Showing posts with label Cari Tiket murah ke Bandung. Show all posts
Showing posts with label Cari Tiket murah ke Bandung. Show all posts

Thursday, February 13, 2014

Tangkuban Perahu Bandung Indonesia



Tentang Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu terletak sekitar 30 kilometer di utara kota Bandung, lebih tepatnya di daerah Lembang, sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Tangkuban Perahu memiliki udara yang sejuk dan sumber air panas di kaki gunungnya dengan ketinggian 2.084 meter. Udara yang sejuk, hamparan kebun teh, lembah dan tingginya pohon pinus akan menemani perjalananmu menuju gerbang Tangkuban Perahu, dengan tiket sebesar Rp. 13.000 per orang dan di tambah biaya parkir kendaraan, kamu sudah dapat menikmati keindahan dan kesejukan dari Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu merupakan gunung terbesar di daratan Parahyangan. Gunung ini di beri nama Tangkuban Perahu karena Bentuknya yang menyerupai Perahu terbalik.

Tangkuban perahu terkenal dengan kawahnya, ada dua jalan yang dapat dilalui untuk menuju kawah-kawah tersebut: Jalan pertama atau jalan lama dengan kondisi jalan yang lebih sulit dan biasanya di tutup setelah turun hujan karena di anggap membahayakan untuk dilalui dan jalan kedua adalah jalan baru yang sudah beraspal yang memudahkan kamu untuk sampai di kawah-kawah tersebut, pada sisi jalan yang berkelok-kelok di tumbuhi banyak bunga terompet dan pohon lainnya.



Ada tiga kawah terkenal di kawasan Tangkuban Perahu yang menarik untuk di kunjungi, yaitu:

1. Kawah Ratu:

Merupakan Kawah terbesar yang terdapat di kawasan Tangkuban Perahu, terdapat area parkir khusus bus sebelum sampai di Kawah Ratu. Perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan ELF jika kamu datang dengan menggunakan bus, namun jika kamu menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa langsung memarkirnya di seberang Kawah ini. Kawah Ratu terlihat dari atas dengan pembatas pagar di tepi-tepi kawahnya. Tanah di sekitar kawah umumnya berwarna putih dengan batu-batu belerang yang berwarna kuning, kamu juga bisa melihat secara menyeluruh Kawah Ratu jika mendaki ke daerah lebih tinggi.

Di kawasan ini juga terdapat toko-toko yang menawarkan berbagai souvenir dan aksesoris, ada pula warung kecil yang menyajikan makanan dan minuman hangat seperti bandrek dan kamu juga bisa berkuda untuk mengelilingi kawasan ini.

2. Kawah Upas:

Terletak di sebelah Kawah Ratu, bentuk Kawah upas lebih dangkal dan mendatar. Jalan untuk menuju Kawah Upas cukup berbahaya, kamu harus melewati jalan berpasir.

3. Kawah Domas:

Terletak di bawah Kawah Ratu, jika kamu datang melewati jalan baru maka kamu akan menemukan gerbang menuju Kawah Domas terlebih dahulu sebelum Kawah Ratu. Di Kawah Domas kamu bisa melihat lebih dekat area kawah, bahkan kamu juga bisa mencoba untuk merebus telur ke dalam kawah. Jika kamu ingin melihat Kawah Domas melewati jam 16.00, kamu harus menggunakan jasa pemandu.

Legenda Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu memiliki cerita yang melegenda, inti dari cerita Tangkuban Perahu adalah adanya seorang pemuda bernama Sangkuriang yang jatuh cinta dan ingin menikahi seorang wanita yang bernama Dayang Sumbi. Merekapun saling jatuh cinta, namun tak di sangka oleh Dayang Sumbi bahwa Sangkuriang adalah anak kandungnya yang dahulu pergi karena Dayang Sumbi marah, Sangkuriang membunuh anjing kesayangan mereka ketika gagal berburu rusa.

Mengetahui Sangkuriang adalah anak kandungnya Dayang Sumbi tidak mau menikah dengan Sangkuriang dan untk menolak lamaran dari Sangkuriang, Dayang Sumbi minta dibuatkan perahu beserta danaunya dalam waktu satu malam. Dengan dibantu para jin Sangkuriang pun mulai membuat Perahu tersebut, melihat Sangkuriang hampir menyelesaikan perahu tersebut Dayang Sumbi berniat untuk menggagalkannya.

