Alalak Anda bisa menyewa klotok dengan tarif sekitar Rp. 70.000 untuk menuju Pasar Apung Muara Kuin.

Maskapai terbang ke Banjarmasin



Sumber : utiket.com

Saturday, February 15, 2014

Air Terjun Bajuin Banjarmasin Indonesia



Tentang Air Terjun Bajuin

Air Terjun Bajuin ini terletak di Desa Sungai Bakar, Kecamatan Pelaihari yang berjarak sekitar 10 km dari Ibu Kota Kabupaten Tanah Laut dan sekitar 75 km dari Banjarmasin. Air terjun Bajuin memiliki panorama pegunungan yang indah, eksotik, dan udaranya pun masih sangat sejuk karena banyaknya pepohonan. Di kawasan ini terdapat tiga air terjun dengan ketinggian yang berbeda, dikarenakan alamnya yang masih asri dan alami.

Di sini juga terdapat beberapa jenis burung dan tanaman anggrek hutan, serta bunga bangkai. Air Terjun Bajuin berada di kawasan pegunungan Maratus. Kawasan ini dikembangkan menjadi ekowisata alam seperti traking, climbing, hiking. Meskipun objek wisata ini memiliki area parkir yang luas namun sayangnya belum tersedia fasilitas yang memadai seperti banyaknya jalan rusak. Oleh karena itu untuk menuju objek wisata ini masih sangat sulit, namun pemerintah setempat sedang melakukan perbaikan. Di kawasan ini juga terdapat telaga alam batuah yang tidak jauh dari area parkir.



Goa Marmer

Dekat dari objek wisata ini terdapat objek wisata lain yaitu Goa Marmer yang hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Goa ini dinamakan Goa Marmer karena keunikannya yaitu dinding goa banyak terdapat batu marmer yang biasa digunakan untuk ubin rumah dan bentuk atas goa seperti kubah masjid, di dalam goa juga terdapat kehidupan binatang malam yakni kelelawar.

Untuk para pecinta wisata alam dijamin tempat ini memberikan tantangan sekaligus keindahan yang tidak akan dijumpai di daerah manapun.

Maskapai terbang ke Banjarmasin



Sumber : utiket.com

Friday, February 14, 2014

Candi Agung Amuntai Banjarmasin Indonesia



Tentang Candi Agung Amuntai

Candi Agung Amuntai adalah situs candi Hindu yang berada di kawasan Sungai Malang, kecamatan Amuntai Tengah, kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Candi Agung Amuntai merupakan peninggalan Kerajaan Negaradipa yang dibangun oleh Empu Jatmika abad XIV Masehi, yang dari Kerajaan ini melahirkan Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Banjarmasin. Yang menurut cerita, Kerajaan Hindu Negaradipa ini berdiri pada tahun 1438 di persimpangan tiga aliran sungai.

Candi Agung diperkirakan telah berusia 740 tahun, Candi Agung Amuntai berbahan material kayu dan batu, namun kondisinya masih kokoh. Di temukan beberapa benda peninggalan sejarah yang usianya sekitar 200 SM.

Maskapai terbang ke Banjarmasin



Sumber : utiket.com

Candi Laras Banjarmasin Indonesia



Tentang Candi Laras

Candi Laras adalah candi berukuran kecil yang terdapat di Kecamatan Candi Laras Selatan, Tapin, Kalimantan Selatan sekitar 30 km dari Kota Rantau yang dinamakan oleh penduduk dengan sebutan Tanah Tinggi. Lokasinya pun terletak di sebuah pematang yang dikelilingi persawahan warga sekitar. Letak candi ini tidak berada pada lokasi yang strategi dan diperkirakan merupakan candi kenegaraan dengan maksud-maksud tertentu.

Secara fisik, bangunannya berupa sumur tua dan terdapat beberapa batang kayu ulin besar yang berumur ratusan tahun yang tertanam tidak jauh dari sumur tersebut. Selain itu, ada dua buah batu besar yang oleh warga sekitar disebut Batu Babi. Pada situs candi ini ditemukan potongan-potongan arca Batara Guru yang sedang memegang cupu, lembu Nandini dan Lingga, yang semuanya disimpan di Museum Lambung Mang kurat, Banjarbaru.

Dalam kawasan yang berdekatan dengan Candi Laras, di daerah Sungai Amas terdapat arca Budha Dipankara dan batu yang bertuliskan "siddha" dengan aksara Pallawa, atau lebih lengkapnya "jaya siddha yatra" yang artinya "perjalanan ziarah yang mendapat berkat". Berdasarkan penemuan benda arkeologi, situs ini dari abad ke-8 atau ke-9. Situs purbakala Candi Laras ini diperkirakan dibangun pada 1300 Masehi oleh Jimutawahana, keturunan Dapunta Hyang dari kerajaan Sriwijaya. Jimutawahana inilah yang diperkirakan sebagai nenek moyang warga Tapin.