Berkat doanya, ayam-ayam berkokok dan jin-jin yang tadinya membantu Sangkuriang pun berlarian ketakutan karena mereka pikir hari telah pagi, akibatnya syarat yang di minta Dayang Sumbi tidak berhasil di selesaikan oleh Sangkuriang. Sangkuriang pun marah besar dan menendang perahu buatannya, perahu tersebut jatuh tertelungkup dan terjadilah Gunung Tangkuban Perahu.

Maskapai terbang ke Bandung



Sumber : utiket.com

Wednesday, February 12, 2014

Situ Patenggang Bandung Indonesia



Tentang Situ Patenggang

Danau Patenggang atau juga dikenal dengan nama Situ Patenggang (situ yang berarti danau dalam Bahasa Sunda) berada diketinggian sekitar 1600 meter dari permukaan laut. Danau Patenggang terletak di Ciwidey sekitar 47 kilometer arah selatan dari pusat kota dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan dari kota Bandung, Jawa Barat. Sepanjang Perjalanan menuju Situ Patenggang, masih sangat alami dengan warna hijau yang dominan karena adanya pohon-pohon rindang di sisi jalan dan hamparan kebun teh. Meski harus melalui jalanan berkelok, namun akan terasa menyenangkan karena kamu akan di sugguhi pemandangan alam yang menyegarkan dengan udara bersih dan jauh dari polusi. Selain itu perkebunan strawberry akan menambah daya tarik tersendiri di sepanjang jalan menuju Situ Patenggang.

Sesampainya di Situ Patenggang, kamu akan di sambut dengan danau luas yang berair tenang, dengan pegunungan menjulang mengelilingi Situ patenggang. Di tepi danau terdapat banyak perahu dengan warna-warna cerah nan cantik, yang siap mengantar kamu untuk berkeliling danau dengan tarif Rp. 15.000 per orang atau jika kamu tidak ingin berkeliling terlalu jauh kamu juga bisa menyewa sepeda air yang menarik untuk dicoba. Kamu juga bisa sekedar duduk di tepi danau dan menikmati ketenangan air dan keindahan alam yang disajikan.

Batu Cinta

Tidak hanya menawarkan pesona alam, Situ Patengan juga menawarkan sebuah tempat yang cukup terkenal dengan historisnya yaitu Pulau Asmara dan Batu Cinta. Pulau Asmara dan Batu Cinta merupakan sebuah lokasi di tengah danau dengan batu besar sebagai penandanya. Batu inilah yang disebut Batu Cinta dengan ceritanya yang melegenda. Cerita ini bermula dari kisah cinta sepasang kekasih yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis yang terpisah dan akhirnya bertemu kembali di tempat ini. Masyarakat setempat percaya air yang mengisi danau ini adalah air mata dari Ki Santang dan Dewi Rengganis, itu sebabnya sebagian orang menyebut danau ini Situ Penganten. Biasanya wisatawan yang berkunjung ke Situ Patenggang menyempatkan diri untuk mengunjungi Batu Cinta. Batu Cinta di percaya, bagi siapapun yang singgah bersama pasangan ke Batu Cinta dan mengelilingi Pulau Asmara, maka hubungannya akan awet dan langgeng.

Selain menikmati keindahan alamnya, di sekitar danau juga terdapat toko-toko yang menawarkan berbagai souvenir ataupun buah-buahan segar yang tentunya bisa kamu bawa pulang sebagai oleh-oleh untuk kerabat, tidak hanya itu jika kamu ingin menginap di sekitar Ciwidey juga terdapat beberapa hotel dan bungalow dengan fasilitas yang memadai.

Akses ke Situ Patenggang

Dengan menggunakan kendaraan umum Bus atau Elf dari terminal Leuwi Panjang (Bandung) menuju terminal Ciwidey dengan tarif sekitar Rp. 6.000 dan dilanjutkan menggunakan angkot yang langsung menuju pintu masuk Situ Patenggang dengan tarif sekitar Rp. 10.000.

Maskapai terbang ke Bandung



Sumber : utiket.com

Tuesday, February 11, 2014

Pantai Ujung Genteng Bandung Indonesia


Tentang Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng berlokasi di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pantai di kawasan ini merupakan pantai selatan Pulau Jawa yang merupakan pantai dari Samudera Hindia. Ombak di Pantai ini tidak terlalu besar karena gugusan karang di bibir pantai. Air lautnya pun masih sangat jernih, sampai kamu bisa melihat karang-karang dan ikan-ikan cantik yang berenang dengan mata telanjang tanpa harus menyelam ataupun ber snorkeling. Di sini juga merupakan tempat favorit untuk menikmati keindahan sunset.

Di daerah Ujung Genteng terdapat banyak tempat menarik lainnya, antara lain: 
  • Akuarium Cibuaya, yaitu akuarium alami, kamu bisa melihat ikan-ikan cantik yang terjebak di lubang-lubang pantai, pemandangan unik ini bisa kamu jumpai di Pantai Cibuaya.
  • Tempat bertelurnya Penyu Hijau, di Pantai Pengumbahan merupakan tempat favorit bagi para penyu hijau bertelur serta bagi para wisatawan yang hobi berselancar.
  • Tebing Amanda Ratu, di sini kamu akan merasa berada di Tanah Lot , dengan adanya tebing karang yang ada di laut dengan ombak yang menghantam tebing seperti pemandangan yang kita jumpai di Tanah Lot Bali.
  • Curug Cikaso, tidak jauh dari pantai Ujung Genteng terdapat pemandangan lain yaitu air terjun Curug Cikaso. Di sini kamu bisa melihat tiga air terjun sekaligus.
  • Pembuatan Gula, dengan sangat sederhana yakni dengan menggunakan bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa kemudian dimasak dengan menggunakan kuali lalu di cetak dan di potong.

Akses ke Pantai Ujung Genteng

Rute untuk menuju Ujung Genteng: Dari Ibu Kota Jakarta sekitar 220km ke kabupaten Sukabumi dengan menggunakan bus sekitar 10 jam. Kemudian dari Sukabumi perjalanan dilanjutkan ke arah Lembursitu dengan menggunakan minivan ke arah terminal Surade setelah itu kamu harus jalan ke luar terminal untuk naik angkot yang langsung menuju Ujung Genteng, sedangkan dari Kota kembang Bandung sekitar 230km. Dengan waktu tempuh sekitar 6-7 jam dengan menggunakan mobil, kondisi jalan menuju Ujung Genteng cukup mulus dan bagus.

Maskapai terbang ke Bandung



Sumber : utiket.com

Monday, February 10, 2014

Candi Cangkuang Bandung Indonesia


Tentang Candi Cangkuang

Sesuai dengan namanya Candi Cangkuang ini terletak di desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Candi Cangkuang merupakan sebuah Candi Hindu, dan yang uniknya Candi Cangkuang berada ditengah-tengah danau. Candi ini merupakan candi pertama yang di temukan di Tatar Sunda dan merupakan candi satu-satunya candi hindu di Tatar Sunda.

Untuk menuju ke tempat objek wisata ini biasanya wisatawan menggunakan transportasi tradisional yaitu andong, di Candi Cangkuang terdapat danau kecil yang banyak di tumbuhi bunga teratai. Candi Cangkuang dibangun pada zaman kerajaan Sunda pertama yaitu Kerajaan Galuh. Meskipun dipastikan Candi Cangkuang adalah candi bagi umat Hindu namun di dekat Candi Cangkuang terdapat makam dari tentara kerajaan Mataram yang melawan penjajah pada abad ke 17 yaitu Arief Muhammad dan Beliau juga yang menyebarkan agama islam di wilayah tersebut.

Di kampong Pulo ini terdapat kampung adat dengan 6 rumah yang berjejer dan berhadap-hadapan, masing-masing 3 bangunan berada di sebelah kanan dan kiri serta satu buah bangunan Masjid. Untuk menyebrang ke Candi Cangkuang menggunakan angkutan tradisional yang terbuat dari bambu, disebut rakit dan kamu dapat menikmati keindahan bunga teratai.

Akses ke Candi Cangkuang


Untuk dapat menuju ke Candi Cakung dengan menggunakan bus dari Bandung ke Leles (sekitar dua jam). Turun di Leles Square dan melanjutkan perjalanan menggunakan ojek dengan tujuan ke danau (3km). Setelah itu di sini kamu dapat menggunakan rakit untuk sampai ke Candi.

Maskapai terbang ke Bandung


 

Friday, January 10, 2014

Mie Kocok Bandung


Bisa dibilang Bandung adalah Kota Kuliner, mulai dari jajanan seperti batagor, seblak basah, colenak, piscok, cilok serta makanan lain yang bikin kenyang seperti nasi tutug oncom, nasi timbel dan surabi semua ada di Bandung. Satu lagi makanan khas Bandung yang seger dan gurih, apalagi kalau bukan mie kocok.  Meskipun makanan pokok orang Indonesia itu nasi, tapi banyak juga yang suka makan mie. Jadi tak heran jika hampir di setiap kota terdapat banyak penjual mie. Namun untuk mie kocok ini beda dengan mie yang sering kita jumpai. Mie kocok menggunakan jenis mie yang sedikit berbeda, karena ukuran mie yang digunakan lebih tebal dan lebar dibanding mie pada umumnya. Mie kocok juga menggunakan kuah kaldu sapi yang cukup kental. Untuk pelengkap biasanya menggunakan tambahan bakso, tahu, tauge dan potongan kikil sapi yang empuk. Disajikan panas dengan taburan bawang goreng dan sledri, sangat cocok dimakan saat musim hujan. 