Akses ke Candi Laras

Untuk dapat pergi mengunjungi candi Laras, kamu harus menggunakan sampan atau warga sekitar menyebutnya dengan Jukung atau Kelotok, dikarenakan tidak adanya jalan darat yang menghubungkan antara lokasi Candi Laras dengan desa sekitar meskipun jaraknya hanya satu kilo meter antara candi Laras dengan Desa sekitar.

Maskapai terbang ke Banjarmasin



Sumber : utiket.com

Thursday, February 13, 2014

Tangkuban Perahu Bandung Indonesia



Tentang Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu terletak sekitar 30 kilometer di utara kota Bandung, lebih tepatnya di daerah Lembang, sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Tangkuban Perahu memiliki udara yang sejuk dan sumber air panas di kaki gunungnya dengan ketinggian 2.084 meter. Udara yang sejuk, hamparan kebun teh, lembah dan tingginya pohon pinus akan menemani perjalananmu menuju gerbang Tangkuban Perahu, dengan tiket sebesar Rp. 13.000 per orang dan di tambah biaya parkir kendaraan, kamu sudah dapat menikmati keindahan dan kesejukan dari Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu merupakan gunung terbesar di daratan Parahyangan. Gunung ini di beri nama Tangkuban Perahu karena Bentuknya yang menyerupai Perahu terbalik.

Tangkuban perahu terkenal dengan kawahnya, ada dua jalan yang dapat dilalui untuk menuju kawah-kawah tersebut: Jalan pertama atau jalan lama dengan kondisi jalan yang lebih sulit dan biasanya di tutup setelah turun hujan karena di anggap membahayakan untuk dilalui dan jalan kedua adalah jalan baru yang sudah beraspal yang memudahkan kamu untuk sampai di kawah-kawah tersebut, pada sisi jalan yang berkelok-kelok di tumbuhi banyak bunga terompet dan pohon lainnya.



Ada tiga kawah terkenal di kawasan Tangkuban Perahu yang menarik untuk di kunjungi, yaitu:

1. Kawah Ratu:

Merupakan Kawah terbesar yang terdapat di kawasan Tangkuban Perahu, terdapat area parkir khusus bus sebelum sampai di Kawah Ratu. Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan ELF jika kamu datang dengan menggunakan bus, namun jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa langsung memarkirnya di seberang Kawah ini. Kawah Ratu terlihat dari atas dengan pembatas pagar di tepi-tepi kawahnya. Tanah di sekitar kawah umumnya berwarna putih dengan batu-batu belerang yang berwarna kuning, kamu juga bisa melihat secara menyeluruh Kawah Ratu jika mendaki ke daerah lebih tinggi.

Di kawasan ini juga terdapat toko-toko yang menawarkan berbagai souvenir dan aksesoris, ada pula warung kecil yang menyajikan makanan dan minuman hangat seperti bandrek dan kamu juga bisa berkuda untuk mengelilingi kawasan ini.

2. Kawah Upas:

Terletak di sebelah Kawah Ratu, bentuk Kawah upas lebih dangkal dan mendatar. Jalan untuk menuju Kawah Upas cukup berbahaya, kamu harus melewati jalan berpasir.

3. Kawah Domas:

Terletak di bawah Kawah Ratu, jika kamu datang melewati jalan baru maka kamu akan menemukan gerbang menuju Kawah Domas terlebih dahulu sebelum Kawah Ratu. Di Kawah Domas kamu bisa melihat lebih dekat area kawah, bahkan kamu juga bisa mencoba untuk merebus telur ke dalam kawah. Jika kamu ingin melihat Kawah Domas melewati jam 16.00, kamu harus menggunakan jasa pemandu.

Legenda Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu memiliki cerita yang melegenda, inti dari cerita Tangkuban Perahu adalah adanya seorang pemuda bernama Sangkuriang yang jatuh cinta dan ingin menikahi seorang wanita yang bernama Dayang Sumbi. Merekapun saling jatuh cinta, namun tak di sangka oleh Dayang Sumbi bahwa Sangkuriang adalah anak kandungnya yang dahulu pergi karena Dayang Sumbi marah, Sangkuriang membunuh anjing kesayangan mereka ketika gagal berburu rusa.

Mengetahui Sangkuriang adalah anak kandungnya Dayang Sumbi tidak mau menikah dengan Sangkuriang dan untk menolak lamaran dari Sangkuriang, Dayang Sumbi minta dibuatkan perahu beserta danaunya dalam waktu satu malam. Dengan dibantu para jin Sangkuriang pun mulai membuat Perahu tersebut, melihat Sangkuriang hampir menyelesaikan perahu tersebut Dayang Sumbi berniat untuk menggagalkannya.

Berkat doanya, ayam-ayam berkokok dan jin-jin yang tadinya membantu Sangkuriang pun berlarian ketakutan karena mereka pikir hari telah pagi, akibatnya syarat yang di minta Dayang Sumbi tidak berhasil di selesaikan oleh Sangkuriang. Sangkuriang pun marah besar dan menendang perahu buatannya, perahu tersebut jatuh tertelungkup dan terjadilah Gunung Tangkuban Perahu.

Maskapai terbang ke Bandung



Sumber : utiket.com