Kuliner ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun hingga kini masih banyak penikmatnya. Di Bandung sendiri masih banyak pedagang mie kocok yang bisa kita jumpai, mulai dari pedagang gerobak keliling hingga restaurant.

Ada beberapa tempat untuk menikmati mie kocok yang sudah terkenal di Bandung, diantaranya : 

Mie Kocok Mang Dedeng

Jl. Kh Ahmad Dahlan (Jl. Banteng) No. 67 Bandung atau di dekat Hotel Horizon Bandung

Mie Kocok Persib

Letaknya di area parkiran Stasion Persib dulu yang ada di Jalan Ahmad Yani 

Mie Kocok Pak Enco

Terletak di depan Toko Kartika Sari Kawung 

Mie Kocok SKM

Sudah ada sejak tahun 1970, nama SKM sendiri diambil dari singkatan nama pendirinya yaitu Pak Sukiman. Lokasinya berada di Jalan Sunda No. 38 Bandung. Saat ini dikelola oleh generasi penerusnya.

Maskapai terbang ke Bandung

AirAsia AirAsia
Lion Lion
Xpress Xpress
Merpati Merpati
Sriwijaya Sriwijaya
Susi Susi
Garuda Garuda
Sky Sky



Cari Tiket murah ke Bandung

Sumber : utiket.com

Saturday, November 23, 2013

Curug Cikaso Bandung, Indonesia


Tentang Curug Cikaso

Air terjun Curug Luhur atau yang lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso ini berada di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Obyek wisata berupa air terjun ini berjarak kurang lebih 100 km dari Kota Sukabumi.

Nama asli air terjun ini adalah Curug Luhur namun oleh orang-orang lebih mengenalnya dengan nama ini berubah nama Curug Cikaso karena air yang mengalir di air terjun ini bersumber dari aliran anak sungai Cikaso. Di Curug Cikaso terdapat tiga titik air terjun yang berdampingan, dimana di bagian bawahnya terdapat kolam dengan warna air yang berwarna hijau kebiru-biruan.

Ketiga titik air terjun yang berada di lokasi obyek wisata ini memiliki ketinggian yang hampir sama, kurang lebih 80 meter dan lebar kurang lebih 100 meter. Ketiga air terjun ini berada dalam satu lokasi dengan nama yang berbeda untuk tiap air terjunnya: Curug Asepan, lokasinya berada di sebelah kiri. Lalu di bagian tengah ada Curug Meong dan yang ketiga di bagian paling kanan bernama Curug Aki. Dari ketiga Curug tersebut, Curug Aki letaknya sedikit tersembunyi di balik tebing yang menghadap ke bagian timur. Apabila hendak berkunjung ke lokasi ini, disarankan untuk datang pagi hari.

Hal tersebut dikarenakan ada satu keistimewaan di air terjun ini apabila bisa berkunjung pada pagi hari. Para pengunjung akan disuguhi pemandangan bias sinar matahari yang baru terbit. Bias tersebut akan sangat jelas terlihat dari butiran-butiran halus cipratan air terjun tersebut. Sangat disayangkan apabila keindahan ini sampai terlewatkan, terutama bagi para wisatawan yang hobi memotret. Keindahan momen tersebut merupakan salah satu yang wajib diabadikan dalam bidikan kamera anda.

Selain dapat menikmati keistimewaan momen tersebut, di lokasi ini pengunjung juga dapat menikmati kesegaran air terjun Curug Cikaso dengan mandi atau berenang di danau kecil yang terbentuk dari aliran air terjun tersebut. Bagi para pengunjung yang memang belum mahir berenang, di obyek wisata ini tersedia jasa penyewaan ban sebagai pelampung. Fasilitas lain yang tersedia di lokasi obyek wisata ini antara lain warung makan, kios yang menjual berbagai macam souvenir, dan toilet.

Akses ke Curug Cikaso

Untuk menuju ke lokasi air terjun Curug Cikaso ini dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, dapat dimulai dari kota Surade menuju pertigaan Jalan Cikaso dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Apabila menggunakan angkutan umum dapat naik dari Kota Surade dengan tujuan Cikaso. Ongkos angkutan umum untuk sekali ini Rp 6.000 per orang. Anda bisa turun di Jalan Raya Cikaso, tepatnya di simpang tiga menuju curug. Dari pertigaan ini dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati pematang sawah dan ladang penduduk setempat dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer menuju lokasi Curug Cikaso. Atau bisa juga menumpang truk pasir yang sering lewat menuju air terjun tersebut. Alternatif lain dengan menyewa sampan menyusuri sungai Cikaso. Harga sewanya antara Rp 70.000,- sampai Rp 80.000,- dengan muatan sepuluh sampai duabelas orang. Sampan-sampan ini banyak terdapat di jembatan Cikaso. Sesampainya di daratan, dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 100 meter menuju Curug Cikaso berada. Untuk dapat masuk ke obyek wisata ini dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 2.000 per orang.

Maskapai terbang ke Bandung

* Susi Air


Sumber : utiket.com

Friday, November 22, 2013

Kawah Putih Bandung, Indonesia


Tentang Kawah Putih

Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha yang terletak di daerah selatan kota Bandung, tidak jauh dari obyek wisata Situ Patenggang (5km), yaitu berjarak sekitar 46 kilometer dengan waktu tempuh 2,5 jam perjalanan dari pusat kota atau 35 kilometer dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang. Bersuhu antara 8-22 derajat, terdapat dua kawah yaitu Kawah Saat ( Saat dalam bahasa sunda berarti Surut) berada di bagian barat dan Kawah Putih yang berada di bawahnya pada ketinggian 2.194 meter. Kedua kawah tersebut terbentuk akibat letusan yang terjadi sekitar abad X dan XII

Dahulu kala sebelum Kawah Putih di buka untuk umum, masyarakat setempat percaya bahwa Kawah Putih menyimpan misteri dan Angker karena banyaknya burung yang mati saat melintasi Kawah Putih, namun pada tahun 1837 seorang ilmuwan dari Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun membantahnya. Ia pun kemudian melakukan penelitian dan menemukan fakta bahwa banyaknya burung mati saat melintasi kawasan tersebut tidak lain dikarenakan adanya semburan lava belerang. Karena kandungan belerang di Kawah Putih sangat tinggi maka pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang yang di beri nama Zwavel Ontgining Kawah Putih yang kemudian usaha tersebut di lanjutkan pada pemerintahan Jepang dengan mengganti namanya menjadi Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey.

Kemudian pada tahun 1987 PT. Perhutani unit III Jawa Barat, Banten mulai mengembangkan kawasan Kawah Putih sebagai obyek wisata, Keindahan danau Kawah Putih memang sangat mempesona. Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan yaitu air di danau kawahnya bisa berubah warna, seperti hijau apel, kebiru-biruan bila cuaca terang terkena pantulan matahari, coklat susu, namun paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atasnya. Kawasan ini tidak jarang sebagai obyek untuk foto pre wedding karena pemandangannya yang eksotis.

Obyek wisata danau Kawah Putih di buka pada pukul 07.00 sampai pukul 17.00, setiap harinya. Fasilitas yang tersedia pun sudah memadai dengan adanya area parkir, mushola, transportasi transit, pusat informasi serta adanya warung-warung makanan. Untuk tarif masuk Kawah Putih terbilang mahal yaitu Rp.150.000 untuk mobil sampai di atas kawasan Kawah Putih, Rp.35.000 untuk motor dan Rp. 15.000 per orang.

Akses ke Kawah Putih

Dari Jakarta melewati tol Cipularang menuju pintu keluar tol Kopo, lalu menuju Soreang ke arah selatan kota Ciwidey. Lamanya perjalanan dari Ciwidey sekitar 20 sampai 30 menit menuju gerbang masuk obyek wisata Kawah Putih, dan pengunjung disarankan menggunakan kendaraan untuk menuju Kawah Putih dari pintu masuk dikarenakan jaraknya yang cukup jauh dan menanjak sekitar 5,6 Kilometer atau sekitar 10-15 menit dengan berkendaraan.

Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi maka kamu bisa langsung menuju area parkir yang tidak jauh dari Kawah Putih, sementara pengunjung dengan rombongan besar hanya bisa menuju Kawah Putih dengan menggunakan Kendaraan Khusus yang tersedia di area parkir, karena kondisi jalan yang sempit dan menanjak tidak memungkinkan untuk dilewati bus atau kendaraan besar lainnya.

Kamu bisa juga dari Terminal Kebun Kelapa maupun Leuwi Panjang, Bandung dengan menggunakan transportasi umum menuju Ciwidey. Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan angkutan pedesaan dengan tujuan Situ Patenggan.

Maskapai terbang ke Bandung
* Susi Air

Sumber : utiket.com